Read into your languange

Sunday, March 27, 2011

Antara Fana dan Nyata

( Opening backsound: I Heat You, by: SM*SH )

Matahari sedang semangat menyinari bumi ini. Sehingga suasana hari ini sangat terasa panas. Meski begitu, Janet tetap melanjutkan misinya untuk mendapatkan satu majalah yang ada poster dari band favoritnya, The Coach. Sudah beberapa agen majalah yang didatangi, tapi selalu kehabisan. Kali ini ia mencari hingga ke daerah kampusnya, walaupun lumayan jauh dari rumahnya. Akhirnya, ia mendapatkannya juga. Betapa bahagianya hati itu, ia langsung pulang dan memajang poster itu di dinding kamarnya. Selesai memajang poster itu, Janet tak bisa mengalihkan pandangannya dari poster Jonathan itu barang sedetik. Tidak sampai mamanya memanggilnya. Terpaksalah ia melepaskan pandangannya.

“ Janet, ada telepon dari Bella “ ujar sang mama memanggil putrinya itu

“ Iyaa, Ma, sebentar “ sahut Janet dari kamar sambil membereskan peralatan, seperti: gunting, plester, lem, dan lain-lain yang digunakannya untuk menempel poster

“ Halo “ ucap Janet mengangkat telepon

“ Janeett, kemana aja kamu? Di telepon ke HP, nggak diangkat-angkat?? “ omel Bella

“ Maaf. HP baru kehabisan batere. Memang ada apa? “ tanya Janet

“ David SMS aku. Dia ngajak aku lunch siang ini. “ suara Bella terdengar berat

“ Wah, bagus dong. Terus kenapa? “ ujar Janet

“ Bagus dari Hongkong?? Aku nggak mau lunch sama dia.. Terus aku harus apa? “ ucap Bella bingung

“ Ya udah, gampang aja. Kamu kacauin aja acara makan siang itu. Dia pasti BT “ Janet memberi usul

“ Oh iya, cowo kalo acaranya dikacauin pasti bakal marah. Pinter kamu! Tapi, kamu bantuin ya.. “ pinta Bella

“ Hah? Apa? Bantuin? Udah minta saran, minta bantuan pula?? Maunya apa sih.. “ pekik Janet, “ Oke deh, kali ini aku bantu. Kebetulan siang ini aku sama William mau keluar. Nanti kamu SMS tempatnya dimana ya “ lanjut Janet

“ Kyaaa.. Thank you, dear “ sahut Bella sumringah

Yang baru menelpon adalah temen baik Janet, Bella. Mereka satu kelas dikampus. Bella cewe blasteran, Sunda-Manado, yang lahir di Manado. Sedangkan Janet, cewe blsteran Jawa-Cina dan lahir di Jakarta. Dari pertama masuk kuliah, Janet dan Bella memang dekat. Keduanya pun, sering didekat-dekatkan dengan dua cowo. Janet dan William, sementara Bella dan David. Tapi, temen-temen sekelas mereka lebih seneng mendekatkan Bella dan David. So, Janet dan William masih jauh dari gosip. Janet dan Bella masih memiliki seorang sahabat lagi, namanya Anne. Anne seorang cewe misterius yang tak mudah untuk didekati. David dan William teman seangkatan Janet, Bella, dan Anne. Dan juga sekelas dengan ketiga gadis itu.

Siang ini Janet dan William berjanji untuk membeli buku keperluan kuliah bersama. Namun, sepertinya rencananya akan bergeser sedikit karena ada ‘permintaan dadakan’ dari Bella. Janet mengajak Will – sapaan akrab William, makan siang bersama Bella dan David. Sebenarnya, Will menolak. Karena ia tak ingin menganggu David, temennya juga. Janet terus membujuknya. Hingga akhirnya William luluh juga.

“ Bella! Ternyata kalian makan disini juga “ ucap Janet berakting tidak tahu apa-apa

“ Hei! Sini, gabung yuk. Kita juga baru sampe. “ tawar Bella. David merasa tak senang dengan kehadiran Janet dan William. Bella menatap melas ke David, sehingga David harus menerima secara suka tidak suka.

“ Kenapa mesti kesini sih kalian? “ bisik David kesal pada Will ketika William baru duduk

“ Aku juga tadinya nggak mau. Tapi, dia maksa. “ jawab William masih berbisik

Melihat wajah kedua cowo itu kesal, Janet dan Bella tersenyum geli. Kemudian mereka memesan makanan. Selama menunggu makanan yang dipesan, obrolan mereka dibagi menjadi dua jalur, jalur obrolan cewe dan cowo. Tidak menjadi satu. Makanan yang dipesan datang. Mereka berempat menyantap makanan masing-masing. Saat sedang makan, di restoran itu diputar lagu berjudul Cinta Dua Dunia dari The Coach. Janet tersentak kaget. Ia tersedak, dan cepat-cepat mengambil minumnya.

Are you okay? “ tanya William

It’s okay. I’m fine “ ucap Janet setelah selesai minum

“ Kamu kenapa? “ tanya Bella

“ Nggak apa-apa. Cuma kaget aja denger lagunya. “ ucap Janet malu-malu

“ The Coach yaa.. Aku juga lagi suka sama The Coach. Apalagi vokalisnya, si Jonathan, cool banget!! “ sambung Bella

“ Hah? Kamu suka juga?! Memang pesonannya Jonathan kuat banget. Dia itu bagaikan sebuah magnet buat cewe-cewe, iya kan.. “ ujar Janet

“ Bener banget. Aku ngumpulin loh, setiap video performance mereka. “ ucap Bella bangga

“ Oh iya?? Mau liat dong.. Tadi pagi, aku baru beli tabloid X-Teen, ada poster mereka. Jonathan-nya ganteengg banget!! “ samber Janet

“ Beneran? Minggu ini? Hemm, David.. Nanti kita mampir ke agen majalah dulu ya “ pinta Bella merayu David disebelahnya

“ Cewe kalo udah ada mau-nya pasti bawel kalo nggak kesampean. Mending aku iya-in aja deh “ batin David, “ Iya. Nanti aku anter “ jawab David. Bella tersenyum puas mendengar jawaban David. Janet dan Bella melanjutkan obrolan tentang Jonathan dan The Coach sepertinya selera kedua sahabat itu sama. Terlihat sekali mereka senang kalo udah membahas tentang cowo yang mampu membuat cowo manapun cemburu setengah mati. Sampai mereka mau pulang pun, belum habis bahan obrolan tentang cowo itu dan bandnya. David dan William cuma bisa geleng-geleng kepala.

Keesokan harinya, di kampus. Sepanjang kelas sesi dua, bahan pembicaraan Janet dan Bella nggak jauh-jauh dari Jonathan. Sesekali, Anne ikut menambahi namun setelah itu ia kembali diam, tak terpengaruh. Sembari mengobrol, Janet membuka facebook lewat HP-nya. Dan menemukan jadwal manggung band The Coach, segera ia memperlihatkannya ke Bella dan Anne ikutan melihat. Bella mengajak Janet dan Anne untuk datang langsung ke lokasi manggung band favoritnya itu. Awalnya Janet menolak, masalah bukan karena ia tak ingin, melainkan karena lokasinya selama sebulan ke depan di luar kota semua. Dan tak mungkin, mereka mengorbankan kuliah mereka demi The Coach. Bella secara lisan, mengikuti anjuran teman-temannya, namun dilubuk hatinya yang paling dalam mengatakan kalo ia harus pergi ke salah satu lokasi yang diluar kota itu. Makanya itu, dari selesai kuliah, ia langsung buru-buru pulang. Padahal, biasanya mereka bertiga nongkrong dulu di kampus. Janet dan Anne nggak curiga akan suatu rencana nekat yang dipikirin Bella. Kabar Bella yang menghilang baru diketahui Janet dan Anne saat David yang memberitahu bahwa di rumah kontrakan Bella, tak ada seorangpun pada malam harinya. Hingga keesokan paginya, dikampus Bella tak juga keliatan. Kecurigaan Janet dan Anne akan Bella nekat menemui The Coach pun kian menguat.

“ Emang nggak mungkin sih. Selama ini, Bella kan emang keras kepala kalo udah ada maunya. “ Anne memberikan argumennya

“ Terus, kenapa dia nggak bilang sama kita. Kenapa harus diam-diam gini, bikin bingung tau.. “ ujar Janet

“ Hem. Tunggu, kenapa kita nggak susul aja dia?! “ usul Anne

Kemana? “ tanya Janet

“ Dalam waktu dekat ini, The Coach manggung dimana? Bella pasti nyari lokasi manggung The Coach dalam waktu dekat “ ucap Anne

“ Iya sih. Masuk akal juga. “ sahut David

“ Dimana yaa? Aku nggak nyatet jadwal mereka. “ ucap Janet,

“ Oh iya, Will.. Boleh aku minta pulsa kamu. “ tanya Janet ke William

“ Tentu, Buat apa? “ sahut Will sambil memberikan handphone-nya. Janet langsung membuka akun facebook-nya dan membuka tagged note yang ada jadwal manggung band The Coach.

“ Semarang. Besok The Coach di Semarang. “ ujar Janet setelah membaca schedule-nya

“ Kita harus kesana. Kita nggak bisa biarin Bella sendirian disana. Dia nggak tau apa-apa disana. Kalo dia nyasar gimana? “ ujar Anne

“ Iya. Kebetulan hari ini hari kamis. Kita kesana aja, pulangnya hari minggu. Bolos hari jumat aja, nggak masalah. “ lanjut Janet

“ Kalian yakin mau kesana? Janet, apa orang tua kamu bakal ngizinin? “ tanya William khawatir

“ Yakin. Aku bakal bilang, ini touring sama anak-anak kampus. Orang tuaku pasti nggak akan curiga “ ujar Janet

“ Iya. Aku juga akan bilang yang sama seperti Janet bilang. Mamaku nggak bakal nanya macem-macem “ sahut Anne

“ Kalo gitu, aku sama Will ikut yaa.. Biar kalian ada yang jagain. Bahaya kan kalo yang pergi cewe-cewe aja “ tawar David

“ Nggak usah. Kalian disini aja, besok nggak ada yang ngizinin kita dong kalo kalian ikut “ cegah Anne

Don’t worry. I have some friends there. I think, we can ask one of them to help us. Okay “ sambung Janet

Sementara itu, Bella sudah tiba di Semarang. Setibanya di stasiun kereta Semarang, ia langsung menuju ke tempat yang dijadwalkan akan jadi panggung band The Coach. Ia sudah melihat tempatnya, dan sekarang ia bingung mencari tempat menginap. Rasanya nggak mungkin ia menginap di hotel yang menyediakan fasilitas seperti hotel bintang lima. Ia pergi dengan buru-buru, dan hanya membawa uang seadanya. Setelah berkeliling kota, akhirnya ia mendapatkan sebuah penginapan murah, tapi kecil di dekat lokasi manggung band favoritnya itu. Dan ia memutuskan untuk menginap disana, dengan begitu ia punya lebihan uang untuk tiket VIP show The Coach.

( Backsound: Terbang, by: Vierra )

Kamis sore itu juga, Janet dan Anne berangkat ke Semarang dengan kereta. Mereka berdua berharap bisa menemukan Bella sebelum show itu mulai. Kebetulan Janet memiliki teman disana, dan sudah mengabari kalo ia dan temannya akan kesana, sehingga temannya itu mengizinkan untuk tinggal dirumahnya.

Keeseokan harinya. Pukul 6 pagi, Janet dan Anne sudah sampe di stasiun Semarang. Mariana – teman dunia maya Janet sudah menjemputnya. Janet menceritakan semua ke Mariana. Dan Mariana bersedia membantu mereka. Saat perjalanan menuju ke rumah Mariana, Anne membaca spanduk konser The Coach terpampang besar di jalan raya. Konser itu dimulai jam 2 siang. Anne mengusulkan, bagaimana kalo mereka ke lokasi dulu untuk mencari Bella, barangkali Bella udah ada di lokasi untuk membeli tiket.

“ Katanya Anne masuk akal juga sih “ pikir Mariana sambil mempelankan mengendarai mobilnya

“ Ya udah, kalo gitu kita kesana aja “ Janet menyetujuinya

“ Semoga Bella ada disana sekarang. Please, Bella.. Show yourself “ batin Anne khawatir akan keadaan sahabatnya itu.

Mariana langsung putar arah ke lapangan simpang lima di pusat kota, mencari tempat yang digunakan untuk konser itu. Mereka bertanya-tanya ke masyarakat sekitar simpang lima dan akhirnya menemukan tempatnya. Benar saja pikiran Anne, di salah satu loket memang ada Bella sedang mengantri.

“ BELLAA!! “ panggil Janet dan Anne dari kejauhan sambil berlari turun dari mobil dan Mariana ikut berlari dari arah belakang mereka. Bella menoleh ke sumber suara, dan terkejut apa yang dilakukan oleh kedua sahabatnya itu, menyusulnya sampai Semarang dari Jakarta.

“ Janet?? Anne?? Ini kalian? Serius kalian nyusul aku kesini? “ tanya Bella tak percaya

“ Iyalah. Kita khawatir tau!! Kamu kan orang Manado, mana ngerti kota ini. Lagian, kenapa kamu nggak bilang-bilang kita dulu mau kesini “ omel Anne pada Bella

“ Maaf. Tapi, kemarin kalian bilang, kalian nggak mau bolos kuliah. Makanya aku putusin aku berangkat sendiri aja.. “ ujar Bella polos

“ Huu!! Bilang-bilang dooonggg!! Memang kamu kira, aku nggak mau nonton langsung??!! “ samber Janet kesal

“ Oh iya. Bella, kenalin ini temenku, Mariana. Na, ini yang namanya Bella. Yang udah bikin kita susah “ ucap Janet saling memperkenalkan Mariana ke Bella dan sebaliknya. Bella dan Mariana saling berjabat tangan dan berkenalan. Tiba-tiba dari arah belakang mereka, ada yang mendengar pembicaraan mereka. Dan mengetahui kalo mereka sengaja datang jauh-jauh dari Jakarta demi band The Coach. Ternyata itu adalah drummer The Coach, Rino.

