Most Viewed Poata

December 15, 2011

FFS - Akhir Cerita Cinta (Chapter 5)


- C H A P T E R 5 : MISSCOMMUNICATION

Keesokan harinya. Di pagi hari sudah diguyur hujan lebat. Membuat semua orang malas beranjak. Bani, yang sudah dirumah Angel untuk menjemput Angel, terjebak hujan ketika akan berangkat ke kampus. Terpaksalah mereka menunggu sampai hujannya sedikit reda. Angel mengajak Bani menunggu di ruang tengah. Bani merasa gelagat Angel tak seperti biasa. Angel lebih banyak diam. Bicarapun hanya seperlunya. Bahkan terhadap kakak dan adiknya. Saat Bani menanyakan sebabnya, Angel tak mau menjawabnya. Bani terus mendesaknya agar mau bicara. Sementara itu GC mengamati keduanya.

“ Ngel, please.. Jangan buat aku bingung. Sebenarnya ada apa? Kenapa kamu jadi diem? “ Bani terus mengajak Angel bicara, agar mau terbuka padanya

“ Nggak apa-apa kok. Udahlah nggak perlu khawatir gitu.. “ ucap Angel menatap Bani

“ Bohong “ ucap Bani memegang tangan Angel dan memandanginya. Angel tak dapat meneruskan matanya untuk terus melihat kedalam mata sang kekasih. Ia menunduk. Bani semakin yakin memang ada apa-apa dengan Angel.

“ Baik. Kalo kamu nggak mau cerita sekarang, nggak apa-apa. Aku akan tunggu sampai kamu mau cerita semua ke aku. Tapi, tolong jangan buat aku seperti pacaran dengan patung “ ujar Bani menyerah dengan keadaan saat itu.

“ Udah yuk, berangkat. Hujannya udah reda. Aku ambil tas dulu ya dikamar “ ujar Angel mengalihkan pembicaraan, kemudian berdiri dari sofa dan berjalan ke kamarnya. Sepeninggal Angel ke kamarnya, GC menghampiri Bani. GC mengatakan kalo Bani mau tau kenapa kakaknya jadi diam seperti itu, penyebabnya cuma satu, Rangga. Bani pun berjanji pada dirinya, akan mencari semua informasi tentang Rangga, orang yang telah menyebabkan cewe yang disayanginya berubah.

( Backsound: Hidup Matiku, by: Vierra )

Hari ini Widy malas beranjak dari tempat tidurnya. Masih berada ditempat tidur, barang pertama yang ia ambil saat baru membuka mata adalah handphone. Ia mencoba lagi untuk menghubungi Rangga. Selama beberapa menit, tak diangkat. Namun, Widy terus mencoba menghubungi Rangga. Setelah beberapa kali, panggilan itu ada yang mengangkatnya. Tapi, itu bukan suara Rangga. Itu suara adiknya, Dicky. Dicky mengatakan kalo Rangga sedang berada dikamar mandi dan Hpnya ada diruang tamu. Entah kenapa, Widy tak percaya dengan kata-kata Dicky. Ia merasa Dicky berbohong, atau sengaja disuruh berbohong oleh Rangga. Yang jelas, kesedihan diwajah Widy semakin jelas. Pintu kamarnya diketuk. Kevin mengajaknya berangkat bareng. Widy menolak. Ia masih malas untuk keluar kamar. Mendengar jawaban Widy itu, Kevin semakin yakin rencananya sudah mulai berjalan lancar. Dan sebentar lagi Widy pasti berubah tabiatnya. Akhirnya Kevin berangkat kuliah sendiri.

Sementara itu dikampus, Raka yang baru tiba bersama Mezty melihat Reza sedang berduaan dengan salah seorang sahabat Widy, PJ. Mereka berdua kelihatan tak seperti teman biasa lagi. Raka menjadi curiga, jangan-jangan mereka udah jadian. Ia memutuskan mendekati pasangan itu.

“ Reza “ panggil Raka pelan. Reza sedikit terkejut dengan kehadiran Raka

“ Apa maksudnya ini? Kalian jadian? “ tanya Raka ingin memastikan apa yang dilihatnya. Keduanya tak menjawab. Baik Reza atau PJ hanya terdiam. Emosi terlihat diwajah Raka. Sebelum emosi kekasihnya itu memuncak, PJ yang menjawabnya.

“ Mereka memang sudah jadian. Tapi, kamu jangan marah dulu ya. Denger penjelasan mereka “ ucap Mezty. Raka menoleh ke Mezty, kemudian melihat ke Reza dan PJ. Mereka berdua menundukkan kepala.

