October 19, 2019

#IGrewUpWiThese - Part 1


Dajia hao!

Aku kembali! Hehehe…
Aku kembali membawa sebuah tema yang akan kubagi menjadi beberapa bagian. Karena tema ini luas banget dan bisa dibagi-bagi per postingan. Tulisan lahir dan memang sejak lama ingin kubagikan diblog. Banyak anak zaman dulu sering membicarakan sesuatu yang disukai dimasanya dan tidak bisa dipungkiri juga kalau akhirnya mereka membandingkan dengan apa yang mereka lihat dan rasakan dimasa kini.
So that’s way I decide to write about these one!

Masa 2000-an awal, stasiun-stasiun TV swasta di Indonesia banyak sekali menayangkan acara adatasi dari beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Meksiko, Amerika Latin, India, Mainland China, Taiwan, dan Korea Selatan. Aku akan coba membuka kenangan anak-anak kelahiran ’90 yang mengalami masa puber diawal ’00, okay? Ini karena akupun juga mengalami masa ini :D.

Ayo bernostalgia bareng! J

#IGrewUpWiThese bagian pertama ini akan membuka kenangan anak-anak masa dulu tentang soap opera asal Meksiko. Pada masa itu banyak sekali telenovela anak-anak hingga dewasa yang masuk Indonesia. Hanya saja pada waktu itu aku yang masih tergolong anak berusia delapan tahunan, aku belum begitu paham telenovela cerita yang memang ditujukan untuk para wanita dewasa maupun ibu-ibu (mungkin mama aku yang paham ya?).
Jadi, aku hanya akan menuliskan telenovela anak-anak terkenal dimasa itu. Tidak kalah banyak lho dengan telenovela dewasanya. Segitu diperhatikan hiburan untuk anak-anak yang sudah penat dengan pelajaran bahkan PR Matematika dari sekolahnya.

Oh iya, sebelumnya aku minta maaf kalau ketika aku menuliskan ini ada banyak sekali cerita yang hilang, atau ada yang kelewatan, karena apa yang aku tulis sangat berdasarkan apa yang aku ingat selama aku menonton acara-acara ini dulu. Iya, dulu sekali, lebih dari sepuluh tahun lalu. Dan aku menuliskan ini hanya ingin re-call-back memori dimasa itu J

Baiklah, ini dia daftarnya:


  Amigos X Siempre





Ana, anak perempuan berusia 10 tahun, baik hati dan pintar, namun memiliki trauma mendalam pasca kedua orang tuanya meninggal. Ana tinggal hanya bersama sang nenek yang juga merupakan kepala sekolah ditempatnya belajar. Akan tetapi, sebenarnya sang nenek memiliki niatan tidak baik kepada sekolah yang diurusnya selepas anak dan menantunya meninggal dunia. Dia berencana menjual sekolah itu kepada pihak ketiga. Namun, rencana terhalang karena masih ada Ana sebagai anggota keluarga yang ditinggalkan. Beruntung, Ana masih memiliki paman dan seorang guru wanita yang beneran baik terhadapnya, juga anak laki-laki dari pamannya yang menjadi teman baiknya. Namanya Pedro.
  Selain konflik yang memanfaatkan psikologis Ana, sangat down setelah trauma parah itu, Amigos X Siempre menceritakan perjalanan Ana dan teman-temannya disekolah dengan latar belakang cerita mereka yang berbeda. Ada Pedro, yang sebenarnya merupakan saudara sepupu jauh Ana ini, termasuk tokoh protagonis, hanya saja dia senang sekali melanggar peraturan sekolah sehingga membuat kepala sekolah kelabakan dengan sikapnya; ada juga Santiago, anak orang kaya disekolah yang selalu berseberangan dengan Pedro; terus, aku tidak pernah melupakan Renata sudah menyebut nama Santiago. Renata juga merupakan anak orang kaya yang kurang perhatian dalam keluarganya, sehingga saat disekolah Renata seringkali ingin mendapat pengakuan dan perhatian dari sekitarnya; sifat Renata yang merasa kurang diperhatikan bisa jadi disebabkan karena orang tuanya lebih memperhatikan kakaknya, Gilberto, yang gagap sejak kecil; keberadaan Renata itu membuat teman sekelasnya menjadi terobsesi dengannya, namanya Patricia. Banyak melihat mungkin Patricia dan Renata layaknya seorang teman baik kemanapun selalu bersama. Namun sebenarnya Patricia terobsesi dengan orang kaya hanya memanfaatkan Renata. (tulisan ini didukung oleh Wikipedia)

Sesuai judul Amigos X Siempre, menceritakan sebuah persahabatan anak-anak yang lugu dimasa sekolah. Persahabatan, persaingan, dan musik semua hal itu tersaji dalam telenovela ini. Anak-anak itu menciptakan sebuah grup band. Pedro memperkasainya karena dia memang menyenangi musik dan bernyanyi. Dari sini aku belajar, mau bagaimanapun peliknya permasalahan yang dirasakan dari masing-masing individu, jika bersatu bersama menuju sebuah tujuan perbedaan yang ada dibelakangnya tidak akan terasa. Seperti tujuan dibalik band yang dibentuk Pedro, Ana, Santiago, Renata, Rafael, dan Patricia, sehingga mereka bisa saling berbaur satu sama lain dan melupakan konflik diantara mereka ketika sedang diatas panggung.












  Complices Al Rescate


   Masih pemeran yang sama dengan tokoh Ana ‘Amigos X Siempre’. Yes! Belinda (kemudian ditengah jalan diganti menjadi aktris Daniela Lujan) disini meranin anak kembar dalam satu pemain, Mariana dan Silvana.
Oh iya, mungkin asing buat penonton Indonesia dengan judul Complices Al Rescate. Tentu saja, karena stasiun TV Indonesia mengganti judul dalam bahasa kita agar lebih friendly dalam pengucapannya. Judul dalam Bahasa Indonesia: Mariana dan Silvana. Diambil dari nama pemeran utamanya.

  Ceritanya Mariana dan Silvana adalah anak kembar telah dipisah sejak mereka lahir. Seorang wanita mendatangi sebuah klinik bersalin untuk mencari seorang anak yang bisa diadopsi untuk menyenangkan suaminya. Seorang perawat yang telah diimingi sejumlah uang dari wanita itu memberikan satu dari anak kembar yang baru lahir beberapa saat kepada wanita itu. Setelah mendapatkan seorang bayi perempuan, wanita kaya itu pulang kerumah, dan memberitahu suaminya kalau mereka memiliki anak. 

