Most Viewed Poata

February 14, 2011

Cinta Dunia Maya (cerpen edisi hari kasih sayang)

Sore ini , aula SMA 45 sedang digunakan untuk latihan – tepatnya kegiatan ekskul bulutangkis . Semua murid yang memang hobi di olahraga ini , bersemangat latihan. Baru 10 menit latihan dimulai , keringatpun sudah banyak mengucur di sekujur tubuh para pemainnya . Di pintu aula , terlihat seseorang memperhatikan salah satu pemain bulutangkis sekolah itu . Raut wajahnya menunjukkan rasa kagum yang luar biasa . Salah satu pebulutangkis cowo di aula itu, keluar sejenak mencari angin .

“ Cari siapa ? “ tanya pemain bulutangkis cowo yang bernama Ogi itu pada orang yang sedang melihat kedalam aula

“ Ngg .. Kamu atlet sini juga .. “ tanya orang itu gugup

“ Iya . Kenapa ? “ tanya Ogi lagi

“Ngg .. Hari ini yang namanya Maya latihan nggak ya ?! “ tanya cowo yang bernama Awan itu .

“ Maya ?! Latihan kok . Itu orangnya “ jawab Ogi sambil menunjuk cewe yang sedang minum dari botol minum

“ Mau dipanggilin ? “ tawar Ogi kepada Awan . Secara spontan , Awan mengangguk mendengar pertanyaan dari Ogi . Begitu Ogi memanggil Maya , Awan baru sadar apa yang ia lakukan .

“ Aduh . Aku tadi ngapain sih .. Kesini kan cuma mau liat dia latihan , bukan mau ketemu. Kok jadi kayak gini sih .. “ batin Awan merasa aneh dengan yang ia baru lakukan. Maya keluar . Maya yang memakai t-shirt kuning , celana hitam selutut dan membawa handuk kecil berwarna putih tampak seperti atlet kelas dunia . Namun dimata Awan , Maya tetap aja sebagai cewe SMA yang manis .

“ Ada apa , Gi ? “ tanya Maya ke Ogi ketika di pintu

“ Ada yang nyari kamu tuh “ jawab Ogi , menunjuk ke Awan , “ Ya udah , aku masuk ya “ lanjutnya lagi

“ Ngg .. Ada apa ? “ tanya Maya manis ke Awan

“ Wah , kalo atletnya kayak gini .. Lawannya klepek – klepek nih .. Indonesia bisa menang mudah . Manisss banget .. “ batin Awan terpesona at the first sight pada Maya . Maya lama banget nunggu jawaban Awan , sampai hampir mati bosan nunggunya , akhirnya Awan memberanikan diri untuk mengajak Maya pulang . Maya kaget , tak menyangka cowo itu ternyata cuma ingin mengajak pulang bareng .

“ Oh , cuma mau ngajak pulang aja , bilangnya lama .. “ ujar Maya ,

“ Kebetulan aku udah selese latihan . Aku ganti dulu ya “ lanjut Maya .

“ Oke , silahkan “ sahut Awan

Maya masuk ke aula , mengambil tas dan menuju ke kamar ganti alias toilet sekolah. Selesai ganti dengan seragam putih abu-abu lagi , Maya pulang bareng Awan – cowo populer karena personel band kampus , tiba-tiba ngajak pulang bareng .

“ Ngg.. May.. “ ucap Awan memulai obrolan ketika perjalanan pulang

“ Iya. Kenapa? “ tanya Maya halus

“ Kenapa kamu bisa tertarik olahraga bulutangkis sih? “ tanya Awan ingin tahu

“ Memang kenapa? “ tanya Maya heran

“ Nggak apa-apa sih. Cuma mau tau aja. Nggak boleh. Lagian kan biasanya, cewe itu kan labih tertarik ke cheerleder ato teater. “ terang Awan

“ Aku juga nggak tau kenapa, aku bisa suka bulutangkis. Yang jelas, bulutangkis kayak udah nyatu dalam darahku ” jelas Maya ,

“ Waduh.. Bicaramu berat. “ ujar Awan becanda

“ Berat gimana ? Kamu kan nggak bawa omongan aku “ Maya membalas candaan Awan

“ Hei , kamu lucu juga ya ternyata . Hahaha “ ucap Awan

“ Kamu juga yang mulai “ balas Maya lagi .