“ Gue nggak masalah sama hal ini. Tapi, lo masih inget apa tugas lo kan? “ ujar Raka dingin membuat Reza sedikit takut

“ Tenang aja. Ini nggak akan ganggu tugas yang kalian kasih ke gue. “ ujar Reza santai

“ Gue juga pasti bantuin kok “ ujar PJ yang nggak mau Reza dipojokkan terus-menerus

“ Gue harap, rencana ini masih bisa berjalan lancar. Dan satu lagi, jangan sampai Widy curigar soal rencana ini “ Raka memperingati. Setelah itu pergi meninggalkan mereka semua.

“ Kalian nggak usah khawatir. Dia nggak bener-bener marah kok. Lanjutnya biar gue yang ngomong “ ujar Mezty pada Reza dan PJ. Kemudian Mezty menyusul Raka. Mezty mencoba bicara pada Raka soal PJ dan Reza. Benih-benih cinta yang sedang dirasakan Reza dan PJ, sedang dirasakan juga oleh sahabat Widy yang lain, Linzy. Kini Linzy telah resmi telah resmi bersama cowo pujaannya, Rafael. PJ telah berjasa menyomblangin Linzy dan Rafael. Awalnya karena Linzy yang sering cerita pada PJ, bahwa dirinya merasa tertarik pada Rafael. Oleh sebab itu, Linzy pula yang memaksa agar PJ menerima tawaran tim basket agar menjadi manajernya. Dengan begitu ada alasa kuat baginya untuk datang saat tim tersebut sedang latihan. Rafael pun menjawab sinyal suka dari Linzy. Gayung bersambut, jadianlah mereka, tepat 3 hari setelah Reza dan PJ resmi pacaran.

“ Kamu nggak bisa marah gitu dong sama mereka. Mereka juga punya hati dan perasaan, wajar kan kalo saling diisi. Lagipula, rencana kalian ini nggak akan selamanya kan?! Itu artinya belum tentu juga akhirnya Widy memilih Reza juga. Jadi, biarinlah mereka bersama “ ujar Mezty saat membujuk Raka

“ Aku nggak marah sama mereka. Tapi, aku nggak suka cara Reza. Kalo dia memang mau mengutarakan perasaannya ke cewe lain, kenapa nggak dirundingin ke aku ato Kevin? Ya seenggaknya dia bisa bilang Morgan?? “ ujar Raka masih terlihat emosi

“ Aduh, kamu jangan jadiin Reza kayak anak kecil dong.. Dikit-dikit laporan. Dia udah dewasa, dia pasti bisa prioritasin mana yang harus duluan. Sekali lagi, ini soal hati “ nasihat Mezty

“ Kenapa kamu belain mereka? “ tanya Raka penasaran

“ Karena kali ini kamu udah kelewatan. Kalo kamu masih mempersalahkan status mereka lagi, aku akan bongkar semua ke Widy. Kamu tau kan, apa reaksi Widy kalo dia dibohongi seperti ini?! “ ancam Mezty. Raka terkejut dengan kata-kata Mezty barusan. Namun ia hanya diam, karena tak mau berdebat banyak dengan Mezty.

Untuk yang kesekian kalinya, Angel bertemu dengan Rangga. Kali ini mereka bertemu di suatu restoran saat Rangga sedang sarapan sendirian. Angel duduk dimeja sebelah meja Rangga. Sesekali Angel mencuri pandangan ke Rangga. Sadara ada orang yang mengamati dirnya, Rangga menoleh pada Angel. Dan menyapa Angel.

“ Sepertinya kita pernah ketemu ya? “ tanya Rangga basa-basi pada Angel. Angel pun tak menyangka Rangga bicara padanya. Ia pun sempat terbengong.

“ Iya. Waktu itu kita pernah mau ambil buku yang sama di toko buku. Kamu temennya Widy ya? “ ucap Angel. Rangga mengangguk. Kemudian menjulurkan tangannya sebagai tanda berkenalan. Angel membalasnya. Mulailah mereka bercakap-cakap dengan asyiknya. Ditengah percakapan mereka. Angel mencoba meyakinkan kalo Rangga sebenarnya adalah Dewa kecil. Angel menceritakan semua kenangannya dulu. Sebenarnya Rangga sudah ingat kalo gadis yang duduk disampingnya itu adalah gadis dari masa lalunya. Namun, ia tak mau mengakuinya. Didepan Angel, ia mengarang semua cerita tentang dirinya. Meski begitu, Angel tetap yakin kalo cowo itu adalah kenangan masa lalunya.