Setelah 12 tahun berlalu, tidak ada yang tahu kalau Mariana dan Silvana merupakan saudari kembar. Mariana tinggal bersama orang tua kandungnya di pinggiran kota dan hidup sederhana. Sementara, kembarannya yang mendapat nama Silvana hidup sebagai anak orang kaya dimana ayah angkatnya sangat menyanyangi dirinya, namun tidak begitu dengan Regina, ibu angkat yang membelinya dari seorang perawat. Regina ingin menjadikan Silvana penyanyi dalam agensinya. Silvana pernah memberontak karena itu artinya Regina akan semakin mengatur hidup selama 24 jam non-stop ketika Regina menyuruh Silvana mengikuti audisi grupband dan akan mengorbitkan sebagai vokasli grupband tersebut.

   Nah, menjelang audisi sebuah grup band, Silvana tidak sengaja bertemu Mariana. Masih mudah bagi penonton membedakan mana Silvana dan Mariana. Silvana dengan rambut panjang sedikit ombre berwarna merah, sedangkan Mariana berambut pendek dan ikal. Terkejut sudah pasti. Silvana yang mulai merasa jenuh dengan bossy sang mama, meminta Mariana bertukar tempat sejenak dan melanjutkan audisi grupband ini. Awalnya Mariana menolak karena takut jika akan ketahuan orang terdekat mereka. Silvana meyakinkan terus meyakinkan Mariana untuk menyetujuinya hingga ia pun mengiyakan permintaan Silvana.

   Cukup lama Mariana dan Silvana bertukar tempat. Sebagai orang baru tinggal dikota, Mariana harus membiasakan diri keras dengan kehidupan Silvana yang serba ada dan pasti jauh berbeda dengan kehidupan dirumahnya dipinggiran kota sana. Bahkan Silvana juga dilayani oleh pembantu khusus dirinya. Tak ada kebohongan tidak dapat terbongkar. Regina mulai merasa ada yang beres dengan Silvana yang tinggal serumah dengannya. Regina mulai mencari tahu dan akhirnya didapati kalau Silvana yang tinggal dengannya bukanlah Silvana yang asli. Hanya orang yang mirip. Regina teringat ketika membawa bayi Silvana dulu perawat yang memberikan bayi itu bilang kalau anak ini memiliki kembaran. Kemudian Regina menculik Silvana dan menyekap dirumahnya, sehingga Mariana yang saat itu berada diposisi Silvana harus menggantikan tampil bersama bandnya. (Source: Wikipedia)

   Dua orang serupa namun memiliki sifat berkebalikan begitu mudah dirasakan perbedaannya. Itu juga yang dirasakan Joaqin, teman band Silvana; dan Martin, teman main Mariana. Saat Mariana berada diposisi Silvana, Joaqin merasa Silvana sudah berubah. Ia menjadi lebih baik dan considering dari sebelumnya sehingga Joaqin mulai suka dengan Silvana (entah yang mana). Sementara Martin, sejak insiden Silvana diculik dan disekap, ia tahu kalau kedua gadis itu memang mirip. Silvana mengatakan pada Martin kalau ia dan Mariana bertukar tempat. Martin membantu Silvana dan Mariana dengan kepura-puraan mereka.

  Seperti telenovela lain, Complices Al Rescate ini juga memiliki cerita orang dewasa disekitar Silvana, Mariana, Joaqin, dan yang lainnya. Hanya saja karena saat itu usiaku yang terlampau polos untuk mengerti hubungan percintaan orang dewasa diserial jadi bagian ini aku hanya bisa skip saja. Kalau ada yang tau link streaming telenovela ini dengan subtitle Bahasa Inggris, boleh banget kasih tahu dikolom komentar bawah ya? J






  Carita De Angel




     Nah ini dia… Serial telenovela paling diminati oleh anak-anak pada masa itu. Meskipun Dulce Maria, si pemeran utama masih berusia lima tahun alias masih anak TK, tapi penggemar yang menonton pun sampai anak-anak berseragam putih biru. Iya, kan?

     Luciano, papanya Dulce Maria, memasukkan anak perempuannya kesekolah berasrama dan hanya bisa pulang kerumah saat khir pekan saja. Alasan agar Dulce Maria terlatih menjadi anak mandiri sebab adik perempuannya, Estefania alias tantenya sangat memanjakannya Dulce Maria setelah ibu Dulce Maria meninggal dunia. Namun Luciano tidak suka dengannya. Perhatian adiknya kepada anaknya itu terlalu berlebihan.

Disekolah Dulce Maria merasa kurang perhatian sehingga ia mulai suka mencari perhatian sekitarnya, termasuk suster-suster pengajar dengan caranya. Dulce Maria mulai menjahili teman-temannya hingga selalu berkonfllik dengan kedua temannya, Barbara dan Frida (aku yakin nih, pasti ada teman-teman yang dulu pernah mengidolakan dua anak yang selalu menjahili Dulce Maria ini. Karena mereka ini sama-sama imutnya. Hehehe). Diluar kejahilannya, Dulce Maria sebenarnya merindukan sosok kehangatan seorang ibu yang selalu melindungi dan memahami perasaannya. Disaat merasa sedih, Dulce Maria selalu pergi ke gudang basement sekolah dan merenung. Disitulah ia bertemu sosok peri yang tidak lain adalah ibunya. Hanya Dulce Maria saja yang bisa melihatnya. Itulah kenapa ibunya bilang jangan memberi tahu siapapun, termasuk pada papanya tentang dirinya. Dulce Maria selalu mengingat janji itu selama ia dapat bertemu dengan sang ibu.

