December 31, 2018

A Letter Has Been Replied


Taipei City, December 2018

Dear  Chen Yanxi,

Hai, apa kabarmu? Jangan kaget ya kalau tiba-tiba kau membaca namaku didalam kotak masuk email-mu. Jangan kaget juga bagaimana aku bisa mendapatkan alamat email ini dan mengirimkan pesan ini untukmu. Pasti kau tidak lupa, kan, kalau email-mu sudah tersebar diberbagai media online-mu.

Chen-Meimei, aku sudah membaca seluruh tulisan diblogmu. Aku tidak menyangka kau masih mengingat jelas setiap waktu pertemuan kita, bahkan kau menganggapku sebagai inspirasimu, Sungguh aku tak menyangka ada seseorang menganggapku sangat penting seperti kau yang anggap aku begitu padahal aku sendiri tidak bisa mengingat siapa saja yang ada dikelas pada waktu itu. Aku tidak bisa mengingat: Wang Xinling, Wang Leiyan, dan Yang Chenling; namun berkat tulisanmu aku jadi bisa mengingatmu, Chen Yanxi.

Chen-Meimei, aku cukup terkejut dengan pengakuan perasaanmu terhadapku setelah kita tidak lagi saling lihat secara langsung. Aku terharu membaca ceritamu bagaimana kamu ingin melupakan perasaan itu karena aku yang tidak pernah kunjung kembali lagi ketempat itu dan mencarimu, mungkin? Maafkan aku, Yanxi.

Disisi lain, aku senang kamu masih memiliki tempat—komunitas untuk mengalihkan segala macam pemikiranmu akan hal itu. Yanxi, kamu beruntung memiliki teman-teman yang selalu bisa menginspirasimu. Lain kali, jika masih ada waktu kita bertemu, kenalkan dengan teman-temanmu itu? Berada dilingkup itu rasanya menyenangkan, bukan?

Juga, kenalkanku pada teman-temanmu yang kalian beri nama “Super Girls” ketika kita bertemu nanti. Aku janji, suatu saat aku akan menemuimu agar rasa penasaranmu itu terbayarkan dan menebus kesalahanku yang tidak peka pada saat itu. Kalau kau masih mengharapkannya.

Yanxi, terima kasih kuucapkan juga sudah menjadikanku inspirasi terbesarmu untuk menulis. Sekali lagi sungguh aku tak percaya, diluar sana ada yang menganggapku saat  penting sepertimu yang mengabadikan momen pertemuan kita begitu detail hingga aku jadi terbayang bagaimana situasi saat dikelas itu,

Kamu menjadikanku inspirasi selagi kamu memiliki lingkungan bercerita yang sebenarnya cukup menarik untuk kamu angkat menjadi sebuah cerita. Tetapi, kamu selalu bilang fokus ceritamu adalah aku. Sekarang, aku jadi sangat ingin membaca tulisan yang kamu tuliskan itu. Apakah sudah selesai? Apa boleh aku membacanya? Aku ingin mengenal tokoh lain yang kau bilang kau terinpirasi dari dua mantan orang spesial bagimu. Oh, maaf, apa boleh aku hanya menyebut yang menginspirasimu sebelum aku adalah Wu Dongyan? Yanxi, tidak akan kusebut nama yang satu itu, karena aku tahu kau tidak mau membahasnya, kan? Mungkin sebelum kalian memutuskan pisah, ada kesalahan dia yang membuatmu tidak bisa memaafkan dan menerimanya? Baiklah, aku tidak akan mengatakan apapun lagi tentang itu.

Yanxi, kau berada dimana sekarang? Kau bekerja dimana? Masihkah kau berada di  Distrik Xinyi? Masihkah kau mendatangi tempat itu—tempat pertemuan pertama kita? Apa kau mau kita membuat janji lagi dan sedikit mengulang cerita yang kau bilang belum selesai itu?

Hao la, kusudahi saja surat elektronik ya? Aku menunggu balasan darimu dan memastikan kapan kita bisa bertemu, duduk bersama, dan saling mengulang cerita. Aku ingin mendengar cerita lain yang belum kau ungkap disetiap tulisan blogmu.


Warmest Regrads,


Wang Shanghao



**

Hyaaa.. ini merupakan balasan dari Wang Shang Hao atas surat-surat terbuka yang ditulis Chen Yanxi. Terima kasih, Shang Hao-Ge, sudah merespon baik perasaan dalam surat ni de Yanxi-Meimei. Biar setelah ini Yanxi bisa tidur nyenyak,

October 21, 2018

What I've Missed From Jogja


Haii, para Pembaca... J

Waahh.. lama sekali ya, aku nggak nulis disini. Sebenarnya ada banyak banget yang mau kusampaikan disini, tapi aku masih kesulitan membagi waktu antara kerja, ngisi blog, dan nyelesein draft novelku. Huhuhu.
Akhirnya berhubung hari ini adalah Hari Minggu, maka aku mau bercerita lagi. Dan tulisan itu kali ini belum akan mereview serial TV Mandarin karena untuk itu aku belum menyelesaikan sebuah serial TV yang diangkat dari novel Mandarin karya penulis yang sama dengan yang melahirkan karya Love 020, jadi review versus itu belum siap, namun ditunggu saja yaa.. J

Kali ini aku mau menuliskan isi hatiku (ceilaah..) tentang yang kurasakan, yang kurindukan selama setahun kemarin sempat merantau diibukota. Ya, ini adalah yang kurindukan dari Jogja, kota tempatku tinggal sekarang, kota yang telah membantuku menemukan dan membentuk passionku sedemikian jadi. Oh iya, tentang tulisan ini sudah kubuatkan video slide-show dan aku upload di-youtube aku. Oh iya, Tulisan ini juga dalam rangka ulang tahun Yogyakarta ke-262 tanggal 7 Oktober lalu.




Dan, beginilah ceritanya..

Sekitar Bulan Oktober 2017, Maudy Ayunda ngerilis album baru yang dikasih judul “Oxygen”, teruuss……. disalah satu single album itu ada lagu yang nyentuh batinku banget pas nyetel dan ikut nyanyi liriknya. Awalnya biasa saja saat pertama kali dengerin, namun lama-kelamaan kok ngerasa lagu ini kayak menggambarkan apa gitu, sepeti aku kangen rumah—saat itu. Aku kangen orang di rumah Jogja, aku kangen teman-teman mainku, dan….. oh iya, aku kangen teman-teman komunitasku. Ternyata…… semakin aku pikir, lirik lagu “Home To You” itu menggambarkan perasaan rinduku kepada teman-teman komunitas membaca.

Yes, I had missed Klubbaca so badly at that time!

Pasti tau kan, gimana rasanya, yang terbiasa berkumpul, ngerumpiin suatu bahasan bersama dan biasanya berakhir ngalor-ngidul tapi tetap penuh keakraban dan kehangatan, laluu… semua itu tiba-tiba hilang ketika kita memutuskan menjauh untuk suatu hal yang sedang kita sedang kejar. Hilang, sepi, dan rindu… iya, aku coba cari kesibukan lain biar sedikit bisa mengobati kerinduan beraktivitas itu, tetep saja ada yang kurang selain menjalani suatu kegiatan bersama orang-orang yang memiliki kegemaran dengan kita seperti sebelumnya. Di Jakarta, aku jalan-jalan mengelilingi kota, ya sekedar untuk menghapal jalan-jalan utama ibukota, kadang bersama teman, kadang juga sendiri. Tidak masalah, itu seperti quality time dengan diriku sendiri. Terus, aku mampir ke toko buku-toko buku setiap jalan yang kulewati. Mencari-cari jenis buku bacaan menarik yang belum pernah dan ingin kubaca.

