May 17, 2019

Kepoin Pemain Bulutangkis: Ruselli Hartawan


Dajia hao!


Kali ini aku datang kembali dengan membawa hasil kepo setelah menjelajahi dunia maya, karena sudah lama aku nggak membukakan jati diri para pemain bulutangkis, kan? Terakhir aku posting tentang Tim Sudirman Cup tahun 2017 dari Taiwan. Buka link ini  dan ini.
Berhenti sesaat kepon pemain-pemain luar Indonesia, ternyata pemain Indonesia pun masih banyak yang sangat layak untuk dibahas sembari kita lihat setiap performa mereka dipelbagai turnamen. Keep supporting Indonesian Team!


Laman kali ini memilih seorang pemain putri Indonesia dari sektor tunggal.


Photo source: Tempo Online


Tahun 2018 lalu, doi masuk dalam daftar skuad Tim Uber Indonesia yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand. Dia juga turut menyumbang satu angka untuk Tim Indonesia ketika dipercaya turun kontra Tim China. Mukzijat? No! Cewek ini memang pemain yang sementara ini punya mental tanding paling bagus dibandingkan deretan tunggal putri Indonesia lain. (eh? :p) Buktinya, digelaran Piala Uber 2018, Ruselli sukses menggiling pemain se-kelas Olimpiade Rio 2016, Li Xuerui, dengan bermain tiga gim: 15-21, 21-19, 21-18.

Hayuk ah, kita lihat perjalanan bulutangkis Ruselli lainnya.


Check this out~

Tahun 2019 ini Ruselli Hartawan belum berhasil mencatatkan prestasi gemilangnya di BWF World Tour. Kebanyakan langkah Ruselli terhenti dibabak 16 besar alias Round 2. Sampai dengan rilis update informasi untuk artikel ini ditulis, turnamen terakhir yang diikuti Ruselli adalah New Zealand Open Serie 300, dimana sebenarnya turnamen ini merupakan turnamen pertama sebagai bahan perhitungan poin menuju Olimpiade Tokyo 2020. 
Di New Zealand, Ce Li Xuerui berhasil revans dari Ruselli dengan mengalahkannya dua set dibabak kedua, 21-16, 21-13. 
Sebelumnya, di kejuaraan bulutangkis kontinental, Badminton Asia Championship 2019, Ruselli juga harus pulang lebih cepat. Dia hanya mampu bertahan sampai babak 16 besar, setelah pemain Korea Selatan, Kim Ga Eun mengalahkannya: 12-21, 19-21. Sementara, Kakak Senior Ga Eun, Sung Ji Hyun sebelumnya juga memupuskan harapan Ruselli untuk melaju ke babak 8 besar di Singapura.

Kendatipun masih sering kalah dibabak awal, Ruselli juga tak memberi kemenangan mudah sang lawan. Seperti yang terlihat ketika Tur Eropa. Di Spain Master 2019, Ruselli memberikan perlawanan pada Han Yue meskipun akhirnya juga harus mengakui keunggulan pemain China itu: 23-21, 18-21, 15-21. Kemudian, di German Open babak kedua sempat memberikan perlawanan sengit atas wakil Singapura, Yeo Jia Min, meskipun diset kedua pun jauh tertinggal: 20-22, 10-21.

Sebenarnya performa Ruselli dari awal tahun 2019 ini bisa dibilang cukup menjanjikan jika menilik perolehan skor didapat dari tiga turnamen mengawali BWF World Tour 2019: Ketika Thailand Master mencapai babak kedua kontra pemain tuan rumah, Busanan Ongbamruphan: 14-21, 19-21. Kemudian di Malaysia Master terhenti dibabak pertama oleh pemain Hong Kong, Yip Pui Yin: 21-19, 18-21, 17-21. Sementara dirumah sendiri, Indonesia Master pencapaian Ruselli lebih baik dibandingkan pekan sebelumnya di Malaysia, yakni bisa mencapai babak 16 besar setelah pemain muda Tiongkok, Chen Xiaoxin menjegal dipertarungan memasuki babak 8 besar.

