Most Viewed Poata

October 7, 2011

FFS - Akhir Cerita Cinta (Chapter 2)


- CHAPTER 2: IDE KEVIN -

Bani mengantar Angel pulang. Angel meminta masuk sebentar. Karena orang tuanya ingin kenal dekat dengan Bani. Saat melewati depan kamar Angel, ada meja kecil yang terdapat foto-foto Angel dan beberapa temannya. Ada satu foto yang langsung dilirik Bani, karena penasaran. Foto Angel dengan seorang cowo yang sangat terlihat akrab. Cowo di foto itu mirip dengan Rangga.

“ Ini siapa? “ tanya Bani saat Angel keluar dari kamarnya. Angel speechless saat Bani melihat fotonya yang satu itu.

“ Itu temen baik aku “ jawab Angel gugup, karena tak mungkin ia bilang ke Bani kalo itu adalah mantannya, mengingat ia juga tau kalo orang yang ia sempet ia sayangi itu mirip dengan temen dari adik sahabat baik Bani

“ Tapi, dia mirip temen Widy yang tadi dirumahnya. Apa jangan-jangan... “ tebak Bani sedikit curiga

“ Ah, bukan kok, sayang. Memang awalnya aku kira itu dia, tapi bukan. Biarpun mirip tapi mereka orang yang berbeda “ ujar Angel mengambil foto itu dari tangan Bani dan menaruhnya dimeja semula

“ Memang meja ini khusus untuk menyimpan semua kenangan masa lalu aku. Kalo untuk yang saat ini, aku pajang dikamar “ terang Angel sambil menata ulang meja itu, “ Udah yuk, ke meja makan. Orang tua aku udah nunggu “ ajak Angel menggandeng Bani menuju ruang makan. Tapi, bagi Bani tetap ada yang mengganjal di hatinya. Mengenai sosok cowo yang di foto itu. Dan sikap aneh Angel saat dirinya melihat foto itu. Namun, demi menjaga perasaan kekasih hatinya itu, ia tak bertanya lebih banyak lagi. Orang tua Angel menanyakan keseriusan Bani pada Angel. Maklum, sebagai orang tua ingin anaknya bahagia bersama orang yang disukanya. Sebenarnya mereka udah menjodohkan Angel dengan cowo lain. Tapi, melihat hubungan asmara anaknya dengan Bani mereka memikirkan ulang rencana perjodohan itu. Karena mereka melihat Angel banyak berubah menjadi anak yang lebih baik sejak kenal sama Bani.

Kamar Widy penuh dengan buku-buku kuliah miliknya. Niat awalnya adalah belajar untuk kuis esok harinya. Tapi, yang terjadi adalah buku-bukunya penuh dengan puisi jatuh cinta yang pada sisi kertas terdapat ikon-ikon hati. Saat lagi asyik dengan puisi-puisinya, HP-nya berdering. Nada telepon masuk. Widy membaca nama di layar HP-nya. Dari posisi tengkurap, langsung berubah menjadi posisi duduk di tepi tempat tidurnya saat tau yang menelponnya adalah Rangga.

“ Hai “ sapa Widy sopan saat mengangkat panggilan itu

“ Hai juga “ balas Rangga, “ Hmm.. Lagi apa? Maaf ya, kalo ganggu “ ujarnya lagi

“ Nggak ganggu kalii.. Lagi mikirin kamu juga “ batin Widy sambil cengengesan sendiri ,

“ Ah, nggak apa-apa kok. Aku lagi nyiapin materi kuis buat besok. Anyway, ada apa? “ ujar Widy

“ Oh iya, kamu besok ada kuliah jam berapa? “ tanya Rangga to the point

“ Besok yaa?! Ada kuliah pagi. Jam 8. Kenapa? “ tanya Widy seusai melihat jadwal kuliahnya