30 menit kemudian , sampai rumah Maya . Maya mengucapkan terima kasih ke Awan , kemudian masuk kerumah dengan perasaan yang entah kenapa tiba-tiba menjadi senang . Bahkan Maya nggak sadar kalo ia sampai senyum-senyum sendiri . Orang rumah heran dengan polah Maya sore itu .

Sementara itu dirumah Awan . Awan sedang membongkar gudang rumahnya mencari raket badminton dan shuttlecock-nya . Entah kenapa ia jadi ingin bermain badminton . Padahal , beberapa bulan yang lalu , Awan berpikir tidak lagi ingin bermain olahraga itu . Setelah menemukan yang dicari , Awan kali ini mencari lawannya bisa diajak bermain . Kemudian , ia melihat sepupunya yang tinggal bersamanya di rumahnya di ruang tengah .

“ Heii .. “ sapa Awan pada sepupunya itu . Gadis yang bernama Ecca itu heran dengan penampilan Awan yang tiba-tiba sudah menjelma menjadi penampilan atlet pebulutangkis

“ Kenapa bengong gitu ?! “ tanya Awan ke Ecca

“ Hah ?! Kamu nggak salah , pake pakaian seperti itu ? “ tanya Ecca

“ Keren ya ?!! “ ucap Awan ke-PD-an

“ Nggak ah . Biasa aja tuh .. “ sahut Ecca santai sambil menjulurkan lidahnya

“ Emang ada apa sih , Wan ?! Kok tiba-tiba ... “ tanya Ecca heran

“ Penjelasannya kapan-kapan yaa . Sekarang , kamu temenin aku main dulu . Nih “ ujar Awan sambil memberikan satu raket ke Ecca

“ Ogah . Main aja sama yang lain “ tolak Ecca

“ Aku baru dari salon , masa disuruh olahraga lagi “ lanjut Ecca

“ Idiihh .. Gaya bener si nona satu inii .. Ayolah .. “ pinta Awan sekali lagi

“ Hemm .. Gimana yaa .. “ Ecca berpura – pura mikir . Awan memasang mimik wajah mengharapkan jawaban ‘ya’ dari sepupunya itu

“ Hmm .. Okelah , berhubung aku lagi baik , aku mau “ ujar Ecca berdiri dengan mantap

“ Bener ?! Ayoo .. “ Awan menarik tangan Ecca

“ Eits , ga gratis tau !! “ Ecca menstop Awan

“ Apa lagi ? “ tanya Awan

“ Kamu harus kasih tau aku alasan kamu mau badminton lagi . “ ucap Ecca sambil melipat kedua tangannya di dada

Awan mengacungkan ibu jarinya . Dan menarik Ecca ke halaman belakang rumahnya . Ecca hanya pasrah dipaksa bermain badminton secara tiba-tiba . Sepertinya getaran perasaan in love memang lagi melanda Awan dan Maya . Kalo Awan lagi getol latihan bulutangkis . Sementara Maya sedang asyik curhat di blognya . Keliatan serius sekali Maya mengotak-atik blognya . Ditemani dengan lagu yang mungkin sedang menggambarkan suasana hatinya .

( Backsound : Cuma Kamu Cuma Aku , by : Mytha Lestari )

“ Awan itu sebenarnya siapa yaa . Kenapa hari ini dia bisa datang ke aku dan bisa membuat aku begitu nyaman dan senang ? Rasanya dia yang bisa bikin aku lupa rasa lelahku selesei latihan “ batin Maya , sembari membayangkan kejadian di sore hari tadi bersama Awan dan tak sadar ia sambil senyum – senyum sendiri . Ia bangkit dari tempat tidurnya , berjalan ke arah jendela , menatap ke luar jendela tanpa sedetikpun melupakan senyuman dan candaan Awan . Lama – lama ia tersadar , apa yang ia bayangkan . Segera ia melupakan semua lamunannya itu .

***

“ Hohoho .. Jadi intinya lagi falling in love ya “ komentar Ecca setelah mendengar cerita Awan

“ Iyaa gitu deh .. “ jawab Awan malu – malu

“ Sama siapa ? Atlet bulutangkis sekolah ? Yang mana ? “ tanya Ecca . Ecca emang satu sekolah sama Awan dan Maya

“ Maya ?! “ tebal Ecca . Awan secara malu – malu mengakuinya .

