Most Viewed Poata

May 20, 2014

Klub Baca Buku Jogja - Tanding Buku

Holaaa..
Kali ini gak bakal galau lagi nih.. Udah gak zaman galau lagi dong yaa.. Sekarang zamannya menggapai impian. Hihihi. Inget kata motivator Pak Mario Teguh, "sukses bukan karena jodoh. Jodoh itu ngikutin sukses". Jadi aku milih sukses terhadap cita-citaku dulu. Ntar kan, doi bisa lihat aku sendirinya. Hohoho *hopefully more than that*

Sekarang aku mau sedikit review aja nih tentang acara yang termasuk baru yang diadain di Jogja. Acara ini membahas buku-buku yang dibaca seantero masyarakat. Namanya Klub Baca Buku Jogja (KKBJ). Berhubung aku selama ini sibuk fokus dengan urusan ujian komprehensif, sempat ketinggalan beberapa acara diskusi buku itu. Padahal yang terlewatkan itu yang dibahas bukunya bagus-bagus. Huhuhu :(
Alhamdulillah, Rabu lalu (14 Mei 2014) aku berkesempatan datang ke acaranya. Judulnya Tanding Buku. Yang dibandingkan buku dari mbak Rachmania berjudul "Koma" yang diwakili oleh editornya mba Noni dari penerbit Bentang Pustaka, karena penulisnya sendiri sedang di Paris dan bukunya Bernard Batubara "Surat Untuk Ruth". Bertempat di Legend Cafe Kotabaru, Jogja, acara ini rame banget. Banyak yang datang. Seru!

Disana diceritain banyak hal tentang dunia cerita dari 2 buku itu. Kesamaan 2 buku dari yang aku tangkap adalah tokoh didalam 2 novel itu meninggal. Aku belum selesai baca novelnya, so belum bisa bilang detailnya dari perspektif aku. Juga Bara jelasin tentang cerita-ceritanya dan yang dimaksud plot bolong (soalnya ini ada yang nanyain). Menurut Bara, plot bolong itu plot yang gak full. Maksudnya, ada perkenalan, klimaks, dan penyelesaian. Ya seperti apa plot yang efektif itulah. Selain Bara yang menjawab plot bolong, mba Rahchmania (via telepon) mengungkit juga soal writers block. Ternyata penulis besar sekalipun pernah yang ngalamin yang namanya writers block. Oh iya, writers block itu semacam kebuntuan cerita yang dialami oleh penulis. Sering kan penulis alami hal itu. Saat kita diharuskan menuliskan sesuatu, tetapi ide belum mampir dikepala kita, makanya kita gak tau apa yang harus ditulis. Dan ternyata mba Rachmania mengalami writers block untuk waktu yang lama :o. Yaa akhirnya ia berhasil keluar dari zona itu dan berhasl menuliskan novel 'Koma'-nya. Terus, Bara juga bilang kepada yang suka nulis, untuk mulai nulis novel mulai dulu dengan bikin (semacam) kerangka/outline. Karena itu akan membantu banget dalam penulisan novel *aku pun mulai menerapkan, eh selalu menerapkan itu. Hasilnya, yang memang sangat berguna.

Mmmm.. Karena acara ini udah lewat hampir seminggu, aku sedikit lupa apa-apa lagi yang dibahas. Kurang lebih bahasannya berkutat disitu-situ aja. Permasalahan penulis yang sering diungkit itu, jadi ya muter-muternya itu aja.
Udahan yaa. Udah malam banget. It is time to relax.
Tanggal 21 Mei besok ada acara KBBJ lagi. Semoga aku sempat mengikuti dan menceritkannya kembali disini :)

Biarpun telat, tapi gak masalah,
Selamat Hari Buku Nasional!
Kalau buku adalah jendela dunia, maka bacalah banyak buku. Jendela-jendelamu akan terbuka untuk melihat luasnya dunia. - Malika Gustiari

Other post from this blog

[FANFICTION] Secret #9 (Based On True Story)

>> Click here to read what I tell on #Secret 8 << Secret #9 (The last open love letter of the unspoken story) Hai Shanghao...