Benar. Sebelum waktu itu aku dan yang lain terbiasa membaca bersama dan membahas setiap halaman per halaman, per scene yang ada didalamnya. Saat itu aku merasa suasana membaca berbeda dari sebelumnya.

Good news! Dapat kabar dari teman-teman disana, mereka pun ingin mengadakan kegiatan itu kembali karena sudah terlalu lama hilang dari peredaran. Pucuk dicita ulam pun tiba. Aku berkesempatan pulang ke Jogja sejenak saat libur Hari Raya Natal 2017 kemarin selama dua-tiga hari, kalau tidak salah saat itu. Kumanfaatkan waktu itu untuk bertemu dengan teman-teman yang punya pemikiran sama denganku. Seneengg rasanyaa masih ada yang mau bangkitin acara kita lagi. Hehehe. Nggak pakai lama deh, langsung atur rencana—apa yang mau dibaca dulu sebagai tanda “comeback”, oh, tentu juga konsep acara kita review juga dong.

Klubbaca resmi comeback pas Januari 2018. Kita sadar banget kok, klub ini sudah lama vakum, bisa jadi akan sulit mengumpulkan massa seperti sedia kala—seperti saat kita sedang mengkampanyekan keikutsertaan kita dalam kompetisi “Gramedia Reading Community Competition” tahun 2016. Tapi, kita pikir tidak ada salahnya dicoba kembali, kan? Toh, itu juga bukan buat mereka saja, tapi untuk kita—yang sudah lama juga merindukan berkumpul dan membaca bersama lagi.
Januari 2018, aku dan teman-teman mengawali kegiatan kita kembali dengan buku dari Intan Paramaditha yang judulnya Gentayangan. Sebenarnya, dibulan ini aku masih berada di Jakarta sehingga aku berhalangan datang. Kusayangkan sih… tapi, sementara waktu nggak apa-apalah, yang penting Klubbaca berjalan kembali dulu-lah, waktu itu yang menjadi pemikiranku. Kalau dari cerita teman-teman yang ada di Jogja, meskipun pemirsanya nggaklah sebanyak tahun sebelumnya, tapi respon audience masih positif, Alhamdulillah. Dengan ini pun kita kembali semangat merancang acara dibulan berikutnya.

Hingga Bulan Februari dan Maret 2018, aku yang masih berada di Jakarta terpaksa melewatkan kegiatan itu. Sedih dan berat hati sebenarnya, tapi kan mau gimana lagi ya... resiko berteman secara LDR ya begitulah. Hehehe. Tapi aku nggak menyesali sama sekali kok. Saat itu aku berpikir akan ada waktunya kembali aku bisa bergabung lagi. Daann, benaarr.. kenyataan buatku berkata lain. Aku memutuskan kembali pulang di Bulan April kemarin, sekaligus pada bulan itu kembali mengikuti acara bulanan bersama teman-teman, kebetulan sih pada waktu itu kita membaca satu karya dari seorang teman kita, Risda Nur Widia dengan bukunya berjudul Igor.
Hmm. Masih tidak berubah sih, suasana tetap hangat dengan lokasi yang nomaden, jumlah pembaca silih berganti membacakan per paragraph bergantian tetap mengasikkan untuk diikuti. Yes, kusadari dari sekian teman masih ada dikota ini, sekumpulan orang dengan kegiatan seperti inilah yang paling kurindukan dari Jogja setelah aku pergi merantau kurang lebih dua belas bulan.
Terima kasih, Jogja, telah mempertemukanku dengan sekumpulan orang yang selalu bisa menginspirasiku untuk selalu berkarya.
Selamat ulang tahun, Jogja.

Here’s a bit collection of Klubbaca’s:









 Akhir kata, terima kasih sudah menyempatkan sedikit curhatanku tentang kerinduanku akan Jogja setahun lalu. Ikuti kegiatan-kegiatan Klubbaca dengan follow akun instagram @klubbaca. Kalian juga bisa masuk kegrup whatsapp dengan klik link langsung dibio. Mari berkumpul dan bercerita bersama Pecinta Literasi Indonesia.

Ganxie nimen-you! :)

June 3, 2018

M-Novel VS Film VS Drama Series [Review]: Love O2O(微微一笑很倾城)


Halo, Para Pembaca.

Kembali lagi Blog Social Diary ini akan mengulas tentang sebuah serial drama Mandarin. Berbeda dari drama review sebelumnya lho… dan ini baru banget terlintas dibenakku, kenapa aku nggak mencoba review gaya baru, yaitu perbandingan dari tiga macam visualisasi, sehubungan drama yang baru selesai kutonton ini adalah adaptasi dari sebuah novel yang sudah diterbitkan oleh salah satu penerbit Indonesia dalam bahasa ibu; Terima kasih kepada Penerbit Haru J
Jadii, apabila review ini masih banyak kekurangan dan bikin kagok, mohon dimaklumi ya. Saran dari teman-teman pembaca sekalian sangat kunantikan lho…


Love O2O versi TV series

Love O2O versi the movie


Novel berjudul Love O2O/ Love Online To Offline (baca pinyinnya: Wei Wei Yi Xiao Hen Qing Cheng) ini menceritakan kisah pertemuan dua orang didalam game online dan akhirnya bermuara dikehidupan nyata. SIapa sangka ternyata keduanya berada dikampus yang sama, bahkan sama-sama mendapat predikat ter-populer dikampus. Pas baca novelnya aku sempat nggak nyambung karena terlalu masuk jauh kedalam game online yang aku nggak ngerti, sehingga aku jadi butuh waktu lama menyelesaikan novel ini. Karena aku penasaran dengan endingnya, aku memaksakan diri menceburkan diri kedalam cerita ini. Daaannn, ternyataa ceritanya jauh dari ekspetasiku. Luar biasa bagus! Ditambah salah tiga tokohnya membuatku jatuh hati: dua tokoh utama dan satu tokoh pendukung.


- Benang merah cerita Love O2O:
Suami virtual Luwei Wei Wei digame online mengajaknya bercerai. Luwei Wei Wei  tidak mempermasalahkan, toh, baginya ini hanyalah game online saja. Namun tanpa disadari Wei Wei, karakter pendekar wanita berbaju merah itu terlihat hadir dikerumunan pemain yang menyaksikan pernikahan mantan suaminya, Zhen Shu Wu Xiang. Mereka mengira Luwei Wei Wei akan mengacaukan pernikahan Zhen Su Wu Xiang dan Xiang Yu Yao Yao karena merasa sakit hati, tapi Wei Wei tidak melakukannya, justru mengalihkan perhatian sekelilingnya. Pikiran cerdas Luwei Wei Wei. Disaat hampir bersamaan, muncul karakter dengan peringkat tertinggi dalam game, namanya Yi Xiao Nai He mendatangi Luwei Wei Wei dan meminta Wei Wei menikah dengan Nai He. Wei Wei tidak menolak, karena ia tahu karakter yang datang kepadanya itu adalah pemain dengan rangking tertinggi, tetapi karena itulah Nai He tidak sembarangan mengadakan pernikahan mereka. Setelah menikah digame online, Wei Wei dan Nai He melalui beberapa misi bersama-sama. Mereka juga melawan Zhen Shu Wu Xiang dan Xiao Yu Yao Yao karena Nai He tidak terima Zhen Shu Wu Xiang yang masih menaruh dendam pada Wei Wei. Tentu duel ini dimenangkan oleh Yi Xiao Nai He dan Luwei Wei Wei sebagai pasangan pemain terhebat dalam game Meng You Jia Hua.