“ Ya sudah , selamat berjuang deh . Ga gampang banget dapet hatinya Maya , orang itu harus paham banget sama bulutangkis . Itu sih yang aku denger dari kebanyakan orang “ ujar Ecca mengakhiri pembicaraan dengan Awan dan masuk ke rumah

“ Mau kemana ? “ tanya Awan

“ Mandi . Panas tauu !! “ jawab Ecca

Awan merenungkan hal yang barusan dikasih tau Ecca soal Maya . Ia berpikir keras , bagaimana caranya ia mempelajari seluk – beluk bulutangkis dalam waktu yang singkat , secara ia nggak tau sama sekali soal olahraga yang satu itu . Kemudian terbesit dalam otaknya untuk langsung bertanya ke ‘om google’ . Ia langsung masuk ke kamarnya dan membuka laptopnya untuk mendapat semua pengetahuan tentang bulutangkis .

( backsound : Jadi Yang Kuinginkan , by : Vierra )

Keesokan harinya . Maya heran ketika dari jendela kamarnya sudah ada sebuat sepeda motor lengkap dengan dua helmnya . Ketika dia memasuki ruang tamu , ternyata pemilik sepeda motor itu adalah Awan . Awan terlihat lagi asyik menikmati secangkir teh hangat yang disajikan . Maya meminum segelas susunya terlebih dahulu , dan langung mengajak Awan berangkat . Selesai ujian tengah semester adalah saat yang paling ditunggu – tunggu oleh Maya . Karena ia diturunkan untuk membela sekolah mereka dalam turnamen bulutangkis se – DKI Jakarta . Oleh karena itu , jam istirahatpun ia gunakan untuk mengejar pelajaran yang tertinggal karena terlalu sibuk dengan latihannya . Sementara pulang sekolah sampe sore , ia habiskan untuk latihan lagi . Awan sedikit bingung dengan jadwal Maya . Bingung untuk mencari waktu yang tepat untuk mengajak gadis itu jalan .

***

“ May , lusa ada latian ga ? “ tanya Awan malu – malu saat jam istirahat

“ Lusa ? Kenapa ? Kayaknya ga bisa deh .. Aku baru punya waktu kosong hari sabtu “ jawab Maya

“ Hari sabtu ?! “ Awan mengulang kata – kata Maya ,

Oh , nice .. Saturday is the prettiest day for make a date “ lanjutnya dalam hati

“ Iya . Kenapa ? “ tanya Maya penasaran . Awan terlihat gugup , mencoba memberanikan diri ngajak Maya jalan , nge – date maksudnya

“ Hmm .. Tunggu . Tungguu .. Sepertinya hari sabtu , aku juga ga bisa “ ujar Maya sebelum Awan sempet ngomong , setelah melihat selembaran yang berisi pelatihan bulutangkis khusus dengan atlet nasional . Awan ikut membaca , karena rasa penasarannya .

“ Haa ?! Seminar dan latihan bulutangkis dengan atlet nasional ?! Hari sabtu ?! ... Gagal lagi deh . Pasti Maya nggak mau diajak kemana – mana , kecuali kesini “ batin Awan

“ Aku mau cari Kak Wita dulu ya . Mau daftar ini “ Maya meninggalkan Awan sendiri di lobi sekolah , tanpa tau maksud hati cowo itu . Maya pergi dengan semangat . Membuat Awan ikut tersenyum sendiri . Ecca menghampiri Awan lagi berlagak seperti orang gila , senyam – senyum sendiri .

“ Heii .. Obatnya abis yaa .. Senyum – senyum sendiri ..” sindir Ecca

“ Ah , nggak ada apa – apa . Cuma gara – gara ini nih , jadi gagal semua rencanaku “ curhat Awan sambil nunjuk ke selembaran itu .

“ Oh “ ucap Ecca sambil menyeruput minumannya

“ Ogi juga bersemangat banget pas baca ini . Langsung deh , dia daftar . Nggak perduli biayanya “ lanjutnya

“ Ogi ?! Ehem . Ada apa nih ? Jangan – jangan ada special something tentang dia yaa .. “ gantian Awan yang nyindir Ecca . Muka Ecca memerah .

“ Sial . Kenapa gw bisa keceplosan gini soal Ogi . Awan pasti curiga ke gw sekarang “ batin Ecca kesal ke dirinya sendiri . “ Spesial apaan sih .. Nasi goreng kalii .. Udah ah , gw ke perpus dulu .. “ Ecca mengalihkan pembicaraan . Ia langsung nagcir ke tempat yang menjadi tujuannya .