“ Jam 8 ya?! Gimana kalo aku yang nganter kamu besok ke kampus?! “ ucap Rangga

“ Ngg.. Boleh.. Kalo gitu mau jemput jam berapa? “ tanya Widy bahagia sambil bangkit dari duduknya dan berjalan ke balkon kamarnya

I’ll pick up you at 7.00 a.m. Agree? “ tanya Rangga

Okay “ ucap Widy

“ Well, see ya “ ujar Rangga sebelum menutup panggilannya

See ya too “ jawab Widy. Kemudian panggilan itu saling disudahi. Widy makin nggak bisa berhenti tersenyum sendiri. Ia menatap bintang di langit masih dengan senyumannnya. Rangga pun juga begitu. Ia manjatuhkan diri di tempat tidur dengan rasa bahagia juga.

Keesokan harinya. Widy udah standby di teras rumah menunggu jemputan Rangga. Sudah dari jam setengah 6 Widy siap menuju kampusnya. Biasanya pagi hari ini, Widy merengek minta bareng sang kakak, Raka, yang satu kampus dengannya. Namun kini, jangankan ia yang meminta, Raka yang menawarinya pun, ditolaknya demi jemputan orang yang ia sukai. Tepat jam 7, Rangga sampai di rumah Widy. Setelah pamit dengan semua orang rumah, Widy berangkat. Hari ini merupakan hari pertama lagi bagi Widy kembali ke kampusnya, setelah selama setahun mendapatkan beasiswa melanjutkan study-nya di Sydney, Australia. Tak ada rasa canggung lagi dalam dirinya. Tak berubah selama ia meninggalkan kampus tercinta kurang lebih setahun. Ia tetap dekat dengan dua sahabatnya, Linzy dan PJ. Yang berubah hanyalah, perasaannya. Kalo dulu ia berat meninggalkan kampus, karena gebetannya yang sekelas dengannya. Kini, ia kembali kesana dengan perasaan yang bukan lagi untuk Reza – teman plus gebetan Widy dulu. Saat tiba dikampus, Widy terkejut melihat Reza berbaur dengan PJ dan Linzy. Dan juga bersama seorang atlet basket kampusnya, Rafael. Ternyata Rafael adalah teman dekat Reza. Telah lama Rafael menjadi incaran Linzy. Namun, Widy belum mengetahuinya.

“ Haaii semua “ sapa Widy ketika menghampiri teman-temannya

“ Ceria banget, Wid?! Jangan-jangan, ... “ Linzy asal nebak sembari ngasi isyarat menunjuk ke Reza yang ada disebelahnya

“ Apaan sih, Zi.. Bukan itu kalii.. Ada yang lebih bikin gue bahagia!! “ ujar Widy sumringah. Linzy dan PJ saling berpandangan heran satu sama lain mendengar pengakuan Widy.

“ Kalian bingung ya.. Nanti gue ceritain deh.. “ janji Widy,

Anyway, kenapa kalian berdua bisa ada disini? “ tanya Widy ke Reza dan Rafael

“ Kita lagi bujuk PJ, biar dia mau jadi manajer tim basket kampus. Karena kalo gue perhatiin, minatnya di basket cukup bagus. Tapi, dia terlalu lama mikir. “ terang Rafael

“ Oh, lo nggak salah pilih.. PJ emang jago banget basketnya.. Jangankan manajernya, pemain inti pun, dia siap.. “ cerocos Widy.

“ Tuh kan, gue juga bilang gitu. PJ-nya aja tetep nggak mau.. “ sambung Vicky

“ Zi, lo nyuruh gue ikut, biar enak di elo kan.. I know your mean.. Wid, gue udah bilang nggak minat, ya nggak mau. Don’t force me anymore! “ ujar PJ

“ Sssttt.. Don’t talk it too loud!! “ Linzy memperingati sambil membungkam mulut PJ