“ Jadi, kalian datang dari Jakarta? “ tanya Rino memastikan yang didengarnya.

“ Ri.. Rinoo.. “ pekik Janet kaget, ia tak menyangka langsung bisa bertatap muka dengan idola yang digemari seluruh remaja itu.

“ Kenapa? Nggak usah takut gitu. Aku nggak bakal makan kalian kalii.. “ canda Rino

“ Yaa ampuunn, selama ini aku cuma memperhatiin Jonathan doang. Tanpa aku sadari Rino cakepnya bisa menyamai Jonathan.. “ batin Janet kagum

“ Tadinya yang kesini cuma aku sendiri. Tapi, tiba-tiba mereka nyusul sendiri. “ ucap Bella melirik Janet dan Anne

“ Apaan?!! Itu karena kita khawatir tauu sama kamu, yang pergi nggak bilang-bilang sama kita “ timpal Anne

“ Hmm.. Sebagai tanda appreciate, aku punya sesuatu buat kalian. Nih “ Rino menyodorkan 4 tiket VIP ke mereka, “ Oh iya, itu juga bisa buat masuk ke backstage, bilang aja aku yang nyuruh kalian. Pasti diizinin “ lanjut Rino

Wow, thank’s a lot. If you don’t mind we meet you at backstage, we’ll be there “ ucap Janet sambil menerima 4 tiket itu.

Setelah itu Rino kembali ke mobil yang seperti personel lain udah menunggu di mobil itu juga. Tak berapa lama kemudian, mobil itu pergi. Janet, Bella, Anne, dan Mariana memperhatikan mobil sampai tak terlihat lagi dipelupuk mata. Kemudian mereka berteriak dan lompat-lompat kegirangan, hingga mereka menjadi tontonan orang-orang yang ada. Mereka kembali ke mobil dengan perasaan riang juga tentunya. Mereka memutuskan untuk beristirahat dulu di rumah Mariana, setelah mengambil barang bawaan Bella di penginapan. Bagi Janet dan Bella hal itu seperti dream comes true. Impian mereka untuk bertemu dengan idola mereka bisa menjadi kenyataan, setelah melewati berbagai jalan yang penuh liku. Tentunya, mereka nggak akan melewatkan kesempatan emas itu. Jam 1 siang, mereka udah berada di lokasi itu lagi. Janet, Bella, Anne, dan Mariana sempat melihat dahulu band itu checksound. Mata Janet nggak bisa jauh dari sosok seorang Rino. Ia baru menyadari, kalo personel band yang memiliki karisma khas itu cuma ada di Rino. Selama ini ia hanya menatap kagum pada Jonathan. Sesekali Rino melempar senyum manisnya pada keempat dara itu, walaupun beberapa kali seperti ia memperhatikan Janet. Itu Janet. Beda sama Bella. Mata Bella dari awal memang nggak berpindah dari Jonathan. Ia amat sangat suka dengan sosok itu. Sosok Jonathan memang sosok cowo ideal yang diimpikan banyak cewe pada umumnya. Tinggi, putih, cakepnya ampun-ampunan, pinter, dan semua yang bagus-bagus deh.. Selesai checksound, konser pun dimulai. Banyak juga penonton yang datang. Tiket konser habis, sampai ada penonton yang nonton dari luar lapangan. Acara hari itu bisa dibilang sukseslah. Konser itu memakan waktu hampir 2,5 jam.

“ Hei “ panggil seseorang ke Janet dkk. Keempat gadis itu menoleh, dan terkejut setengah mati siapa yang sudah berdiri di belakangny, semua personel The Coach!

“ Iya? “ tanya Janet grogi

“ Tadi aku kan udah bilang, kalian boleh ke belakang panggung. Kenapa nggak kesana? Aku juga udah cerita ke mereka kalo kalian, khusus dateng dari Jakarta “ ucap Rino

“ Tadi kita mau masuk. Tapi kita pikir, kalian pasti cape. Makanya kita nggak mau ganggu “ ucap Janet. Kelima personel The Coach tertawa lepas, kedengarannya mereka geli dengan ucapan Janet tadi.

Fans itu aneh-aneh yaa.. Ada yang bilang, kalo abis manggung sapalah penggemarnya.. Nah, kalian dikasih kesempatan, malah dibuang.. “ untuk pertama kalinya Janet dan Bella mendengar langsung suara merdu idola mereka, Jonathan

“ Yaa, itu kan mereka. Bukan kita. Kita beda, jadi jangan disama-samain dong “ sahut Bella.

Ketika asyik mengobrol, ada seorang kru yang memanggil para personel untuk segera kembali ke tenda make-up. Janet dkk diizinkan masuk kedalam, kalo mereka mau melihat bagaimana jalannya evaluasi setelah tampil.

“ Ngomong-ngomong, kapan kalian mau balik ke Jakarta? “ tanya Jonathan setelah selesai evaluasi performance

“ Hmm.. Belom tau.. Mungkin hari minggu besok. Kita masih pengen jalan-jalan dulu disini. Kalian? Abis dari sini masih ke luar kota ato ke Jakarta? “ ucap Bella

“ Hari minggu yaa?? Kita sih besok, soalnya hari minggunya ada acara di Bogor “ ujar Jonathan

“ Gimana kalo kalian ikut kita baliknya. Kebetulan kita ada sisa tiket pesawat, 3 kru kita masih tinggal disini buat ngurus beberapa kontrak kita “ tawar Rino yang tiba-tiba muncul bersama Janet dari luar tenda

“ Hah? Apaa? Pulang bareng? “ tanya Janet memastikan

“ Iya. Lagian, setelah liat kalian – maksudnya perjuangan kalian sampe sini, kita jadi respect sama kalian. Mau? “ terang Jonathan

“ Maaaauuuuu!!! “ samber Janet dan Bella bebarengan dengan suara lantang

“ Heii, kalian.. Katanya mau jalan dulu.. “ tanya Anne berbisik ke Janet

“ Jalan-jalan disini kan bisa abis ini ato kapanlah.. Tapi seperjalanan sama mereka kapan lagi.. “ bisik Janet ke Anne dengan nada girang. Rino memberikan 3 tiket itu ke Janet, Bella, dan Anne. Selang beberapa menit kemudian, mereka pamit pulang bersamaan dengan para personel beserta tim kembali ke hotel. Bagi Bella ini buah manis dari perjuangan nekatnya ke kota orang. Sebelum ia memutuskan pergi sendiri ke Semarang, ia tak pernah menyangka bisa bicara panjang lebar dengan idola-idolanya bahkan berkesempatan sepesawat ketika pulang kembali ke Jakarta.

Keesokan harinya. Mariana mengantar 3 sahabat itu ke bandara. Personel dan sebagian kru The Coach sudah tiba sampe di bandara. Mereka mengadakan perpisahan dengan Mariana, baru setelah itu mereka masuk untuk check-in. Setelah check-in, mereka menunggu waktu keberangkatan. Disela-sela menunggu, 3 sahabat itu asyik dengan kegiatannya sendiri-sendiri. Anne asyik dengan novel yang baru dibelinya kemaren usai menonton konser, Bella sedang mengobrol sama personel band, sementara Janet sedang telponan sama William. Anne sedikit cemburu saat Janet telponan sama William, apalagi Janet keliatan seneng banget kalo lagi ngobrol berdua dengan William. Anne memang menyimpan rasa suka sama William. Tapi ia tak mau membicarakannya dengan siapapun, karena ia tau siapa yang disukai oleh William. Ya, cuma Janet seorang. Dan keliatannya Janet juga menyukai William. Selesai berteleponan-ria, Jonathan menghampiri Janet. Dan mulai mengajak gadis itu mengobrol.

“ Siapa yang kamu telepon? Kata Bella, itu cowo kamu ya?! “ ujar Jonathan sembari duduk disamping Janet

“ Ah, nggak.. Bella tuh yang ngasal. Dia cuma temen biasa kok “ sergah Janet. Ia paling anti kalo ada orang yang menganggap ada apa-apa antara ia dan William

“ Lebih dari temen biasa juga nggak apa-apa. Nggak ada yang ngelarang “ ujar Jonathan dengan nada jahil

“ Apaan sih?? Kalo nggak ada apa-apa, mau diapain lagi.. “ ucap Janet. Setelah itu terdengar pengumuman dari seorang pramugari yang mengatakan bahwa pesawat yang menuju ke Jakarta mengalami keterlambatan selama kurang lebih satu jam. Kecewa diwajah Janet keliatan sekali. Jonathan menenangkannya.

“ Udahlah. Nggak usah kecewa gitu. Kamu nggak tau kan, hal seperti ini udah sering banget kita alami. Ini baru sejam, pesawat kita pernah delay hingga hampir 7 jam. “ kenang Jonathan

“ 7 jam?? Terus kalian ngapain aja disini? Kalian keluar dulu? “ tanya Janet tak percaya

“ Ya nggaklah. Kan nggak ada pemberitahuan keterlambatan selama 7 jam, akhirnya kita cuma bisa nunggu disini aja. Nggak berani kemana-mana. Padahal, besoknya kita harus terbang ke Kuala Lumpur “ cerita Jonathan

“ Ya ampun seberat itukah konsekuensi pekerjaan mereka?! “ batin Janet tak percaya

“ Kaget ya denger ceritaku? Tapi memang begitu “ ujar Jonathan

“ Aku cuma kaget aja. Ternyata perjalanan kalian memang nggak mudah. Banyak tikungan untuk mencapai sukses. Aku salut sama kalian, biarpun lelah, kalian tetap semangat menghibur semua “ puji Janet

“ Makasih. Itu memang tuntutan “ jawab Jonathan ringan.

Tak berapa lama kemudian, seorang pramugari mengumumkan bahwa penerbangan ke Jakarta akan segara dilakukan. Semua calon penumpang diharapkan segera memasuki pesawat. Janet cs langsung memasuki pesawat. Di dalam pesawat, Janet duduk disamping Jonathan, karena yang dua kursi sudah ditempati Anne dan Bella, sementara disamping Rino sudah ada personel The Coach yang lain beserta beberapa kru band. Keliatannya Janet jadi seneng bersebelahan dengan sang idola. Mengamati itu, Bella jadi iri atau lebih tepat disebut cemburu sama Janet yang bisa dapat perhatian lebih dari Jonathan. Selama beberapa hari ketemu sama Jonathan, ada suatu rasa yang timbul dari hati Bella untuk cowo itu. Perasaan yang lebih dalam dari sekedar rasa kagum penggemar untuk idolanya. Rasa yang sama yang pernah ia rasakan ke David. Bella mencoba menahan diri agar tak terbakar api cemburu. Anne menenangkannya, walaupun ia senang kalo Janet mendapat seseorang yang lain, dengan begitu ia akan mendapatkan hati William.

“ Bella, kamu tau Janet seperti apa kan.. Kalo dia tau kamu suka sama Jonathan, aku rasa dia nggak akan nusuk kamu dari belakang “ ucap Anne pelan

“ Kamu yakin dia tau? “ tanya Bella ragu

“ Yakin. Karena sikap kamu udah menerangkan semua. Kalo kamu punya rasa yang lebih sama dia “ jawab Anne sambil memperhatikan Janet dan Jonathan yang terus bercanda

“ Sikap aku?! Yang mana? Memang bener-bener keliatan ya? “ tanya Bella

“ Mungkin kalo orang lain nggak akan sadar. Tapi, nggak buat aku dan Janet. Kita tau kok apa yang kamu rasain sekarang. “ ujar Anne lagi

“ Betapa perhatiannya kalian sama aku.. Aku jadi terharu.. “ ucap Bella,

“ Anne, tapi kamu harus janji sama aku. Kamu bakal bantu aku buat nunjukin rasa ini ke Jonathan “ lanjut Bella. Anne mengangguk disertai dengan sebuah senyuman yang sepertinya tak begitu tulus.

“ Maafin aku, Bella. Sepertinya aku nggak bisa deketin kamu sama Jonathan. Lebih baik Jonathan yang sama Janet, jadi aku bisa mendapatkan William. Tapi, kamu nggak perlu tau ini, Bella “ ucap Anne dalam hati. Anne sedikit bersalah karena harus berjanji bohong sama Bella demi perasaannya, yang tak tau apakah akan terbalas atau tidak. Sementara itu, Bella yang sempat curiga akan hal yang diobrolin oleh Janet dan Jonathan akan hal-hal yang bernada perasaan merupakan sebuah kesalahan. Yang mereka berdua bahas adalah tidak terlepas dari Rino. Ya, Janet memang ingin tau lebih banyak soal Rino, mulai dari keinginannya sampai kebiasaannya yang kecil-kecil..

Sejam kemudian. Mereka sudah tiba di bandara Soetta, Jakarta. Sebuah mobil sudah menjemput band The Coach dan siap mengantar mereka kembali ke basecamp. Bella sempat tanya dimana basecamp mereka, dan Jonathan memberitahu sedetail-detailnya. Maksudnya, biar mereka – khususnya Janet bisa main kesana kapanpun mereka mau. Sepertinya Jonathan memang menaruh perasaan khusus ke Janet. Is it true? Let’s check for the answer J . Janet dkk langsung pulang dengan taksi. Karena tak ada yang menjemput. Taksi yang mereka naiki, pertama mengantar Bella, kemudian Janet, yang terakhir Anne. Karena rumah Anne paling jauh dari bandara. Begitu tau, Janet sudah ada di Jakarta. William ingin mengajaknya jalan, namun Janet masih terlalu lelah untuk keluar rumah. William pun dapat mengerti dan tidak memaksa. Beda dengan Bella yang masih bisa keluar bareng David. Gadis itu seperti tidak memiliki rasa lelah. Sepanjang perjalanan, David harus mendengar ocehan Bella tentang The Coach – terutama tentang Jonathan. Seperti tak henti-hentinya Bella terus memuja-muja idolanya itu. Ingin rasanya David bilang, “ I’m jealous “ . Tapi, tak mungkin. Itu sama saja membuat Bella kecewa.