Apabila melihat torehan prestasi Ruselli kebelakang, sebelum tahun 2019, sebenarnya ia tak melulu terhenti dibabak awal. Mungkin saja dia memang belum in seratus persen memasuki turnamen level dewasa. Prestasi Ruselli kala junior termasuk gemilang dengan beberapa kali lolos hingga babak semifinal dan menjuarai turnamen level international challenge.
Di Finlandia, Finnish Open 2018, Ruselli sukses mendapat medali perak; dan menjadi semifinalist Syed Modi Badminton International Championship, di India.
Tahun kejayaan Ruselli sebagai junior mungkin bisa dibilang tahun 2017. Sederet gelar level junior berhasil dia dapatkan, seperti: Malaysia Internasional Challenge, Singapore International Series, dan Smiling Fish International Series.

Ruselli pernah bermain secara rangkap, bahkan selain main sebagai tunggal putri, ketika Turnamen Australian U-19 Junior Badminton Championship, dia main juga sebagai ganda campuran bersama Hafiz Faisal dan berakhir sebagai juara pertama, kemudian juga bermain ganda putri bersama Lya Ersalita-yang juga bermain rangkap saat itu. Bersama Lya pun, meraih posisi juara pertama ganda putri. Sementara Lya Ersalita sebagai pemain ganda campuran harus puas hanya mencapai runner-up.


Photo source: BWF Fansite


Oh iya, Ruselli Hartawan yang kelahiran Jakarta 21 tahun lalu, tepatnya ditanggal 27 Desember, berasal dari Klub Jaya Raya Jakarta, dan menjadi pemain Pelatnas PBSI tahun 2013. Sayangnya, karena ada suatu hal, Ruselli sempat dikembalikan keklub dipertengahan tahun 2014. Semasa diklub itu digunakan Ruselli sebagai pembuktian pemain yang dapat berkembang dan selalu belajar. Sekalipun saat Smiling Fish 2016, Ruselli gagal menapaki partai puncak setelah dihentikan rekan senegara sendiri sekaligus seniornya, Dinar Dyah Ayustine, PBSI kembali mempertimbangkan Ruselli untuk masuk tim nasional karena dinilai Ruselli memiliki daya juang tinggi ketika dilapangan. Alhasil, Ruselli mengikuti Seleksi Tunggal Putri PBSI 2016. Dan masih bertahan di Pelatnas PBSI hingga kini.

Berikut kutunjukkan head to head Ruselli kontra beberapa pemain tunggal putri elit dunia:
- Vs  Akane Yamaguchi (Jepang): 0 – 3, terakhir ketemu Turnamen Youth Olympic Games 2014 dimenangkan oleh Akane: 6-21, 21-18, 11-21
- Vs He Bingjao (China): 0 -3 , terakhir ketemu Turnamen Indonesia Master 2015 dimenangkan oleh He Bingjiao: 21-14, 12-21, 17-21
- Vs Li Xuerui (China): 1 – 2, terakhir ketemu Turnamen New Zealand Open Serie 300 dimenangkan oleh Li Xuerui: 16-21, 13-21
- Vs Saina Nehwal (India): 0 -1, terakhir ketemu Turnamen Syed Modi International Badminton Championship 2018 dimenangkan oleh wakil tuan rumah, Saina: 21-12, 7-21, 6-21

Sebagai penutup diakhir postingan ini, sampai dengan update ranking BWF per 1 Mei 2019, Ruselli Hartawan menduduki peringkat ke-40 sector woman single, dan menjadi tunggal putri ketiga secara ranking nasional, dibawah Gregoria Mariska Tunjung dan Fitriani. 

Banyak Badminton Lovers meyakini dengan semangat main Ruselli yang bagus ini, bukan berarti kelak dia bakal naik menjadi tunggal putri kedua bahkan pertama-nya Indonesia, jika kedua rekan diatas tidak menunjukkan progres meningkat. Karena rasanya Ruselli dianggap lebih siap menghadapi peta persaingan sektor tunggal putri dunia masa sekarang. Tapi, siapapun pemainnya tentu BL Indonesia yang solid itu tetap mendukung pemainnya dong ya. (Tolong dicatat, berlaku untuk BL sejati ya, bukan BL karbitan *ups* :p)


Photo source: BWF Fansite

Akhirnya, sudah tuntas keingintahuanku mencari tahu Ruselli lebih dalam. Karena, secara pribadi dari zaman doi junior dulu, memang sudah jadi jagoan WS-ku. Sayang saja, kalau potensi yang Ruselli punya salah poles. Keep it up, Indonesia National Team!


