Most Viewed Poata

August 27, 2016

Video Youtube Review: Sindirian Halus Untuk Anak-Anak 'Kekinian'

Halo semua para pengunjung blog terlampau sederhana ini :D
Postingan kali ini masih terkait 'hadiah' untuk Republik Indonesia di Hari Jadi ke-71 pada 17 Agustus lalu dari salah sekian youtubers tanah air. Video ini merupakan project kolaborasi dari Last Day Production, Eka Gustiwana, Kevin Anggara, dan Aulion. Video ini apik banget bagi anak-anak muda yang berpikiran positif dan mulai berpikir untuk merubah Indonesia kembali kearah yang lebih baik *sok iye kali bahasa ini hahaha :p*

Sebelum aku ber-cicit-cuit dulu, lebih baik langsung nunjukin video yang kumakud ini nih..
Selamat meresapi~ :^^



Dan ini aku mencoba menuliskan lagi lirik dalam lagu etrsebut. Mohon maaf ya kalau ada salah pendengaran dan pengetikkan, tapi maksudnya biar kita sama-sama paham isi lagu itu. Oh iyaa, melodi dilagu ini juga menggunakan melodi lagu-lagu daerah Indonesia dan ada lagu nasional yang dulu (waktu zaman sekolah jadi wajib banget dihafal). Makanya, lagu divideo ini jadi gampang banget dihafal karena telinga kita sudah familiar kan? :)

Lirik 'Tipikal Anak Muda Indonesia', oleh: LDP, Eka Gustiwana, Kevin Anggara, Aulion.
Music producer: Eka Gustiwana
Penulis lagu: Listia 'Paopao' Magdalena 'LDP'

[Dari melodi Lagu Daerah 'Yamko Rambe Yamko'] 
Hai, anak-anak muda,
Jangan galak-galak..
Kitapun pernah muda,
Tapi kita tak sama.
Dulu orang tua yang jadi teladan. 
Sekarang idola jadi panutan. 
Saat kita bermimpi jadi superman,
Kamu malah tidak percaya diri.
Kita main petak umpet,
Kamu sibuk cari pokemon,
Kita takut cubitan mama, 
Kamu taku di-unfollow... 

*[Dari melodi Lagu Daerah 'Manuk Dadali']
Walau kini zaman telah berubah,
Jangan sampai nilai kita pun berubah,
Boleh kekinian, boleh update terus,
Tapi jangan lupa budaya kita.

[Dari melodi Lagu Daerah 'Ayo Mama']
Dulu main ampar-ampar pisang, 
Sekarang kita main instagram. 
Dulu kita bacanya komik, 
Sekarang selalu baca postingan 
Komen kasar, komen pedas setiap hari, 
Tak memikirkan etika dan perasaan.
Hati-hati jangan sampai kelewatan,
Karena bisa melukai hati.

- Kembali ke- *

[Dari melodi Lagu Daerah 'Sinanggar Tulo']
Tahukah kamu senandung lagu ini,
Ini lagu yang dulu kita hafalkan,
Agar dapat nilai kesenian bagus
Saat kita belajar main seruling, 
Kamu sibuk dengan dubsmash, kamu sibuk dengan snapchat..
Oh, jangan dewasa terlalu cepat, karena kalian generasi yang hebat.
Boleh saja ikut perkembangan zaman, 
Tapi jangan lupa siapa kita, 
Darimana kita lahir, 
Dimana kita berdiri...

Bagi yang sedang di negeri tetangga, harumkan nama Indonesia kita. 
Bagi yang berkarya di negeri tetangga, jangan lupakan Indonesia.. 

[Lagu wajib 'Indonesia Pusaka']
Indonesia tanah air beta,
Pusaka abadi nan jaya.
Indonesia sejak dulu kala,
Tetap dipuja-puja bangsa.

- End 


Yang aku kasih tanda garis bawah itu adalah penekanan perbedaan masa kini dan beberapa tahun yang lalu. Itulah kenapa aku kasih judul seperti diatas. Memang kita nggak bisa nyalahin sepenuhnya anak-anak muda sekarang, atau nyalahin kemajuan zaman dari generasi terdahulu. Ya, karena itu memang nggak bisa kita elak. Masa dari waktu ke waktu pasti akan selalu mengalami perubahan, kemajuan. Dan masa itu kini sudah sampai dimasa sekarang. Kalau sudah begini ya nggak bisa salahin siapapun, kan? Mungkin yang masih bisa dilakukan, seenggaknya kita yang generasi yang sudah cukup lama merasakan manis asin lautan zaman ini bisa membimbing generasi bawah kita (adik-adik, ponakan, anak-anak kita kelak) biar tetap menjunjung nilai budaya bangsa ini yang sesungguhnya seperti yang ditunjukkan lirik lagu diatas dan liriknya kuberi tanda penebalan font.

Sekian postingan ini. Sampai jumpa dipostingan lainnya.
Selamat menjadi generasi hebat untuk Indonesia yang hebat! ^^

Other post from this blog

[FANFICTION] Secret #9 (Based On True Story)

>> Click here to read what I tell on #Secret 8 << Secret #9 (The last open love letter of the unspoken story) Hai Shanghao...