 Kejahilan yang dilakukan oleh Dulce Maria, agaknya membuat pernikahan ayahnya, Lucianno dan Nicole sedikit mengalami kendala. Lucianno melihat Nicole belum siap menerima dirinya yang berstatus duda dengan anak satu. Ditambah Dulce Maria terang-terangan menunjukkan rasa tidak sukanya terhadap Nicole. Ada saja kelakuan Dulce Maria versus Nicole, dan inilah yang menjadi scene komedi tak terelakkan. Melihat ayahnya yang seperti ingin menikah lagi, Dulce Maria pun meminta suster pengajar kesayangannya, Suster Cecillia menikahi ayahnya dan menjadi ibu baru baginya. Sayangnya selama masih menjadi seorang suster, Cecilla tidak bisa mengabulkan permintaan Dulce yang satu itu. Bukan anak ajaib namanya kalau Dulce Maria tidak menciptakan momen berduaan Lucianno dan Cecilla. Hingga akhirnya Cecilla sadar kalau ternyata ia sudah mencintai Lucianno. Namun ia dapat berbuat apa lagi. Cecilia tenggalam dalam kegalauannya.





Vivan Los Ninos



    Sebenarnya aku nggak terlalu ingat dengan serial yang satu ini. Karena kelihatannya serial ini tidak terlalu booming dibandingkan serial diatas. Mau mencari full episode pun belum banyak, original soundtrack juga belum ketemu L Oh iyaa karena diserial ini kisah para anak sekolah dasar itu hanya sebagai pelengkap, bukan utama seperti Amigos X Siempre maupun Carita De Angel. Tapi aku tetap mau menuliskannya disini karena drama bertema anak-anak ini pernah mengisi hari-hariku dimasa kecil.

Vivan Los Ninos menceritakan tentang seorang wanita muda yang memiliki permasalahan dalam keluarganya. Kemudian diceritakan ia pergi meninggalkan rumah dan merantau ke Kota Meksiko. Disana ia bekerja sebagai guru dan dimulailah kehidupan lucu, manis, haru bersama anak-anak dikelas yang diajarnya. Tidak hanya menceritakan tentang si guru muda ini saja, Vivan Los Ninos juga menceritakan banyak kisah anak-anak baik disekolah maupun dikeluarga masing-masing. Itulah kenapa telenovela masih termasuk kategori telenovela anak-anak, meskipun aku tidak bisa menuliskan ulang cerita tentang anak-anak sekolah itu dalam serial ini. (Baca versi lengkap di Wikipedia Vivan Los Ninos saja ya... ;))




P.S: Ada yang mengingat dua tokoh anak utama, Marisol dan Diego yang suka di-cie-cie-in?


Maria Belen


  Apa yang kuingat dari telenovela ini adalah tokoh utamanya bernama Maria Belen. Kalau tidak salah Maria Belen, anak sekolah dasar berusia enam atau tujuh tahun. Hampir serupa dengan cerita Dulce Maria diserial Carita De Angel, Maria Belen merupakan seorang anak yatim piatu kemudian dia tinggal bersama pamannya dan disekolahkan. Lewat bantuan Wikipedia, sekolah tempat Maria Belen ini belajar adalah milik kenalan dari pamannya, namanya Ursula.

Orang tua Maria Belen yang meninggal dunia dalam kecelakaan, sudah direncanakan oleh pamannya sendiri alias adik si ayah. Namanya juga telenovela ya, kalau bukan karena orang ketiga ya ada perebutan harta. Paman Maria Belen membunuh ayah keponakan hanya demi mendapat harta warisan. Akan tetapi dia gagal mendapatkan karena dalam sertifikat warisan itu masih tercantum nama Maria Belen. Oleh karena itu, si paman menyembuyikan identitas Maria Belen dengan mengirimnya ke sekolah berasrama. Yang mewarnai hari-hari Maria Belen adalah kepolosan khas anak-anak yang tetap ceria meskipun mengalami sekian tekanan dalam diri dan kejahilan teman-temannya. Beruntung Maria Belen memiliki orang-orang yang sayang sekali dengannya. Guru kelas hingga kekasih ayah kandungnya.

Oh iya, masih dengan bantuan Wikipedia. Sebenarnya orang tua Maria Belen yang meninggal karena dibunuh oleh kerabatnya sendiri bukanlah orang tua kandung Maria Belen. Menurut informasi yang kutemukan, ketika gadis kecil itu masih dalam kandungan sang ibu, ayah kandungnya harus pergi keluar negeri untuk meneruskan pendidikannya. Kemudian ibu kandungnya melahirkan Maria Belen seorang diri dan ia meninggal setelah melahirkan Maria Belen.

Sejauh ingatanku akan serial ini. Selain paman angkat Maria Belen, kepala sekolah, Ursula, merupakan tokoh antagonis lain yang sering berkonflik dengan Maria Belen. Ursula sudah terlanjur membenci Maria Belen diakibatkan pengaruh pamannya, jadi segala hal yang dilakukan Maria Belen pasti salah dimatanya sehingga selalu ada alasan memberikan hukuman untuk Maria Belen.





Adventuras En El Tiempo (Adeventures in Time)



 Kalau TV Indonesia dulu memberi judul serial ini dengan Petualangan Amigos. Dan kupikir masih ada sangkut-paut dengan serial Amigos X Siempre. Memang beberapa pemainnya sama dengan pemeran Amigos X Siempre, tetapi jalan ceritanya jauh berbeda. Pemeran utama wanita serial ini adalah pemeran Ana diserial Amigos X Siempre alias Belinda Peregrin berperan sebagai Violeta, dan pemeran utama laki-lakinya adalah si ganteng pemeran Santiago dalam serial Amigos X Siempre, Christopher Van Uckerman, yang berperan sebagai Angel. Violeta dan Angel ini merupakan ABG yang sedang kasmaran.

Serial ini menceritakan seorang anak gadis bernama Violeta, dan dia sudah tidak memiliki orang tua sehingga dia tinggal bersama sang nenek. Nah, di desa tempat tinggalnya, Violeta menemukan sebuah lorong waktu yang ada dikebun belakang rumah. Dari lorong ini, Violeta bisa pergi ke masa lalu hingga masa depan. Terkadang Violeta tidak pergi sendiran, tapi juga bersama teman-temannya. 

Itulah cerita yang bisa aku ingat dengan pasti. Serial ini menceritakan sekelompok anak itu ke masa lalu maupun masa depan dengan membawa misi yang harus dijawab dimasa kini. Sepertinya cerita-cerita perjalanan lintas waktu dimulai dari sini dan yang membuat anak-anak dizaman itu memiliki imajinasi kuat akan kehidupan dimasa depan dan dengan ada mesin waktu kita bisa kembali ke masa lalu dan melihat keadaan kita diwaktu itu, bahkan kehidupan mama papa kita juga bisa, kan? Hayoo, siapa yang dulu pernah punya pikiran begini? :D
By the way, kalau kalian mau lihat Violeta dan Angel pergi ketahun berapa saja, kalian bisa cek di Wikipedia ini, karena ada banyak tokoh yang terlibat setiap tahunnya. 







