May 23, 2014

Sebuah Ungkapan

Langit

Berbicara pada langit.
Saat tak ada kawan untuk berbicara,
Langit-Nya menjadi kawan terbaik.
Langit tak pernah mengeluh tentang curhatan manusia,
Langit mendengarkannya.
Langit memberi pertanda untuk seluruh manusia.
Saat sedang merindu,
Kutumpahkan semua pada langit, termasuk air mata.
Berharap langit mengganti airmata ini dengan airnya yang turun ke bumi,
Perasaan rindu ini akan tertutupi rintik hujan dibumi.
Perasaan rindu yang tak terbalas.
Pada langit, kutitipkan salam untukmu.
Biarkan langit menggantikanku melihat diseberang negeri sana.
Biarkan langit mengantarkan kehangatan untukmu oleh sinar matahari,
Saat pelukanku tak sampai ditubuhmu.
Kamu tak perlu tahu, siapa yang menitipkan salam lewat angin bertiup dilangit.
Kamu tak perlu tahu, siapa yang ingin memberikan kehangatan pelukan untukmu.
Tapi,
Kau harus tahu, kalau aku selalu untukmu.
Kau harus tahu, saat kau butuh tempat berteduh dari hujan yang turun, aku selalu siap menjadi tempatmu.
Disaat kau merasa kepanasan, aku siap menyejukkanmu dengan rasa sayangku.
Disaat kau dihantarkan petir menggelegar, aku selalu siap melindungimu.
Melihatmu selamat merupakan hal membahagiakan untukku. Selalu.
Langit, pintaku hanya satu.
Jaga orang yang kusayangi.
Beri aku pertanda bahwa ia baik-baik saja,
Ia akan kembali padaku.

Tolong aku, Langit. 

- Untukmu, kesayanganku – Malika Gustiari 

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah meninggalkan komentar/saran/kritik untuk memberiku ide menulis lagi :)

Other post from this blog

#IGrewUpWiThese - Part 1

Dajia hao! Aku kembali! Hehehe… Aku kembali membawa sebuah tema yang akan kubagi menjadi beberapa bagian. Karena tema ini luas bange...