Keesokan harinya. Bella, Janet, dan Anne mulai kuliah seperti biasa. Tiada yang berbeda. Yang berbeda hanyalah perasaan Janet dan Bella yang berbunga-bunga usai bertemu dengan idola mereka. Perasaan bahagia yang masih tersisa itu, yang mampu membuat Janet lebih fokus dengan study-nya. Saat kuliah berlangsung, Janet seperti tidak mau diganggu jika sedang mendengarkan dosen berbicara. Sungguh bukan pemandangan yang biasa. Biasanya, kalo Janet diajak bicara saat sedang mendengarkan kuliahnya, pikirannya langsung kabur dan nggak bisa nyambung ke kelas lagi.

“ Yes! Hari ini aku berhasil fokus. Kalo gini terus, aku yakin, aku bisa jadi yang terbaik. Seperti Rino yang tetap dapat nilai terbaik, biarpun dia sibuk dengan bandnya “ batin Janet ketika keluar kelas usai kuliah berakhir sambil tersenyum sendiri saking bahagianya.

“ Wow.. Sepertinya, beberapa hari lagi bakal hujan nggak berhenti-henti nih.. “ sindir seorang cowo ke teman-temannya ketika Janet lewat di depannya

“ Memang kenapa? Oh iya, kan tiba-tiba ada yang berubah serius yaa.. “ lanjut yang lain. Janet sadar, kalo sebenarnya ia yang disindir-sindir. Ia pun marah dan langsung menggertak teman-temannya itu

“ Heh.. Kalo mau ngomong, langsung di depan aja kali.. Aku juga nggak bakal marah “ bentak Janet ke cowo yang bernama Bobby itu

“ Kenapa? Tersinggung ya? Berarti ngerasa, kalo emang kamu yang kita omongin “ jawab Bobby ketus

“ Kalo iyaa, kenapa?? Kamu ngomongin orang dibelakang, siapa juga yang nggak tersinggung.. “ balas Janet kesal

“ Janet, udah.. Nggak ada gunanya kamu ngurusin orang-orang kayak gitu. Ngabisin waktu kamu aja.. Yuk.. “ ujar Bella menyudahi perdebatan. Janet memalingkan wajahnya dari Bobby masih dengan amarah. Sebelum beranjak pergi, Janet sempat menginjak kaki Bobby terlebih dahulu, hingga Bobby berteriak, entah kaget atau sakit.

***

“ Iiihhh. Itu orang, bener-bener ngerusak hari indah aku!! Awass ajaa, aku nggak bakal mau maafin dan liat dia lagii.. “ omel Janet ketika berjalan ke kelas berikutnya

“ Itu nggak mungkinlah, Janet.. Kan kita bakal sekelas terus sama dia.. Jadi, kamu harus bisa lupain keegoisan dia itu. Kamu kan tau, Bobby memang orang yang ceplas-ceplos “ ujar Anne

“ Anne, ada saran yang lebih baik.. Jangan nyebut nama dia lagi!! Alergi tau dengernya.. “ balas Janet sambil membuka pintu kelas. Begitu memasuki kelas, HP Janet berdering nada SMS. Ketika ia membuka SMS, dari Rino. Wow! Seneng banget Janet dapat SMS dari Rino. Isinya ngajak dirinya jalan bareng. Rasa kesal Janet ke Bobby saat itu langsung sirna berganti dengan bahagia. Namun 20 menit kemudian, ajakan yang sama juga datang dari Jonathan dan William, mereka berdua persis mengajaknya jalan di saat yang sama dengan ajakan Rino. Janet pun jadi bingung. Bella dan Anne – khususnya Bella jadi iri setengah mati, Janet bisa dapat perhatian lebih dari semua cowo yang dekat dengan dirinya. Anne memberi solusi ke Janet. Ia harus pergi atau sekedar punya janji dengan orang lain, diluar ketiga cowo itu. Hal itu, ia lakukan agar Janet tak memilih dengan William. Bella menyetujui, agar ia bisa menggantikannya pergi dengan Jonathan. Janet berpikir, siapa orang yang akan diajaknya berpura-pura itu. Bobby dan Michael masuk kelas. Anne memberi isyarat ke Janet, bagaimana kalo Bobby yang diajaknya.

Oh God.. Really ?!! Why must him ?? I hate him !! “ pekik Janet tak percaya usulan Anne

“ Siapa lagi, Janet? Nggak ada waktu lagi buat nyari. Besok malam kan undangan semuanya.. “ ujar Bella

“ Oke. Untuk kali ini lupain dulu kebencian kamu sama dia. Ini demi kamu sendiri kok yaa “ timpal Anne. Dengan berat hati, Janet mengangguk setuju. Dari pada ia bingung mencari alasan agar tak membuat ketiga kecewa. Anne bicara dan membujuk Bobby. Beda dengan Janet yang awalnya sangat menolak dengan tegas, Bobby justru mengiyakan tawaran Anne dkk. Bella mencari tau dimana Jonathan mengajak Janet ketemuan secara diam-diam dari sahabatnya itu, agar ia dapat menemui Jonathan, dengan kata lain, Bella ingin “menggantikan” Janet bertemu Jonathan. Begitu juga dengan apa yang dilakukan Anne demi bisa bertemu William.

***

Keesokan harinya. Jumat malam. Janet bersiap pergi melaksanakan “aksi” nya dengan pergi dengan Bobby – cowo yang paling ia sebeli seantero kampus itu. Mereka pergi ke tempat yang ga mungkin di datangi Rino, Jonathan, ataupun William. Mengetahui Janet udah jalan sama Bobby, Bella bersiap menemui Jonathan. Dalam hati Bella sempat merasa bersalah pada Janet, namun kalo sudah berurusan dengan hati apapun rela ia lakukan, termasuk membohongi sahabatnya sendiri. Khusus malam ini, ia tak mau memikirkan sahabatnya itu. Yang penting malam ini ia bisa happy bersama orang disayangnya. Tempat pertemuannya dengan Jonathan adalah di taman bunga.

“ Jonathan.. “ sapa Bella

“ Bella.. Kenapa kamu ada disini? Sendirian? “ tanya Jonathan terkejut dengan kehadiran Bella saat itu.

“ Aku?! Biasa. Kalo lagi penat dirumah aku memang suka kesini, apalagi malam-malam gini. Kamu sendiri ngapain disini? “ ujar Bella

“ Aku lagi nungguin orang. “ ucap Jonathan

“ Orang yang spesial? “ tanya Bella mencoba memastikan perasaan Jonathan pada Janet

“ Bukan orang spesial banget sih, tapi aku jadi seneng dan nyaman aja kalo ada disebelah dia. “ ujar Jonathan sambil melempar pandangan jauh ke depan

“ Ternyata bener, Jonathan emang punya rasa sama Janet. Tapi aku pasti akan dapatin Jonathan “ batin Bella

“ Oh ya, aku permisi duluan ya. Aku mau cari orang itu di tempat lain dulu “ pamit Jonathan. Bella yang tak mau ditinggal Jonathan segera ambil sikap untuk mencegah Jonathan pergi dari taman itu.

“ Aduuhh “ keluh Bella sambil memegangi kepalanya dan hampir pingsan

“ Bella! Kamu kenapa? Kamu sakit? “ tanya Jonathan panik

“ Nggak apa-apa kok. Dari tadi aku seperti migrain biasa. Bentar lagi juga baikan “ ujar Bella sambil terus memegangi kepalanya. Tak berapa lama kemudian, Bella jatuh pingsan. Fortunatelly, Jonathan langsung menangkapnya sebelum Bella jatuh di tanah. Sebenarnya Bella hanya berpura-pura pingsan, agar Jonathan tak pergi.

***

“ Hah? Apa? Jangan bercanda, Anne!! Aku tau Janet seperti apa. “ ujar William terkejut mendengar penjelasan Anne kalo Janet yang memutuskan untuk membatalkan janji dengan William karena Bobby memaksanya pergi.

“ Terserah kamu mau percaya ato nggak. Yang jelas, memang itu yang terjadi. Bobby yang mempengaruhi Janet biar nggak pergi sama kamu. Dan Janet bener-bener terpengaruh sama perkataan Bobby “ terang Anne , “ Bobby memang racun untuk semua “ lanjut Anne dingin. Anne sengaja menjelek-jelekkan Bobby di depan William, karena ia ingin membalaskan dendamnya, karena cintanya ke Bobby bertepuk sebelah tangan, sehingga ia ingin menjatuhkan citra kedua orang itu (Janet dan Bobby) sekaligus.

“ Aku nggak percaya itu. Bobby orang yang baik ke semua orang. Mana mungkin dia bisa jadi racun setiap orang “ ujar William masih nggak percaya. Namun Anne masih terus meyakinkannya, dengan maksud perasaan William ke Janet bisa berubah.

***

“ Akhirnya kamu sadar juga “ ucap Jonathan lega saat Bella sadar dari pingsannya. Bella membuka matanya dan melihat sekelilingnya, ia berada di pangkuan Jonathan di kursi taman

“ Berapa lama aku pingsan? “ tanya Bella sembari bangkit untuk duduk

“ Sekitar sepuluh menit. Memang kamu sakit? “ ucap Jonathan. Bella menggeleng. Dan mengatakan ia hanya sedikit kelelahan.

“ Aku sakit karena kamu, Jo.. Karena kamu nggak pernah anggap aku lebih spesial dari ini “ batin Bella sedih. Bahasa tubuh Jonathan mengatakan ia tak tenang bila bertemu dengan Janet. Jonathan pun akhirnya bener-bener pamit pergi ke Bella. Bella melepas kepergian Jonathan dengan rasa sedih yang teramat dalam. Ia menunduk lemah, menyelamai perasaannya yang tak akan mungkin terbalas oleh seorang superstar.

( backsound: Tentang Rasa, by: Astrid )

Sementara itu di kafe suatu mall, Rino tetap menunggu Janet hingga larut. Hingga ia harus menahan kantuknya. Untuk melepas kantuknya, Rino memilih berjalan-jalan di etalase-etalase toko di mall. Ketika ia akan memasuki lift, ia melihat Janet dan seorang cowo berjalan berdua, terlihat akrab sekali. Rino tak menyapa mereka, ia ingin Janet sendiri yang melihatnya. Tentu saja Janet melihat Rino. Ia tak menyangka bakal bertemu Rino di mall itu. Kemudian ia baru tersadar kalo Rino memang menunggunya di salah satu kafe yang ada di mall itu. Rini hanya meliriknya sebentar kemudian berlalu dari hadapan Janet dan Bobby. Pandangan mata Janet mengikuti langkah kepergian Rino dari hadapannya dengan mimik sedih dan bersalah, ia berpikir pasti sekarang Rino membenci.

“ Janet, kamu kenal dia? “ tanya Bobby setelah beberapa menit Rino berlalu. Janet tak menjawabnya, ia menunduk seperti akan mengatakan sesuatu yang pahit.

“ Maaf, Bobby. Kamu pulang aja duluan.. “ ucap Janet dan Bobby terkejut.

“ Aku harus selesein semua masalah salah paham ini segera “ lanjutnya. Kemudian Janet berlari menyusul Rino. Ia berlari terus menuruni eksalator mall, terus dan terus mencari sosok Rino. Ia ingin menjelaskan semua dan meminta maaf. Akhirnya ia mendapati Rino sedang menuju parkiran di basement. Ia memanggil-manggil Rino, namun Rino masih bersikap acuh padanya. Rino menaiki mobilnya, Janet masih berusaha mengejar namun ia terjatuh karena tersandung botol minuman. Lama ia tak bangun dari jatuhnya. Ia menatap mobil Rino, tanpa disadari airmatanya jatuh membasahi kedua pipinya. Entah apa yang ia tangisi. Janet sendiripun tak mengerti.

( Backsound: Dalam Mihrab Cinta, by: Afghan )

Keesokan harinya. Perasaan Janet menjadi sangat tak enak. Ia merasa bakal ada sesuatu yang terjadi. Benar saja. Tanpa ia ketahui apa sebabnya, Bella tiba-tiba menjauhinya. Begitupun dengan Anne dan William, yang ikut-ikutan menjauhinya. Janet menjadi sangat bingung. Beberapa teman yang masih ia miliki hanyalah Bobby, Michael, dan Michell. Beberapa hari kemudian, Janet baru menyadari kalo ia merasa ada sesuatu yang hilang dari hidupnya. Sahabat yang spesial untuknya. Bella, Anne, dan William memang udah terlalu dalam masuk ke kehidupannya. Sehingga kalo mereka berdiam-diaman seperti ini, Janet seperti ada yang hilang dalam hidupnya. Melihat temannya itu bersedih dan murung terus, Bobby menjadi nggak tega melihatnya. Ia pun mencoba mencari tau apa yang sebenarnya terjadi.

“ Anne, apa kita nggak terlalu tega diemin Janet kayak gini terus. Jujur, aku ngerasa nggak enak banget sama dia.. “ ucap Bella pada Anne tentang rasa nggak enaknya ke Janet

“ Lagian kenapa dia harus dapat kayak gini? “ tanya Bella lagi.