Ganxie nimen. J


***
Thanks for the informations




April 5, 2019

Top 7 The Most Beautiful Badminton-Female Players


Dajia hao!

Sekian lama nggak bikin topik badminton, kali ini tangan sudah bergetar untuk menambahkan tulisan ini dan melengkapi tulisan yang pada waktu itu sempat diposting, “The Most Handsome Badminton-Male Players”. Pemain muda dari Taiwan, Wang Tzu Wei berhasil mencuri pandangan dan perhatian secara berlebih, akhirnya doi menjadi pemilik nomor satu!

Nah, itu adalah “Prince”-nya, sekarang aku mau mencari siapa yang menjadi “Princess”-nya. Apakah si Putri akan berasal dari negara yang sama dengan sang Pangeran? Okay, simak yukk..


Aku mulai dengan memilih nominasi dari masing-masing sektor dulu deh ya? Mulai dari Women Singles, Women Doubles, dan pastinya cewek-cewek dari Mixed Double juga diperhitungkan dong...

*DISCLAIMER: Pilihan nominasi ini kuambil berdasarkan 25 ranking BWF masing-masing sektor WS, WD, XD tanggal 1 April 2019 (BWF last update: 28 Maret 2019).

TOP 5 beautiful player badminton Women Singles:
1. Nitchaon Jindapol [Thailand]
2.  Aya Ohori [Jepang
3. Saina Nehwal [India]
4. Tai Tzu Ying [Taiwan]
5. Busanan Ongbamruphan [Thailand]
*dari nominasi Top 10 of 25 rank-BWF Women Singles:
1. Tai Tzu Ying (Taiwan)
2. Nozomi Okuhara (Jepang)
3. Saina Nehwal (India)
4. Nitchaon Jindapol (Thailand)
5. Busanan Ongbamrungphan (Thailand)
6. Aya Ohori (Jepang)
7. Han Yue (China)
8. Ratchanok Inthanon (Thailand)
9. Gregoria Mariska Tunjung (Indonesia)
10. Sung Ji Hyun (Korea Selatan)

Top 3 beautiful badminton player Women Doubles:
1. Rawinda Prajongjai [Thailand]
2. Greysia Polii [Indonesia]
3.  Sayaka Takahashi [Jepang]
*dari nominasi Top 5 of 15 rank-BWF Women Doubles:
1.Greysia Polii (Indonesia)
2.Rawinda Prajongjai (Thailand)
3.Jongkolphan Kittharakul (Thailand)
4.Rizki Amelia Pradipta (Indonesia)
5.Sayaka Takahashi (Jepang)

Top 5 beautiful female badminton player Mixed Doubles:
1. Huang Yaqiong [China]
2. Goh Liu Ying [Malaysia]
3. Tse Ying Suet (Hong Kong)
4. Arisa Higashino [Jepang]
5. Gloria Emanuelle Widjaja [Indonesia]
*dari nominasi Top 10 of 25 female player of Mixed Doubles:
1. Huang Yaqiong (China)
2. Arisa Higashino (Jepang)
3. Goh Liu Ying (Malaysia)
4. Arisa Higashino (Jepang)
5. Lee Chia Hsin (Taiwan)
6. Winny Oktavina Kandow (Indonesia)
7. Tse Ying Suet (Hong Kong)
8. Gloria Emanuelle Widjaja (Indonesia)
9. Isabel Herttrich (Jerman)
10. Christina Pedersen (Denmark)
                 

Okay. Yang daftar nominasi yang diatas itu adalah para wanita yang tidak hanya memiliki wajah cantik, namun juga memiliki kemampuan bermain super baik ketika dilapangan bulutangkis. Dari 13 pemain terpilih masing-masing sektor, aku akan memilih lagi (final ranking) untuk keseluruhan: 7 Wanita Super dari WS-WD-Female XD.

Inilah mereka itu…



NOMOR 7

Image from: bwf-badwminton.com

Posisi ini ditempati oleh pemain tunggal putri dari Negeri Matahari Terbit alias Jepang. Mari, kenalan yuk dengan Jeung Aya Ohori.