Ketika Yi Xiao Nai He dan Luwei Wei Wei memutuskan bertemu didunia nyata, Wei Wei tidak menyangka jika Nai He ternyata adalah kakak kelas yang disukanya—juga disukai oleh seluruh mahasiswi dikampusnya, termasuk tiga teman baik Wei Wei. Sejak menjadikan Luwei Wei Wei sebagai istri dalam game online, Nai He pun tetap menganggap Wei Wei didunia asli adalah pasangan Xiao Nai, pastinya hal ini membuat geger seluruh penghuni kampus. Lelaki tertampan se-kampus dan gadis cantik nomer satu dijurusan sekaligus nomer dua dikampus bersatu (can you imagine?? Hehehe…).

Setelah mengadakan kopdar, Zhen Shu Wu Xiang menyadari kecantikan Wei Wei dibandingkan Yao Yao. Zhen Shu Wu Xiang menyesal karena keputusan terburu-buru menceraikan karakter Luwei Wei Wei. Sangat terlambat karena jauh sebelum bertemu Xiao Nai didunia nyata, Wei Wei sudah lebih dulu merasa jatuh cinta terhadap Nai He. Wei wei sangat merasa cemas mendapati karakter Nai He tidak login tepat waktu ketika mereka akan melalui final melawan bos monster. Karena saat itu, Xiao Nai dan temannya, Yu Ban Shan, baru mendapat kecelakaan. Jangankan Zhen Shu Wu Xiang yang terlambat menyadarinya, Cao Guang yang diam-diam menaruh hati kepada Bei Wei Wei pun tidak terlirik oleh Wei Wei karena kesalahpahaman yang diciptakan oleh Cao Gang sendiri terhadap Wei Wei. Sementara itu, yang menjadi rival cinta Wei Wei adalah Meng Yi Ran, mahasiswi paling cantik dikampusnya. Kalau Wei Wei nomer dua, Meng Yi Ran-lah yang menempati nomer satu. Meng Yi Ran jelas-jelas pernah menyatakan perasaannya kepada Xiao Nai, namun tidak pernah terbalas olehnya.

Karena kecintaan Xiao Nai dan ketiga temannya: Yu Ban Shan, Qiu Hou You, dan Hao Mei, pada game online, ketiganya mendirikan usaha game online bersama dan dikelola bersama setelah mereka lulus dari universitas, dan Xiao Nai menjadi CEO-nya. Game yang coba mereka kembangkan adalah Meng You Jia Hua II. Demi mengembangkan game baru ini, Xiao Nai cs berusaha mendapatkan pinjaman model dari investor. Feng Tech bersedia bekerja sama dengan mereka. Xiao Nai, Yu Ban Shan, Qiu, Hou You, Hao Mei, dan dibantu Bei Wei Wei berjuang keras agar game Meng You Jia Hua II dapat segera rilis kemasyarakat dan mengukuhkan perusahaan yang mereka bangun.



Angelababy sebagai Bei Weiwei (movie)

Jing Boran as Xiao Nai (movie)


- Novel VS Film
Baiklah, kita mulai review dari membandingkan cerita versi novel terjemahan Bahasa Indonesia dan film-nya.
Secara kesuluruhan cerita kedua versi ini tidak ada perbedaan mencolok. Versi film masih menceritakan kekuatan cinta Bei Wei Wei dan Xiao Nai ditengah usaha mereka mengembangkan kecintaan mereka pada game online, yaitu dengan total memasuki dunia development online game—kebetulan kedunya sama-sama dari jurusan IT Komputer. Wei Wei yang pengertian akan pekerjaan dan asa Xiao Nai untuk mensukseskan usaha yang didirikan olehnya. Wei Wei membantunya dengan memberikan input terhadap pengembangan yang dilakukan oleh tim Xiao Nai.

Bedanya: Versi novel, Wei Wei membantu Xiao Nai berawal dari dirinya menjadi internship dikantor Xiao Nai dan membantu tidak hanya Xiao Nai, melainkan keseluruhan tim dikantor. Sementara dalam versi film, Wei Wei bersama Xiao Nai, Yu Ban Shan, Qiu Hou You, dan juga Hao Mei, sama-sama merintis dari awal game online rancangan mereka. Selain itu perbedaan karena keterbatasan durasi sehingga ending cerita Xiao Nai dan Wei Wei dalam novel tidak diceritakan secara komplit diversi film. Eiitt, tapi bukan berarti endingnya gantung lho ya.. karena endingnya tidak mengubah jalan cerita seperti versi novel dan setting yang sebagaimana aslinya dan sama sekali tidak merubah maupun mempersingkat cerita awal seperti yang kujelaskan dibagian benang merah diatas.

Rating Blog Social Diary:
Novel / Film : 10 / 9
 ( + ) Virtual game online yang ditampilkan versi film ini sangat bagus dan nyata dengan permainan cahaya dan editing pencahayaan superb ; meskipun dengan keterbatasan durasi film,  pengembangan dan pendewasaan karakter Xiao Nai dan Wei Wei juga kuat.
(  - ) Ada beberapa bagian yang dihilangkan diversi film, sehingga rasanya seperti belum menggambarkan bagaimana proses jatuh cinta baik kepada Yi Xiao Nai He sebagai Luwei Wei Wei maupun sebagai Bei Wei Wei untuk Xiao Nai ; dan bagaimana persaingan dua mahasiswi tercantik dikampus sama-sama berjuang mendapat perhatian mahasiswa paling tampan dikampus mereka (Bei Wei Wei VS Meng Yi Ran).


- Novel VS Series
Kalau versi film bisa dibilang merupakan visualisasi nyata dari versi novel. Sedangkan versi serial bisa dibilang bentuk penjabaran cerita lengkap dari film dan versi novelnya. Aku akui kalau versi serial ini banyak menceritakan kisah mendalam dari yang belum terungkap dinovel, secara serial ini ada 30 episode @ 45 menit, jadi cukup waktu untuk menceritakan bagian-bagian terpenting yang tersembunyi. Misalnya: bagaimana Bei Wei Wei menyelesaikan kesalahpahaman dengan Cao Guang dan bagaimana usaha Cao Guang biar mendapatkan Wei Wei ; selain itu, gimana usaha Meng Yi Ran biar selalu terlihat dimata Xiao Nai dengan bantuan temannya yang sok tahu dan kepo abis. Oh iya, diversi serial juga kelihatan banget usaha Xiao Nai dan ketiga temannya dalam membangun usaha Zhi Yi Tech. Terpenting, kalau versi film, orang tua Xiao Nai yang dosen tidak dikeluarkan, sebaliknya mereka bahkan sampai bertemu calon menantu mereka.

Rating Blog Social Diary:
Novel / Serial : 10 / 9
 ( + ) Setiap konflik baru yang dimunculkan dengan motif kuat dan tanpa mengubah jalan utama cerita, kata lain penambahan konflik disela-sela konflik utama di-set rapi.
( - ) Timing sedikit lebih lama sehingga plot juga bergerak lama dari konflik besar satu ke konflik selanjutnya, meskipun penonton disuruh menikmati dulu proes pendewasaan karakter masing-masing tokoh dan biar penonton jatuh cinta selain dengan dua tokoh utama.



Yang Yang sebagai Xiao Nai (TV Series)

Zheng Shuang as Bei Wei Wei ( TV Series)


- Film VS Serial
Secara garis besar sudah terlihat ya, bagaimana perbedaan dari film dan serial dari dua poin perbandingan diatas. Nah, ini dia gongnya… aku bakal bilang antara Love O2O mana yang lebih kurekomendasikan buat ditonton lebih dulu.