“ Apa sih yang kalian bicarain? Gue sama sekali nggak bisa ngikutin tau!! Ada yang kalian sembunyiin dari gue? “ tanya Widy pada dua sahabatnya itu. Kevin bersama Raka dan Morgan melewati sekitar Widy. Dalam benak Widy terbesit untuk menyapa mereka. Maksudnya mendekati Morgan demi mendapatkan kakaknya. Widy pamit pergi ke teman-temannya, dan segera mengejar sang kakak dan dua orang lainnya yang udah berjalan cukup jauh. Saat Widy menyapa mereka, Kevin sudah tau apa maunya Widy mendekati mereka. Otak jahil Kevin mulai beraksi. Ia memanfaatkan niat sepupunya itu untuk mengerjainnya. Kevin mengajak Morgan segera menuju kelas dan menjauhi Widy dengan begitu taktiknya akan berjalan sempurna. Rencananya itu dibisikkan kepada Raka. Raka menyetujuinya.

“ Eh, udah jam segini kan.. Yuk, masuk. Kita kan baru, jadi jangan telat “ ajak Kevin pada Morgan

“ Kevin! Lo rese banget sih!! Urusan gue sama dia kan belom selese, lo main ngajak dia cabut aja.. “ ucap Widy sebel

“ Tunggu, emang lo nggak ada kuliah? Temen-temen lo aja udah masuk tuh.. “ ujar Raka ikut-ikutan ngerjain Widy

“ Udah ya.. Kapan-kapan lagi dilanjutinnya. Bye. Yuk, masuk, Vin.. “ ajak Morgan. Kevin dan Morgan berjalan masuk kelas mereka. Tersisa Widy dan Raka di tempat itu. Sebelum Raka gabung bersama teman-temannya, ia mengusili adiknya terlebih dahulu.

“ Ehem. Makanya baikin orang, jangan cuma karena ada maunya. Sekarang kalo lo butuh, nggak ada yang bantu kan?! “ ledek Raka

“ Apaan sih, Kak Raka.. Bukannya adiknya dibantu malah diledekkin.. Huh! Nyebelin! “ umpat Widy kesal. Raka hanya menanggapai dengan tawa jahil sambil tertawa mengejek. Widy tambah kesal. Raka berjalan menjauh dari Widy. Namun, Widy menyetopnya sebelum jauh.

“ Kak Raka! Tunggu!! “ panggil Widy dari belakang

“ Apa? Kalo ada perlu, nanti aja deh dirumah. Sekarang gw mau masuk dulu “ ucap Raka tanpa membalikkan badannya menghadap Widy

“ Ya terserahlah. Aku cuma mau tanya aja kok. Kakak kenal sama temennya Kevin yang tadi itu? “ tanya Widy terus terang

“ Ya iyalah. Dulu kalo gue ke Jogja, temen main Kevin, ya temen main gue juga “ jawab Raka sambil tertawa kecil, “ Memang kenapa? Kamu suka sama dia? “ tebak Raka menggoda Widy

“ Ah, nggak kok.. Cuma mau tau aja.. “ sahut Widy salah tingkah,

“ Udah ya, aku mau ke kelas dulu. Bye “ ujarnya sambil berlari menuju kelasnya.

***

( Backsound : Gadisku, by: SM*SH )

Rangga bersenandung lagu yang bertemakan jatuh cinta dengan senyam-seyum sendiri. Ini semakin menguatkan kesimpulan Bisma dan Tryan kalo Rangga sedang jatuh cinta. Begitu juga dengan teman-temannya yang lain. Bukan seperti temen mereka yang biasa. Yang biasanya selalu bersikap cuek.

“ Hei “ sapa Bisma saat menemui Rangga di depan kelas mereka. Rangga tak membalas sapaan itu, justru sibuk dengan HP-nya.