Jeung-sist Ohori kelahiran Prefektur Fukushima, Jepang pada 2 Oktober 1996. Pertama kali terjun pada turnamen internasional sejak Singapore Internasional Series 2012. Satu tahun kemudian, Aya Ohori menjuarai Asia Junior Championship 2013 setelah pada laga final mengalahkan wakil Thailand, Busanan Ongbamrungphan: 21-11, 16-21, 21-13.
Berjaya di Kejuaraan Junior setingkat Asia, nyatanya Aya Ohori belum berhasil membawa medali emas dari BWF World Junior Championship. Dari laga itu podium tertingginya mencapai tempat runner-up ditahun 2013 setelah di-final ditaklukkan pemain Jepang lainnya, Akane Yamaguchi: 11-21, 13-21.

Per 28 Maret 2019 ini, Aya Ohori menduduki peringkat BWF dinomor 20. Dilevel dewasa—waktu itu masih menggunakan Grandprix, Grandprix Gold, dll, Aya Ohori pernah mencapai podium tertinggi:  U.S. Open 2017 setelah mengalahkan Michelle Li dari Kanada; kemudian menjadi juara di China Master 2017 setelah mengalahkan rekan negaranya sendiri, Saena Kawakami. Sayangnya, ditahun 2018, belum ada prestasi terbaik Aya lagi yang tampil naik podium juara. Prestasi terbaiknya adalah menjadi babak semifinal di Japan Open Super 750 meskipun akhirnya dikalahkan oleh pemain dari Jepang juga, Nozomi Okuhara. Dan juga mencapai babak semifinal di U.S Open Super 300, akhirnya pun harus menyerah dari wakil tuan rumah, Zhang Beiwen dalam pertarungan tiga set: 22-20, 21-23, 13-21.



those two images are from bwf-badminton.com


NOMOR 6

Image from: bwf-badwminton.com

Pemain berikutnya masih dari Negeri Matahari Terbit. Pemain tunggal puteri ini kelahiran Nara, Jepang, 29 Juli 1992. Per 28 Maret 2018, Jeung-sist Sayaka Takahashi harus turun  satu peringkat BWF kenomor 12, setelah pemain U.S., Zhang Beiwen menyalipnya.
Rasanya tahun keemasan buat Sayaka Takahashi adalah tahun 2012, dimana ia mulai menjuarai berbagai International Challenge tours. Oke, sebut saja menang di Austria, Osaka, Maldives, dan Skotlandia. Kemudian merebut kemengan kembali di Osaka Open International Challenge ditahun 2015 dan 2017.

Menginjak kelevel Grandprix dan Super Series—pada waktu itu namanya. Berhasil menjuarai Australian Open 2013 setelah mengalahkan Nitchaon Jindapol (Thailand): 21-22, 21-10; menjuarai German Open 2014 setelah mengalahkan Sung Ji Hyun (Korea Selatan): 21-17, 8-21, 21-12; ditahun 2017 menjadi juara di Vietnam Open setelah mengalahkan wakil tuan rumah, Vu Thi Thrang: 21-9, 21-14.

Menginjak BWF World Tour Series ditahun 2018, Sayaka lumayan bisa mendongkrak peringkatnya dan menjadi pemain tunggal putri Jepang cukup menjanjikan dikancah internasional. Tertinggi, ia menjuarai Singapore Open Super 500 yang saat difinal ia berhadapan dengan Gao Fangjie (China) dengan skor akhir cukup dramatis: 25-23, 21-14. Sisanya ia menjuarai Swiss Open Super 100, New Zealand Open Super 300, dan Akita Master Super 100.
Tahun 2019, penampilan terbaiknya sejauh ini mencapai babak perdelapan final (Quartel Final) German Open. Saat itu ia dikalahkan oleh rekan senegaranya sendiri, Akane Yamaguchi: 19-21, 20-22.


those two images are from bwf-badminton.com


NOMOR 5

Image from: bwf-badwminton.com

Oh no! Ternyata diposisi kelima ini masih dihuni oleh teman-teman se-negara Aya dan Sayaka. Sungguh pemilihan tidak disengaja!