  Rebelde Way




   Sebenarnya sama dengan serial telenovela Vivan Los Ninos, Rebel de Way bukanlah telenovela dari Meksiko. Kedua serial ini merupakan produksi Amerika Latin, tepatnya dari Argentina. Makanya kalau diperhatikan lagi bisa kelihatan jelas para pemainnya sedikit berbeda dari pemain-pemain telenovela Meksiko lainnya. Tetapi kalau teman-teman baru menyadari saat ini, sama kok, aku juga baru tahu akhir-akhir ini. Hehehe.
 Oh iya, kalau tidak salah serial Rebelde Way ini merupakan telenovela ABG terakhir yang tayang di Indonesia dimasa itu. Kalau tidak salah juga waktu tayang sekitar tahun 2005. Karena setelah itu di Indonesia pun berganti serial-serial dari Asia Timur.

Tokoh Marizza dan teman-temannya diserial ini merupakan anak SMA, dan masih jauh banget dari usiaku saat itu, lagi-lagi aku masih kurang menangkap ceritanya. Ditambah saat ini pun susah mencari streaming video per episode dengan subtitle Bahasa Inggris yang lengkap). Jadi yang kuingat dari serial ini adalah sekelompok anak sekolah menengah dengan kompleksitas permasalahan masing-masing. Iya, ada cerita persahabatannya, percintaan, keluarga (karena diceritakan tokoh kebanyakan dari keluarga berada, jadi masalahnya tambah kompleks), dan karier mereka sebagai anak band. Sekelompok anak sekolah ini membentuk sebuah band dan grup itu terkenal. (Source: Wikipedia)

Telenovela ini ada adegan dimana Marizza membentuk band bersama teman sekolahnya, namanya Erreway Band. Dari sejak telenovela masih tayang hingga episode terakahir serial ini, Erreway Band masih cukup sering lho diundang untuk manggung. Ini salah satu karya Erreway Band selain band fiksi tetapi juga band nyata dan merupakan theme song dari Rebelde Way, klik disini




Bisa dibilang judul-judul telenovela diatas hampir memiliki tema serupa, aktor dan aktris yang sama juga, bahkan sampai beberapa penokohan judul satu dengan lainnya ada yang mirip, tetapi entah kenapa kesemuanya itu memiliki kesan berbeda ketika ditonton, pastinya tidak mudah lupa sekalipun sudah lewat kurang lebih sepuluh tahun. Such memorable and unforgatable TV series!

Yash! #IGrewUpWitThese bagian pertama yang membahas ulang serial-serial telenovela dari Meksiko dan ada dua judul dari Argentina ya. sudah selesai sampai disini. Oh iya, kalau ada judul belum kumasukkan disini, jelas saja masih banyak banget telenovela yang tidak kurangkum. Menurutku, judul-judul inilah yang mewarnai hari-hari masa kecilku dan paling relevan sesuai sepahaman usia waktu itu. Kalau teman-teman mau menambahkan judul telenovela lainnya, dipersilakan menuliskan dikolom komentar bawah ya. 

Sekian akhir tulisan #IGrewUpWiThese part pertama. Sampai jumpa di-part kedua. :)

Ganxie nimenyou!


*Credit thanks to
- English Wikipeda for providing much actual information about those series;
- Google Images for bringing me back to the my childhood memories;
- Youtube for accompanying me while write these and recalled the memories.


P.S.: Coming up, #Igrewupwithese - sinetron Indonesia anak-anak awal 2000-an.

June 16, 2019

Taiwanese Drama: Campus Heroes (2018)


Dajia hao!
Yeay! Awalnya kutonton ini karena tokoh lead male-nya cukup luamaa kunantikan kembali dilayar.
He was come back! Unfortunately without his group-mates. But, it is okay. Let’s see his role once.

Oh iya, aku sempat punya high expectation terhadap drama yang memiliki tema atlet ini, ya boleh kubilang semoga bisa menyaingi Swimming Battle (2017)-yang buatku masih menjadi drama terbaik sepanjang tahun dengan tema atlet. Well, nyatanya… baiklah, kita lihat saja yuk…
Oh iya, Campus Heroes sudah bisa ditonton lewat Viki ya, dengan seratus persen subtitle Indonesia (thanks, subbers!).





Jadi, ceritanya Campus Heroes/Gao Xiao Ying Xiong Chuan/高校英雄膞 ini tentang seorang professional bisboll player, Lu Daxiang, yang gampang emosian,-tidak bisa mengontrol emosinya ketika dalam keadaan terdesak. Maka dari itu, Lu Daxiang dikeluarkan dari tim. Kata Ofisial Tim, sangat fatal jika seorang pemain tidak dapat mengontrol emosinya. Nah, dari situ masalah demi masalah datang menghampiri Lu Daxiang. Dia mencoba mencari pekerjaan lain, tapi begitu sulit baginya karena hampir semua pihak tahu track record kenapa Daxiang dipecat dari tim.

Ditengah kesulitan mencari pekerjaan demi bisa menyambung hidup, Daxiang mendapat informasi lowongan sebagai guru di SMA Feichuan. Awalnya Daxiang ragu karena ia merasa bukan orang yang tepat untuk menjadi guru Kelas 3-8, yang baru ditinggal dinas keluar negeri guru sebelumnya. Selain itu, kondisi sekolah yang kurang meyakinkan juga, banyak murid Kelas 3-8 yang memilih pindah sekolah hingga hanya menyisakan enam orang murid disana: Guo Jiaxin, Xu Liya, Wang Donghai, Cai Qiansheng, Zhao Yinqing, dan Wu Fangdi-yang diawal cerita katanya begitu misterius dan banyak gosip tentangnya.



