Most Viewed Poata

December 4, 2013

Moving On And Open Your Heart

Aku cuma pengen sharing aja. Kali ini sharing-nya dari lubuk hati terdalam. Dan aku juga gak ngerti, kenapa temanya bisa ini. Pokoknya aku pengen nulis tentang ini. 
Aku berharap setelah postingan ini, aku semakin gak mengingat hal-hal itu. Moving on is better! :)

Allright. 
Dulu aku termasuk orang susah move on - melupakan sesuatu yang sudah terjadi, semua aku terlalu simpan sendiri. Contohnya, kayak waktu aku lagi suka sama seseorang, biarpun jarak memisahkan aku dan dia entah berapa jauh dan berapa lama, aku sangat gak bisa lupain dia. Aku berandai-andai, kalau dia ada disekitarku, memperhatikanku, pokoknya selalu ada buat aku. Kangen tapi tak tersampaikan. Itu yang aku sering rasain waktu itu. Apalagi aku ngerasainnya bukan cuma dengan satu orang. Dua orang! Dan ketika keduanya (akhirnya) menjauh, sakit - dan cuma sakit yang aku rasa. Nyesek! Aku kehilangannya! Lamaa banget aku bisa terbiasa tanpa mereka. Salah satu dari mereka memang teramat baik sama aku. Mungkin itu juga yang bikin aku nyaman, dan menganggapnya lebih. Ternyata aku aja yang GR. Jadi malu sendiri. 
Akhirnya aku sadar. Orang-orang yang aku suka itu belum tentu buat aku. Jangan diharapin lagi. Harusnya bisa dilepasin aja. Dan aku mutusin untuk menerbangkan harapan-harapan bersama mereka setinggi mungkin. Kata pepatah, kalau memang berjodoh, pasti akan kembali bagaimanapun caranya. Semua ada waktunya. Kalau berjodoh. Kalau gak jodoh, yaa pasti Tuhan menunjukkan seseorang yang terbaik lainnya untuk kita. 
Setelah tidak ada lagi bayangan masa lalu, aku merasa aku mendapatkan yang lain. Maksudnya, aku merasa lebih dekat dengan teman-teman yang sebelumnya tidak terlalu dekat dan itu aku dapatkan setelah berhasil melupakan cinta yang tidak terbalaskan. 
Aku bikin kesimpulan. Ternyata cinta buta itu cuma bikin aku benar-benar buta sama yang lain. Gak bisa buka hati buat yang lain. 

Kayanya aku cuma bisa nulis itu aja. Karena intinya aku pengen negasin quote yang aku bikin dibawah ini :) 
"Masa lalu ada bukan untuk dikenang berlarut. Masa lalu ada untuk dijadikan pelajaran kedepannya." - Malika Gustiari 

Other post from this blog

Kepoin Figur Publik #4: Pebulutangkis Nasional Taiwan Part 2)

Haii, masih ingatkah dengan postinganku sebelumnya yang membahas para pria jago dilapangan bulutangkis ini? Tian Chen-Ge Zi Weii-...