Baiklah, hal ini membuktikan gadis-gadis Jepang selain punya wajah yang kawaii pun mempunyai skill yang boleh diadu juga. Kalau Aya Ohori dan Sayaka Takahashi merupakan pemain tunggal putri, yang satu ini merupakan pemain dari sektor ganda campuran.

Hmm, kalau aku kasih klu: Finalis All England 2018, pasti sudah ketahuan dong ya siapa dia..

Yes! Dia adalah pasangan main Yuta Wanabe disektor ganda campuran, Arisa Higashino.
Kelahiran Imawamizawa, Hokkaido, Jepang, 1 Agustus 1996, pemain muda Jepang dari Klub Unysis—btw, pemain-pemain Jepang berasal dari klub-klub karena seolah tidak ada pelatnas resmi disana, dan kebanyakan yang jago itu dari Unysis :D. Peraih medali perunggu Asian Junior Championship 2013 dan 2014 (bersama Yuta Wanabe—memang belum bisa diceraikan nih orang :p).

Prestasi tertinggi Arisa bersama Yuta hingga kini adalah menduduki peringkat BWF ketiga dibawah dua wakil China: Siwei-Yaqiong, dan Yilyu-Dongping. Tidak lupa hasil turnamen yang membawa nama Arisa dan Yuta melambung dan meroketkan poin mereka ketika mereka berhasil mengalahkan Zheng Siwei-Huang Yaqiong difinal turnamen Super 1000 dan turnamen bulutangkis tertua, All England dengan pertarungan tuga gim: 15-21, 22-20, 21-16. Meskipun di-All England 2019, Siwei-Yaqiong menggagalkan kembali harapan Yuta-Arisa pertahankan gelar kedua kalinya.


those two images are from bwf-badminton.com


NOMOR 4


Image from: bwf-badwminton.com

Ah! Akhirnya selesai membahas wanita-wanita super-nya Jepang. Mari terbang ke Asia Tenggara dan mendarat di Negeri Gajah Putih, Thailand.

Kita akan membahas salah satu pemain ganda putri Thailand—yang masih menjadi pemain andalan Thailand. So, she is Rawinda Prajongjai.

Rawinda merupakan kelahiran Bangkok, 29 Juni 1993. Saat ini bermain disektor ganda putri dengan partner Jongkolphan Kittharakul. Rawinda pertama bergabung dengan Tim Nasional Thailand sejak 2015, namun turnamen internasional pertamanya adalah Singapore International Series 2013, berpasangan dengan Chongchuwu Pornpawee, dan telah bermain bulutangkis secara professional sejak 2008.

Kelihatannya mulai dipasangankan dengan Jongkolphan Kittharakul sejak tahun 2015 dan menjadi juara pertama di Vietnam Open (Grandprix) 2015 setelah mengalahkan Suci Rizky Andini-Maretha Dea Giovani (Indonesia) dengan skor akhir 21-14, 21-12. Setahun kebelakang, ditahun 2018, Rawinda bersama Jongkolphan berhasil naik podium tertinggi dirumah sendiri, Thailand Master Super 300 berhadapan dengan wakil Indonesia, Anggia Shitta Awanda-Ni Ketut Mahadewi Istarani dengan skor akhir 21-19, 21-17.



those two images are from bwf-badminton.com




NOMOR 3

Image from okezone/sports

Tanpa sengaja lagi memilih dari negara yang sama dengan atasnya. Oke, masih dari Thailand—hanya saja yang membuka tiga besar ini bermain disektor tunggal putri. Kenalkan Nitchaon Jindapol.

Hayoo, siapa yang bisa bantah Nitchaon punya paras yang biasa sajaa? Hehehe.

Jeung-sist Nitchaon bergabung pertama kali dengan Tim Nasional Thailan sejak 2009 dan turnamen internasional pertamanya adalah Vietnam International Challenge 2009. Kemudian menjuarai Canada Open 2013 setelah mengalahkan Yip Pui Yin (Hong Kong): 21-18, 21-16. Dua kali menjadi juara di Bitburger Open, yakni tahun 2013 setelah mengalahkan Linda Zechiri, wakil Bulgaria dengan skor 21-13, 21-13; kemudian ditahun 2017 mengalahkan Zhang Beiwen (U.S.A) dengan skor akhir 21-17, 15-21, 21-19. Namun harus puas menjadi runner-up Bitburger Open 2016 setelah kalah dari He Bingjiao (China) difinal.