Selesai mendaftarkan diri untuk acara pelatihan khusus itu . Maya semakin giat latihan . Agar ia dapat menunjukkan permainan cantiknya didepan atlet kesayangannya . Akhirnya Awan ikut mendaftarkan . Selain ingin mendalami ‘dunia baru’ nya , agar ia menjadi tambah dekat dengan gadis pujaannya . Bahkan Awan rela bolos suatu mata pelajaran , demi membaca buku olahraga tentang bulutangkis di perpus sekolah . Walau pernah tertangkap basah oleh guru , ia tak menjadi jera . It’s anything for love , is it ?

Hari sabtu tiba . Hari yang paling ditunggu – tunggu Maya dan Ogi . Seminar dan pelatihan itu memang mulai jam 9 pagi , namun mereka udah tiba dilokasi dari jam 7 . Sementara orang yang juga ‘berniat’ kesana , masih tertidur pulas di tempat tidurnya ditemanin beberapa bukunya . Ya , kalo saja Ecca nggak membangunkannya , pasti Awan akan terlewat acara itu . Ia tiba dilokasi 30 menit setelah pembukaan . Selama acara , Awan mangantuk . Dan sempat terkantuk – kantuk dalam acara itu . Fortunatelly , tempat duduknya agak sedikit jauh tempat duduknya Maya . Jadi , ia tak perlu sungkan kalo harus menguap . Dengan sisa kadar kesadaran yang tersisa , Awan berusaha mengikuti talkshow tersebut .

( Backsound : Jadi Yang Kuinginkan , by : Vierra )

***

“ Maya “ panggil seseorang dari belakang usai seminar

“ Awan ?! “ pekik Maya tak menyangka ada orang yang mampu membuat hatinya berbunga – bunga selalu .

“ Hmm .. Kamu ikut ini juga ? “ tanya Maya ke Awan

“ Ngg .. Nggak kok . Mau jemput kamu aja . “ jawab Awan berbohong

“ Jemput aku ? Tapi , aku belum selese , Wan . Habis ini masih ada latihan bareng atlet . Justru ini yang aku tunggu . Aku mau nunjukkin permainanku ke idola aku . “ terang Maya

“ Silahkan . Biar aku tunggu aja . Sekalian mau lihat kamu main . “ ujar Awan

“ Serius mau nungguin ?! Kalo lama gimana ? “ tanya Maya tak enak hati

No problem “ jawab Awan ringan

“ Oke . It’s up to you . Kalo lama nunggu , pulang aja ya . Aku masuk dulu “ ujar Maya . Setelah itu , gadis itu menghilang ditengah kerumunan para pecinta bulutangkis . Awan memilih menunggu di warung terdekat dengan GOR . 30 menit menunggu di warung , akhirnya Awan memutuskan untuk melihat jalannya latihan bersama itu . Ia melihat pemandangan di dalam GOR itu dari pintu masuk yang sengaja dibuka . Ia melihat Maya sedang main melawan pebulutangkis nasional tunggal putri , Adrianty Firdasari . Terlihat sekali , wajah Maya yang bahagia . Selanjutnya , ia melempar penglihatannya ke sosok cowo yang ia kenal . Ogi . Ogi sedang main berpasangan dengan salah satu atlet ganda putra terbaik yang dimiliki Indonesia , Hendra Setiawan , berhadapan dengan Markis Kido dan seseorang yang sepertinya dari sekolah lain . Selesai latihan , Maya sempat bercakap – cakap dengan partner mainnnya , Firdasari .

“ Main kamu bagus . Berapa kali latihan dalam seminggu ? “ tanya Firda

“ Makasih . Latihannya ga tentu . Bisa 2 kali seminggu , kalo lagi semangat , maksudnya kalo ga lagi down , bisa 5 kali “ ujar Maya tersipu malu

“ Tapi , kamu punya potensi kuat buat jadi pemain nasional . Kamu lebih senang memancing lawan main rally dengan loop panjang dan diakhiri dengan smash tajam. Itu sangat membantu , kalo kamu dapat lawan yang permainannya nggak sabaran . “ terang atlet ternama angkatan ’90-an , Susy Susanti

“ Kak Susy ?! Pemain nasional ? Wah , itu masih jauh buat amatiran kayak aku gini “ elak Maya

“ Kenapa nggak ?! Justru Indonesia butuh banyak pemain muda yang punya semangat tinggi seperti kamu . Kamu ikut turnamen ?! Itu bagus buat kamu “ lanjut Susy

