Most Viewed Poata

November 15, 2016

Secret #3 (Based on True Story Fanfiction)

Baca ini seri Secret #2 

Secret #3 


2014 Xinnian Kuaile…
Shanghao Ge, xinnian kuaile…  

Seperti pergantian tahun seperti biasa, aku menghabiskan waktu bersama dengan teman-temanku. Tidak ada perayaan khusus, kali ini aku bersama teman perempuanku yang lain, kita menamai kelompok ini dengan nama Super Girls. Jadwal anggota Super Girls tergolong sulit disatukan karena terbentur keperluan masing-masing. Namun selalu ada celah untuk saling berjumpa satu sama lain. Entah siapa yang berinisiasi duluan diantara kita berdelapan. Sebenarnya selain dengan Qiu Zixie, mereka inilah tempatku ingin berbagai cerita apapun. Tapi seperti ada yang menghalangi untuk tidak menceritakannya tentangmu kepada siapapun, termasuk pada Sung Yunhua dan Hong Yuqing—dua orang yang cukup sering mendengarkan ceritaku. Waktu itu Hong Yuqing adalah orang yang pertama kali tahu ketika aku memutuskan hubunganku dengan seorang bernama Zhao Zhiwei.
Baoqian, aku tidak ingin menuliskan apapun tentang Zhao Zhiwei sebelumnya. Bagiku, orang itu tidak seberapa berarti dibandingkan cerita manisku menunggumu, Shanghao Ge kembali.
*
Aku bersama Super Girls paling tidak bisa melewatkan suasana bersama didalam ruang karaoke. inilah waktu kebersamaan kita yang tiada duanya. Aku sangat menikmati pertemuan kita yang sudah mulai jarang terjadi.
Shanghao Ge, izinkan aku mengenalkan anggota Super Girls yang ketika bersama mereka membuatku melupakan penantian akan dirimu. Aku harap kelak kau mengenal mereka, kau ikut mengerti kalau mereka adalah bukti anggapan persahabatan “tidak perduli siapapun kamu yang dimusuhi dunia, selama kita mengakui dalam diri masing-masing, kita tetap jadi sahabat” menjadi benar. Dan aku punya bakal cerita kedua terinspirasi dari persahabatan Super Girls.
Pertama. Aku kenalkan, Ren Rongxuan. Dia merupakan kakak tertua diantara kita semua. Rongxuan Jie juga merupakan seniorku diuniversitas. Karena dia yang kita tuakan, otomatis dia sering menjadi tempat kita mengadu, mengandalkan curahan kita tumpah pada dirinya. Ya Rongxuan Jie memang sudah pas sebagai kakak kita.
Sung Yunhua sama sepertiku. Maksudnya aku dan dia hanya berbeda bulan kelahiran saja. Waktu itu Yunhua paling mudah diajak keluar kala aku sedang ingin main entah kemana. Dia juga orang pertama yang kutemui diantara anggota Super Girls lainnya.
Berbeda seperti Yunhua yang merupakan kenalan pertamaku, Lai Xiaoyi adalah kebalikannya. Aku tahu dia belakangan ketika Rongxuan Jie yang mengajaknya ke perkumpulan kita. Diantara Super Girls lain, Lai Xiao Yi kubilang orang yang paling berani nomer dua.
Kemudian, anggota selanjutnya adalah Liu Yushan. Shanghao Ge, seandainya kamu kenal dia, sekelilingmu tidak akan pernah sepi saat ada Shan Shan—begitu terkadang kita memanggilnya. Shan Shan bisa menciptakan suasana lebih hidup sekalipun dalam keadaan mati. Kau harus kenalan dengannya suatu saat, Ge! Tapi jangan sampai jatuh hati padanya. Karena kau bukan idamannya.
Cai Yizhen merupakan orang paling berani nomer satu. Mungkin karena dia memiliki sifat boyish yang kadarnya hampir mendekati 85% jadi dia berani menempuh resiko yang sudah menjadi pilihannya. Terkadang aku pun iri dengan keberanian level akutnya.
Yang satu ini seorang talent. Namanya Hongshih. Tentu aku tidak akan mngenalkannya padamu. Karena aku takut kau tidak akan kuat melihat pesonanya. Hongshih-lah yang paling semangat dengan agenda berkumpul kita. Kalau aku butuh partner menentukan saat pertemuan kita, aku pasti akan mencarinya.
Terakhir adalah Hong Yuqing. Anggota nomer dua yang mudah kuajak kemanapun setelah Yunhua. Itulah kenapa aku lebih sering berbagi kepada mereka.
*
“Yanxi Jie, apa kabar si dia?” Tiba-tiba Hongshih membuka obrolan denganku ketika aku mengambil microphone didepannya dan siap bernyanyi.  Setelah ini adalah lagu pilihanku.
“Huh? Ta? Shui?” Tanyaku. Sungguh aku tidak mengerti yang dimaksud Hongshih saat itu. Jantungku berdegup kencang karena lagu yang kupilih menceritakan tentang kerinduan dan aku teringat padamu. Aku beium menyiapkan jawabannya apabila mereka akan mengetahui cerita tentangmu.
“Kamu pernah ceritakan, kau bertemua dengannya saat  summer camp tahun lalu.” Jawab Hongshih sembari melipat kaki kanan diatas kaki kirinya. Musim panas tahun lalu aku menjadi pembina adik-adik kecil di summer camp untuk mengisi waktu dan berniat semakin melupakanmu dan membiarkan kamu pergi meraih yang kamu inginkan diluar sana.
Aku mulai bernyanyi. Berduet dengan Lai Xiaoyi.
“Chen Yanxi sama siapa?” Kudengar Rongxuan Jie juga ingin tahu dengan hal itu.
“Siapa, Jie?” Cai Yizhen menimpali.
Meishi la. Hanya orang yang salah mampir.” Jawabku cepat menjauhkan microphone dari ujung bibirku. 
“Salah mampir? Tega sekali.” Yunhua menambahi sembari memasukkan fried fries kemulutnya. Aku masih tetap bernyanyi dan kali ini aku mulai merasa bersalah ketika memikirkan Zhao Zhiwei—orang yang sedari tadi diperbincangkan. Bersalah karena waktu itu perasaanku yang tidak tulus terhadapnya. Aku tersadar, aku hanya menjadikan Zhao Zhiwei sebagai pelampiasan karena aku tidak bisa mendapatkanmu.

Maafkan aku, Zhiwei. Saat itu perasaanku masih tertahan untuk  Wang Ge. 

~ To be continued to the #4 ~


Other post from this blog

Kepoin Figur Publik #4: Pebulutangkis Nasional Taiwan Part 2)

Haii, masih ingatkah dengan postinganku sebelumnya yang membahas para pria jago dilapangan bulutangkis ini? Tian Chen-Ge Zi Weii-...