“ Oh, jadi ini semua karena kalian?! Sebenarnya apa sih yang kalian mau liat dari Janet?? “ tanya Bobby tiba-tiba muncul

“ Kamu ngomong apaan sih.. Kita nggak tau apa-apa kok.. “ ujar Anne berpura-pura

“ Nggak usah berdalih nggak tau!! Aku denger barusan, kalo kalian sengaja ngejauhi Janet. Apa maksud kalian? Kalian nggak sadar, Janet terluka karena perbuatan kalian ini. Dan karena kalian juga dia jadi sedih berkepanjangan kayak gini. Kalian masih anggap dia sahabat ato bukan sih.. “ ujar Bobby

“ Nggak salah kan kalo mereka ngelakuin itu semua.. Dia sendiri yang memulai, dia yang menganggap ini semua fana buatnya, dan dunia khayalannya adalah nyata buat dia “ ucap William membela Anne dan Bella yang dari tadi diam mendapat ceramah dari Bobby. Bobby menatap tajam dan sinis ke William.

“ Aku mau ngomong sama kamu empat mata! “ ujar Bobby mengajak William menjauh dari Anne dan Bella.

***

“ Kamu tau rasanya dicuekin sama orang yang begitu berarti buat kamu? “ tanya Bobby ke William dengan nada menyindir

“ Aku nggak tau rasanya. Karena aku nggak pernah yang namanya ngalami itu “ jawab William santai dengan cueknya, Bobby mulai terlihat emosi dengan jawaban William itu namun ia masih bisa menahan amarahnya, ia menghela nafas,

“ Seandainya ada yang ngelakuin itu kamu gimana? Apa yang kamu rasain? “ ucap Bobby lagi

“ Tentu aku bakal ngerasa sedih dan kehilangan orang itu “ ujar William

“ Lalu, kenapa kamu ngelakuin hal yang sama itu ke Janet. Sama yang seperti akan kamu rasain kalo kamu ada di posisi dia, saat ini dia bener-bener sedang down. Dan itu karena kamu dan yang lain! Aku nggak ngerti apa ini yang disebut sahabat terbaiknya.. Selama ini Janet selalu membanggakan punya sahabat kayak kamu, Bella, dan Anne. Tapi, sepertinya dia salah menilai kalian, yang nggak lebih dari sahabat palsu!! “ ucap Bobby menusuk hati William seperti pisau belati. William yang tak terima perkataan Bobby barusan, kontan memukul Bobby. Bobby tak terima diperlakukan seperti itu, balas memukul William dengan dua pukulan ke pipi kanan-kiri William. Pukulan pertama untuk pukulan William ke dirinya, pukulan kedua untuk perlakuan William ke Janet. Sehingga adu fisik pun tak terhindarkan. Janet dan Michelle yang kebetulan lewat, segera melerai kedua cowo yang bertengkar seperti anak kecil itu. Namun, kedua gadis itu tak berhasil memisahkan pertengkaran itu.

Stop!! Kalian itu kenapa?? Kayak anak kecil tau nggak!! Aku kecewa punya temen kayak kalian, terutama aku nyesel punya sahabat palsu kayak kamu, Will.. “ ujar Janet

“ Justru kita yang kecewa punya sahabat kayak kamu, Janet.. “ ucap Anne datang ditengah kemelut itu

“ Anne.. “ ujar Janet lirih, “ Apa maksudmu? “ tanyanya kemudian

“ Kamu memang tak lebih dari seorang pegkhianat. Kamu tau, siapa yang disuka Bella kan.. Tapi, kenapa malah kamu ambil seseorang itu.. “ ujar Anne

“ Oh, jadi kalian marah sama Janet hanya karena seorang cowo?! Norak. Itu lagu lama “ ucap Michelle menyindir Anne, Bella, dan William - yang masih ngos-ngosan usai adu fisik dengan Bobby

“ Diam!! Ini nggak ada hubungannya sama kamu!! Jangan ikut campur!! “ bentak Anne ke Michelle

“ Heh.. Jelas ini ada hubungannya sama aku.. Karena kalian yang tega nyakitin orang sebaik Janet.. Mungkin kata Bobby, ada benernya. Kalian emang nggak pantes buat ditemenin.. “ ujar Michelle kemudian. Anne geram, namun Bella menenangkannya setelah melihat Janet juga menenangkan Michelle yang lagi terbakar emosi. Michelle memang cewe yang paling nggak suka dengan ketidakadilan dan pengkhianatan. Maka dari itu, ia ada dibarisan depan dalam membantu masalah Janet.

“ Cel, udahlah.. Biarin aku yang ngomong ya.. “ ujar Janet

“ Oke. Kalo emang ini semua karena Jonathan, ayo kita selesein ini bareng sama orangnya. Bagaimana? Kebetulan hari ini aku mau ketemuan sama Rino, mungkin bisa sekalian. Dan disitu aku bakal bilang, kalo ada seseorang yang sangat menyukainya “ ajak Janet.

“ Untuk apa kamu lakuin itu? Untuk mastiin kita semua, kalo memang kamu yang dipilih Jonathan, dan bikin aku semakin sakit lebih dari ini.. “ ujar Bella

“ Bella, aku memang suka sama Jonathan. Tapi, itu cuma sekedar suka dari penggemar untuk idolanya, nggak lebih.. Dan kalopun yang kamu pikiran itu terjadi, aku pasti bakal menolaknya. Karena hati nggak bisa berbohong. Bukan dia yang aku bener-bener aku sayang “ ucap Janet

“ Kalian nggak mau?! Berarti kalian memang mau persahabatan kalian putus?!! “ timpal Bobby. Anne, Bella, dan William setuju dengan tawaran Janet.

Akhirnya mereka sepakat untuk menemui Jonathan dan Rino bersama-sama. Mereka mulai membahas awal permasalahannya. Bobby mencoba menjelaskan awalnya ia pergi dengan Janet malam itu. Dari cerita Bobby, memang Anne yang menyuruh Bobby pergi dengan Janet dengan tujuan mengalihkan semuanya. Anne mengeluarkan semua alibinya agar tak disalahkan 100%. Namun, Rino tak mau dengar apapun alasannya. Ia tetap men-judge Anne adalah biang keladi dari semua masalah ini. Bukan hanya Rino yang menuduhnya, Bobby dan William pun juga. Anne yang tak tahan dituduh terus-menerus, akhirnya mengakui perbuatannya.

“ Memang. Memang ini semua aku yang ngatur. “ ucap Anne sambil menunduk merasa bersalah. Rino mau memotong pengakuan Anne, namun Janet mencegahnya. Dan membiarkan Anne menceritakan semua alasannya.

“ Jujur, aku lakuin ini semua bukan karena aku berniat ngerjain Janet, tapi aku cuma ingin deket sama orang yang aku sayang “ terang Anne sembari melirik William. Semua ikut melirikWilliam juga

“ Anne.. “ ujar Bella lirih sambil merangkul Anne yang mulai menitikkan airmatanya

“ Maafin aku, Janet. Maafin aku, Bella,, aku sampe manfaatin perasaan kamu demi tujuanku ini.. Maaf, semua “ ujarnya lagi. Janet mendekat ke Anne yang terduduk dilantai

“ Anne, nggak apa-apa. Aku nggak marah sama kamu. Ayo, bangun “ ucap Janet sambil membantu Anne berdiri.

“ Makasih. Kamu memang berjiwa besar, aku paham sekarang kenapa William nggak mau kehilangan kamu. Karena hatimu seputih salju “ ujar Anne. Mendengar ucapan Anne itu, semua terkejut, terutama Rino, ia menatap dingin pada William. Janet dan Anne berpelukan. Kemudian, Jonathan mendekat ke tiga sahabat itu. Dan ia mulai mengatakan perasaan sayangnya ke Janet. Rino nggak mau kalah, ia pun ikut menyatakan rasa yang ia miliki ke Janet sejak pertama mereka ketemu karena aksi nekat Bella. Awalnya, Janet sempet bingung apa yang akan ia katakan. Setelah melihat kesedihan dan ke-patah-hati-an Bella, ia pun mengambil keputusan.

“ Bella, aku nggak akan ambil yang seharusnya jadi milik kamu. Karena kamu dan Anne tetap sahabat terbaik aku. “ ucap Janet ke Bella yang lagi menunduk seolah tak mau tau apa yang akan dipilih Janet. Kemudian Janet memegang tangan Jonathan,

“ Jo, aku bisa ‘titip’ sahabat aku itu?! Karena aku nggak bisa sama kamu. Rasa ini nggak bisa berkembang lebih dari rasa seorang penggemar. Ada yang lebih menyanyangi kamu lebih dari aku “ ujar Janet ke Jonathan sembari melirik Bella. Bella dan Jonathan sama-sama terkejut mendengar perkataan Janet, kedua berpandangan lama sekali. Janet menyatukan tangan keduanya. Saat Janet akan berbicara ke Rino, William lebih dulu menundanya.

“ Tunggu.. Aku kamu memikirkan sekali lagi, antara aku dan Rino “ tambah William. Janet tertawa kecil mendengar perkataan William, kemudian tetap berjalan ke arah Rino, dan merangkul tangannya.

“ Will, aku memang suka kamu. Tapi, itu dulu. Sebelum aku ketemu Rino. Sejak saat itu rasa yang aku punya ke kamu, jadi berpaling ke Rino “ ujar Janet sambil tersenyum menatap Rino yang lebih tinggi sejengkal darinya.

“ Jadi.. Kamu nerima aku?!! “ ucap Rino memandang Janet tak percaya. Janet hanya mengangguk dan tersipu malu. Keduanya pun berpelukan. Anne bernafas lega. Dengan semua pengakuannya, kini semua berakhir dengan senyum kebahagiaan. Anne melirik William dan berpikir masih ada kesempatan untuk menunjukkan perasaan sayangnya dengan cara yang lebih baik dan sopan.

“ Aku seneng sekarang kita kembali lagi kayak dulu. Semoga kita selalu bisa kayak gini “ ucap Bella bahagia sambil merangkul Janet dan Anne

“ Hmm.. Tunggu.. Kita nggak bertiga sekarang.. “ ujar Janet, kemudian dia menarik Michelle yang dari tadi jadi penyimak yang baik sama Bobby

“ Sekarang ada Michelle. Aku harap, kalian nggak keberatan Michelle gabung sama kita. Biar gimanapun, dia juga temen terbaik aku “ lanjutnya

Of course “ sahut Anne dan Bella bebarengan

“ Temen kamu, temen kita juga.. Ups, salah.. Sahabat kita juga.. “ tambah Bella

“ Makasih, teman-teman “ ujar Michelle tersenyum senang

Keempat gadis itu berpelukan dengan derai airmata bahagia. Rino, William, Jonathan, dan Bobby berjejer saling berangkulan satu sama lain dan tersenyum melihat persahabatan para gadis. ( backsound: Manusia, by: Vierra )

- THE END -

Monday, February 14, 2011

Cinta Untuk Cinder-Beby (FF Kepmpong Valentine Day)

Beby Gaulia Putri adalah seorang gadis yang beruntung , Ia memiliki keluarga yang harmonis . Kedua orang tuanya selalu memberikan apa yang ia dan adiknya , Andre , inginkan . Beby juga selalu tampak ceria . Tiada hari tanpa senyuman itulah Beby . Selain keluarga yang harmonis , Beby juga memiliki 4 sahabat yang baik dan setia . Mereka adalah Chacha , Helen , Indra dan Tasya . Persaahabatan mereka terjalin dari zaman bayi hingga kini . Tak ada sesuatu lagi yang dirahasiakan dari mereka . Oh iya , kini Beby dikelas 3 SMA yang bentar lagi siap melaksanakan ujian nasional . Beby dan 4 sahabatnya pun makin giat belajar .

Pagi hari ini , Beby membereskan buku pelajaran yang akan ia bawa ke sekolah . Tak berapa lama kemudian , Andre memanggilnya untuk sarapan bersama . Beby keluar menuju ke meja makan menyusul papa , mama dan Andre yang udah terlebih dahulu sarapan .

“ Pa , hari ini Beby ga usah dianter ke sekolah ya ?! Biar Beby sama temen-temen aja . Udah lama Beby ga bareng sama yang lain “ ucap Beby ditengah-tengah sarapan

“ Kamu yakin , Beb ? Kamu ga bareng sama papa dan Andre ? “ tanya papa memastikan kemauan putri sulungnya itu

“ Iya , pa “ jawab Beby sembari nunjukin senyum manisnya

“ Berarti Andre bisa leluasa dong di mobil .. Yes !! “ ujar Andre girang

“ Tapi , jangan aneh-aneh ya sama barang-barang Kak Beby ! Awas loo !! “ Ancam Beby pada Andre

“ Tenang aja , Beb .. Andre ga akan macam-macam .. “ ucap mama

“ Ma , mama kenapa ? Kok pucat gitu ? Mama sakit ? “ Tanya Beby ketika memperhatikan sang mama yang pucat pasi

“ Nggak apa-apa kok . Mama cuma agak pusing aja . Ntar lagi juga baik kok “ jawab mama , “ udah kamu jangan mikirin mama , Beb . Pikirin aja ujianmu “ nasihat mama . Beby mengangguk dan melanjutkan sarapannya . Chacha dan Helen menjemput Beby . Beby heran , kemana Tasya dan Indra . Kata Chacha , Tasya berangkat daddy-nya dan Indra berangkat diantar bang Dewa-kakaknya yang baru balik dari Amrik . Beby pamit berangkat sekolah ke mama dg mencium tangan sang mama . Dan langsung berangkat .