“ Iya bener . Dengan sering ikut turnamen seperti itu sangat bagus untuk pembentukan mentalitas seorang atlet “ sambung Firda

“ Wah , makasih atas masukannya . Sangat berharga buat aku “ ujar Maya dengan wajah berseri – seri

“ Semangat ya . Waktu latihan ditambah lagi , tapi jangan terlalu memforsir tenaga kamu buat latihan “ ujar Firda

Maya pamit ke Firda dan Susy . Dan keluar GOR dengan wajah berseri bahagia . Tiba – tiba ia jadi kepikiran untuk bertemu Ogi terlebih dahulu . Pucuk dicinta ulam pun tiba . Ogi pun sedang mencari Maya juga . Ogi menawarkan ke Maya , agar mereka bermain ganda untuk turnamen yang akan datang . Tawaran yang persis ada di kepala Maya yang akan ditawarkan ke Ogi juga . Akhirnnya mereka sepakat untuk bermain dalam nomor ganda campuran ( mixed double ) . Saat sedang membahas tentang turnamen , Awan menghampiri mereka . Maya sangat tak menyangka , Awan benar – benar menunggunya . Padahal ia latihan di GOR selama kurang lebih hampir 2,5 jam . Tapi , ia senang juga .

“ Aku nggak nyangka lho . Kamu bener – bener nungguin aku , Wan . Kirain udah pulang “ ujar Maya saat perjalanan menuju rumahnya

“ Kalo aku udah janji , aku pasti akan nepati kok . Aku bukan orang ingkar “ jawab Awan santai , “ Oh iya , malam ini ada acara nggak ? “ tanyanya lagi

“ Nggak ada . Kenapa ? “ ucap Maya tanpa pikir panjang

“ Aku mau ngajak kamu jalan aja . Mau ? “ ajak Awan ragu – ragu kalo ajakan ditolak

“ Hmm .. Boleh . Kebetulan aku nggak ada apa – apa nanti malam “ ujar Maya mengiyakan

“ Baiklah , nanti aku jemput jam setengah 8 ya “ perasaan bahagia Awan tak terbendung lagi . Andaikan ia nggak gengsi di depan Maya , saat itu juga ia pasti udah teriak kegirangan. Sementara Maya hanya tersenyum dengan senyuman manisnya .

( Backsound : Bila Dia Yang Meminta , by : Mytha )

Sesampainya dirumah . Maya langsung membongkar isi wardrobe – nya , mencari baju yang bagus . Yang akan dipakenya malam ini . Menurutnya , ini hanya jalan – jalan biasa . Namun , entah kenapa ia ingin tampil menarik di hadapan Awan nanti . Apakah ini yang namanya orang yang sedang jatuh cinta ? Pikirnya . Jam 7:30 p.m , sesuai janji , Awan menjemput Maya dirumahnya . Terpesona . Satu kata yang pantas untuk menggambarkan reaksi Awan saat melihat atletnya super cantik dan manis itu . Malam itu , Awan mengajak Maya ke tempat yang kurang disukai oleh gadis itu , pameran lukisan . Kesukaan Maya dan Awan memang berseberangan . Yang satu cinta seni , dan yang satu lagi penggila olahraga bulutangkis . Walaupun kurang suka dengan tempatnya , Maya tetap berusaha menikmati malam itu . Ada satu yang mengganjal dihatinya , mengapa Awan mengajaknya ke tempat itu ? Apa Awan ingin agar ia bisa menyukai hobinya itu juga ? Awan tak menyatakannya segala langsung , melainkan lewat ucapannya . Bahasa tubuhnya mengatakan , Maya harus mengerti tentang lukisan , minimal tahu tentang pelukis terkenal di dunia . Seperti Awan yang belajar mengetahui pemain bulutangkis tingkat dunia .

“ Aku nggak tau apa – apa tentang ini . Mendingan aku nggak usah banyak omong deh . Dari pada malu di depan Awan . Dia kan fasih sekali tentang beginian “ batin Maya saat masih berada di pameran lukisan itu .