Photo source: Website TTV


Oh iya, balik ke cerita Lu Daxiang dulu deh. Daxiang yang sempat ragu untuk melamar sebagai guru di SMA Fei Chuan, bertemu dengan kepala sekolah itu. Kepala Sekolah yang sudah renta ini sebenarnya sudah tahu cerita terdahulu Daxiang sebagai pemain bisboll karena dia merupakan cucu pelatih tim Daxiang sebelumnya. Kata Kepala Sekolah, kakeknya dulu sempat mengatakan kalau pemain seperti Lu Daxiang merupakan aset terbaik tim. Yes, Lu Daxiang adalah pitcher terbaik Tim. Ada keyakinan apa yang akhirnya membuat Kepala Sekolah pun merekomendasikan Daxiang untuk menjadi guru Kelas 3-8. Daxiang pun akhirnya menjadi mendaftarkan diri sebagai Guru SMA Feichuan, khususnya untuk Kelas 3-8. 
Dengan anjuran dari Kepala Sekolah, Daxiang mengikuti kuliah Manajemen Emosi dari Guru BK mereka, Tang Kexin. Ia sebenarnya pernah bertemu dengan Daxiang sebelum ia masuk sekolah Feichuan, dan dari sana juga Kexin pun tahu sifat asli Daxiang yang temperamental. Selanjutnya, begitu Kepala Sekolah memberinya tugas untuk memberi pelajaran manajemen emosi kepada Daxiang, dengan pesimis ia menyanggupi perkataan Kepala Sekolah, karena menurutnya merubah sikap seseorang itu sangat sulit dan dibutuhkan extra efforts, tentunya juga dengan kemauan dari orang yang dimaksud. Apalagi sebenarnya Kexin sempat mengalami masa patah hati karena pengkhianatan dari pacar yang sempat menjalani long distance relationship dengannya. Disitulah kemudian Daxiang hadir memberinya penghiburan. Siapa sangka Daxiang justru akhirnya menyukai Kexin.



Photo source: Website TTV (Junio Liu, as Tang Kexin)

Sementara dengan pekerjaan baru Daxiang sebagai guru kelas 3-8, sangat dikejutkan dengan semangat belajar anak-anak kelas yang hanya tinggal enam orang setelah siswa yang lain memutuskan pindah sekolah berdalih tidak ada harapan untuk mendapatkan nilai bagus dan masuk ke universitas pilihan (orang tua) mereka. Namun, masih ada Guo Jiaxin, Xu Liya, Wang Donghai, Cai Qiansheng, Zhao Yinqing, dan Wu Fangdi, yang tetap bertahan bersama dikelas mereka. Ditambah tekanan persaingan juga dari datang Kelas 3-7 bersama guru kelasnya, Lin Kangbao-seorang guru perfeksionis yang mengampu pelajaran Bahasa Inggris. Boleh dibilang, dibawah didikan Guru Lin Kangbao, Kelas 3-7 terlihat lebih tertata baik dibandingkan Kelas 3-8 yang ditinggal oleh guru kelas terdahulu.

Daxiang berpikir keras untuk mengembalikan semangat belajar murid Kelas 3-8 ditengah penolakan metode pengajarannya oleh Kexin, Kangbao, dan Direktur Hai. Ketiganya meragukan Daxiang tidak akan tidak menggunakan kekerasan untuk mengisi Kelas 3-8. Bahkan Daxiang diberikan ruangan terpisah, yakni disebuah gudang olahraga terpisah dari ruang guru lainnya.

Waktu berjalan terus untuk memberikan masa Daxiang buktikan kalau anak-anak Kelas 3-8 bisa mendapatkan nilai sempurna secara perlahan namun pasti. Daxiang membentuk simulasi tim bisboll yang melibatkan keenam siswanya beserta kemampuan yang sebenarnya dimiliki mereka. Menjadikan mereka dalam sebuah tim, cukup membuat keenam orang itu mulai merasa sebagai kesatuan dan saling membutuhkan satu sama lain. Terbukti, menjelang kompetisi Bahasa Inggris, dengan metode belajar yang diterapkan Daxiang mampu membuat kemampuan Bahasa Inggris anak-anak Kelas 3-8 meningkat baik. Meskipun, akhirnya mereka tetap harus kalah dari Kelas 3-7. Wajar saja, Lin Kangbao selalu mengajarkan Bahasa Inggris dengan baik kepada kelasnya karena ia merupakan lulusan dari luar negeri yang tentu fasih berbahasa Inggris.

Peran Daxiang sebagai guru kembali diuji, ketika akan diadakan pemilihan wakil sekolah untuk mengikuti kompetisi matematika. Sebagai pemain bisboll, tentu sebenarnya Daxiang tidak memiliki kemampuan untuk mengajarkan pelajaran matematika kepada murid-muridnya. Di Kelas 3-8 hanya Donghai-murid yang katanya paling pintar matematika inipun sebenarnya juga masih membutuhkan seorang tutor agar ia juga memaksimalkan kemampuannya. Metode yang digunakan untuk membantu menghafal Bahasa Inggris lalu itu tidak bisa diterapkan untuk pengajaran Matematika. Daxiang mengatur rencana agar kelas 3-7 dan 3-8 bisa belajar bersama dan mengurangi persaingan terbuka diantara mereka. Tentu juga mau tidak mau Daxiang harus berdamai dengan Guru Kelas 3-7, Lin Kangbao. Guru yang satu ini juga suka tidak suka harus mengakui metode mengajar Daxiang yang bisa memotivasi semangat anak-anak. Intinya, Lu Daxiang dan Lin Kangbao berdamai karena hal ini. Hingga Guru Kangbao pun terus membantu Daxiang dalam segala hal, termasuk gimana cara mendapat restu dari ibunya Tang Kexin.


Photo source from Web TTV (Wes Luo as Lu Daxiang)


Tentang para guru SMA Feichuan.
Kenapa aku pisah pembahasan tentang permasalahan dilingkup orang dewasa (dalam hal ini para guru dan sekitarnya) dengan konfik diantara para siswa? Karena menurutku, ini menjadi nilai minus serial ini, yang tidak memiliki atau sedikit sekali keterkaitan benang merah antara sekolah, guru, dan siswanya. Kepergian satu guru keluar negeri (entah karena dinas atau resign) meninggalkan Kelas 3-8 hingga kelas itu terombang-ambing dalam semangat belajarnya, disini kurang dijelaskan sih alasan dibalik itu. Eh, ujung-ujungnya Guru George datang dari Korea Selatan dan mengisi Kelas 3-8 yang tinggal enam orang, mensubstitusi peran Lu Daxiang sebagai guru kelas yang baru; hingga mencoba dapatkan kembali Guru Kexin. Kemunculan George pun nggak lama, sekitar tiga episode (itupun nggak penuh), setelah itu script-writer seenaknya masuk-keluarin tokoh itu. Habis munculin orang ketiga yang kesekian diantara Daxiang dan Kexin, Sheng Yalun, yang punya motif tersendiri ketika memasuki SMA Feichuan, dan menjadi wakil direksi yang baru.
Poin plus-nya adalah peran dan motif menghadirkan tokoh Sheng Yalun itu kuat dan bagus, meskipun cara si aktor meranin Sheng Yalun masih terlihat kagok.