Ditahun 2018 lalu menjadi juara Thailand Master Super 300 setelah mengalahkan rekan satu negaranya, Pornpawee Chochuwung dengan skor akhir 21-18, 21-11.  Nitchaon merupakan kelahiran Bangkok, 31 Maret 1991 mempunyai ambisi untuk membela negaranya di Multievent Olimpiade. Let’s see!



those two images are from bwf-badminton.com



NOMOR 2

Image from: bwf-badwminton.com

Masih dari Kawasan Asia Tenggara, nggak jauh-jauh dari Thailand. Yak, kita menuju Malaysia. Klu-nya adalah Peraih Perak Bulutangkis Olimpiade Rio 2016.

Siapa sih yang nggak tahu nama Goh Liu Ying—partner ganda campuran Babang Chan Peng Soon,  yang suka bikin baper para badminton lovers dengan chemistry keduanya baik on-court maupun off-court. Itulah kenapa aku bingung apa yang harus kutulis dulu tentang Liu Ying-Jie ini. Dari awal Liu Ying berpasangan sama Babang Peng Soon memang sudah langsung dapat klik-nya, karena hasilnya bagus sih—kalau bukan juara pertama, ya runner-up gitu.
Raihan gelar Liu Ying/Peng Soon bisa dilihat disini: silakan buka ini

Yang kukagumi dari Liu Ying, meskipun baru turun dari meja operasi akibat cedera lutut sebelum Olimpiade Rio 2016, di-event itu Liu Ying dan Peng Soon bisa main maksimal sampai babak final dan menghadiahi Malaysia medali perak—yang kata sumber tertulis ganda campuran bulutangkis Malaysia bukanlah nomor andalan di-multi-event itu. Dan yang bikin terharu lagi adalah ada satu-dua pertandingan setelah momen Olimpiade Rio—sebelum Liu Ying fokus penyembuhan cederanya di Jerman, chemistry dua pemain itu teruji ketika Liu Ying menahan cedera ditengan pertandingan berlangsung dan Peng Soon meng-cover permainannya baik sekali meskipun setelah itu mereka harus kalah juga. Kebetulan ini ditayangkan di-tv ya, jadi kayanya semua yang nonton pun terenyuh. So sweet.

By the way, Liu Ying kelahiran Malaka, 30 Mei 1989. Usia yang sudah mapan, tapi belum terdengar seperti akan menikah dengan sang kekasih padahal Peng Soon saja sudah punya tiga anak yang lucu-lucu.

Liu Ying kan sempat hampir sepuluh bulan-an ditahun 2007 menjalani treatment di Jerman, disaat itu Peng Soon sementara bermain dengan Cheah Yee See, hasilnya juga nggak jelek sekali sih. Mash bisa menembus Top 25 rank world BWF. Nah, sekembalinya Liu Ying ke Malaysia dan BAM setelah selesai menjalani treatment, Peng Soon dirujukkan kembali dengan Liu Ying, dan Yee See dicarikan partner baru. Memang butuh waktu sihuntuk mengembalikan kejayaan mereka menembus Top 10 lagi. Nyatanya, kerja keras mereka ditahun 2018 berbuah manis, mereka berhasil melaju hingga BWF World Tour Final, dengan bekal juara di Thailand dan U.S.A, dan dua kali runner-up di Australia dan Indonesia.

Awal 2019 ini Liu Ying dan Peng Soon memilih keluar dari BAM, dan menjadi pemain profesional. Thailand Master 2019 menjadi kemenangan pertama mereka setelah menyandang pemain profesional. Semoga saja Malaysia masih memanggil pasangan ganda ini buat perkuat Tim Sudirman Cup Malaysia. 


these two images are from Google Images


those two images are from bwf-badminton.com




NOMOR 1

Image from: bwf-badwminton.com


Hello, The Most Beautiful Female Badminton Player from China!

Yak! Sekarang sudah sampai diujung, dari Malaysia kita terbang lagi ke Asia Timur, mendarat di China.
Ini nih pemain ganda campuran yang punya tangan ajaib, mau dipasangkan dengan siapapun pasti cepet berjaya. Sayangnya teori itu tidak berlaku buatnya disektor ganda putri. Meskipun baik, tapi tidak sebaik di-Mixed Doubles.