Di sekolah . Lagi-lagi Beby harus menghadapi duo ‘ratu’ sekolahan yang selalu bikin jengkel mereka . Claudia dan Amanda adalah dua sahabat yang selalu merecoki persahabatan Beby , Chacha , Helen , Tasya , dan Indra . Seolah-olah mereka sirik sama Beby dkk .Kali ini mereka dengan segaja menjegal kaki Beby , hingga Beby hampir jatuh utnung saja dengan sigap Indra menopangnya agar ia tak jatuh . Selain ada Claudia dan Amanda yang bikin pagi Beby berantakan , ada lagi secret admirer-nya Beby yang pagi ini ngasih kue di dalam loker Beby , dg tulisan :

“ My lovely baby, makanlah kue ini . Kue ini kubuat dg sepenuh hatiku agar Beby-ku ga sakit . – Your secret admirer – “

“ Hah ?! Lagi , Beb ? Ini udah yang keberapa ? “ Helen memastikan apa yang ia lihat

“ Ini yang ke-5 . Selama 5 minggu ini . “ ucap Beby masih menatap surat itu , “ Siapa sih secret admirer gw ini ? Bikin penasaran aja .. “ ucap Beby lagi

“ Beb , menurut kamu siapa ? Maksud aku , yang sekarang ini lagi deket sama kamu siapa .. “ tanya Tasya

“ Siapa ya ?! Palingan si Indra .. Tapi , kan ga mungkin diii ... aa ... “ jawaban Beby tiba-tiba terhenti gitu aja

Sementara di lapangan basket , tim basket SMU Bintang lagi latihan pagi . Biasalah . Menjelang turnamen , waktu latihan diperketat lagi , jadi sebelum masuk dan setelah pulang sekolah . Saat sang kapten basket menggiring bola dan bersiap memasukkan bola ke ring , Beby seperti tak bisa berhenti memandanginya . Bola itu masuk . Kemudian cowo itu menoleh ke arah Beby , Beby kaget dan tanpa sadar ia langsung memberikan senyumnya ke cowo itu . Dan senyuman itu dibalas ! Betapa senangnya hati Beby

“ Apa mungkin Virgo yang ngasih ini ke gw ?! Ah , mana mungkin Virgo punya rasa ke gw “ batin Beby sambil melamun

“ Hoi !! “ ujar Chacha membuyarkan lamunan Beby .

“ Kenapa , Cha ?? “ tanya Beby linglung

“ Lo tuh yang kenapa ? Tiba-tiba jadi melamun sendiri . Lo udah tau siapa secret admirer lo ? “ tanya Chacha lagi . Beby menggeleng

“ Ya , biarin ajalah . Gw ga mau buru2 tau . Lagian gw seneng ada secret admirer gw ini , itu tandanya masih ada yang memperhatikan gw diluar kalian “ ucap Beby santai . Bel masuk berbunyi . Semua murid-murid SMU Bintang melangkah masuk ke kelas masing-masing .

Sementara itu di rumah Beby . Sang mama merasakan sakit kepala yang sangat menyiksa dirinya . Ia akan menelpon suaminya ato Beby untuk mengantarnya ke rumah sakit , namun sakit itu tak memberinya kesempatan . Ia tak mampu mencapai sisi tangga . Sehingga mama jatuh dari tangga dan tak sadarkan diri . Kondisi rumah yang sepi , tanpa siapapun membuat tak ada yang tau hal itu . Yang pertama menemukan sang mama dalam keadaan tak sadarkan diri adalah Andre , ketika Andre pulang dari sekolah . Dalam keadaan panik , Andre menghubungi sang papa . Papa yang bertambah panik , segera meninggalkan meeting dan pulang ke rumah . Di sekolah pun , Beby tak lepas dari perasaan gundah . Tiba-tiba Beby terkena lemparan bola basket dari lemparan Indra . Mulai dari itulah , perasaannya mulai tak tenang . Oleh karena itu , seusai jam sekolah , Beby langsung pulang tak pakai mampir sana-sini seperti biasa .

“ Eh , Beby !! “ sapa salah satu tetanggganya , “ di rumah kosong , Beb . ga ada siapa-siapa “ ucapnya lagi

“ ga ada siapa-siapa ?! maksudnya ?! mama kemana ? “ tanya Beby penasaran

“ Lhoo , Beby ga dihubungin Andre ya . Tadi mama Beby pingsan dan langsung dibawa ke rumah sakit “ ujar tetangga itu

“ Apa ?! “ pekik Beby kaget , “ oh gitu yaa .. Makasih ya atas infomarsinya “ ucap Beby . Dan Beby langsung langsung menuju ke RS , dianter Indra yang kebetulan lagi jalan di depan rumahnya .

Sesampainya di RS . Beby dan Indra mendapati papa dan Andre di depan ruang ICU dengan wajah sedih . Perasaan Beby makin ga enak . Dengan perasaan berat , ia menanyakan apa yang terjadi dengan sang mama . Belum mendapatkan jawabannya , ia sudah melihat Andre menangis makin keras . Jawabannya yang didengar dari sang papa adalah sebuah jawaban yang tak ingin ia dapatkan sampai kapanpun .

“ Mama udah nggak ada ,Beb “ ucap papa perlahan

“ Apa ? “ pekik Beby dengan suara melemah , “ Ga mungkin .. Mamaa “ air mata Beby mulai jatuh membasahi kedua pipinya , saking sedihnya mendengar hal itu , Beby langsung duduk lemas dilantai . Tak lama kemudian , akibat shock-nya Beby pingsan di pangkuan Indra yang ada disebelahnya . Papa dan Indra langsung panik , sementara Andre memanggil beberapa perawat . Beby dibawa ke kamar rawat . Setelah mengantar Beby yang tak sadarkan diri ke ruang rawat , papa mengurus administrasi dan pemakaman istrinya , ditemani Andre . Sementara Beby ditungguin Indra . Saat Indra menunggui Beby , Indra ingin mengabari 3 sahabatnya yang lain tentang berita duka itu , tetapi disisi lain , ia takut tindakannya akan menyinggung Beby jika ia sadar nanti . Saat itu Indra dilemma . Tak berapa lama , setelah Indra memutuskan menghubungi 3 sahabatnya , Beby tersadar . Ia membuka matanya perlahan .

“ Ndra , gw dimana ? “ tanya Beby yang belum sepenuhnya sadar

“ Tenang , Beb . Lo lagi di rumah sakit . Tadi lo pingsan ... “ ucap Indra . Beby mem-flashback kejadian sebelum dia pingsan tadi . Tiba2 ia teringat tentang sang mama . Beby pun langsung berteriak histeris memanggil sang mama .

“ Mamaa .. “ teriak Beby langsung bangun dari rebahannya

“ Dimana nyokap gw , Ndra ? Mama baik2 aja kan .. Dia masih ada kan .. “ Beby mencoba memastikannya lewat Indra . Indra yang bingung mau menjawab apa , cuma bisa memandangi Beby sendu . Beby menangis . Air matanya jatuh dengan deras . Kemudian , Beby nekat turun dari tempat tidur untuk berjalan ke tempat sang mama , ia ingin melihat mamanya terakhir kalinya, walaupun badannya masih lemah . Tapi , di dekat kamar sang mama , ia mendengar percakapan papa dan dokter tentang penyakit mama yang sebenarnya – yang disembunyikan dari Beby dan Andre .

“ Apa anak-anak tau tentang penyakitnya ? “ tanya dokter ke Papa Beby

“ Tidak , Dok . Beliau yang minta agar jangan sampai anak-anak tau kalo sebenarnya dia terkena kanker otak stadium akhir “ jawab papa .

“ Jadi , mama sebenarnya sakit , pa ?! “ tanya Beby dari arah belakang papa dengan mimik terkejut , “ Kenapa , pa ?! Kenapa selama ini ga pernah bilang sama Beby ?! Apa Beby gak boleh tau soal ini , pa ?? “ ujar Beby mendesak

“ B .. Bukan gitu , Beb .. Mama kamu cuma ingin ga jadi beban pikiran kamu . Kamu kan mau ujian “ terang sang papa . Namun , Beby tak mau mendengarkan yang lebih panjang , Beby langsung berlari meninggalkan rumah sakit .

Beby berlari menaiki taksi yang parkir di halaman rumah sakit . Beby pulang ke rumah terlebih dahulu daripada yang lain . Ia masuk rumah dan mengunci diri di kamarnya . Chacha , Helen , dan Tasya yang mengetahui Beby yang mungkin pulang duluan dari Indra , mendatangi rumah Beby . Mereka berniat menghibur Beby . Mereka dapat masuk ke rumah Beby , karena rumah tidak dikunci kembali oleh Beby . Tapi , mereka tidak bisa menemui Beby . Beby tidak ingin menemui siapapun , walaupun Helen dan Tasya mencoba membujuk Beby dari luar pintu kamarnya .

“ Ya udah deh , Beb ,, kita tau perasaan kamu sekarang . Karena aku pernah ada di posisi kamu , Beb “ ucap Tasya menyerah dengan keras hati Beby yang masih mengunci diri di kamar . “ Kamu bisa kapan aja kok , kalo kamu mau berbagi duka ini bareng sama kita . Kita selalu ada disamping kamu , Beb “ lanjut Tasya . Tanpa jawaban dari dalam kamar , Tasya menjauh dari pintu kamar , duduk di sofa yang diduduki Chacha sudah terlebih dahulu . Helen masih bertahan di depan pintu .

“ Beb , kalo lo butuh kita , kita masih ada disini buat lo “ ucap Helen . Akhirnya Helen menjauh juga . Beby tetap tak bergeming dari tempat tidurnya . Hanya saja kadang dia duduk , kadang dia berbaring sambil membawa dan memandangi foto sang mama .

“ Ma , kalo aja Beby tau lebih awal penyakit Mama , Beby ga akan ninggalin mama sendiri . Beby pasti akan nemenin mama selalu . Tapi , kenapa mama selalu bilang baik-baik aja sama Beby , padahal mama sakit “ ucap Beby pada foto sang mama sedih

“ Sekarang Beby pasti kesepian , Ma .. Papa sering ke luar kota . Andre sering di luar rumah . Rumah ini sepi tanpa mama . Beby sepi tanpa mama juga . Kenapa mama harus pergi secepat ini , Ma .. “ ujar Beby lagi . Beby tak mau menaruh foto itu . Sampai ia tertidur karena ia banyak menghabiskan tenaga untuk menangis dan shock

( backsound : Bunda , by : Potret )

Malam harinya . Papa dan Andre pulang ke rumah dari rumah sakit . Mereka sengaja tak membawa jasad sang mama ke rumah dulu , untuk membuat perasaan Beby tenang terlebih dahulu . Pemakaman akan dilakukan keesokan harinya . Malam itu tak ada makan malam seperti biasa . Beby masih tak mau keluar kamar . Tak tahan dengan kelakuan sahabatnya itu , Chacha dan Indra sengaja mengintip kamar Beby . Untuk tau apa yang terjadi sama Beby saat itu . Mereka melihat Beby duduk lemas bersandar di tempat tidur . Mereka mengetuk jendelanya .

“ Ngapain kalian ? “ tanya Beby saat melihat kearah jendela

“ Kita cuma mau menghibur lo kok . Kita tau lo pasti lagi perlu tempat berbagi kan , maka dari itu ,, kita inisiatif mau bantuin lo “ ujar Chacha

“ Makasih buat perhatian kalian ke gw “ ucap Beby sambil tersenyum , “ Tapi , gw mohon untuk kali ini . Jangan ganggu gw dulu . Gw lagi pengen sendiri “ ujar Beby lagi

“ Tapi , lo lagi butuh temen disamping lo , Beb “ sanggah Indra . Beby tak menjawab apapun . Ia menutup jendela dan kordennya , hingga Chacha dan Indra tak bisa lagi melihat ke dalam . Bersandar di bingkai jendela . Beby menangis , menyesali sikap cueknya terhadap 2 sahabatnya . Ia tak menyadari kenapa mulutnya berbicara seperti itu , padahal ia sendiri tak mau berbicara seperti itu .

“ Chacha . Indra . Maafin gw . Sebenarnya gw ga maksud seperti itu sama kalian . Hanya saja gw perlu waktu sendiri . Waktu untuk membiasakan diri tanpa nyokap disamping gw lagi “ batin Beby .

***

Matahari pagi ini bersinar dengan sangat bersahabat . Banyak orang berolahraga diluar rumah pagi ini . Beberapa pelayan rumah Beby pun sudah mulai beraktivitas . Seperti membereskan rumah , memasak , dan mempersiapkan keadaan rumah untuk menyambut jasad nyonya rumahnya . Pagi ini , Beby akhirnya keluar kamar . Ia berjalan ke ruang tengah. Karpet-karpet sudah tergelar dengan rapi . Perasaannya menjadi tak enak lagi .

“ Non Beby , mau sarapan apa ? “ tanya salah satu pelayan kepada Beby sambil memberikan segelas susu

“ Nanti aja , Bi . Lagi nggak pengen makan “ ujar Beby

“ Tapi , Non .. Kata tuan , Non Beby harus makan . Kan dari kemarin Non Beby nggak makan . Ntar sakit lho , Non .. “ bujuk sang pelayan dengan sabar

“ Nggak “ ucap Beby keukeuh . Beby berjalan ke arah belakang rumahnya . Ia melamun sedih lagi di ayunan dekat kolam renang sambil membawa gelas susunya tanpa diminum sedikitpun .

***

Sementara itu di rumah lain . Rumahnya yang hanya terpaut satu komplek perumahan dari rumah Beby . Seorang wanita – tepatnya janda yang memiliki 2 anak gadis seusia Beby , lagi bersiap untuk datang melayat ke rumah Beby dengan wajah ceria . Kedua anaknya bingung dengan tampilan ibu mereka yang berubah pagi ini .

“ Mami , mau kemana ? Pagi-pagi kok udah rapi .. “ tanya salah satu anaknya yang bernama Claudia – yang juga temen satu sekolah Beby dkk

“ Iyaa nih , tumben-tumbennyaa ,, Maa .. “ sahut putrinya yang satu lagi , yang bernama Beverly .