Oh iya, yang juga menjadi inti permasalahan adalah pertentangan Ibunya Kexin terhadap anaknya dan Daxiang yang seorang atlet tidak jelas masa depannya, tidak punya materi, disini memang Ibunya Kexin terlalu membandingkan dan cenderung menjodohkan Kexin dengan Yalun. Daxiang mati-matian membuktikan diri kepada Ibu Kexin kalau dia bisa menjadi seperti yang diinginkannya, dan membahagiakan Kexin.

Dasar orang jatuh cinta ya, Kexin tentu sangat percaya dengan Daxiang, itulah kenapa Kexin menolak perjodohan dengan dari sang Ibu dengan Yalun. Meskipun ngeselin, harus diakui, peran Ibunya Kexin sangat berhasil menjadi seorang ibu yang sedikit egois berdalih demi kebahagian dan masa depan anaknya, padahal Ibunya Kexin ini juga cerai dari ayah kandung Kexin. Diserial jelas disebutkan ayahnya yang ada adalah ayah tiri Kexin.

Sebelum membahas jauh tokoh lain, aku review juga tokoh utama wanita, Tang Kexin. Sejujurnya aku kurang nyaman sih dengan karakter yang diperanin Junio Liu ini. Tang Kexin memiliki cita-cita bagus sebenarnya, menjadi seorang kepala sekolah. Tetapi, seolah dia tidak memiliki hasrat ataupun dialog apapun kalau dia benar-benar ingin mencapainya, kecuali dengan Daxiang membicarakan masa depan mereka berdua. Sampai disitu saja, hingga Sheng Yalun datang dan menawarkan sebuah sekolah dipedalaman untuk dia kelola serta menjadi kepala sekolah, asalkan Kexin mau menikah dengan Yalun. Tokoh Tang Kexin digambarkan sebagai wanita mandiri yang kuat, namun terlihat sangat realistis dan menerima apa adanya yang terjadi didepan matanya.

Terus, Lu Daxiang… Chemistery Wes Luo kataku sudah bisa masuk sebagai Lu Daxiang. Mungkin karena aktor ini pernah mendapatkan peran sebagai seorang atlet professional diserial sebelumnya, High 5, jadi ketika Wes Luo memerankan seorang pemain bisbol professional disini, dia tidak terlalu menemui kesulitan. Hanya yang kulihat ketika scene berantem diawal dengan Tang Kexin sedikit belum natural saja, eh, adegan romantis keduanya kurang menggigit (memang ada? Nggak banyak sih…). Namun, bromance Lu Daxiang dan Lin Kangbao itu keren sekali. Lucu, kocak, dan sebangsanya lah...



Photo source from Web TTV (Jie Nanjie as Guo Jiaxin, Ketua Kelas 3-8)

Photo source from Web TTV (Song Wei En as Cai Qiansheng)

Photo source from Web TTV (Xu Wei as Wang Donghai)

Photo source from Web TTV (Xi Weilun as Wu Fangdi)

Photo source from Web TTV (He Mei as Xu Liya)



Photo source from Web TTV (Xiao Zhiwei as Zhao Yinqing)


Tentang para murid-murid SMA Feichuan.
Ini nih, yang menurutku bikin serial yang seharusnya apik ini jadi terlihat minusnya. Karena konflik yang ada diantara anak-anak Kelas 3-8 seolah nggak bisa dibuat lebih sederhana. Dengan banyaknya dan kompleks konflik diantara para murid sedikit mengurangi jatah slot yang seharusnya bisa dipakai menjelaskan cerita tersembunyi dari tokoh-tokoh dewasa (para guru). Seperti, tokoh Wang Donghai terlalu diperlihatkan ia merasakan kesulitan dengan memikirkan penyembuhan ibunya. Kalau dilogika, memang bagus seorang anak berbakti kepada orang tuanya, apalagi diceritakan Wang Donghai tidak memiliki siapa-siapa selain ibuny yang sedang sakit tua.

Dua murid anak orang kaya di SMA Feichuan, Li Jinkuan (Kelas 3-7) dan Guo Jiaxin (Kelas 3-8) termasuk yang mengganggu. Anak orang kaya itu sangat manja, oke, Guo Jiaxin dan Li Jinkuan dapat banget feel-nya disini. Tapi ketika mereka mempunyai orang yang disukai, cara mereka menunjukkan ketidaksukaan terhadap pihak lain didekat gebetannya itu kurang mencerminkan kalau sebenarnya mereka masih dibangku sekolah SMA. Banyak adegan yang rasanya kurang perlu, dan sebenarnya bisa digantikan dengan adegan lain, contohnya menambahkan adegan saat Tang Kexin dan Lu Daxiang berusaha mewujudkan mimpi mereka berdua. Setidaknya biar Tang Kexin tidak terkesan pasrah dengan keputusan ibunya.

Disamping itu, kepolosan Xu Liya, Cai Qiansheng, dan Zhao Yinqing, membuat serial ini menjadi cocok disebut drama school-life. Ada segitiga yang terjadi diantara enam orang Kelas 3-8 tepat sasaran (apa ini? :D). Guo Jiaxin menyukai Wang Donghai, sementara Donghai dari dulu cuma anggap Jiaxin sebagai teman masa kecil saja; sementara Donghai jelas perlihatkan kalau dia suka sama Wu Fangdi—yang katanya aneh (aneh bener sih, masa anak sekolah nggak diceritakan asal usul keluarganya). Tapi Fangdi tahu kalau Donghai disukai teman sekelasnya, makanya Fangdi menjaga jarak dengan Donghai. Ada Li Jinkuan masuk dalam pusaran itu karena Jinkuan ternyata menyukai Jiaxin. Namun, karena Jinkuan bukan termasuk Kelas 3-8, perannya pun terbatas, jadi tetap seperti ada yang hilang. Cerita segitiga ini masih masuk akal dan relevan dengan cerita anak-anak sekolahan.