Versi film hadir lebih dulu daripada versi serial. Kalau menonton versi film dulu, baru nonton versi serial pasti akan langsung membandingkan efek virtual pengambilan gambar pertarungan dalam game online, terutama khas efek dan kontras cahayanya. Tentu kaan, karena versi film bioskop dan yang untuk versi televisi pasti ada perbedaan yang mencolok. Tapi, disitulah kemenangan pertama untuk Love O2O versi film.

Dari versi film kelihatan memfokuskan kepada jalan ceritanya, karena diversi film cerita dari novelnya dirubah hampir setengah jalan, mungkin maksud produsernya biar ada yang membedakan dan yang dicari dari keduanya, baik fillm dan novel. Pemandangan yang disajikan dalam game online. Versi serial, pemandangan yang ada terlihat lebih nyata daripada versi film. Perpindahan sudut pandang dari tokoh didunia nyata menjadi tokoh masuk kedalam karakter game online, the series version is smoother than the film’s, tapi penggambaran tokoh game online lebih mengena 
dalam versi film

Visualisasi Bei Wei Wei lewat aktris Angelababy (movie) dan Zheng Shuang (serial) sama-sama berhasil. Kedua aktris itu meranin juara banget! SIapa yang raguin cantiknya Angelababy sebagai aktris, bisa pas banget ditokoh Bei Wei Wei. Peran Zheng Shuang juga kalah Karakter kuat Bei Wei Wei terasa sekali pas nonton versi serial. Perkawinan Zheng Shuang dan Yang Yang dalam karakter Bei Wei Wei dan Xiao Nai pun terasa lebih terasa hangat dan romantis diserial. Sosok Xiao Nai yang super duper tenang tapi menghanyutkan lebih didapat Jing Boran diversi film. Hanya sajaaa, kalau aku bicara soal level kegantengan rasanya Yang Yang sebagai Xiao Nai diversi serial menang daripada Xiao Nai versi film.

Okay, dengan ini aku tarik kesimpulan dari segi cast, Love O2O versi serial menang dari versi film.
Karena: Selain pemain yang memerankan tokoh Xiao Nai dan Wei Wei, versi serial juga didukung dengan aktor-aktris yang look-able dan loveable dibanding versi film (45 menit selama 30 episode melawan hanya 90 menit, mana yang bakal menang?! :D). Tokoh Meng Yi Ran film kurang mencerminkan sosok yang disebut sebagau beauty campus. Pencitraan itu lebih terasa cantiknya oleh Meng Yi Ran serial. Ditambah satu lagi karakter asli dalam novel yang lama-lama membuat jatuh hati adalah Yu Ban Shan, teman baik Xiao Nai, buatku pribadi lebih rupawan dalam versi serial, sedangkan diversi film mungkin harusnya ditukar peran Qiu Hou You dan Yu Ban Shan. Tokoh lain yang membuat versi serial menang adalah sosok karakter Zhou Er Xi, teman baik Wei Wei. Diserial, Er Xi terlihat lebih apa adanya dibandingkan Er Xi versi film. Selain Angelababy yang mendapat satu poin, versi film juga masih punya Cao Guang yang terlihat lebih tampan daripada Cao Guang dan Zhen Shu Wu Xiang diserial. By the way, versi film menceritakan Cao Guang dan Zhen Shu Wu Xiang merupakan orang yang sama, tapi tidak diversi serial yang mendeskripsikan keduanya sebagai dua orang berbeda, sementara dalam novel tidak disebutkan, hanya mengarah pada pendukung serial.

Selanjutnya, secara keseluruhan dari segi jalan cerita dan visualisasi gambar, Love O2O versi film menang dari versi serial.
Karena: berhubung sudah tahu jalan cerita dari novel, hanya serialnya menjabarkan lebih luas yang belum terungkap dinovel, jadi tidak terlalu difokuskan membaca cerita, melainkan menonton panggung pergelaran aktor dan aktrisnya. Berbeda dengan versi film yang memang ada perbedaan cerita, tapi tetap dikemas apik banget sehingga penonton dan yang pernah membaca novel Love O2O sebelumnya jadi tidak kehilangan chemistry kuat dari Xiao Nai dan Wei Wei, yang intinya menunjukkan saling percaya dalam menjalani hubungan sepasang insan manusia. Itu moral cerita yang dibawa Xiao Nai.

Hanya sajaa… poin minus baik buat film dan serial Love O2O adalah tidak adanya adegan pertemuan orang tua Xiao Nai dan Wei Wei, dan juga Xiao Nai yang bertemu orang tua Wei Wei (ini hanya ada diserial), dan sampai lahirnya Xiao Nai junior. Padahal kalau versi novel, meskipun sedikit-sedikit bagian ini cukup menggelitik perut dengan adanya Xiao Bei.

Final score Love O2O Film VS Serial Social Diary Blog’s version:
Novel / Film / Serial : 10 / 9,7 / 9,0


Jadiii.... itu kesanku terhadap cerita Love O2O dari segi novel, movie, dan serial drama. Bagaimana kesanmu? Boleh dong share dikolom komentar ya.

Ganxie nimen~ :)

May 12, 2018

Taiwanese Drama Review - See You In Time (2017-2018)

Halo, semua! Kembali lagi dengan review drama Taiwan. 
Kali ini aku mau mereview sebuah tayangan serial Taiwan yang baru beberapa minggu selesai tayang. Satu drama Taiwan yang ending jauh lebih mikir daripada drama yang sebelumnya kureview disini. Meskipun membuat penonton berpikir keras pas nonton, tapi drama-drama Taiwan selalu punya ide baru dan rasanya nggak pernah sama satu dan yang lain. Mungkin memang satu tema, satu ide serupa, namun pengemasannya selalu berbeda.

Drama berjudul Inggris: See You In Time, pertama kali kuketahui dari postingan instagram salah satu aktor pendukung yang ku-follow. Peter Guan, yang pernah main dalam drama Swimming Battle sebagai Fang Yi Lei, kali ini kedapatan peran sebagai atlet juga. Bukan atlet renang, melainkan atlet balap sepeda. By the way, lama-lama aku mikir, dia ini sepertinya memang cocok jadi atlet, secara badannya sudah atletis begitu :D. Selain ada Peter Guan, karakter lain yang menarik perhatianku adalah lawan main Marcus Chang dan Yorke Sun didrama Back To 1989, Mini Tsai. Ternyata pas nonton episode satu ada juga member Popu Lady, Liu Yu Shan pun terlibat dalam drama ini.


Oh iya, baru ingat.... opening episode satu pun sudah buat penonton berpikir dulu: ada apa dengan sepasang pemeran utamanya, mereka saling lihat tapi nggak menyapa satu sama lain? Okay, teruslah menonton.. Btw, aku bisa menonton See You In Time lengkap dengan subtitle berbahasa Inggris dari Viki.com. Klik link ini untuk nonton ya (bagi yang belum menonton).


http://wiki.d-addicts.com/See_You_in_Time

Hm. Kalau dilihat dari cover diatas, sudah jelas ya siapa dan siapa saja pasangan dalam drama See You In Time?

Baiklah, kita mulai review dari para tokohnya dulu ya.:).


Feng Ying, diperankan oleh Hans Chung


Seorang yang baru balik dari US ke Taiwan untuk meneruskan klub sepeda milik kakeknya. Feng Ying kembali bersamaan dengan mengikuti turnamen balap sepeda dan berhasil mengalahkan musuh bebuyutan, Selain itu, Feng Ying juga mengalami keanehan dengan jaringan teleponnya sehingga ia bisa menerima pesan yang dikirimkan dari tahun 2019 oleh seorang gadis dan membuat ia dan Ji Zi Qi terikat takdir bersama.