“ Maya “ ucap Awan membuyarkan lamunan kosong Maya

“ Ha ?! Iya ?! Manggil ya ? “ ujar Maya linglung

“ Kamu kenapa sih ? Dari tadi bengong aja “ tanya Awan ketawa kecil

“ Iyaa nih , terpesona aja . Lukisan bagus – bagus “ ujar Maya

“ Bukannya yang bagus , yang ngajak kamu kesini “ canda Awan

“ Iiihh .. Apaan sih .. Nggak lucu tau !! “ ujar Maya sembari tersenyum

“ Makan yuk .. Laperr nih .. “ ajak Awan . Maya mengangguk

Mereka berdua pergi ke suatu restoran masakan Cina . Saat makan malam berlangsung tak ada obrolan serius yang terjadi . Keduanya hanya mengobrol hal – hal biasa . Sebenarnya Maya ingin menanyakan sesuatu tentang lukisan – lukisan yang tadi dilihatnya , namun hatinya begitu berat untuk bertanya . Selesai makan , mereka pun pulang . Maya jadi berpikir , untuk menjauhi Awan . Karena ia merasa tak mampu mengikuti hobi Awan . Ia takut , Awan kecewa kalo ia memaksakan diri terlalu dalam mempelajari tentang lukisan sedetail – detailnya . Lebih baik ia mundur aja . Ia tak akan mendekati Awan lagi . Ia akan mencoba menghapus semua rasa yang pernah ia miliki untuk Awan , dengan memfokuskan diri untuk turnamen nasional .

( Backsound : Tanpa Rasa , by : Cokelat )

Hari demi hari pun dilalui Maya dengan latihan secara kontinyu demi mencapai tujuan dan cita – citanya . Dan agar ia dapat melupakan Awan beserta kesukaannya yang membuat Maya tersiksa . Di sekolah pun , Maya selalu menjauhi Awan . Ada orang yang ngomongin Awan , ia meminta orang itu untuk menyudahi pembicaraannya . Tanpa ia sadari , ia merasa tersiksa sendiri dalam melakukan hal itu . Ia sudah biasa dengan kehadiran dan semangat yang sering diberikan Awan , namun sekarang ia sering merasakan kalo ia nggak sanggup . Di sisi lain , Awan masih dengan berusaha terus untuk mendekati Maya dengan pengetahuan bulutangkis – nya . Awan sadar , Maya memang sedang menjauhinya . Namun itu tak membuat Awan menyerah untuk memperjuangkan rasanya kepada Maya . Awan meminta Ecca untuk mencari tahu tentang apa yang dipikirkan Maya . Karena Ecca juga nggak terlalu dekat sama Maya , ia memutuskan untuk bertanya melalui Ogi , yang lumayan dekat sama Maya .

“ Jadi , kamu tau apa sebabnya Maya tiba – tiba ngejauhin Awan ? “ tanya Ecca ke Ogi

“ Aku nggak tau . Setiap aku mau tanya soal Awan , dia selalu mengalihkan pembicaraan ke yang lain . Memang ada apa ? “ ujar Ogi

“ Kasian Awan . Dia merasa Maya menjauhinya tanpa ada sebabnya . Aku lama tinggal di rumahnya , tapi baru kali ini aku liat sedih seperti ini karena cintanya kepada seseorang “ cerita Ecca

“ Maya selalu marah kalo ada yang nyebut Awan di dekatnya . Tapi , ada hal yang beda juga dari dia . Semenjak ia menjauhi Awan , ia seperti kurang semangat saat latihan . Padahal , turnamen tinggal menghitung hari , sedangkan aku sama dia belum bisa kompak “ ujar Ogi sambil menghela nafas . Maya tak sengaja dengar perbincangan Ecca dan Ogi yang membawa – bawa namanya .

“ Kalian ngomongin aku ?! Nggak usah dibelakangku . Coba ngomong aja sekarang didepanku . Asal jangan tentang dia “ ujar Maya muncul tiba – tiba

“ May , bisa bicara sebentar . Secara cewe . Berdua aja . Aku janji , nggak bakal ada nama dia “ pinta Ecca . Maya mengangguk . Ecca menyuruh Ogi menjauh dari mereka .

***

“ Elo tau apa rasanya kehilangan orang yang lo suka ? “ tanya Ecca pelan sambil menatap mata Maya yang masih terlihat cuek

“ Aku tau rasanya . Sakit , sedih semua jadi satu “ jawab Maya masih cuek

“ Kalo gitu , kenapa kamu harus menjauh dari Awan ? Kamu tau , dia jatuh cinta banget sama kamu . Tapi , kenapa kamu bisa ngancurin perasaannya . Dia sekarang , bener – bener jadi bukan Awan yang dulu . May , maaf kalo aku ikut campur soal ini . Aku tau ini cuma masalah kalian aja , tapi sebagai sodara yang tinggal serumah sama dia , rasanya aneh tinggal sama orang yang seperti nggak punya semangat pandangan luas kayak dia sekarang , tanpa kamu . Bisa kamu bilang , apa alasannya kamu sampai menjauhi dia ? “ ucap Maya