“ Sayang , mama mau melayat ke rumah temen mama . Dan abis itu , mama langsung deketin dia . Jadi hidup kita akan berubah , sayang .. “ ujar wanita yang bernama Regina itu

“ Berubah kayak apa , Ma ?! Udah banyak kan temen2 mama yang ngakunya kaya , tapi nyatanyaa ... kaya boongnyaa “ gumam Sonia

“ Eet , Claudia .. Tapi yang ini beda . Kaya-nya dia asli . Perusahaan sukses sekali . Rumah ada dua , dia juga punya villa di kota2 besar . Kali ini kita pasti untung . Percaya deh “ ucap Rere

“ Well , terserah Mama aja deh . Kita cuma mau hasilnya kok , Ma .. “ sahut Beverly .

“ Makanya Claudia , Beverly .. Doain mama ya , sayang .. Mama pergi dulu .

Regina adalah wanita kantoran yang sekaligus relasi bisnis papanya Beby . Regina seorang janda dengan 2 anak . Wanita itu emang terpikat pada semua lelaki kaya . Namun naibnya tak pernah bagus , ketika menjalin hubungan . Namun kali ini , ketika melihat Tio – papa Beby , ia yakin kali ini ia bisa dapatkan . Bagai gayung bersambut . Ia memanfaatkan momen duka itu , untuk lebih mendekati Tio , demi hidupnya terangkat .

Di rumah Beby udah ramai pelayat yg mengantarkan kepergian ibunda tercinta Beby . Tak ketinggalan sahabat2 Beby . Namun , Beby tak nampak diantara mereka . Ini menimbulkan kebingungan lagi diantara Tasya , Chacha , Helen dan Indra . Kata Andre , kakaknya sempat keluar kamar tadi pagi walau hanya sebentar , kemudian masuk kamar lagi dan hingga sekarang belum keluar . 4 sahabat itu ga tahan lagi sama kelakukan Beby , mereka akan memaksa Beby untuk keluar kamar dan menghadapi semua . Pintu kamarnya nggak dikunci . Dan mereka langsung masuk . Mereka melihat Beby yang keliatan lesu dan matanya sembab .

“ Beb , udah terlalu banyak air mata kamu yang keluar . Kalo kamu sedih kayak gini terus , apa itu ga akan memberatkan mama kamu ketika melangkah ke surganya .. “ ucap Tasya sambil menyapu airmata di pipi Beby

“ Iya , Beb . Lo harus bangkit . Lo harus kembali jadi Beby yang dulu , Beby yang ceria dan selalu tersenyum . Anggap aja , sekarang nyokap lo lagi pulang ke rumah orangtuanya dalam jangka waktu yang lama . Biasanya lo tetep gembira kan . “ sahut Helen

“ Tapii .. Ini beda , Len .. Kalo itu , nyokap pasti kembali .. Kalo sekarang ini , nyokap ga akan kembali lagi ke gw , ke papa , dan ke Andre .. “ ujar Beby lirih . Indra duduk dihadapan Beby

“ Beb , lo tau kan ,, kalo nyokap lo sakit ?! Sekarang lo bayangin , andaikan Tuhan nggak manggil nyokap lo di saat dia sakit keras , pasti nyokap lo selalu ngerasa kesakitan . Lo ga mau kan ngeliat nyokap lo sakit terus ?!! “ kata Indra

“ Bener , Beb .. Karena Tuhan sayang sama nyokap lo dan keluarga lo , makanya Dia ‘menyembuhkan’ nyokap lo . Walau dengan cara ini . Tapi , dari surga sana nyokap lo ngeliatin dan menjaga lo dg senyumannya dan dia pasti jd sehat . “ lanjut Chacha .

“ Kak Bebyy !! “ panggil Andre di depan pintu kamar Beby , “ Ada yang nyari kakak “

“ Siapa , Ndre ? “ tanya Beby serak

“ Dia ga nyebut nama , Kak .. Dia nunggu kak Beby di halaman belakang “ jawab Andre

Beby dan 4 sahabatnya saling memandang bingung . Akhirnya Beby keluar menemui orang itu . Di halaman belakang , seseorang berdiri menunggu Beby (sepertinya) . Dengan langkah pelan , Beby mendekatinya . Beby mengenalinya .

“ Virgo ?! “ tanya Beby memastikan , cowo itu berbalik badan .

“ Hei , gw ikut berduka ya . Nih buat elo “ ujar Virgo dengan senyum manisnya sambil memberi buket bunga ke Beby

“ Makasih , Go “ balas Beby semabari menerima buket bunganya . “ Lo ke dalem aja “ suruh Beby

“ Nggak . gw mau disini . Kata mereka , elo dari kemaren menutup diri terus .. jadi gw mau sama elo aja . sampe lo bisa tersenyum lagi kayak kemaren-kemaren . “ ucap Virgo sambil menunjuk Chacha , Helen , Tasya , dan Indra yg ada jauh dibelakang Beby

“ Ayoo dong , senyum lagii .. Elo tuh manis banget loh , kalo lagi senyum apalagi kalo ketawa .. “ lanjut Virgo berusaha menghibur Beby

“ Apaan sih ?!! Gombal tauu !! “ Beby mecubit Virgo gemas , tak disangka kata2 Virgo yg dianggap Beby ‘gombal’ itu mampu membuat Beby tersenyum lagi .

“ Tuh kan ,, manis elo kalo tersenyum .. “ puji Virgo . Wajah Beby memerah . Entah kenapa saat mulai berbicara dg Virgo saat itu , Beby mampu ngelupain kesedihannya , seolah Virgo membawa angin segar untuknya . Akhirnya berkat Virgo pula , ia berani untuk menyambut orang2 yg datang melayat . Ia menyambut semua orang dengan senyum . Bahkan Beby menolak untuk ikut ke pemakaman pun dengan senyuman .

“ Beneran , Beb ,, kamu ga mau ikut ke makam .. “ tanya papa memastikan

“ Nggak , Pa .. Beby takut kalo Beby ikut , ntar Beby ga kuat , terus Beby sedih lagi “ jawab Beby santai

“ Ya udah , kalo itu keputusan kamu . Nggak apa2 .. Berarti kamu uda bisa ngerelain mama kamu . “ ujar papa

Beby tersenyum sembari melirik ke arah Virgo yg ada disebelahnya .

***

Rombongan berangkat menuju pemakaman . Beby mengintip dari jendela . Raut kesedihan masih terlihat samar di wajah Beby . Sesekali ia menghapus air mata yang jatuh dari matanya . Namun , saat ia ingat semua nasihat2 sahabatnya sesaat sebelum Virgo datang , ia menjadi bangkit kembali .

“ Mama sekarang bisa istirahat dengan tenang , Ma . Beby udah relain mama pergi . Dan Beby juga janji , Ma .. Gak akan ada yg bisa gantiin Mama buat Beby , papa atopun Andre . Beby janji , Ma .. “ ucap Beby dalam hati

“ Beb .. “ panggil seseorang dari arah belakang

“ Eh , Virgo . Elo manggil gw ?! Kenapa ? “ Tanya Beby menghapus air matanya

“ Nggak usah malu kalo nangis .. “ ujar Virgo

“ Kan elo yang bilang , gw nggak boleh nangis ... “ ucap Beby

“ Ssstt , siapa yg bilang ga boleh nangis . Nangis itu diizinkan , asal ga berlebihan alias lebay , Bebyy .. “ ucap Virgo memotong perkataan Beby . Mendengar itu , Beby tetap menangis sesaat , kemudian air matanya disapukan , dan ia dapat becanda lagi dengan Virgo .

***

“ Sya , bener kata lo . Beby langsung luluh sama Virgo . Darimana elo dapet idenya ?” tanya Indra ke Tasya sambil merhatiin Beby dan Virgo

“ Hehehe .. Beby kan pernah cerita ke aku , kalo dia tertarik sama Virgo . Jadi , aku pikir kenapa ga Virgo aja yang ngehibur Beby . Lagian cewe mana sih , yang ga luluh kalo udah dinasihatin sama cowo yang disukanya “ terang Tasya

“ Beby suka Virgo , Sya ? “ tanya Helen yang juga ada disitu

“ Aku ga tau pasti sih . Tapi , matanya Beby kayak udah menjawabnya “ ucap Tasya

“ Yang penting sekarang , Beby udah kembali ceria . Itu udah cukup kan .. “ sahut Chacha .

“ Tapi , kalo Beby beneran naksir Virgo ... “ kata – kata Indra tiba – tiba putus ditengah jalan

“ Emang kenapa , Ndra ? “ tanya Chacha , “ Virgo orang yang cocok kan buat Beby “ lanjut Chacha .

Indra teringat sesuatu . Sesuatu yang pernah ia dengar dari curhatan salaha satu temennya yang menaruh hati ke Beby .

***

“ Ndra , itu temen lo ?! “ tanya orang yang bernama Oyon pada Indra sembari menunjuk ke Tasya , Helen , Chacha dan Beby

“ Iya . Kenapa ? “ tanya balik Indra

“ Itu siapa ? “

“ Yang mana ? “

“ Itu yang pake tas merah . “

“ Tas merah ?! Oh , itu Beby . Kenapa ? Lo suka dia ? “ tebak Indra

“ Ngg .. Iyaa .. “ ucap Oyon malu – malu , “ Ndra , bantuan gw ya , deketin dia . Bisa ? “ lanjut Oyon

***

“ Heii , diajak ngomong malah melamun .. “ ujar Helen membuyarkan lamunan Indra

“ Lo belom jawab , kenapa emangnya kalo Beby suka Virgo ?! “ Helen penasaran

“ Ah , nggak apa – apa kok .. “ Indra berbohong

Kurang lebih satu setengah jam kemudian , Oom Tio dan Andre udah pulang . Semua teman Beby pamit pulang , termasuk Virgo . Saat dirumah hanya bertiga , Beby tidak menampakkan sikap kehilangannya . Itu ia lakukan demi papa dan adikny agar tak jadi sedih lagi . Beby bersikap seperti biasa . Hanya saja ia lebih dewasa . Dan Beby tak lagi egois . Kematian sang mama dan nasihat dari Virgo telah membuat sangat berubah . Walaupun terkadang ia menangis sendirian di kamarnya . Namun itu hanya luapan kesepian , dan dapat reda dengan sendirinya .

Keesokan paginya . Pagi hari pertama tanpa sang mama . Tak ada yang berbeda . Seperti biasa , sarapan disiapkan oleh pembantu . Hanya saja tetap ada yang kurang , suasana dimeja makan sepi . Menyadari kesedihannya makin memuncak , Beby izin berangkat sekolah duluan .

Di sekolah , Beby dan Virgo jadi malu-malu untuk saling menyapa . Padahal kemaren mereka saling bercanda . Sahabat-sahabat Beby dan temen-temen yang lain menganggap itu polah orang yang lagi jatuh cinta .

“ Ciee , Beb .. Tuh dia lagi latian .. Semangatin sanaa .. “ sindir Helen ketika mereka ngelewatin lapangan basket luar sekolah . SMU Bintang , memang mempunyai dua lapangan basket . Sebenarnya yang di luar gedung sekolah merupakan lapangan sepakbola, tapi lebih sering digunakan sebagai lapangan basket . Sementara lapangan basket yang di dalam sekolah digunakan untuk lapangan futsal .

“ Apaan sih ?! Biasa aja kalii .. “ ucap Beby dengan wajah yang memerah

“ Kalo biasa aja , ngapain muka lo merah gitu , Beb .. “ sindir Chacha .

“ Halooo , lady princess .. “ sapa seseorang mengagetkan Beby , Chacha , Helen , dan Tasya

“ Eh .. Elo ngapain sih pake ngagetin gitu .. Bikin jantungan tau ga .. “ protes Chacha ke orang itu

“ Gw kan nyapa Bebeh , kenapa lo yang jadi sewot gitu .. “ sahut orang yang bernama Oyon itu .

“ Beh , Oyon ikut berduka ya “ ujar Oyon ke Beby

“ Makasih “ jawab Beby tersenyum .

Tiba – tiba duo cewe yang selalu bikin gara-gara sama Beby dkk mendekat menghampirinya . Awalnya Claudia dan Amanda memngungkapan rasa bela sungkawanya kepada Beby . Tapi , ga pada ujung-ujungnya . Intinya mereka tetep aja bikin Beby sebel . Namun , Beby bisa menghadapinya dengan kepala dingin .

“ Beby ,, kita ikut berduka ya .. Maaf ya , kita ga ke rumah lo kemaren . Kita kan ga bisa bolos sekolah .. Nggak kayak yang seneng bolos .. “ ucap Claudia seraya melirik Chacha , Helen dan Tasya . Merasa tersindir , Chacha mulai terlibat perang mulut dengen keduanya .

“ Eh .. Elo mau berbelasungkawa ke Beby ato mau nyari ribut sama gw ?! “ sahut Chacha ke Claudia yang mulai menunjukan aslinya

“ Eh ,, Cha .. Biasa aja kalii .. Kita kesini dengan tujuan baik-baik kok .. “ ujar Amanda jutek

“ Gw ga ngomong sama lo ya .. Temen lo nih , nyolot juga ke gw .. “ balas Chacha

“ Apaan sih .. Bener kata Amanda kok . Kita kesini baik2 , Cha .. Nyantai dong . “ ujar Claudia . Chacha geregetan sama Claudia , dan hampir adu fisik sama Claudia , tapi Beby , Helen mencegahnya

“ Cha , udah .. Nggak penting juga , kita ladenin mereka . “ nasihat Tasya

“ Iya . Udah yuk , kita cabut aja “ ajak Beby .

“ Makasih atas simpati kalian ke gw “ ucap Beby ke Claudia dan Amanda . Setelah itu , mereka menjauh dari keduannya dan menuju ke kelas masing-masing .