“ Ehem. Lagi jatuh cinta sih jatuh cinta, tapi temen sendiri bisa kali kalo nggak dikacangin “ sahut Tryan

“ Kalian tau yang gue rasain sekarang? “ tanya Rangga yang baru sadar akan kehadiran Bisma dan Tryan

“ Ternyata dugaan kita bener “ ucap Bisma saling berpandangan dengan Tryan

“ Nggak usah heran gitu. Semua juga tau kalo lo baru fallin’ in love. Sikap lo udah bicara “ terangnya lagi

“ Siapa sih emangnya yang bisa bikin jadi kayak gini? “ tanya Tryan penasaran

“ Kalian penasaran?! Kalo gitu, tunggu sampe gue bisa dapetin dia. Pasti gue kenalin sama kalian “ ujar Rangga

“ Wah, lama nih “ bisik Bisma ke Tryan

“ Apa lo bilang? Gw denger yang lo bisikkin. Tenang aja, ini nggak bakal lama. Dia udah ngasih lampu hijau buat gw “ ucap Rangga santai

“ Ciee.. Lampu hijau.. Awass kita diseruduk.. “ canda Bisma disambut tawa kecil Tryan. Rangga hanya diam mendengar ledekkan teman-temannya.

“ Oh iya, jangan lupa. Jam 2 siang ini, kita ada latihan buat pertandingan persahabatan sama kampus tetangga. “ ingat Tryan

“ Hah?! Kok gw nggak dibilangin dari kemarin?!! Kalo dadakan gini, gue .... “ ujar Rangga terkejut dan bingung harus memberi alasan apa

“ Gue udah SMS lo semalem. Apa lo nggak baca? “ tanya Bisma. Rangga mengecek inbox di HP-nya. Dan bener aja, ada 1 unread message. Dari Bisma.

“ Jelas aja nggak kebaca, semalem kemaren kan gue sms-an sama Widy terus.. “ batin Rangga

“ Hei, kenapa bengong? Bisa kan? Kita nggak punya banyak waktu lagi buat mikir “ desak Tryan

“ Oh iya.. Gue usahain nanti gue bisa. Tenang “ jawab Rangga ragu-ragu

“ Harus “ paksa Bisma. Rangga terdiam seribu bahasa lagi.

***

“ Jadi, intinya kita bikin Widy dilemma sama perasaannya. Kalo udah gitu kan, dia pasti berpikir mana yang terbaik buat dia. Dan mungkin hal itu bisa bikin dia sedikit lebih dewasa. Gimana ide gue? “ ujar Kevin saat membicarakan rencananya untuk Widy bersama Morgan dan Raka

“ Caranya gimana? Berarti kita harus nyiapin dua hati buat dia dong?! “ tanya Raka memastikan. Kevin mengangguk, sebelum melanjutkan idenya.

“ Pastinya. Yang satu, udah jelas orangnya “ ujar Kevin sembari melirik Morgan yang ada disebelahnya

“ Kenapa liat gue? Bukan gue kan orangnya itu? “ tanya Morgan

“ Yaa, bukanlah.. Tapi, kakak lo “ jawab Kevin santai sambil senyum

“ Rangga?! “ pekik Morgan,

“ Kenapa bisa dia? “ tanya Morgan

“ Karena Widy suka Rangga. Dia sendiri yang ngakuinnya ke gue. Pas kemaren kalian pulang dari rumah. Malah minta bantuan gue buat nyombalangin “

“ Tapi masalahnya, gue bingung siapa orang keduanya.. “ gumam Kevin kemudian sambil menunjukkan mimik berpikir.

“ Hmm.. Gimana kalo Andi. Emang sih, mereka udah putus, tapi kalo cuma untuk ngerjain Widy, gue kira nggak apa-apa “ usul Raka

“ Kalo menurut gue, orangnya harus yang pernah disuka Widy sebelum ada Rangga. Tentunya selain Andi “ Morgan memberi ide.

Disaat yang bersamaan. PJ dan Rafael berjalan melewati ketiganya menuju lapangan basket. PJ yang sudah setuju menjadi manajer tim basket kampus akan diperkenalkan ke seluruh pemain oleh Rafael selaku kapten tim. Back to Kevin’s idea. Raka memanggil PJ agar mendekat ke mereka sebentar.