“ Mungkin aku memang nggak bisa nyimpen persoalan ini seorang diri , karena cuma akan menganggu konsentrasi aku menghadapi turnamen nasional “ ujar Maya pelan ,

“ Aku menangkap sinyal dari Awan , kalo aku harus mau mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan lukisan . Sementara aku nggak tertarik sama sekali dengan seni lukis . Jujur , sebelum memutuskan untuk menjauhinya , aku dilemma . Aku nggak mungkin bisa melanggar prinsipku sendiri , tapi disisi lain , aku juga nggak bisa tanpa dia . Dia udah terlalu sering mengisi hati dan hidupku . Itu yang buat aku bingung “ terang Maya

“ Jadi , soal hobi ?! May , perlu kamu tau . Saat Awan tau hobi kamu , dia langsung mati – matian mengerti bulutangkis . Itu semua demi kamu . Biar kamu bisa punya hati ke dia . “ cerita Ecca

“ Tapi , aku nggak pernah pasang target apapun ke dia . Apalagi , dia harus mengerti dan mau mencoba bulutangkis “ elak Maya

“ Itu pikiran kamu . Pikiran dia beda , May . Dia merasa ada yang kurang , kalo belum bisa jadi yang sama seperti kamu “ lanjut Ecca . Maya jadi diam seribu bahasa , ia merenungkan kata – kata Ecca tadi .

“ Kamu udah ngerti kan semuanya . Jadi , aku mohon . Kamu bisa ngasih kesempatan Awan untuk kedua kalinya ini . Sungguh , aku nggak tega liat dia murung terus “ pinta Ecca memecahkan suasana hening .

“ Ca , suruh dia dateng ke turnamen itu ya . Aku perlu kehadirannya “ ujar Maya , sembari berdiri dari duduknya ,

“ Kehadirannya akan memberi semangat buat aku “ lanjut Maya , setelah itu ia beranjak pergi . Memang sudah saatnya , ia memberikan kesempatan lagi untuk seseorang yang mampu membuatnya semangat .

3 hari kemudian . Hari Sabtu . Hari pertama turnamen nasional bulutangkis tingkat Sekolah Mengengan Atas . Maya sudah berada dilokasi dari jam 8 pagi , ia dapat waktu bertanding jam 10 . Seleasi melakukan pemanasan , ia bercakap – cakap dahulu dengan pemain dari sekolah lain , sekedar obrolan ringan .

“ May , kayaknya kamu harus tampil perfect hari ini “ ujar Ogi yang baru dari luar

“ Memang kan ?! Ini kan demi sekolah, Gi “ jawab Maya enteng

“ Bukan itu aja kalii .. Di luar , di tribun penoton ada Awan ! “ jelas Ogi . Maya terkejut . Memang ia yang meminta Awan hadir , tapi ia tak pernah menyangka , Awan akan hadir beneran , melihat ia bertanding membawa nama sekolah .

“ Yang bener ? “ pekik Maya sembari bangkit dari duduknya . Maya kemudian keluar untuk menengok ke tribun penonton . Benar . Awan datang bersama Ecca . Dari arah seberang , Awan melihat Maya juga di pintu sebelah court 1 . Menyadari hal itu , Maya langsung berbalik masuk ke dalam . Saat ini , ia tak ingin dulu bertemu Awan , berhadapan langsung . Namun , sebelum sempat masuk , Awan sudah menyetop langkahnya dari belakang .

“ Awan “ ucap Maya perlahan , wajahnya pun memerah

“ Aku nggak akan ganggu konsentrasi kamu dulu . Aku tau ini penting banget buat kamu “ ujar Awan

“ Aku cuma mau bilang , semangat berjuang . Sukses demi sekolah kita “ lanjut Awan

“ Tentu . Makasih “ ucap Maya singkat , “ Aku ke dalam dulu ya “ pamit Maya .

“ Tunggu “ Awan menyetopnya lagi , kemudian Awan mencium kening Maya ,

“ Aku sayang kamu “ ujarnya pelan . Maya tersenyum . Kemudian berjalan masuk . Awan kembali ke tribun penonton .