Ji Qi Zi, diperankan oleh Mini Tsai


Ji Zi Qi..... hm, awalnya sedikit membingungkan juga sih, kenapa tiba-tiba diperlihatkan Ji Qi Zi yang ada ditahun 2019 yang mengirim pesan ke Feng Ying ditahun 2017 dan dengan ekspresi sedih sehingga Feng Ying 2017 merasa kasihan dan sedih juga. Awalnya Ji Zi Qi mengirimi pesan itu hanya untuk menyampaikan kerinduannya pada Feng Ying yang sudah tiada ditahun 2019, tapi yang terjadi adalah ia merubah masa depan sampai berulang kali (suka-suka banget dah -_-).


Feng Xing Yu, diperankan oleh David Chiu


Ini dia... adik tiri Feng Ying yang nggak tau untung dan sangat terobsesi untuk tetap menjadi CEO diperusahaan bio teknologi milik ayahnya sehingga sangat takut kepulangan kakaknya ke Taiwan akan mengancam eksistensi dirinya sebagai CEO, karena bisa saja ayah mereka memberikan kepercayaan itu kepada Feng Ying yang dinilai lebih bijak. Maka dari itu, Feng Xing Yu menggunakan segala macam cara untuk membuat Feng Ying tidak betah lama-lama di Taiwan dan segera kembali ke US. Eh, aku nggak nyangka rupa se-kalem David Chiu (didrama ini) bisa berubah jadi tokoh antagonis bahkan sampai mengancam keselamatan ayahnya sendiri.


Song Wei Wei, diperankan oleh Esther Huang



Teman masa kecil sekaligus tunangan Feng Xing Yu baru masuk diepisode keempat. Dalam perjalanan drama ini, justru kasihan sama Song Wei Wei karena cintanya pada Xing Yu dimanfaatkan cowo itu untuk menghancurkan kakak sendiri. Yang awal, Wei Wei menjadi ahli gizi di Tim Shadow kemudian keluar karena ia turut membantu Tim Hurricane yang ditangani Xing Yu untuk mengalahkan Tim Shadow demi mencapai tujuan pribadinya. Wei Wei salah dua korban perubahan masa depan yang diciptakan Ji Zi Qi dan Feng Ying, dan akhirnya ia harus mempercayainya agar Xing Yu dapat tetap hidup sampai tahun 2020.


Okee.. mari pindah kejalan cerita See You In Time.

Seperti yang kubilang diatas tadi, opening episode satu aja udah bikin penonton bertanya-tanya soal cerita pemerannya? Dan itu semua akan terjawab diepisode enam belas akhirnya diepisode paling akhir.

- Couple 1: Feng Ying dan Ji Qi Zi

Pertemuan pertama dua karakter utama dalam drama ini saat kompetisi balap sepeda dan saat itu terjadi kecelakaan, Feng Ying menabrak sepeda salah seorang kurir wanita yang sedang terburu-buru mengantar beberapa paket bersamanya. Siapa sangka pertemuan itu berbuntut panjang karena sebenarnya wanita yang bekerja sebagai kurir itu menginginkan bergabung dengan Tim Sepeda Shadow karena ingin mewujudkan impian sang ayah dulu yaitu, menang dalam Kompetisi Tour de Taiwan. Kebetulan saat itu Feng Ying dan sahabatnya, Han Sen, sedang mencari seorang Asisten untuk Tim Shadow. Dan Ji Zi Qi, si kurir itu, berniat melamar disana.

Jaringan seluler di Taiwan sempat mengalami keanehan setelah ada trafo listrik meledak untuk sebab yang belum diberitakan. Ponsel Feng Ying turut menjadi 'korban' keanehan itu. Akibatnya Feng Ying mulai menerima SMS dari masa depan, tepatnya dari seorang gadis ditahun 2019. Gadis itu adalah Ji Qi Zi. Karena hal ini pula, Feng Ying menjadi ingin tahu ada hubungan apa dia dan Ji Zi Qi hingga gadis kerap mengiriminya pesan-pesan, bahkan foto-foto, seolah mereka sudah melalui banyak hal bersama.

Sejak Ji Zi Qi bergabung menjadi Asisten Tim Shadow, perasaan suka Feng Ying pada Zi Qi mulai terlihat. Feng Ying merasa ia harus selalu melindungi Zi Qi apapun keadaannya. Tapi, tidak setelah ia menyadari jika kebersamaan keduanya justru akan membuat Zi Qi bersedih ditahun 2019. Feng Ying mencoba menghindari Zi Qi agar masa depan itu bisa berubah dan Zi Qi bisa berbahagia. Feng Ying memang merubah masa depan, namun tidak menjadikan akhir bahagia untuk Zi Qi. Tahun 2019, Zi Qi meninggal, itu mengapa ia berhanti mengirim SMS kepada Feng Ying dan seluruh pesan sebelumnya ikut hilang.

Feng Ying mencari jalan lagi agar Zi Qi tetap hidup hingga 2019 dan agar mereka tetap dapat bersama terus. Feng Ying menyadari anomali jaringan selulernya dan tahu bagaimana ia harus memberi pesan kepada Zi Qi ditahun 2017 agar tidak menjauh dari Feng Ying dengan demikian dia akan tetap hidup.


- Couple 2: Feng Xing Yu dan Song Wei Wei

Sampai sini, apa teman-teman masih menangkap cerita yang disajikan oleh pasangan pertama diatas? Semoga tidak bingung ya? Maka, aku bagi-bagi penyampaian review kali ini biar kita bisa lihat satu per satu scene serial itu. Hao, kita lanjutkan kepada pasangan kedua ya..

Cerita Feng Xing Yu dan Song Wei Wei tidak serumit Feng Ying dan Zi Qi karena Xing Yu dan Wei Wei tidak mengalami saling kirim pesan kemasa depan maupun kemasa lalu. Hanya satu kali Wei Wei percaya kalau ponsel Zi Qi bisa mengirim pesan kemasa lalu, tapi itupun terjadi diepisode akhir dan tindakan Wei Wei di-2020 tidak merubah apapun untuk Xing Yu di-2018 (cerita sudah tahun baru).

Xing Yu yang galau karena ia bertemu orang asing yang bisa merubah kegalauan menjadi lebih tenang setiap kali keduanya baru bertemu. Orang asing itu adalah Ji Zi Qi. Tanpa bermaksud menyembunyikan identitas masing-masing, Xing Yu dan Zi Qi tidak saling menanyakan nama mereka, justru ketidakbukaan itu membuat baik Zi Qi dan Xing Yu bisa bercerita banyak hal, termasuk mengenai pekerjaan masing-masing. Xing Yu menyadari ada rasa berbeda terhadap Zi Qi. Ini menyebabkan keraguan dalam hati Xing Yu akan rencana pernikahannya dengan Wei Wei yang semakin didesak sang ayah untuk segera dilaksanakan.

Malangnya Wei Wei yang dijadikan alat oleh Xing Yu untuk menggagalkan usaha Feng Ying membangkitkan kembali Tim Shadow. Termasuk rencana menjebak Feng Ying agar karir balap sepedanya terhenti selamanya. Rencana ini berhasil digagalkan oleh Zi Qi bersama Tim Shadow lainnya. Meski begitu Wei Wei tidak merasa dimanfaatkan oleh Xing Yu karena ia sendiri yang rela membantu Xing Yu. Wei Wei tahu bagaimana Xing Yu menceritakan ketidakadilan semasa kecilnya didalam rumah, ketidakadilan sang ayah kepada kakaknya dan karena cerita ini hampir serupa dengan masa kecil Wei Wei. Lama-lama Wei Wei cemburu juga melihat kedekatan Xing Yu dan Zi Qi sebagai orang asing yang akrab untuk saling bercerita.