“ Ada apa? “ tanya PJ ketika menghampiri tiga cowo itu

“ Nggak apa-apa sih. Lo deket kan sama Widy. Jadi harusnya lo tau dong, siapa yang lagi disukai Widy? “ tanya Raka to the point dengan maksudnya ke PJ

“ Lho, kamu kan kakaknya. Harusnya lebih tau dong soal adik sendiri “ ucap PJ heran

“ Emang seorang kakak harus selalu tau soal adiknya?!! Kan nggak harus tau privasinya. Apalagi Widy nggak pernah cerita soal pribadi kalo dirumah. Mana gw ngerti “ terang Raka,

“ Udah. Sekarang jawab aja pertanyaan Raka tadi “ suruh Kevin

“ Aku tau sih. Tapi, Widy nyuruh tutup mulut. Jangan sampe bocor kemana-mana “ jawab PJ

“ Lo dibayar berapa sama Widy?! Sampe nggak mau ngasih tau.. “ sahut Kevin terlihat nggak sabaran. Morgan menenangkan Kevin.

“ Emang kenapa kalian mau tau? “ tanya PJ. Sebelum menjawab pertanyaan PJ, Raka berbisik sesuatu ke Kevin dan Morgan

“ Oke. Kita kasih tau. Tapi, lo harus bantuin kita ya “ ujar Kevin.

Kemudian PJ mendengarkan rencana ketiganya. Setelah mendengarkan keseluruhan, PJ mengatakan tentang perubahan sikap Widy akhir-akhir ini yang tiba-tiba menjadi ceria, seperti seolah-olah tingkah orang yang lagi jatuh cinta. Itu semakin menguatkan kesimpulan Kevin, Morgan, dan Raka tentang tebakan kalo Widy sedang jatuh cinta lagi.

“ Oh, ternyata ada lagi yang dia suka. Pantes aja waktu ada Reza sikapnya biasa aja, padahal biasanya dia suka salting didepan Reza “ ucap PJ mengerti akan perubahan sikap sahabatnya sekarang

“ Reza?!! “ pekik Raka dan Rafael kaget secara bersamaan dan langsung menatap PJ dengan pandangan penasaran akan kelanjutannya

“ Reza yang penerima beasiswa itu?! Kalo nggak salah dia tim basket juga kan?! “ tanya Raka memastikan.

“ Iya ... “ jawab PJ

Sorry gue motong pembicaraan kalian “ potong Rafael sebelum PJ melanjutkan kata-katanya sambil melihat jam tangannya

“ Je, kayaknya kita harus cepet ke lapangan deh. Anak-anak udah nunggu “ ujar Rafael. PJ mengangguk mengerti. PJ dan Rafael permisi dari depan tiga cowo itu. Selepas kepergian PJ dan Rafael, mereka melanjutkan rencananya dan berbagi tugas. Kevin bertindak sebagai leader, karena dia yang memiliki ide ini. Morgan bertugas membuat Rangga lebih agressif untuk mendekati Widy dan juga memantau agar Rangga tidak meyatakan cinta ke Widy dalam waktu dekat ini. Raka kebagian tugas mendekatkan Reza ke Widy.

Siang harinya. Rangga menghubungi Widy, memberitau kalo siang itu ia tidak jadi menjemput Widy karena ia harus latihan bersama tim basketnya. Yang secara otomatis, membatalkan acara jalan-jalan siang mereka. Tapi, Rangga berjanji akan mengganti janji yang gagal terwujud itu dilain hari. Awalnya, Widy sempet merasa kecewa, namun ia dapat memakluminya setelah dijelaskan alasannya. Widy pun terpaksa memohon-mohon pulang bareng Kevin. Karena teman-temannya udah punya acara sendiri, ditambah Raka masih jalan sama pacarnya, Mezty.