Tentang cita-cita.
Benar hidup ini harus memiliki cita-cita sehingga kita tahu kemana arah tujuan kita dengan jelas. Semua orang punya cita-cita. Lu Daxiang yang ingin menjadi pemain bisbol professional namun ditengah jalan ia menemui sedikit jalan buntu sehingga passion bisbol itu sedikit harus berputar arah terlebih dahulu. Lu Daxiang justru berhasil membantu anak-anak Kelas 3-8 SMA Feichuan menemukan passion dalam dirinya sehingga mereka bisa menentukan jurusan kuliah mereka nantinya.

Cita-cita Tang Kexin diawal cerita dibicarakan secara implisuit lewat dialog Kexin dan Daxiang, jadi penonton yang kurang menyimak dibagian ini bisa jadi miss info ini. Barulah disebut jelas ketika SMA Feichuan kedatang CEO baru, Sheng Yalun, yang ingin mengambil alih sekolah dan Kexin lewat sang ibu yang menawarkan materi yang tidak bisa diberikan secara langsung oleh Daxiang. Perang terbuka Lu Daxiang versus Sheng Yalun pun terjadi. Oh iya, Tang Kexin ingin menjadi kepala sekolah disebuah sekolah pedalaman. Dan ini yang dijanjikan Sheng Yalun kepadanya. Bangunan sekolah di pinggir kota gitu, sudah siap diadakan kegiatan pembelajaran kapanpun Kexin mau. Tentu Yalun membuatnya tidak tanpa syarat dong. Asalkan Kexin bersedia menikah dengan Yalun. Hal ini didukung seribu persen oleh ibu Kexin.


Poin plus lagi dari inti cerita ini menurutku adalah bromance Lu Daxiang dan Lin Kangbao yang sudah menjadi buddy, dan Lin Kangbao justru membantu Daxiang mengambil hati ibunya Kexin. Lin Kangbao juga membantu Daxiang ketika berkeinginan menjadi pemain bisbol professional kembali, bersama Gao Aini yang setia mendukung Daxiang-Gege-nya.

Drama ini memiliki jumlah episode 16. Seperti drama-drama Taiwan lain, biasanya anti-klimaks ceritanya saat mencapai tiga episode terakhir. Tapi, Campus Heroes ini menampilkan keseluruhan inti konflik di-3-episode terakhir, dan penyelesaian hanya butuh 1,5 episode terakhir. Bisa dibayangkan ditengah-tengah episode itu diisi apa? Surprise!


Alika’s Social Diary Blog’s rating for Campus Heroes: 7,8 of 10.


Photo source from Web TTV (Jack Li as Lin Kangbao, Class Teacher of 3-7, and my favorite character)


Nah, itu tadi semua pandangan dan komentarku buat Taiwanese Drama berjudul Campus Heroes. Drama ini tayang di Taiwan pada 2018, disaluran TTV. Pandangan setiap orang bisa berbeda-beda, jadi bagi yang belum nonton silakan langsung nonton saja, dan yang sudah nonton boleh bagikan komentar kalian dikolom komen dibawah ya. Aku akan senang kalau ada teman berbagi.
Dan, buat teman-teman yang mau tau pandanganku tentang drama-drama Taiwan maupun Mainland, bisa scroll laman blog Social Diary ini.


Ganxie nimen.


***
Alika would says thank you to: 
Viki.com
Drama Wiki 
Website TTV Taiwan
Google

May 17, 2019

Kepoin Pemain Bulutangkis: Ruselli Hartawan


Dajia hao!


Kali ini aku datang kembali dengan membawa hasil kepo setelah menjelajahi dunia maya, karena sudah lama aku nggak membukakan jati diri para pemain bulutangkis, kan? Terakhir aku posting tentang Tim Sudirman Cup tahun 2017 dari Taiwan. Buka link ini  dan ini.
Berhenti sesaat kepon pemain-pemain luar Indonesia, ternyata pemain Indonesia pun masih banyak yang sangat layak untuk dibahas sembari kita lihat setiap performa mereka dipelbagai turnamen. Keep supporting Indonesian Team!


Laman kali ini memilih seorang pemain putri Indonesia dari sektor tunggal.


Photo source: Tempo Online


Tahun 2018 lalu, doi masuk dalam daftar skuad Tim Uber Indonesia yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand. Dia juga turut menyumbang satu angka untuk Tim Indonesia ketika dipercaya turun kontra Tim China. Mukzijat? No! Cewek ini memang pemain yang sementara ini punya mental tanding paling bagus dibandingkan deretan tunggal putri Indonesia lain. (eh? :p) Buktinya, digelaran Piala Uber 2018, Ruselli sukses menggiling pemain se-kelas Olimpiade Rio 2016, Li Xuerui, dengan bermain tiga gim: 15-21, 21-19, 21-18.

Hayuk ah, kita lihat perjalanan bulutangkis Ruselli lainnya.


Check this out~

Tahun 2019 ini Ruselli Hartawan belum berhasil mencatatkan prestasi gemilangnya di BWF World Tour. Kebanyakan langkah Ruselli terhenti dibabak 16 besar alias Round 2. Sampai dengan rilis update informasi untuk artikel ini ditulis, turnamen terakhir yang diikuti Ruselli adalah New Zealand Open Serie 300, dimana sebenarnya turnamen ini merupakan turnamen pertama sebagai bahan perhitungan poin menuju Olimpiade Tokyo 2020. 
Di New Zealand, Ce Li Xuerui berhasil revans dari Ruselli dengan mengalahkannya dua set dibabak kedua, 21-16, 21-13. 
Sebelumnya, di kejuaraan bulutangkis kontinental, Badminton Asia Championship 2019, Ruselli juga harus pulang lebih cepat. Dia hanya mampu bertahan sampai babak 16 besar, setelah pemain Korea Selatan, Kim Ga Eun mengalahkannya: 12-21, 19-21. Sementara, Kakak Senior Ga Eun, Sung Ji Hyun sebelumnya juga memupuskan harapan Ruselli untuk melaju ke babak 8 besar di Singapura.

