Most Viewed Poata

May 18, 2017

[FANFICTION] Secret #7 (Based On True Story)

Kalian bisa skimming dulu untuk part sebelumnya: klik ini 


Secret #7

Kabar bahagia juga mengejutkan dari Zhang Li Ang beberapa hari lalu, sekaligus membuatku sedikit saja merindukan kembali salah seorang teman yang lain. Dia yang bernama Wu Dongyan. Shao Ge, mungkin kau harus sedikit mengenalnya lebih dulu lewat ceritaku ini. Jangan cemburu, karena ia tak se-istimewa dirimu.

*Musim gugur 2011

Waktu itu merupakan hari baru aku memulai semester kedua perkuliahanku. Disemester ini cukup banyak mata kuliah yang bisa kubarengi bersama QIu Zixie. Oh, satu lagi. Wu Dongyan ada dikelas yang sama denganku.
Merupakan musim yang menyenangkan. Terlewat menyenangkan ketika di Kelas Business Management, dia melangkah memasuki pintu kelas bersama sekelompok temannya. Aku sudah duduk didalam kelas itu. Aku memperhatikannya terus hingga ia dan teman-temannya memilih tempat duduk terpisah. Ia dan satu temannya memilih duduk didepan meja dosen. Tak bisa kupungkiri saat itu kedua mataku pun tak bisa berhenti  melihatnya. Sebenarnya, aku tidak tahu apa yang membuat seorang Wu Dongyan terlihat begitu mempesona dimataku ini padahal Zixie turut berkomentar,
“Yanxi, please! Dulu apa yang kau lihat dari Wu Dongyan? Kurasa dibandingkan dengannya, Zhao Zhiwei  terlihat lebih tampan. Kusayangkan saja, Zhao Zhiwei hanya terlambat datang padamu.”
Shanghao Ge, itu menurut Zixie ketika aku masih menjalin hubungan dengan Zhao Zhiwei. Pun aku tidak merasa demikian.  Ya, kupikir kau masih ingat apa alasannya. Aku pernah ceritakan pada chapter sebelum ini, jadi aku tidak akan mengulang cerita tentangnya.
“Dulu ya dulu. Tetapi aku tetap penasaran dengan Wu Dongyan hingga sekarang. Seperti kau juga, kan, apa kau sudah tidak ada perasaan apapun lagi pada Zhang Li Ang?” Aku menjawab pertanyaan dari Zixie sekaligus membalikkan pertanyaan itu. Kupikir dengan ini, Zixie tidak akan berani mempertanyakan hal lain padaku.
“Tian a! Kau masih memikirkan masa lalumu bahkan saat kau sudah bersama orang yang baru? Bukankah kau meragukan Zhao Zhiwei? Kasihan dia..” ucap Zixie meskipun kupikir tidak ada yang perlu dikasihani dari orang itu.
Karena Wu Dongyan dan Wang Shanghao mirip dan tidak ada lagi orang lain seperti mereka.” Aku menjawabnya dalam hati saja seraya menatap wajah teman baikku.
“Nah, kebetulan yang indah..” seru Zixie tiba-tiba mengaburkan bayanganku tentang Wu Dongyan dan bergantian Shanghao Ge. Aku melihat Zixie menatap jauh kearah belakangku, dan aku mengikuti arah pandangannya. Wu Dongyan disana. Ia membaca sesuatu tertempel dibuletin kampus.
Shanghao Ge, sebenarnya dia bukanlah tipe orang yang istimewa, ia tidak rupawan—bisa kubilang Zhang Li Ang lebih tampan darinya, dan Zhang Li Ang dan Zhao Zhiwei masih lebih pintar darinya, serta pola pikirannya pun berbeda sekali dari seorang bernama Wang Shanghao, kecuali untuk alasan Wu Dongyan mengingatkanku pada seorang teman semasa high school. Intensitas memperhatikannya terus-menerus, dapat merubah perasaanku padanya meskipun tak lama dan kau datang menemuiku, mengaburkan segalanya.
“Chen Yanxi, pokoknya kau tidak boleh lagi memikirkan Wu Dongyan sekarang. Jangan lupa kau sudah punya Zhao Zhiwei. Kau cobalah pikirkan perasaannya juga.” Nasihat Zixie waktu itu terdengar memaksaku melupakan Wu Dongyan dan menerima Zhao Zhiwei sepenuhnya. Aku tidak bisa menyanggupinya maupun menyanggahnya. Saat itu aku sedang tidak terpikirkan apapun, sepertinya.  “Dan, jangan lupakan juga kekacauan apa yang sudah diciptakannya menjelang Summer Camp?”  Zixie kembali mengingatkan mengenai kejadian sesaat sebelum kegiatan summer camp resmi dibuka pada tahun 2013 lalu.

Ceritanya. Wu  Dongyan dan beberapa temannya kedapatan panita yang bertugas hari itu melakukan transaksi illegal—mereka bertaruh uang, meskipun aku tidak tahu pasti apa yang mendasari taruhan mereka. Aku punya keyakinan, Wu Dongyan hanya salah memasuki lingkungan teman-temannya, namun ia tidak benar-benar terlibat didalamnya. Tapi, aku bisa apa. Aku tidak memiliki bukti apapun untuk membelanya. Kalau saja, aku bisa membela kalau ia benar saat itu, mungkin ceritanya akan berbeda sekarang. Ah, sudahlah.. suan le ba..

*
Suatu hari aku tidak sengaja mendengar, kebetulan, ketika aku sedang berkumpul dengan temanku yang lain, salah duanya ada Lin Xinlei dan Wang Yiting. Ini cerita sebelum aku bertemu dengan Zhao Zhiwei . Saat itu mereka sedang membicarakan Wu Dongyan. Satu informasi yang tidak ingin kudengar namun harus kudengar. Oh, Shanghao Ge, betapa malasnya aku mengingat cerita yang satu ini.. Wu Dongyan sudah memiliki pacar. Meskipun aku menyukainya saat itu, tetapi aku tak mencemburuinya sama sekali bahkan hatiku juga tak sakit ketika mengetahuinya. Kenapa? Entah, aku pun tidak paham alasannya. Aku… bisa saja merasakannya. Karena kemudian aku tahu rasanya patah hati yang terparah seumur hidupku ketika seorang bernama Wang Shanghao bisa menghilang dalam satu kedipan mata. Ya, itu saat kau yang terburu pergi entah kemana. 
Setelah masa summer camp berakhir, kudapati kabar kembali Wu Dongyan sudah putus dengan pacarnya. Sayangnya, saat itu tiga perempat hatiku sudah terbelokkan olehmu, Shanghao Ge, dan seperempat bagian lagi tercuri oleh orang itu. Kupikir, memang sudah seharusnya aku menyerah dengan perasaanku dulu terhadap Wu Dongyan. Zixie tahu itu, hanya ia masih belum mengenal tiga perempat dan seperempat bagian itu.
Qiu Zixie, suatu saat kau pun membaca surat terbukaku ini (yang kutunjukkan untuk Wang Shanghao), maafkan aku karena harus menyimpan rahasia ini darimu, teman terbaikku.  

To be continued............ 

Other post from this blog

[FANFICTION] Secret #9 (Based On True Story)

>> Click here to read what I tell on #Secret 8 << Secret #9 (The last open love letter of the unspoken story) Hai Shanghao...