***

“ Kak Angel, udah tau belum berita baru? “ tanya sang adik pada Angel sampe dirumahnya

“ Berita baru apa? “ tanya Angel berdiri di samping sofa yang diduduki Grace-adik semata wayangnya, yang biasa dipanggil GC

“ Tadi aku denger, mami telepon-teleponan sama tantenya Kak Dewa. Katanya Kak Dewa udah ada di Jakarta “ ujar GC menceritakan tentang cowo yang sudah dianggap Angel sebagai mantan pacar itu

“ Oh ya?? “ tanya Angel cuek sambil berjalan mengambil air minum di lemari es

“ Iihh, kakak kok nggak tertarik gitu.. Bukannya dulu kakak berat ngelepasin Kak Dewa waktu dia pindah ke Bali?!! “ tanya GC

“ Itu kan udah masa lalu.. “ ucap Angel kembali menuju sofa

“ Aku udah nggak perduli lagi sama dia sekarang. Dia udah lupa sama aku juga. Buat apa diinget-inget “ ujar Angel sambil menyalakan tv dengan remote

“ Kak, apa itu sebabnya foto-foto Kak Dewa kakak taruh dimeja luar kamar kakak? “ tanya GC mau tau

“ Iya “ jawab Angel santai

Dulu Dewa adalah teman masa kecil Angel, dan sempat selama beberapa bulan menjadi pacarnya sewaktu Angel berusia 18. Kemudian Dewa harus mengikuti ayahnya pindah ke Bali sepeninggal ibunya. Selama setahun mereka menjalani pacaran jarak jauh, antara Jakarta dan Bali. Memasuki tahun kedua, Dewa udah jarang memberi kabar ke Angel, bahkan sampai tidak pernah mengabarinya sedikitpun. Angel sempet merasa sedih, dan menganggap hubungannya dengan Dewa sudah berakhir 2 tahun yang lalu. Yang terlebih parah, saking patah hatinya, Angel sempet menutup hati untuk semua cowo yang mendekatinya. Namun, kehadiran Bani mampu mengubah semuanya. Bani menunjukkan itikad baik mendekati Angel dengan sayang dan tulus, pintu hati Angel terketuk dan akhirnya terbuka untuk Bani. Kini, ia merasakan ada keanehan disekelilingnya. Ia bertemu dengan Rangga, yang sangat mirip dengan Dewa. Disaat yang hampir bersamaan, ia mendapatkan kabar Dewa telah balik lagi ke Jakarta. Ia sempat berpikir bahwa Rangga dan Dewa adalah orang yang sama. Namun, baginya siapapun itu tak akan mengubah apapun untuk saat ini. Hatinya untuk Dewa sudah benar-benar tertutup, yang ada hanya untuk Bani.

Malam harinya, Rangga menuju ke rumah Widy. Sengaja ia tak memberi pemberitahuan ke Widy. Karena ia ingin mengejutkan Widy. Sepanjang perjalanannya, ia menelpon beberapa restoran untuk reservasi. Namun, selalu penuh. Akhirnya ia mendapatkan restoran itu. Restoran mewah dipinggiran kota Jakarta. Selanjutnya, ia menjemput Widy dirumahnya.

“ Non Widy, ada yang nyari didepan? “ ucap pembantu dirumahnya saat Widy sedang menonton TV bersama Raka

“ Siapa, Bi? “ tanya Widy

“ Cowo, non. Dia nggak mau menyebutkan nama “ jawab pembantu itu, dari balik majalah yang dibacanya, Raka ikut penasaran siapa cowo yang mencari Widy itu.

“ Hah? Cowo? Dimana dia? “ tanya Widy kaget

“ Diteras “ jawabnya lagi.