Di dalam kelas , Beby mencoba melupakan semua dukanya yang baru saja dilewati . Ia mencoba fokus dengan pelajarannya , ia bertekad akan membuat sang mama yang ada di surga bangga akan dirinya , dengan ia lulus ujian dengan nilai tertinggi .

Sebulan berlalu dalam hari Beby tanpa sang mama . Kini Beby udah mulai terbiasa dengan keadaannya sekarang . Karean keterbiasaan itulah , Om Tio berani ke luar kota untuk mengurusi urusan kantornya . Meninggalkan Beby dan Andre hanya bersama pembantu mereka di rumah . Disaat sang papa lagi tak dirumah , kedewasaan Beby mulai terlihat labih dalam lagi . Dan ia menjadi tak manja lagi . Selama dua minggu , Om Tio meninggalkan Jakarta . Dan saat kembali , beliau membawa seseorang untuk menjadi calon ibu baru bagi Beby dan Andre . Andre bisa menerimanya , sedangkan Beby , jangankan menerima , bertatap matapun nggak mau. Beby tak ingin ada pengganti sang mama dirumahnya . Walaupun Om Tio , mencoba membujuknya dengan beribu kata-kata manis , tak menggetarkan hati Beby secuilpun .

“ Beb , kalo menurut gw . Lo harus bisa ngasih lampu hijau deh buat bokap lo nikah lagi . Lo ga tau kan , mungkin aja selama ini dia kesepian dan butuh pendamping baru “ nasihat Virgo saat Beby menceritakan masalahnya

“ Tapi , nggak boleh ada yang gantiin nyokap gw di rumah ! “ ujar Beby

“ Kenapa nggak ?! Coba elo liat dari sisi Om Tio dan Andre . Mungkin Andre perlu ibu baru buat menyanyangi dia . Kasih sayang dari ibu manapun sangat diharapkan bagi anak seperti Andre . Beb , cobalah jangan mikirin diri sendiri “ ucap Virgo mencoba membuka hati Beby untuk bisa menerima kehadiran ibu baru dikeluargannya. Beby merenung memikirkan kata – kata Virgo itu . Memang benar apa kata Virgo . Ini bukan saatnya lagi ia mementingkan egonya .

***

“ Ih , ngapain sih Virgo pake deket – deket sama Beby segala ?!! “ ujar Claudia cemburu saat melihat Beby dan Virgo dari kejauhan

“ Wah , kayaknya dia harus dikasih pelajaran tuh .. “ sambung Amanda mengompori Claudia buat ngerjain Beby

“ Iya . Elo bener . Beby harus tau siapa gw .. “ ucap Claudia sambil tersenyum licik

“ Lo mau ngapain ? “ tanya Amanda

“ Tenang aja . Gw udah punya rencana . Liat aja nanti “ ujar Claudia

Sepulang sekolah . Beby ditemani Helen dan Chacha berziarah ke makam mama Beby . Beby ingin meminta izin mamanya untuk memberi tempat dikeluarganya bagi pengganti mama . Sebenarnya , Beby berat untuk melakukan ini . Tapi ia harus lakukan ini . Demi semua . Karena ia berjanji tak akan menjadi egois lagi .

Malam harinya , Beby mengutarakan persetujuannya kepada sang ayah . Om Tio bahagia dan berterimakasih ke Beby atas restunya . Om Tio berjanji akan memperkenalkan calonnya kepada Beby dan Andre besok malam. Agar rencana pernikahan cepat dilaksanakan.

***

“ Wah, ternyata gw ga percaya bakal sodaraan sama cewe manja kayak lo !! “ ujar Claudia saat disekolah berpapasan dengan Beby

“ Hah?! Maksud lo apa? “ tanya Beby tak mengerti

“ Elo ga ngerti maksud gw?! Dodol banget lo ya ternyataa.. “ ucap Claudia ,

“ Lo tau ga, siapa calon nyokap tiri buat lo?! Itu nyokap gw tau!! “ lanjut Claudia.

Beby tekejut dengan apa yang baru didengarnya. Ia tak menyangka dan tak akan pernah menyangka ia akan menjadi sodara cewe yang paling rese’ seantero sekolah.

“ Dan gw bakal bikin lo ga betah dirumah, kalo lo masih berani ngedeketin Virgo. Ngerti “ ancam Claudia

“ What? Apa hubungannya sama Virgo? Masalah keluarga itu, ga ada hubungan sama Virgo tauu!! Lagian lo ga usah takut, gw bakal rebut Virgo dari lo. Karena gw dan Virgo ga ada apa – apa. Ngerti loo!! “ ujar Beby sembari pergi meninggalkan Claudia dilorong sekolah sendiri

“ Belagu amat tuh anak! Liat aja, belom tau siapa gw! Lo bakal nyesel pernah bentak gw “ batin Claudia kesal terhadap Beby

Beby menceritakan apa yang akan ia alami kepada 4 sahabatnya. Semua menjadi tak percaya Beby akan satu rumah dengan orang selalu mencari gara – gara dengan mereka . Namun Beby tak menceritkan soal ancaman Claudia kepada dirinya . Ia takut, sahabatnya – terlebih lagi Chacha dan Indra, akan berbuat nekat ke Claudia kalau tau yang diancamkan Claudia. Lebih baik ia simpan sendiri. Dan Beby pun langsung menghindari Virgo tanpa berkata apapun ke Virgo. Ini jelas membuat Virgo menjadi bingung.

Saat diperkenalkan dengan calon mama barunya, Beby tetap menunjukkan rasa ga sukanya terhadap anak – anak Tante Regina , Claudia dan Beverly . Mereka sangat terlihat arogan . Ditambah dengan ancaman Claudia yang bikin dia geram . Tapi dia sudah ga bisa menarik restu terhadap pernikahan papanya . Suka tidak suka Beby harus menerima keluarga barunya .

Beberapa hari kemudian . Pernikahan itupun dilaksanakan . Om Tio , Tante Regina , Andre , Claudia , dan Beverly tersenyum bahagia saat foto bersama , hanya Beby yang tak tersenyum tulus dari hati . Apalagi kalau berhadapan dengan kedua sodara tirinya . Chacha , Helen , Tasya , dan Indra mencoba menasihati Beby agar menerima semua dengan ikhlas dan tulus . Mereka selalu ada disaat apapun untuk Beby . Virgo mengucapkan selamat ke Beby , namun karena Claudia menatapnya dari kejauhan dengan tatapan sinis , dengan sangat terpaksa ia bersikap dingin kepada cowo yang selama ini ia anggap sebagai pahlawannya itu . Virgo semakin tak mengerti apa mau Beby dengan perlakuan dinginnya .

“ Beb , lo kenapa ? “ tanya Indra saat acara udah selese dan saat membantu membereskan peralatan pesta

“ Kenapa apanya , In ? Gw rasa , gw ga aneh “ ucap Beby tak mengerti

“ Tadi elo bersikap dingin sama Virgo . Kayak bukan Beby yang biasa . Emang elo sama Virgo lagi ada masalah ? “ tebak Indra . Beby terkejut dengan tebakan Indra . Ia bingung harus jawab apa , tak mungkin ia menyatakan kalo dirinya dipelototi Claudia selama pesta berlangsung .

“ Nggak ada apa – apa . Mungkin gw kecapean aja tadi . Lagian ini , heels – nya ketinggian . Kaki gw sakit “ elak Beby . Indra tak percaya . Ia menatap jauh ke bola mata Beby .

“ Elo bohong ya sama gw ? Kenapa sih , lo ga jujur aja .. “ desak Indra

“ Siapa yang bohong .. Gw cuma nahan cape’ pake heels aja kok “ ujar Beby gugup ,

“ Udahlah , kalian pulang aja . Nggak usah bantu – bantu . Kalian kan tamu istimewa gw “ ucap Beby lagi . Indra berbalik mau pulang , karena 3 sahabat yang lain udah didepan pintu . Namun ia sempat berbisik ke Beby ,

“ Gw harap lo bisa cerita ke kita , apa yang lo alami . Karena gw tau , alasan lo itu cuma klise kan “ . Setelah itu Indra pergi , menyusul yang lain .

“ Maafin gw , Ndra . Gw emang terpaksa bohong . Tapi , ini bukan kemauan gw pribadi “ batin Beby sendu . Dan ia pun melanjutkan pekerjaannya .

Malam ini . Malam pertama Beby dengan keluarga barunya . Dan ia harus berbagi kamar dengan 2 sodara barunya . Karena kamar untuk Claudia dan Beverly belum selesai direnovasi . Sebenarnnya Beby malas , tapi apa yang bisa ia lakukan . Sekarang papanya , sudah terpengaruh mama tirinya . Ditambah Claudia dan Beverly paling seneng ngobrol , dan ketawa – ketiwi , sehingga sangat menganggu Beby . Terlebih saat ia sedang belajar . Pernah Beby menegur mereka , tapi mereka justru menyuruh Beby pindah kamar atau berhenti belajarnya . Karena tak mungkin berhenti belajar sebelum waktunya , Beby memilih pindah ke kamar Andre . Ini berlangsung lama .

“ Belajar lo udah selese , anak rajiinn “ sindir Claudia sambil memakai masker wajah

“ Udah “ jawab Beby sambil memasukkan buku ke dalam tasnya

Allright ! Now , you have to do my homework ! It must be done tonight ! “ ucap Beverly memberikan buku pelajarannya dengan kasar ke Beby . Beby terpaksa mengerjakan tugas bahasa Indonesia itu . Maklum Beverly baru balik dari Amrik sekitar 3 bulanan yang lalu , jadi dia ga terlalu ngerti bahasa Indonesia . Butuh waktu lama untuk mengerjakan tugas itu. Karena itu adalah tugas essay . Akhirnya selese juga tugasnya Beverly , walau ia harus sampai larut malam . Karena tak kuat jalan ke tempat tidur , Beby memilih tidur di meja belajar hingga pagi menjelang .

Seperti biasa di pagi hari , mereka semua sarapan bersama . Namun papa mereka tak ada diantara mereka . Beby bertanya ke Tante Regina , kemana papanya . Tante Regina bilang , pagi – pagi sekali Beliau harus terbang ke Kanada untuk ngurus pekerjaan disana . Beby heran , kenapa papa nggak pamit ke dia . Claudia mulai berulah ngerjain Beby saat mau berangkat sekolah . Mobil Beby dinaikinya duluan , dan langsung berangkat tanpa yang punya mobil . Beruntung , teman – temannya belum berangkat . Jadi , ia masih bisa pergi bersama 4 sahabatnya .

“ Jadi , elo diancem nenek sihir itu ?!! Kenapa lo nggak bilang ke kita ?! Biar kita cincang si nenek sihir itu .. “ ujar Chacha saat mendengar Beby bercerita soal Claudia

“ Sstt , Cha .. Jangan gitu .. Ini gw takuti , kalian pasti bakal bales dia . Nanti gw yang jadi susah .. “ ucap Beby

“ Tapi , ini udah kebangetan kalii , Beb .. Orang kayak gitu harus dikasih pelajaran . Kasus pengancaman ini sama intimidasi bisa sampe meja hijau lhoo “ sambung Helen

“ Dan , dia juga udah melarang hak orang untuk mencintai . “ lanjut Tasya

“ Mencintai ? Siapa ? Ke siapa ? “ tanya Beby bingung

“ Ya , kamu lah .. Samaa aaa .... “ belum sempat Tasya menyelesaikan kalimatnya , Chacha menutup mulut Tasya , isyarat jangan dilanjutin .

“ Beby belum saatnya tau itu . Awas , jangan keceplosan lagi .. “ bisik Chacha ke Tasya

“ Sya , maksud lo apa ? “ tanya Beby penasaran

“ Bukan apa – apa . Tadi malem , aku abis nonton FTV . Jadi sekarang kalimatnya itu masih terngiang – ngiang terus .. “ ujar Tasya bohong . Semua langsung diam seribu bahasa . Beby masih mengira ada yang disembunyikan darinya . Tapi , apa ? pikirnya .

Saat jam istirahat , terlihat Indra dan Oyon sedang membagikan beberapa undangan ke murid – murid disekolah . Ternyata undangan ulang tahun Virgo ! Di ulang tahunnya yang ke – 19 , Virgo mengundang teman – temannya untuk hadir . Undangan berlaku untuk 2 orang alias bisa berpasangan !

“ In , itu apa ? “ tanya Helen saat Indra dan Oyon sampai didepannya , Beby , Chacha , dan Tasya

“ Undangan .. Nih . Pada dateng yaa .. Gw didaulat jadi MC lhoo “ ujar Indra bangga sambil membagikan undangan ke Chacha , Tasya dan Helen

“ Virgo ?! Ini undangan ulang tahun Virgo ? Undangan berlaku 2 orang ? “ pekik Tasya . Indra mengangguk .

“ Gw nggak ada . Apa gw nggak diundang ? “ tanya Beby

“ Oh iya . Spesial buat lo , undangannya beda . Nih “ ucap Indra sambil memberi undangan khusus untuk Beby . Beby membuka undangan itu dan membacanya . Ia tak percaya , undangan yang dipegangnya saat ini , undangan yang spesial untuk jadi pasangan Virgo diacaranya . Tentu aja , sebenarnya ia senang . Tapi , ia juga bimbang boleh datang atau nggak , walaupun acara tersebut setelah selesai ujian nasional . Ia takut kalo ia tak diizinin dateng . Selain Beby , Helen juga bingung . Siapa yang akan menemaninya ke acara ulang tahun sekaligus perpisahan itu . Kalo Tasya udah pasti bakal pergi bareng Indra , secara dekatnya melebihi dekatnya dengan sahabat – sahabat yang lain . Sementara , Chacha pasti ngajak Monki , pacar tercinta . Walaupun ia menyukai Oyon , tapi sangat nggak mungkin . Mengingat Oyon pasti bakal ngajak Beby . Helen pun jadi bad mood .