Jadi, Tim China punya pemain yang memiliki tanggal ulang tahun sama tanggal 28 Februari lho. Ada Shi Yuqi (tunggal putra), dan Huang Yaqiong (spesialis ganda campuran). Bedanya hanya tahun lahir saja. Huang Yaqiong kelahiran 28 Februari 1994 di Zhejiang, China.

Pemain ganda yang masih betah duduk di Top 1 BWF-rank sektor ganda campuran bersama Zheng Siwei. Eh, tapi sebelumnya dengan mantan-nya yang dulu, Lu Kai, Yaqiong juga pernah sampai Top 3 sih. Makanya kubilang ajaib, kan? Soalnya dia juga pernah bermain di-ganda putri bersama Tang Jinhua dan Yu Xiaohan, hasllnya juga not bad-lah, masih dapat diperhitungkan dipeta persaingan ganda putri dunia bersama Cheng Qingchen-Jia Yifan, teman se-negeranya.
Bersama Lu Kai juga pernah menyabet juara All England 2017 yang saat itu mengalahkan pasangan wakil Malaysia, Chan Peng Soon-Goh Liu Ying. Setahun kemudian, diturnamen yang sama, bersama partner barunya, Zheng Siwei justru digagalkan oleh Yuta Watanabe-Arisa Higashino. Namun membalasnya ditahun 2019 ini.

Bisa dibilang sejak 2018 lalu hingga tahun 2019 ini (pasca pensiunnya Liliyana Natsir), yang menjadi saingan terberat Yaqiong di-ganda campuran bersama Siwei adalah teman negaranya sendiri yang kini duduk ditahta nomor dua, Wang Yilyu-Huang Dongping. Pertandingan kedua pasangan ini selalu jadi menarik meskipun terkadang hanya memerlukan dua set saja, Siwei-Yaqiong menang. Tetapi perjuangan demi satu poin yang bikin jantung pun ikut berpacu.


Image from Google Images




those images are from bwf-badminton.com



Yes! Akhirnya selesai merangkum prestasi cewek-cewek cantik diatas. Meskipun tidak ada pemain Indonesia dalam Top 7-nya, tapi tetap bisa menunjukkan emansipasi wanita kan ya? Sekaligus menunjukkan disamping pria hebat ada wanita hebat juga. Terbukti nomor satu dan dua-nya adalah pemain putri ganda campuran.

So, para Wanita Hebat tetaplah jadi wanita kuat dan dapat diandalkan dalam segala keadaan. Ingat kata Teh Rosa dalam lagu “Hey Ladies”: kalau wanita sudah beraksi, dunia hancur. Itu artinya, kita sebagai wanita punya kemampuan nggak kalah dengan laki-laki.



Terima kasih untuk kalian yang sudah menyempatkan mampir diblog sederhana ini ya. Setelah ini aku akan kepoin pemain bulutangkis. Tungguin ya.

Ganxie nimen! J


**
Credits:
Thanks to:
tournamentsoftware.com
badminton-bwf.com
wikipedia.com
google.com
Google Images
okezone.com

February 19, 2019

Kenalan Lebih Dalam Sisi Dunia Lain | Book Review: Gerbang Dialog Danur? (Risa Saraswati)


Judul buku: Gerbang Dialog Danur? 
Penulis: Risa Saraswati 
Tahun terbit: 2015 
~cetakan kedua: 2018
Editor: Syafial Rustama 
Penerbit: Bukune 
ISBN: 602-220-150-0


Melepas semua ingatan tentang film layar Danur maupun Maddah, dan juga mencoba tidak bayangin video-video penelusuran maupun tanya jawab si Penulis dengan teman-teman yang berasal dari dunia tak terlihat, itulah yang kulakukan ketika membaca buku seri pertama dari Gerbang Dialog Danur ini. Bisa dibilang terlambat memiliki (duileh, apaan sih ini??), maksudnya terlambat membaca dan mereview novel ini. But, it is okay, karena aku nggak mau memendamnya sendirian, siapa tau kaan ada mau saling share (boleh komen dibawah postingan ini yaa..)