Serial See You In Time tidak hanya soal keanehan dimensi waktu itu sehingga dimaana dua orang bisa saling mengirim pesan lintas dimensi waktu. Drama ini bercerita tentang usaha seseorang--dalam hal ini, Feng Ying, untuk mengembalikan tim balap sepeda yang dirintis oleh kakeknya dulu. Iya, persoalannya juga nggak jauh dari persoalan sekelompok tim atlet pada umumya. Ada cerita perjalanan Tim Shadow menuju turnamen besar, Tour de Taiwan, isu dopping dalam dunia kompetisi olahraga, hingga kekompakan tim yang diuji berbagai kesalahpahaman.

Tim Shadow 1 - Xiao Long
Awalnya dia merupakan atlet Tim Hurricane, dibawah kepimpinan Bao Ge. Yang kemudian "diminta" oleh Feng Ying untuk masuk kembali ke Tim Shadow, karena sebelumnya Xiao Long merupakan anak ddik kesayangan dimasa Kakek Feng Ying. Sekembalinya Xiao Long, Feng Ying percaya penuh terhadap kemampuan kompetisi Xiao Long, sehingga memberikan posisi Man of Lead pada Tour de Taiwan nantinya kepada Xiao Long.

Daaan, konflik internal Tim Shadow berawal dari sini, juga mereka terpecah menjadi dua kubu.

Tim Shadow 2 - Da Wei
Sebelum kembalinya Xiao Long, Da Wei merupakan tim terkuat dan terbaik Tim Shadow. Da Wei merupakan tipikal introvert, nggak banyak bicara (tapi perannya cukup membuat meleleh), maka dari itu ketika dia sedang menghadapi suatu kesulitan dalam dirinya, teman-teman satu tim-nya, tidak banyak tau penyebabnya, sehingga ketiga temannya harus menyelidiki sendiri penyebab Da Wei mulai berubah.

Tim Shadow 3 - Ai Li
Tokoh ini merupakan teman tim Da Wei sejak awal di Tim Shadow. Saat keputusan Feng Ying menjadikan Xiao Long Man of Lead, Ai Li-lah yang paling protes pada Chief mereka karena menganggap posisi masih lebih baik diberikan kepada Da Wei, alasan lainnya Ai Li menganggap Xiao Long masih anak baru dalam tim mereka. Keputusan Feng Ying gak dapat diganggu gugat meskipun keempat timnya mengadakan P.K. untuk menentukan siapa yang terbaik mendapat posisi Man of Lead itu.

Tim Shadow 4 - Yong Zhe
Teman tim, Xiao Long, yang juga sama-sama "diminta" Feng Ying dari Tim Hurricane. Yong Zhe, seorang yang cukup blak-blakan, sedikit ceroboh dan lola (bedaa jauuh sama karakter Wang Er Tai yang diperankan Aaron Lai didrama Swimming Battle). Kendati demikian, Yong Zhe saat setia kawan dan solid kepada teman-teman timnya.







Dari aku, drama ini ada poin minus. Karena kompetisi balap sepeda, Tour de Taiwan, yang disebut-sebut dari awal menuju pertengahan cerita dan bisa dibilang pembentuk cerita yang berhubungan dengan Tim Shadow rasanya kurang ada apa-apa-nya. Kelihatannya seperti bakal ada anti-klimaks lain dari Feng Ying dari kompetisi ini, tapi scene ini malah cuma sekilas lewat saja.

Poin minus lain adalah karakter utama seenaknya merubah masa depan sana-sini, jadi sedikit membingungkan jalan cerita buat penonton. Akhirnya sebelum ending, penonton disuruh menebak apa yang terjadi antara Feng Ying dan Ji Zi Qi.

Sebaliknya, pasangan kedua: Feng Xing Yu dan Song Wei Wei malah membuat drama ini tetap pada jalur drama bagus-nya. Peran antagonis keduanya apik terasa paass sesuai proporsi kejahatan masing-masing. Tekanan batin dirasakan Xing Yu terasa kuat sampai keluar layar (coba nonton deh, kalau belum tau ya..).

Poin plus lagi. Permainan penulis dan orang-orang dibalik layar bagaimana menampilkan transisi 2017-2019, 2018-2020 apiikk bangeett... kejadian demi kejadian sampai terjadi keanehan pesan masa depan itu diceritakan jelas, kecuali aku pribadi kurang suka gimana mereka menceritakan penyelesaian akhir semua konflik yang terjadi dengan semua tokoh utama.




Naaahh.. itu diaa.. akhir review drama See You In Time dariku. Jadii, bagaimanaa? Membingungkan Kalau iya, lebih baik langsung cus nonton saja drama Taiwan yang satu ini (bisa klik langsung dari link yang kukasih diatas ya). Dan, pastinya aku tunggu komentar-komentar kalian tentang drama ini yaa..

Dibawah ini merupakan soundtrack Drama See You In Time:


Official music video - The Lost Name (ending song), by: Nine Chen


Akhir kata terima kasih buat teman-teman yang sudah mampir ke blog yang sederhana ini. Silahkan search review drama Mandarin lainnya karena ada beberapa serial Taiwan yang pernah kureview disini.

Ganxie nimen. :)


March 30, 2018

Taiwanese Drama Review: Memory Love (2017)

Halo!
Sudah lama nggak nulis review drama Taiwan ya? Hehehe. Maklumlah, sudah mulai jarang bisa ngikutin tayangan drama-drama Taiwan secara tepat waktu, sekarang mah kalau ada waktu aja nonton, jadii baru akhir-akhir ini bisa namatin sebuah serial dan nulis review lagi.

Sebenernya drama ini sudah cukup lama berakhir di Taiwan sana, SETTV, channel TV yang nayangin drama ini saja sudah ganti judul setelahnya (namanya juga orang kudet yak :p). Kukira drama ini nggak ada lho, soalnya aku nggak tau apa-apa soal promo drama ini, kecuali ada satu aktor ganteng favoritku yang main lagi bareng lawannya diserual terdahulu. Tapi ternyata aktor itu bukanlah tokoh utama disini, kemunculan gak mesti disetiap episode, tapi sekali dia muncul rasanya dia bisa dibilang kunci dari aktor utama.


Memory Love ( 噗通噗通我爱你 )

Oh iya, aku mulai dari pemerannya dulu aja ya, setelah itu baru masuk kejalan cerita. Karena aku mau sekalian review buat para karakternya.


Mandy Wei sebagai Jin Jia En 


Ini kali ketiga aku lihat Ci Mandy Wei kebagian peran sebagai gadis yang mengalami amnesia akibat kecelakaan dialaminya (pertama kali diserial "Dejavu" ; dan yang kedua diserial "Swimming Battle"). Tapi baru diserial Memory Love ini, scene amnesia Mandy Wei nggak berkepanjangan seperti drama-drama sebelumnya. Lepas dari episode ke-10, dia sudah ingat masa lalunya namun ya gitu deh........
Jin Jia En mengalami kecelakaan setelah baru saja tiba di Taiwan dari Australia bersama pacarnya dan dua orang sahabatnya yang yang akhirnya mengambil kesempatan ketika ia mengalami amnesia.