Niat hati mau bertemu Virgo menanyakan perihal undangan khusus itu , Claudia malah mengambil undangan itu dari tangan Beby . Dan mengatakan kalau , Beby nggak pantas buat hadir . Apalagi jadi pasangan Virgo . Beby membela diri , namun justru ia yang makin disalahkan oleh Claudia . Beruntung , Virgo mendengar perdebatan mereka . Dan segera melerai pertengkaran dua sodara itu .

“ Apa – apaan sih kalian ini ? Masih bisa – bisanya berantem nggak jelas gini !! “ Virgo men-stop pertengkaran itu

“ Claudia , kembaliin undangan itu ke Beby sekarang ! “ lanjut Virgo setelah melihat undangan itu di tangan Claudia

“ Kenapa ? Harusnya undangan ini buat gw kan , Virgo ?!! Kenapa harus dia ?! Gw sama lo kan udah dijodohin , itu artinya cuma gw yang boleh jadi pasangan lo dipesta lo itu .. “ ujar Claudia

“ Ini acara gw . Jadi , terserah gw mau milih siapa . Yang jelas bukan elo ! Dan perjodohan itu , udah batal sejak nenek gw meninggal “ jawab Virgo sembari mengambil undangannya itu dengan paksa

“ Lo nggak boleh batalin begitu aja !! Ini nggak fair buat gw ! “ bentak Claudia .

Virgo tak menghiraukan perkataan Claudia yang terakhir . Ia mengembalikan undangan itu ke Beby , dan menjauh dari dua orang cewe yang tiba – tiba menjadi kerumunan massa . beby tak bergeming ditempatnya . Ia masih tak habis pikir , ada seseorang yang bisa membela seperti Virgo lakukan tadi . Claudia menatap Beby dengan benci , kemudian pergi dari hadapannya . Kejadian itulah yang membuat Claudia semakin membenci Beby dari hari ke hari . Di rumah maupun disekolah , Claudia selalu ngerjain Beby dengan cara – cara (kadang - kadang) nggak manusiawi . Namun , Beby mencoba bersabar dengan bantuan moril dari sahabat - sahabatnya .

Tiga bulan kemudian . Ujian akhir nasional dilaksanakan . Semua anak kelas 3 , khususnya di SMA Bintang – sekolah Beby dkk lagi giat – giatnya belajar agar dapat lulus dengan hasil terbaik . Dan agar mereka dapat merayakan pesta perpisahan diacaranya Virgo . Belajar bersamapun mereka jabanin , demi satu tujuan . LULUS ! Ujian digelar selama 5 hari . Selama itu pula , anak – anak kelas 3 menahan dan melawan hawa nafsu (seperti : jalan – jalan, shopping, dan kegiatan ekskul laninnya) dan terkonsentrasi pada ujian tersebut .

Tak terasa 5 hari ujian nasional berjalan dengan baik . Tanpa ada kecurangan apapun di SMA Bintang . Bagi murid yang sudah mempersiapkan diri dengan baik ketika ujian dilaksanakan , sudah menyiapkan mental pemenang . Dan , bagi yang merasa menjawabnya kurang , mereka hanya menggantungkan pada yang namanya keburuntungan . A lucky answer ! Namun , mereka harus menunggu jawaban atas perasaan deg – deg –a n itu selama sebulan . Waktu yang cukup lama !

Kurang dua hari lagi , pesta ulang tahun Virgo diadakan . Semua cewek SMA Bintang yang diundang , udah mulai mempersiapkan gaun – gaun mereka . Tak terkecuali Beby dan Claudia . Claudia menjadi bingung , saat melihat gaunnya udah off to date . Sementara gaun milik Beby , banyak yang masih baru . Malahan Beby masih dapat uang untung membeli yang baru lagi . Khusus untuk acara itu . Claudia makin ilfil . Dengan bantuan adiknya , Beverly , Claudia mengambil gaun baru itu dengan paksa .

“ Denger ya . Kalo gw ga pake gaun baru , nggak ada yang boleh pake gaun yang baru juga tauu !! “ Claudia mengambil gaun itu dari lemari

“ Beverly !! “ ucap Claudia sambil melempar gaun itu ke tangan Beverly yang udah siap dengan gunting ditangannya .

“ Beres ! “ jawab Beverly menangkap gaun itu

“ Hei .. Kalian mau apa ? Balikin gaun gw !! “ ujar Beby

“ Lo nggak denger kata kakak gw . Kalo dia nggak pake gaun baru , berati lo juga nggak boleh pake !! “ ujar Beverly

“ Jangan dirusak .. Kalo lo mau pake gaun itu , pake aja .. Gw nggak masalah . Silahkan “ ucap Beby menyerah , “ Gaun itu . Gw beli dengan tabungan gw sendiri , buat acara itu . Jadi lebih baik lo pake , daripada gw harus lihat gaun itu rusak . Gw mohon jangan dirusak “ pinta Beby

“ Cukup sama semua dongeng lo yang nggak penting itu !! Emang gw mau pake gaun bekas lo ?! Hah ?! Ogah !! Gw bisa kok beli juga . Jadi mending gw rusak aja . Biar sekalian lo ga usah dateng ke acara itu . Dan gw bisa jadi pendamping Virgo .. “ ucap Claudia sambil tertawa sinis . Dalam hitungan menit , gaun indah yang berwarna merah itu , udah menjadi compang – camping . Beby sangat sedih gaun kesayangan menjadi tak berbentuk seperti itu .

***

“ Rasanya gw nggak pengen dateng , guys . Kalo gw dateng , entah apa lagi yang akan dilakuin Claudia ke gw . Dia pasti akan nayri gara – gara lagi ke gw “ curhat Beby ke sahabatnya

“ Lo jangan nyerah gitu dong . Kalo lo nyerah gitu , sama aja lo bikin nenek sihir itu tertawa menang . Dan dia makin seneng nindas lo , Beb “ nasihat Helen

“ Biar aja “ ujar Beby tanpa mengalihkan pandangannya dari bintang yang bersinar diatas sana

“ Apa – apaan ini ?!! Ini bukan Beby yang biasa !! Beby yang gw kenal , nggak pernah dengerin apa kata orang , simpelnya Beby itu adalah orang cuek akan segala sesuatu yang merugikan dia !! “ ucap Chacha tanpa basa – basi .

“ Chacha , tapi itu gw yang dulu . Gw yang sekarang , nggak kayak dulu lagi “ bantah Beby

“ Apa bedanya , Beb ? Buat kita lo masih tetep Beby yang sama . Lo harus inget , lo masih punya keluarga lo dan kita . Satu lagi , lo masih punya seseorang tulus sayang sama lo “ hibur Chacha . Suasana jadi hening . Beby merenungi semua kata – kata Helen dan Chacha yang udah terlontar . Ia pikir , memang ada benarnya semua yang dikatain mereka .

“ Udah . Udah .. Daripada keras – kerasan , mendingan kita nyariin outfit buat Beby besok . Coba kita bongkar aja lemarinya Beby , siapa tau ada yang bisa di mix and match gitu “ ajak Tasya mencairkan suasana yang hening itu

“ Waahh .. Ide bagus tuh , Sya ! Yuk , kita cek lemarinya “ sahut Helen menyetujui . 4 gadis itu langsung berlarian ke kamar Beby . Dan menuju ke lemarinya , mencari baju yang masih dipake ke pesta dengan sedikit sentuhan kreativitas pasti akan jadi gaun yang punya nilai jual tinggi , pikir mereka .

Hari H . Hari untuk berpesta tiba juga . Acaranya mulainya jam 8 , namun para undangan udah berdatangan 1 jam sebelum acara dimulai , kecuali anggota De Rainbow dan Oyon . Sore harinya , Claudia sengaja ngunciin Beby di kamar mandi dan nyembunyiin kunci itu di kamarnya . So , Chacha , Helen , Tasya , dan Indra , serta Oyon nggak bisa pergi tanpa Beby . Mereka harus mencari dimana Claudia menyimpan kuncinya , serta harus berhadapan dengan Beverly , yang mempersulit mereka mendapatkan kunci itu . Setelah memakan waktu lama , akhirnya didapatkan juga kunci itu . Chacha , Tasya , dan Helen membantu Beby bersiap dan ber – make – up agar menjadi princess di pesta itu . Setelah semua kelar , mereka berangkat ke lokasi . Dan sepertinnya untuk mereka semua , undangan 2 orang bakal berlaku . Secara , semua datang membawa pasangan masing – masing . Indra dan Tasya , Chacha dan Monki , Oyon akhirnya mengajak Helen . Beby tentu aja , tamu spesial di pesta itu .

Setiba di kafe tempat terselenggaranya pesta , semua mata hadirin tertuju pada yang baru datang , De Rainbow plus Oyon dan Monki . Virgo sendiri langsung menggandeng Beby , seperti pangeran yang menyambut kehadiran sang putri . Suasana hati Beby langsung berganti bahagia setelah sebelumnya sedikit kesal . Claudia tak terima . Ia mengolok – olok Beby . Kali ini Beby tak tinggal diam .

“ Heii , upik abu !! Lo nggak pantes ada disini ! Tempat asli lo adalah dapur ! So , pergilah dari sini ! “ hardik Claudia . Beby tak bergerak dari tempatnya . Hanya saja ia bersikap acuh ke Claudia

“ Nggak denger yaa .. Gw bilang , tempat lo adalah dapur ! D . A . P. U . R !! Ngapain masih disini ?! “ Claudia bersiap menampar sodara tiri yang sangat dibencinya itu . Namun , Indra mencegahnya

“ Cukup ! Cukup lo mempermaluin diri lo sendiri ! Sebelum lo bilang , orang lain nggak pantes . Mending lo ngaca dulu . Apa lo pantes ada disini dengan ke-enggak-sopan-an lo barusan ! “ bentak Indra menahan tangan Claudia . Claudia makin kesal diperlakuin seperti itu . Ia mendorong Indra dengan tangan satunya hingga Indra terjatuh . Kemudian , ia mendorong Beby hingga jatuh juga . Suasana pesta tersebut menjadi tak terkendali . Virgo naik ke panggung dan mengambil microphone

“ Hentikan !! “ sorak Virgo menghentikan pertengkara dua gadis itu

“ Ini acara gw ! Jangan ada yang menganggu acara gw ! “ lanjutnya , kemudian ia menoleh ke Claudia dan Amanda – yang terlibat juga ,

“ Gw mohon , kalian berdua tinggalin tempat ini sekarang juga . Gw nggak mau ada yang rusuh lagi . “ ujar Virgo

“ Tapi , ini bukan gara – gara kita . Ini semua gara – gara mereka datang kesini ! “ bela Amanda menunjuk ke De Rainbow

“ Oke . Kalo mereka berdua nggak mau keluar , kita sudahi aja acara ini “ ucap Virgo sambil membuang muka dari Claudia dan Amanda . Semua mata menatap kedua cewe itu dengan tatapan sinis , dan seolah menyuruh mereka untuk pergi meninggalkan tempat itu . Dengan wajah memerah , menahan malu , Claudia dan Amanda keluar kafe . Setelah mereka berdua keluar , Virgo turun panggung . Menghampiri Beby yang masih jatuh terduduk dan membantunya untuk berdiri .

“ Maaf “ ucap Virgo ke Beby

“ Hah ?! Apa ? Nggak . Harusnya gw yang minta maaf . Gara – gara gw kesini , acaranya jadi seperti ini . Maaf “ elak Beby merendah

“ Bukan hal itu . Maaf karena gw nggak bisa bantu lo , saat lo terdesak tadi . “ jawab Virgo

“ Dihadapan semua temen – temen kita , dan sahabat – sahabat lo , gw minta, tolong terima perasaan sayang ini , bukan sebagai temen ato sahabat tapi yang lebih dari itu “ Virgo berlutut dihadapan Beby

“ Selama ini mungkin lo nggak pernah tau , siapa yang selalu ngasih hadiah buat lo . Itu dari gw . Saat itu , gw belum berani untuk ngomong langsung . Cuma bisa dari belakang . Sekarang , gw katain semuanya . Kalo gw sayang banget sama lo . “

“ Bangun “ suruh Beby

“ Nggak akan . Sampai lo kasih jawaban ‘ iya ‘ “ ujar Virgo

“ Maksa yaa .. Tapi , gw nggak akan jawab sebelum lo bangun “ sahut Beby . Virgo berdiri tanpa melepas genggaman tangannya ke Beby

“ Gw mau kok “ jawab Beby pelan

“ Serius ? “ Virgo memastikannya sekali lagi . Beby tersenyum dengan senyuman manisnya yang membuat cowo manapun luluh

“ Cieee .. Ehem . Ehem . “ ledek anggota De Rainbow yang lain saat dua sejoli itu berpelukan hangat .

Setelah pangeran menemukan cinderella – nya , pesta ulang tahun sekaligus perpisahan pun kembali dilanjutkan . Kehilangan seseorang yang sangat disayangi Beby , mendekatkannya kepada jodohnya yang sebenarnya sudah sejak lama ia inginkan . Akhirnya , kini mimpi itupun menjadi kenyataan . Beby pun terbangun dari mimpi buruknya setelah di dunia nyata mendapatkan cinta sejati . Atas semua sikap childish – nya , oleh orang tuanya , Claudia dikirim ke Washington DC sebatang kara , maksudnya sendirian , agar lebih dapat hidup secara mandiri seusai lulus dari SMA . Dan seluruh siswa – siswi SMA Bintang , dinyatakan lulus 100% .

New baked post

Surat Terbuka Untuk Seseorang Pernah Kupanggil Kakak Disana

  Yogyakarta, Indonesia, 5 November 2025 H ai, Kak….     Apa boleh aku memanggil nama lengkapmu? Aku masih hafal lho, Kak. Sangat hafal....