Kendatipun masih sering kalah dibabak awal, Ruselli juga tak memberi kemenangan mudah sang lawan. Seperti yang terlihat ketika Tur Eropa. Di Spain Master 2019, Ruselli memberikan perlawanan pada Han Yue meskipun akhirnya juga harus mengakui keunggulan pemain China itu: 23-21, 18-21, 15-21. Kemudian, di German Open babak kedua sempat memberikan perlawanan sengit atas wakil Singapura, Yeo Jia Min, meskipun diset kedua pun jauh tertinggal: 20-22, 10-21.

Sebenarnya performa Ruselli dari awal tahun 2019 ini bisa dibilang cukup menjanjikan jika menilik perolehan skor didapat dari tiga turnamen mengawali BWF World Tour 2019: Ketika Thailand Master mencapai babak kedua kontra pemain tuan rumah, Busanan Ongbamruphan: 14-21, 19-21. Kemudian di Malaysia Master terhenti dibabak pertama oleh pemain Hong Kong, Yip Pui Yin: 21-19, 18-21, 17-21. Sementara dirumah sendiri, Indonesia Master pencapaian Ruselli lebih baik dibandingkan pekan sebelumnya di Malaysia, yakni bisa mencapai babak 16 besar setelah pemain muda Tiongkok, Chen Xiaoxin menjegal dipertarungan memasuki babak 8 besar.

Apabila melihat torehan prestasi Ruselli kebelakang, sebelum tahun 2019, sebenarnya ia tak melulu terhenti dibabak awal. Mungkin saja dia memang belum in seratus persen memasuki turnamen level dewasa. Prestasi Ruselli kala junior termasuk gemilang dengan beberapa kali lolos hingga babak semifinal dan menjuarai turnamen level international challenge.
Di Finlandia, Finnish Open 2018, Ruselli sukses mendapat medali perak; dan menjadi semifinalist Syed Modi Badminton International Championship, di India.
Tahun kejayaan Ruselli sebagai junior mungkin bisa dibilang tahun 2017. Sederet gelar level junior berhasil dia dapatkan, seperti: Malaysia Internasional Challenge, Singapore International Series, dan Smiling Fish International Series.

Ruselli pernah bermain secara rangkap, bahkan selain main sebagai tunggal putri, ketika Turnamen Australian U-19 Junior Badminton Championship, dia main juga sebagai ganda campuran bersama Hafiz Faisal dan berakhir sebagai juara pertama, kemudian juga bermain ganda putri bersama Lya Ersalita-yang juga bermain rangkap saat itu. Bersama Lya pun, meraih posisi juara pertama ganda putri. Sementara Lya Ersalita sebagai pemain ganda campuran harus puas hanya mencapai runner-up.


Photo source: BWF Fansite


Oh iya, Ruselli Hartawan yang kelahiran Jakarta 21 tahun lalu, tepatnya ditanggal 27 Desember, berasal dari Klub Jaya Raya Jakarta, dan menjadi pemain Pelatnas PBSI tahun 2013. Sayangnya, karena ada suatu hal, Ruselli sempat dikembalikan keklub dipertengahan tahun 2014. Semasa diklub itu digunakan Ruselli sebagai pembuktian pemain yang dapat berkembang dan selalu belajar. Sekalipun saat Smiling Fish 2016, Ruselli gagal menapaki partai puncak setelah dihentikan rekan senegara sendiri sekaligus seniornya, Dinar Dyah Ayustine, PBSI kembali mempertimbangkan Ruselli untuk masuk tim nasional karena dinilai Ruselli memiliki daya juang tinggi ketika dilapangan. Alhasil, Ruselli mengikuti Seleksi Tunggal Putri PBSI 2016. Dan masih bertahan di Pelatnas PBSI hingga kini.

Berikut kutunjukkan head to head Ruselli kontra beberapa pemain tunggal putri elit dunia:
- Vs  Akane Yamaguchi (Jepang): 0 – 3, terakhir ketemu Turnamen Youth Olympic Games 2014 dimenangkan oleh Akane: 6-21, 21-18, 11-21
- Vs He Bingjao (China): 0 -3 , terakhir ketemu Turnamen Indonesia Master 2015 dimenangkan oleh He Bingjiao: 21-14, 12-21, 17-21
- Vs Li Xuerui (China): 1 – 2, terakhir ketemu Turnamen New Zealand Open Serie 300 dimenangkan oleh Li Xuerui: 16-21, 13-21
- Vs Saina Nehwal (India): 0 -1, terakhir ketemu Turnamen Syed Modi International Badminton Championship 2018 dimenangkan oleh wakil tuan rumah, Saina: 21-12, 7-21, 6-21

Sebagai penutup diakhir postingan ini, sampai dengan update ranking BWF per 1 Mei 2019, Ruselli Hartawan menduduki peringkat ke-40 sector woman single, dan menjadi tunggal putri ketiga secara ranking nasional, dibawah Gregoria Mariska Tunjung dan Fitriani. 

Banyak Badminton Lovers meyakini dengan semangat main Ruselli yang bagus ini, bukan berarti kelak dia bakal naik menjadi tunggal putri kedua bahkan pertama-nya Indonesia, jika kedua rekan diatas tidak menunjukkan progres meningkat. Karena rasanya Ruselli dianggap lebih siap menghadapi peta persaingan sektor tunggal putri dunia masa sekarang. Tapi, siapapun pemainnya tentu BL Indonesia yang solid itu tetap mendukung pemainnya dong ya. (Tolong dicatat, berlaku untuk BL sejati ya, bukan BL karbitan *ups* :p)


Photo source: BWF Fansite

Akhirnya, sudah tuntas keingintahuanku mencari tahu Ruselli lebih dalam. Karena, secara pribadi dari zaman doi junior dulu, memang sudah jadi jagoan WS-ku. Sayang saja, kalau potensi yang Ruselli punya salah poles. Keep it up, Indonesia National Team!


Ganxie nimen. J


***
Thanks for the informations




Other post from this blog

#IGrewUpWiThese - Part 1

Dajia hao! Aku kembali! Hehehe… Aku kembali membawa sebuah tema yang akan kubagi menjadi beberapa bagian. Karena tema ini luas bange...