Most Viewed Poata

November 8, 2016

Secret #2 (Baesd On True Story Fanfiction)

Klik ini untuk baca #Secret 1

**

Secret #2 

Akhir musim dingin 2013
Wang Shanghao, 
entah kenapa pada tahun itu aku kembali teringat akan namamu. Ya, nama yang seharusnya sudah lama punah sejak kamu memutuskan keluar negeri demi cita-citamu--well, setidaknya itulah yang terakhir kudengar dari Xinling Jie. Apa kau ingat pula nama itu? Dia pernah menjadi teman dekatmu, bahkan kalian pun berteman dimedia sosial. Apa perlu kusebut media sosial yang mana? Namun, biarlah kamu mereka-rekanya sendiri dulu. 
*
Hari itu tanggal 25 Februari 2013. Pada siang hari memasuki akhir musim dingin yang tetap pada suhu terendah ada panggilan masuk dalam handphoneku. Seseorang menghubungiku namun nomornya tak kukenal. Aku tidak memiliki feeling apapun saat itu. Aku pun belum tahu akan terjadi pembicaraan yang seperti apa. Kuingat-ingat sebentar, barangkali aku pernah mendaftar untuk parttime disebuah toko. Sekitar bulan lalu aku pernah mencoba mengirimkan draft tulisanku (aku berharap dapat menjadi novel secepatnya) untuk suatu pendaftaran short course writing class. Shanghao Ge, kau harus tahu sebenarnya dunia inilah yang selalu kucari. Tentang ilmu kepenulisan yang terus kucari dan ingin kupelajari hingga kini. Panggilan tadi mengabarkan akan pengumuman itu. Aku--Chen Yanxi yang kualitas menulisku rasanya masih dibawah rata-rata saat itu terpilih masuk dalam short course writing class. Kira-kira jika kau ada diposisiku saat itu, bisakah kau membayangkan cerita apa yang kau kirimkan kemarin? 

Musim semi  2013
Aku tidak ingat hari apa itu. Sebentar, kucek kalender elektronik.. 
Hari itu jatuh pada Hari Jumat. Merupakan pertemuan pertama kelas menulis. Sejujurnya pada hari pertama tidak kupersiapkan dengan maksimal karena aku masih sedikit tidak percaya dengan durian runtuh itu. Berawal ketika aku semua hanya ingin menulis cerita sederhana dengan membayangkan teman-teman terdekatku menjadi imajinatif karakter yang kuciptakan. Paragraf pertama cerita itu kutulis pertama kali saat pergantian tahun 2012 menuju tahun 2013. Kalau dihitung hingga kini, tahun 2016, harusnya tulisan itu sudah berumur tiga tahun dan masih saja seperti itu karena rasa pasang surut perasaanku kepadamu. Tapi aku semakin berusaha menuntaskan tulisan itu. Biar pada suatu saat kau dan Wu Dongyan tahu adanya cerita yang tercipta dibalik pertemuan-pertemuan dengan kalian pada tahun itu. 

Tahun ini aku rasa keberuntungan mampir dihidupku, selain aku beruntung dipertemukan (meskipun dipisahkan lagi) dengan seorang bernama Wang Shanghao. Tahun 2013 merupakan tahunku bertemu dengan teman-teman calon pengarang sukses dengan bukunya. Tidak pernah terpikirkan aku akan mengenal mereka, bahkan sempat berjuang bersama--jalanku sedikit lebih tertatih dibandingkan mereka: Wei Man, Lai Dongxuan, Chen Yingyan, Lai Huiru, Zhong Nanzheng, Cao Xiyue, Ye Qianyu. Bisa kukatakan, tepatnya kita saling menjadi saksi lahirnya tokoh-tokoh fiksi yang baru
Bukan hanya dapat teman baru, aku  harusnya menyebutnya wo de xin jiejie gege, tapi aku dapat banyak ilmu kepenulisan yang berharga sekali. Kau tahu, seperti emas yang kudapatkan, aku tidak ingin menyia-nyiakan setiap kelas waktu itu. Kalau kau lihat sewaktu itu, kau boleh menganggap aku bodoh karena aku sempat menelantarkan salah satu tugas kuliahku demi cita-cita menulis. Aku benar-benar dibutakan oleh itu. Aku pikir, aku harus tetap dan tetap menulis apapun yang terjadi. Waktu itu kuliahku menginjak semester kelima dan harusnya aku bisa memfokuskan diri belajar pada mata kuliah penting yang akan kubawa saat tugas akhir pada semester depan. 
Shanghao Ge, seandainya kamu tahu semua itu karena ada dirimu dalam naskah ceritaku. Dirimu yang kusamarkan dengan nama Inggris, Romeo. Sebenarnya bukan nama Romeo yang muncul terlebih dulu, melainkan nama Steve yang kemudian kuubah menjadi Charly--kau tahu siapakah yang menginspirasi tokoh Charly? Ya, dia adalah Wu Dong Yan, orang yang sempat kusukai pada masa awal kuliah.
Sesungguhnya kejadian diawal hingga pertengahan 2013 tidak bisa kulupakan ketika lahirnya tokoh Romeo dalam writing class short course dimana aku berusaha mati-matian tidak mau merusak tokoh itu karena ada seseorang istimewa dibaliknya. 
Sekarang aku berharap kita bertiga: Chen Yanxi, Wang Shanghao, dan Wu Dongyan bisa saling bertemu kembali. Mungkin saja suatu saat kita berkesempatan menjadi klien bagi perusahaan masing-masing. 

Wang Shanghao yang Chen Yanxi rindukan, tolong doakan agar cerita itu cepat selesai dan aku  bisa segera persembahkan untukmu. 

To be continue #3

Other post from this blog

Kepoin Figur Publik #4: Pebulutangkis Nasional Taiwan Part 2)

Haii, masih ingatkah dengan postinganku sebelumnya yang membahas para pria jago dilapangan bulutangkis ini? Tian Chen-Ge Zi Weii-...