Andy Chen as Xing Shao Tian


Kali pertam aku nonton peran si aktor ini dan langsung dibuat terpesona oleh akting dan wajah rupawannya sebagai Xing Shao Tian. (Btw, foto diatas merupakan foto Chen Yi lama saat ia masih bersama grup musiknya *anak band banget)
Xing Shao Tian merupakan orang pertama yang ditemui Jin Jia En setelah turun dari pesawat yang membawanya ke Taiwan lewat adegan membuat geregetan. Xing Shao Tian menawari Jin Jia En sekotak kue maccaron namun Jia En menolak karena ia tidak tahu maksud Shao Tian apa dan karena Jia En merasa cowo itulah yang salah hingga menabraknya. 


Mandy Tao as Zhao Aili


Pertama kali tau Ci Mandy Tao main ambil peran di Memory Love, yang menjadi pikiranku pertam tentangnya adalah apa peran berikut masih seperti polisi wanita seperti waktu main di Tie The Knot :D. Dan, jawabannya salah... perannya bedaa banget sama waktu jadi polwan itu.
Zhao Aili merupakan sahabat baik Jin Jia En karena kedua sama-sama berasal dari panti asuhan, mereka tumbuh bersama sejak kecil dari panti itu hingga Jia En akhirnya kembali ke mamanya di Australia. Tapi mereka tetap bersahabat baik sampai Jia En kembali ke Taiwan lagi untuk menemui papa setelah sekian lama nggak ketemu.
Tokoh Zhao Aili ini awalnya bikin penonton sebel dan geregetan, tapi lama-lama penonton malah jadi kasihan sama dia.


Jolien Chen sebagai Duan Ruofan


Bukan pertama kali denger namanya, tapi baru kali ini nonton drama yang dibintanginya sampai habis (sebelumnya selalu terhenti ditengah jalan).
Duan Ruofan secara gak langsung merupakan adik tiri dari Xing Shao Tian. Duan Ruofan juga merupakan General Manager M Hotel juga menyukai gadis yang sama seperti kakaknya. Itulah kenapa diepisode awal, Xing Shao Tian selalu ingin terlihat lebih unggul daripada Duan Ruofan, termasuk didepan Jiao Jia En (yang diepisode awal bertukar identitas dengan Zhao Aili).
Sama seperti Tokoh Zhao Aili, Duan Ruofan patut dikasihani karena perasaannya yang bertepuk sebelah tangan dan lagi karena keiriannya terhadap saudaranya yang diistimewakan oleh ayahnya sendiri. Soal ending cerita, siapa yang mengira Ruofan akhirnya akan sama ............................


Nylon Chen as Wang Xiu Kai


Tadaaa.. ini dia karakter yang kubilang dari atas merupakan karakter kunci dari tokoh utama (dalam hal ini, Xing Shao Tian). Karena kalo ada dia dan perannya gak sampai hanya diawal saja, Xing Shao Tian nggak mungkin hidup sampai diepisode selanjutnya hahaha. Btw, Nylon Chen adalah alasan utama aku mulai nonton Memory Love karena menunggu-nunggu dia main drama maupun single barunya kaya nungguin si dia yang gak jadi dateng-dateng :( 
Wang Xiu Kai merupakan mantan pacar Jin Jian En yang meninggal karena kecelakaan saat baru menjemput Jia En dan hendak mengantar gadis itu bertemu ayahnya, bersama Zhao Aili dan Li Xiao Fei. Karena pekerjaan Xiu Kai sebagai stuntman yang sangat dekat dengan kematian, Xiu Kai medaftarkan organ tubuhnya jikalau suatu hari terjadi sesuatu dengannya dengan tujuan ada seseorang mendapatkan organ tubuhnya dan dapat menggantikannya menjaga Jia En setelahnya. Organ hati itu mendarat pada tubuh Xing Shao Tian namun tubuh Shao Tian menolak organ hati yang baru didapatkannya. 



Jahat. Semua yang dilakukan Zhao Aili dan pacarnya. Li Xiao Fei (juga teman satu panti asuhan dengan Jin Jia En) diepisode awal itu jahat banget. Saat Jin Jia En sedang mengalami amnesia justru dimanfaatkan kedua temannya itu untuk bertukar posisi antara Jin Jia En dan Zhao Aili demi melunasi hutang Xiao Fei dan Aili kepada sekelompok mafia rentenir. 

Hari-hari selanjutmya dilalui Jia En Asli (kala itu ia dinamai Zhao Aili) disebuah peternakan dan bekerja disebuah pastry cafe milik seorang pastry chef lulusan akademi di Prancis, bernama Xing Shao Tian, seorang chef jago spesialis dessert, ganteng, sayangnya cuma satu: dia takut banget sama hewan laba-laba. Kehiduapn Zhao Aili Palsu ini bisa dibilang kecukupanlah. Tapi bertolak belakang dengan kehidupan Jin Jia En Palsu (aslinya Zhao Aili) yang penuh fasilitas memadai bak sseorang puteri dalam istana. Bahkan Jia En Palsu mulai bekerja sebagai manajer di M Hotel, perusahaan milik Jin Dazheng dan Duan Changfeng. Oh iya, karena ini pula, sebenarnya Jin Jia En dan Duan Ruofan sudah dijodohkan sejak awal. 






Kehidupan penuh kebohongan yang dilakukan Aili tidak selama menanamkan kebahagian untuknya, justru ia sering dihantui perasaan bersalah dan berulang kali ingin mengatakan yang sebenarnya kepada Jia En Asli namun Xiao Fei selalu menggagalkannya karena ia terlalu taket dengan ancaman dari Feihu Organisasi, kelompok mafia tempatnya berhutang. Tanpa Aili ketahui, Jia En Asli sudah mulai mengenali kebohongan yang dllakukan teman baiknnya sendiri dan merasa kecewa terhadapnya Jia En Palsu karena tak juga mengatakan yang sebenarnya meskipun Jia En Asli memberinya kode-kode khusus. 

Puncaknya adalah ketika Aili dan Xiao Fei akan menggelar acara pertunangan mereka masih dalam keadaan kebohongan keduanya kepada Jia En Asli. Maka saat itu Aili merasa nggak enak hati pada Jia En. Tak ada senyum berarti diwajah Aili bahkan dihari terpenting baginya dan Xiao Fei. 

Jia En lebih dulu mengatakan kalau ia sudah mengingat siapa dirinya kepada Xiao Fei sehingga pria itu panik dan ditambah gencatan dari  Feihu Organization menculi Jia En. Menjebak Xiao Fei untuk membunuh Jia En agar rahasia mereka tetap terjaga. Yang namanya sahabat, tentu tidak akan sampai hati melukai sahabatnya sendiri. Xiao Fei mengalami pergejolakan dalam dirinya, namun bukan Jia En yang tersakitu justru Shao Tian terkena dampaknya yang menyelamatkan Jia En. Aili marah besar kepada Xiao Fei. 

Tidak hanya Jia En yang sudah mengetahui kebenarannya, Jin Dazheng (Ayah Jia En) pun mengetahui kalau seorang yang dianggap sebagai Jia En yang selama ini tinggal bersamanya, bukanlah anak kandungnya sendiri. Xiao Fei tahu soal ini dan langsung mendorong jatuh Jin Dazheng kejurang. Aili semakin marah kepada Xiao Fei, karena Aili sudah menganggap Jin Dazheng sebagai ayahnya sendiri. Xiao Fei merencanakan kabur jauh dari ancaman Feihu dkk., namun Aili justru memanggil polisi dan melaporkan tindakan mereka, terutama Xiao Fei yang sudah membahayakan Jin Dazheng. Didepan Aili, Feihu, dan polisi, Xiao Fei menembakkan pistol kearah dirinya. Oh iya, satu lagi yang penting. Diadegan ini ketahuanlah siapa ayah Zhao Aili sebenarnya. 