Widy dan Linzy berjalan melewati depan restoran-tempat Rangga dan Angel tak sengaja bertemu. Kemudian Linzy mengajaknya masuk ke restoran tersebut. Sebelum masuk, dari jendela, Widy melihat Rangga bersama dengan cewe lain. Hatinya panas karena percikan api cemburu yang timbul. Ia mengajak Linzy mencari tempat makan yang lain. Tanpa menanyakan sebabnya, Linzy mengiyakan ajakan Widy. Di tempat makan yang baru, Widy pun jadi tak ingin makan lagi. Hatinya menjadi kacau melihat pemandangan yang tadi.

“ Ada apa, Wid? Sejak restoran sebelum ini kita datangi, lo jadi nggak mood gitu.. “ tanya Linzy saat memperhatikan Widy tak memakan makanananya

“ Gue lagi BT.. “ jawab Widy

“ Kenapa? “ tanya Linzy lagi

“ Sepertinya Rangga balas gue deh. Kemarin, gue liat mobil dia di puncak. Dan gue rasa dia pasti liat gue pas bareng Reza. Hari ini malah dia yang sama cewe lain. Dan gue tau siapa cewe itu “ ucap Widy kesal

“ Hah? Siapa cewe itu? “ tanya Linzy

“ Pacar temennya Kak Ifan “ jawab Widy singkat

“ Nggak usah cemburu gitu, Wid.. Mungkin aja, ternyata mereka saling kenal. Teman lama mungkin “ ucap Linzy

“ Semoga “ ujar Widy pasrah

Saat Angel keluar dari restoran , ia bertemu dengan Natly. Lala juga melihat Angel keluar bareng Rangga, bahkan Natly melihat mereka begitu akrab. Natly menghampiri mereka, dan mengajak Angel untuk bicara. Setelah Angel pamit ke Rangga, Natly mengajaknya ke taman dekat restoran itu.

“ Tadi itu siapa, Ngel? “ tanya Natly saat membuka pembicaraan

“ Kenapa? Aku nggak ada apa-apa kok sama dia. Jangan aduin ke siapapun ya, apalagi ke Bani. Aku takut dia cemburu sama Rangga “ ujar Angel memohon

“ Kamu tau siapa dia? “ tanya Natly sedikit serius. Angel bertanya-tanya apa maksudnya

“ Dia adalah pacarnya Widy. Jadi, kamu jangan masuk diantara mereka ya. Apalagi saat ini mereka sedang mengalami krisis dalam hubungan mereka. Tolong jangan dibikin runyam lagi “ pinta Natly pada Angel. Angel menjadi bingun saat Lala meminta hal itu.

“ Aku nggak akan jadi orang ketiga. Gue deketin Rangga karena gue cuma ingin tau apa dia itu orang yang dulu gue kenal. Cuma sebatas itu. Apa salah? “ curhat Angel

“ Yang penting lo inget ya, lo sama dia udah ada yang punya. Jadi jangan sampai diantara mereka dan lo ada yang tersakiti “ ingat Natly

Sementara itu Raka menceritakan semua tentang Reza ke Kevin dan Morgan. Ternyata Kevin nggak menganggap itu masalah besar. Karena menurutnya, taktik pertama mereka sudah bikin Widy dilema sudah sedikit berhasil. Jadi, kemungkinan Reza untuk yang selanjutnya tak akan banyak bagiannya. Karena Widy sudah hampir bimbang, maka bisa dikatakan tugas Reza dapat berkurang. Kini, hanya tinggal menunggu Widy dapat menentukan pilihan yang terbaik untuknya dan menepati janji Raka untuk membawa Rangga kepada Tante Risa.

Rangga sudah didepan kampus Widy. Sengaja ia tak memberitahu Widy kalo ia akan menjemput Widy. Karena ingin memberika surprise untuk kekasihnya itu. Rangga menanyakan lokasi Widy berada hanya kepada Linzy. Dan memang hari itu, Widy nongkrong dikampus dahulu setelah kelas berakhir. Baru setelah sampai didepan kampusnya, Rangga menelepon Widy. Widy bahagia mendapat telepon itu. Segera saja ia pamit pulang duluan kepada dua sahabatnya. Selepas kepergian Widy, Kevin dan Morgan menghampiri PJ dan Linzy. Mereka menanyakan, kemana Widy pergi. Karena Widy terlihat ceria. Tentu Linzy mengatakan yang sebenarnya, Widy bersama Rangga, namun entah kemana. Mendengar itu, Kevin dan Morgan pergi kembali. Sambil berjalan, mereka memikirkan rencana selanjutnya.