***

“ Hei “ sapa Rangga saat Widy muncul dari dalam

“ Ada apa malam-malam gini? “ tanya Widy halus

“ Ngg.. Aku mau ganti rencana kita yang gagal tadi siang. Ikut aku yuk “ ajak Rangga

“ Sekarang? “ tanya Widy

“ Iya “

“ Dadakan gini?! Aku belum siap “

“ Akan kutunggu “

Widy masuk ke kamarnya. Ia membuka lemarinya, mencari pakaian yang terbagus yang ia miliki. Diambilnya rok mini hitam dan baju berwarna ungu dari lemarinya. Segeralah ia berganti, selesai ganti ia duduk dikursi depan meja riasnya. Nggak sampai 15 menit, ia sudah keluar kamar dengan penampilan terbaiknya, dengan rambut panjangnya yang tergerai indah. Raka melihat penampilan Widy rapi. Ia pun menjadi penasaran. Ia mengintip dari jendela, ternyata benar dugaannya. Ia pergi bersama Rangga. Raka langsung menemui Kevin diruang komputer keluarga. Dan menceritakan yang dilihatnya. Kevin segera menghubungi Morgan untuk menanyakan barangkali Morgan tau kemana tujuan Rangga malam itu. Namun, Morgan hanya mengatakan bahwa Rangga pamit untuk menepati janji dengan seseorang, tanpa menyebutkan nama orang itu dan lokasinya.

“ Sepertinya, kita harus bertindak. Kalo kita telat bertindak sedikit aja, rencana kita bisa berantakan “ ucap Raka seusai Kevin menutup teleponnya

“ Iya. Kita harus mulai aksi ini. Kalo gitu, besok mulai kontak Reza. Buat supaya dia ketemuan terus sama Widy “ ujar Kevin. Raka menyetujuinya.

Sementara itu di restoran Sweet Sweet. Restoran tempat dimana Rangga memutuskan menembak Widy untuk jadi pacarnya. Ia memutuskan tak akan menunda-nunda lagi untuk mengutarakan isi hatinya. Baginya Widy adalah sosok cewe yang ia cari selama ini. Rangga naik ke panggung dan menyanyikan sebuah lagu untuk Widy sebagai ungkapan isi hatinya. Widy mendengarkan suara merdu Rangga dengan penuh arti. Ia tak dapat sedetikpun mengalihkan pandangan dari cowo yang sedang menyanyikan sebuah lagu untuknya itu.

( Rangga sings a song : Hey Gadis, by: Evolet )

“ Suara kamu bagus juga “ puji Widy seusai Rangga turun dari panggung dan berdiri dihadapan kursinya

“ Itu lagu buat kamu “ ucap Rangga perlahan

“ Kamu udah bilang itu tadi dipanggung. Aku udah ngerti “ ujar Widy

“ Wid, dimalam ini dan ditempat ini aku jujur sama kamu “ ucap Rangga sambil memegang kedua tangan Widy erat. Widy merasakan jantungnya berdetak dengan cepat.

“ Sejak pertama kali kita ketemu dibandara itu, aku nggak bisa berhenti mikirin kamu. Aku nggak bisa nahan perasaan ini lagi. Aku suka sama kamu. Kamu mau jadi pacarku? “ jelas Rangga menatap mata Widy dalam, membuat Widy tak dapat berkata-kata.

“ Mungkin yang kita rasain sama. Aku juga nggak pernah bisa melepas bayanganmu “ ucap Widy, “ Aku mau jadi pacar kamu, Rangga “ lanjutnya

“ Aku janji, aku akan jadiin kamu yang pertama dan utama selamanya “ ujar Rangga berjanji

“ Aku percaya kata-kata itu. Asal kamu bisa nepatin janji itu “ jawab Widy

( Rangga sings a song à Dirimu Satu, by: Ungu )

- To Be Continued -

Other post from this blog

My Another Fan-Fiction Is Released!

Haaaiiii.... wuiihhh.. apa kabar blog aku ini?? lamaa bangeet gak nulis disini yaaa.... rindu berat sama nulis :) Kali ini aku membawa se...