Pertandingan di sektor ganda campuran bagi Maya dan Ogi dimulai . Keduanya berdoa sebelum pertandingan . Lawan mereka yang pertama pada hari itu adalah Angel dan Marco dari SMA 25 . Mungkin pada saat awal pertandingan , Maya belum merasa fit , ia banyak melakukan kesalahan sendiri selama awal pertandingan . Bahkan , saat arah pukulan dari Angel banyak yang miss begitu saja , hasilnya poin untuk SMA 25 terus – menerus bertambah . Saat break sebentar pada skor 9 – 11 untuk SMA 25 , Ogi menunjuk ke arah penonton , yang artinya Ogi menunjukkan ke Maya kalau Awan sedang menonton dan memberinya dukungan .

“ Aku ngerti , Gi . Aku nggak akan ngecewain semua “ ujar Maya sambil berjalan masuk kembali ke lapangan

“ Nah , gitu dong . Semangat ! “ sahut Ogi ,

“ Kamu di daerah depan ya , biar aku yang dibelakang “ lanjut Ogi memberi strategi .

Pertandingan dimulai lagi . Perlahan tapi pasti pasangan ganda 45 ini bisa bangkit , dan menyusul perolehan skor pasangan ganda 25 . Di saat – saat penentuan , poin – poin genting , SMA 25 masih memimpin dengan skor 20 – 18 . Namun , Maya berhasil membalikkan keadaan melalui pukulan smash – nya . Sehingga SMA 45 , berhasil merebut set pertama dengan skor 22 – 20 . Begitupun dengan set kedua , Maya dan Ogi mampu bermain dengan cantik . Kali ini tidak ada kesalahan sendiri yang mereka buat . Semua poin mereka dapat karena usaha keras mereka dan smash tajam Maya . Diakhir permainan , terlihat sekali stamina Ogi sudah mulai terkuras habis , untuk meladeni permainan loop Marco pun sering gagal , akibatnya terjadi beberapa kali poin kembar . Fortunatelly , mereka masih mampu bertahan hingga memenangkan set kedua dengan 21 – 18 . Semua pendukung SMA 45 , bersuka cita . Awan dan Ecca langsung ke belakang court , untuk memberi semangat kepada wakil sekolah mereka itu . Dan Awan pun langsung memeluk Maya yang masih memakai kostum olahraga dan berhanduk kecil itu .

“ Awan , aku kan masih keringetan “ ujar Maya berusaha melepaskan pelukan itu

“ Nggak apa – apa . Ini tanda kebahagiaan dan betapa bangganya aku sama kamu “ jawab Awan sumringah

“ Tapi , ini keterlaluan . Lepas . Aku nggak bisa nafas tau !! “ ujar Maya

“ Maaf “ ujar Awan melepas pelukannya tapi masih memegang erat tangan gadis itu

“ May , aku udah tau semua alasan kamu menghindar dari aku . Aku benar – benar minta maaf sama kamu kalo aku terlalu maksa keinginan aku “ ucap Awan mulai serius

“ Sssttt.. Nggak apa – apa . Harusnya aku yang minta maaf . Maaf kalo dari sikap aku ada yang bikin kamu berubah . Jujur , aku nggak pernah maksud meminta kamu mendalami dunia aku ini . Aku dan kamu kan punya dunia sendiri . Nggak semudah itu untuk setiap orang mendalami dunia yang berbeda dari yang sebelumnya . “ ujar Maya sedikit merasa bersalah

“ Aku ngelakuin itu ikhlas kok . Kalo kamu nggak mau masuk ke seni , aku nggak apa – apa . Asal , kamu bisa nerima aku apa ada , seperti ini “ ucap Awan

“ Pernyataan itu ... “ ujar Maya pelan untuk lebih memastikan lebih dalam lagi. Awan mengerti maksudnya dan mengangguk pasti

“ Kasih aku kesempatan untuk menyempurnakan hidupmu yang indah itu “ ucap Awan

Of course . I’ll give you the chance “ jawab Maya disertai senyuman khas manisnya

Oh really ?! Thank you , dear . I love you “ ujar Awan bahagia

I love you too “ balas Maya tersenyum

( Backsound : Jadi Yang Kuinginkan , by : Vierra )

T H E E N D



Other post from this blog

Kepoin Figur Publik #4: Pebulutangkis Nasional Taiwan Part 2)

Haii, masih ingatkah dengan postinganku sebelumnya yang membahas para pria jago dilapangan bulutangkis ini? Tian Chen-Ge Zi Weii-...