Berbeda dengan Aili yang tertekan karena hidup dalam kebohongan yang direkayasa oleh pacarnya sendiri, Jia En justru menjalani hari-hari dipeternakan dan sebuah kafe dessert bernama Sunshine 16 tanpa beban untuk mengembalikan ingatan seperti semula. Jia En tidak memaksa mengingat semua masa lalu, namun Shao Tian dan Ruofan justru membantu Jia En untuk itu. 

Suatu ketika Shao Tian mensabotase acara jalan bareng Ruofan dan Jia En (waktu ini masih sebagai Aili Palsu), disana Shao Tian menemukan Jia En menangis didepan rekaman video yang menayangkan dirinya dan seorang lelaki sedang diwawancara dan berciuman didepan kamera selama beberapa detik. Dari sana, Shao Tian mengetahui tentang Wang Xiu Kai, mantan pacar Jia En yang telah mendonorkan organ hati untuknya dan membiarkan Shao Tian bertemu Jia En. Jia En merasa segala sesuatu dilihat dari Shao Tian seolah-olah menggambarkan masa lalunya dan orang yang sangat dekat dengannya dulu. Sehingga Jia En dan Shao Tian menjadi cepat dekat selain karena Jia En bekerja di Sunshine 16, milik Keluarga Xing. 

Oh iya. Ini yang seru adalah persaingan antara dua sodara beda ibu satu ayah, Xing Shao Tian dan Duan Ruofan. Mereka bedua gak cuma terlibat persaingan didepan Jia En saja, tapi juga dibalik dapur pastry. Meskipun sebagai GM Hotel M, skill memasak dessert cake Ruofan selalu kalah oleh skill mumpuni yang dimiliki Shao Tian. Sejak awal Ruofan tidak memiliki masalah apapun dengan Shao Tian, Ruofan ingin berkenalan baik namun Shao Tian membawanya menjadi persaingan yang berakhir ketika Shao Tian terluka setelah menyelamatkan Jia En dari senapan Xiao Fei. Ruofan tidak hanya merasa perduli dengan Shao Tian, ia juga menemani Shao Tian dirumah sakit dengan bermain game. Dirumah sakit itu, akhirnya Ruofan tahu kalau sebenarnya Shao Tian adalah kakak tirinya berbeda ibu dan karena itulah Shao Tian selalu menjaga jarak darinya. Jadilah Shao Tian dan Ruofan akur, kecuali untuk Jia En. Karena Ruofan masih belum bisa melepas Jia En meskipun untuk sodaranya sendiri. 

Semakin jealous Ruofan terhadap Shao Tian ketika ayahnya meminta sekaligus lebih percaya Shao Tian untuk membuka segel resep dessert yang belum berhasil dia lengkapi sebelumnya. Duan Changfeng meminta Shao Tian untuk melengkapinya karena hanya Shao Tian memiliki kemampuan hampir sama dengannya. Mendengar hal ini, Ruofan juga ingin membanggakan sang ayah dengan bersaing dengan dessert cake yang belum rilis itu. Oke, persaingan dimulai antara Xing Shao Tian dan Duan Ruofan. Demi mempelajari mengenai hal dessert yang lebih banyak lagi, Ruofan sampai menginap dipeternakan selama beberapa hari. Bromance Shao Tian dan Ruofan semakin menjadi yang paling favorit bagi penonton setelah momen ini. 











Tolakan tubuh Shao Tian terhadap organ baru didalamnya semakin menjadi. Shao Tian semakin  sering merasa sakit dari tubuhnya, namun ia mencoba menyembunyikan dari setiap orang terdekatnya, terutama Jia En, karena tak ingin membuat gadis itu khawair akan kesehatannya. Lambat laun, tidak hanya Jia En, bahkan Ruofan dan Aili pun mengetahui kesehatan Shao Tian yang memburuk. 

Bukannya saling berkompetisi untuk menemukan satu resep dessert terakhir dari ayahnya, Ruofan membantu Shao Tian membuatnya. Intinya, Ruofan menjadi tangan Shao Tian karena ia tidak mampu menyelesaikan dessert disaat penilaiannya. What a touching scene! 

Wang Xiu Kai datang kebayangan Shao Tian meminta kembali organ hatinya dari Shao Tian. Karena dengan kondisi tubuh lemah demikian, Shao Tian dirasa tidak mampu menjaga Jia En. Wang Xiu Kai juga datang untuk membawa Shao Tian pergi.

Sebagai permintaan terakhir Shao Tian, Jia En membawa kenangan Shao Tian kepuncak gunung seperti yang mereka pernah janjikan namun sebelum sampai dipuncak gunung, ada bencana longsor yang akhirnya membuat Shao Tian dan Jia En bertemu kembali dipuncak gunung dan kemudian kedua pergi entah kemana. (?)


Kapan lagi Mandy Wei x Nylon Chen satu proyek drama sebagai kekasih lagi?






Daan akhirnya aku nggak tau lagi apa yang harus ditulis diakhir ini. Karena aku masih bingung dengan ending setelah Shao Tian tak terselamatkan. Satu bulan setelahnya, Aili dan Ruofan datang ke peternakan, memberi Jia En undangan pernikahan keduanya. Saat itu Jia En sudah siap menuju puncak gunung melaksanakan keinginan terakhir Shao Tian. Aili merasa keberatan karena Jia En pergi sendiri namun sebagai sahabatnya ia tidak bisa melarang dan hanya mendukung keputusannya.

Sudah gitu akhirnya. Intinya Shao Tian dan Jia En tetap bersatu seperti Ruofan dan Aili meskipun didunia yang berbeda dengan Ruo-Li :).

Karena endingnya cukup membuat berpikir begini, dichannel Viki, aku ngasih rating drama Memory Love: 8,9. Cukup segitu deh, juga karena selepas Xiao Fei meninggal dan badai part satu berakhir hingga sampai dipersaingan dessert Shao Tian dan Ruofan, menururku terlalu banyak adegan yang rasanya nggak perlu. Well, kalau untuk memenuhi jumlah episode standar: 18 episode, sih oke. Cuma kurang dibuat gereget dan mungkin bisa dimaksimalin lagi buat pasangan keduanya: Ruo-Li. Biarpun konsep pasangan kedua sudah pas sekali. Jatuh cinta pelan-pelan. Itu yang pas buat Ruo-Li. Sampai aku mikir, kapan lagi Jolin Chen disandingin dalam drama yang sama dengan Mandy Tao ya. Kalau perlu, mereka cinlok aja deh :D

Okaayy. Selesaaii yaa review kali ini.. semoga teman-teman tidak bingung membaca reviewnya ya. Kalau bingung, mendingan langsung klik link yang kukasih diatas buat nonton deh :)

Terakhir, terima kasih teman-teman yang sudah mampir ke blog sederhana ini. Bagi kalian yang sudah nonton, boleh dong share sama aku disini, kalian lebih milih pasangan Shao-En atau Ruo-Li ya. ;)

Ganxie nimen. :)

End song of Memory Love [Bii - You Are Gone] 









 Credit: Thanks to Official page of Memory Love for memorable photos above

Other post from this blog

#IGrewUpWiThese - Part 1

Dajia hao! Aku kembali! Hehehe… Aku kembali membawa sebuah tema yang akan kubagi menjadi beberapa bagian. Karena tema ini luas bange...