Sementara itu dalam perjalanan pulang, Rangga menanyakan kesiapan Widy untuk bertemu dengan sang papa. Sebenarnya, Widy masih merasa ragu, pasalnya hubungan mereka masih seumur jagung. Ia merasa ini sangat terburu-buru. Rangga terus meyakinkannya, dengan keluarga tau hubungan mereka, masalah tak akan sering berdatangan. Disaat bimbang, Widy teringat perkataan Natly.

“ Kalo kamu memang belum siap ngenalin Rangga ke orang tua kamu, bisa kamu kenalin dia ke aku dan Ifan? Seenggaknya ada kakakmu yang udah mengenalnya terlebih dahulu “

“ Kapan aku bisa ketemu sama papa kamu? “ ucap Widy. Rangga terkejut mendengar jawaban Widy. Ia tak menyangka, Widy dapat berubah keputusan secepat itu.

“ Kamu serius? Bukan karena terpaksa kan? “ Rangga mencoba memastikannya kembali

“ Aku serius. Ini memang kemauan aku. Tapi, setelah aku kenal sama keluarga kamu, kamu juga harus kenal sama keluarga aku. Mungkin nggak langsung ke orang tua aku, karena aku masih merasa takut. Jadi, lebih baik melalu kakakku aja “ ujar Widy

“ Aku terima keputusan kamu. Dan aku akan selalu nunggu, sampai kamu siap bilang semuanya ke orang tua kamu, sayang “ jawab Rangga sembari membelai rambut Widy.

***

“ Vin, sepertinya kita harus buka lahan kerja sama baru. Untuk membuat Rangga kerumah “ ucap Raka saat bersama Kevin dan Morgan dalam perjalanan menuju parkir mobil

“ Maksudnya? Kita harus nambah personel? Siapa? Lagian, kalo cuma buat bikin Widy ngenalin Rangga ke keluarga, gue bisa. Semakin sedikit orang yang tau rencana ini, akan semakin bagus “ tanya Kevin

“ Lo yakin bisa ngerubah keputusan Widy? Lo kan kenal dia, paling susah ngerubah keputusan yang udah dia buat. Kalo gue pikir, cuma satu orang yang bisa mengetuk pintu hatinya, agar mau terbuka “ ucapan Raka tersebut mengundang rasa penasaran Kevin dan Morgan

“ Siapa? “ tanya Kevin sambil bersandar ke kap mesin mobil berwarna silver-mobil Raka

“ Natly. Mungkin karena sesama cewe, mereka bisa klop. Dan Natly sering ngasi masukan untuk Widy “ jawab Raka santai sambil membuka pintu mobilnya. Kevin berpikir sejenak, memikirkan usulan Raka barusan.

“ Okelah. Gue nggak keberatan sama ide lo. Bolehlah, dilaksanain “ ucap Kevin sesaat kemudian, “ Menurut gue, mereka pasti sedang mikirin rencana perkenalan keluarga juga. Maka dari itu, cari info ya kapan hal itu terjadi “ lanjut Kevin ke Morgan

“ Gue kira bakal cepat. Rangga pernah bilang waktu dia awal jadian, kalo bokap ke Jakarta, Widy secepatnya dikenalin sama bokap. Dan sekarang bokap lagi di Jakarta “ ujar Morgan. Kevin dan Raka berpandangan ketika mendengar kata-kata Morgan. Mereka berpikir, mereka harus gerak cepat untuk meminta bantuan Natly. Raka menelepon Ifan, memintanya untuk membawa Natly kerumah.

Sementara itu Rangga dan Widy berjalan-jalan di mall. Mereka berencana nonton film di bioskop yang ada di mall tersebut. Keduanya jalan seperti pasangan kekasih pada umumnya. Tak terlihat kalo diantara mereka sempat ada kesalahpahaman yang terjadi. Rangga begitu melindungi Widy. Namun saat sedang mengantri tiket nonton, Rangga melihat Dicky bersama seorang cewe yang ia sempat kenal, GC. Rangga kelimpungan mencari cara agar tak ia dan Widy tak terlihat oleh adiknya itu.

- TO BE CONTINUED -

Other post from this blog

My Another Fan-Fiction Is Released!

Haaaiiii.... wuiihhh.. apa kabar blog aku ini?? lamaa bangeet gak nulis disini yaaa.... rindu berat sama nulis :) Kali ini aku membawa se...