~Baiklah, mari kita lihat apa yang ada dinovel Danur ini..

Pertama sekali, Penulis mengajak kita—pembaca, berkenalan dengan lima sahabat dirinya yang gak bisa dilihat dengan mata normal. Sebut saja, Peter, Hendrick, Hans, William dan Janshen diceritakan oleh Penulis lengkap dengan bagaimana kelima anak Belanda itu meninggal (dengan tragis ditangan pasukan penjajah Nippon) hingga bagaimana kelimanya menjadi sahabat masing-masing hantu cilik dan menjadi teman bagi si Penulis. Haru, kasihan, kesal dengan kekejaman Nippon pada masa itu—karena berani menghabisi anak-anak yang masih super duper polos, semua perasaan itu kurasakan dengan sungguhan seolah mengerti bagaimana perasaan mereka yang masih mengangkut didunia yang tak seharusnya. Ini kukasih cuplikan masing-masing cerita ‘mereka’ yaah..

Check this out..

Disini Penulis, baiklah kita menyebut Teh Risa saja ya?! Teh Risa membagikan pengalamannya sebagai anak yang memiliki kemampuan khusus—berinteraksi dengan mahluk tak kasat mata sedari masa kecilnya. Sebagai anak kecil yang tinggal terpisah dari kedua orang tua dan adiknya pada waktu itu, kala sedang merasa sendiri, sedih, Teh Risa menyendiri di loteng yang ada dirumah neneknya dan darisana ia menjalin persahabatan dengan lima hantu kecil itu—yang tidak mau disebut hantu: Peter, si pemberani; William—yang kataku dia ini si kalem penyuka musik klasik dan biola; Hans dan Hendrick—kelihatannya serupa? ; serta, si kecil Janshen dengan gigi ompongnya. Kelima teman kecil Teh Risa inilah yang selalu melindungi Teh Risa dari gangguan lain, termasuk ketika Teh Risa didatangi oleh hantu kuntilanak bernama Asih.

Namanya sahabat tak melulu berjalan tanpa konflik. Itu juga yang dialami oleh Teh Risa dan kelima teman kecilnya. Ketika Teh Risa tidak bisa menepati janjinya untuk menjadi sama seperti Peter, William, Hans, Hendrick, dan Janshen, kelima teman kecil itu pun meninggalkan Teh Risa sendiri menghadapi serangan-serangan mahluk astral yang menyeramkan, namun ada juga beberapa yang menjadi teman baik seperti hal Peter cs.

Samantha, hantu perempuan kecil yang ditemukan ketika Teh Risa bersama ayah dan keluarganya sedang berkemah ditengah hutan gunung. Samantha sama juga halnya seperti Peter cs yang menunggu kedatangan—pertemuan kembali dengan orang tua dan keluarganya. Samantha bercerita kalau orang tuanya pergi ke Belanda untuk menjenguk opanya sekaligus untuk membawakan obat untuk Samantha. Lalu, mereka tak kembali hingga Samantha meninggal dunia karena penyakit yang dideritanya. Risa tak heran jika ketika bertemu Samantha dengan kondisi bibir yang sudah membiru, layaknya orang habis sakit. Namun disaat itu Samantha justru berpikir kalau orang tuanya sudah meninggalkannya hanya dengan pengasuhnya karena mungkin kondisi penyakitnya yang tak mungkin disembuhkan. Samantha boleh jadi membenci kedua orang tuanya karena hal itu—meninggalkan ia sendiri hingga nafas terakhir terhembus disamping Rumi, pengasuhnya, namun Samantha tetap menunggu orang tuanya hingga mereka menemuinya meskipun Samantha tau kalau mereka bertemu kembali dalam wujud yang sama dengan dirinya kini. Cerita Samantha pun membuat Risa berpikir kalau hidupnya masih lebih beruntung: memiliki keluarga yang lengkap, teman-teman yang melimpah, juga hidup yang penuh dinamika. Kehidupannya sempurna dengan bonus kemampuan yang tak dimiliki oleh kebanyakan orang.

Asih. Sebenarnya namanya bagus lho. Kasih. Seperti namanya, Asih ini diceritakan sebagai cewe—gadis desa yang cantik, yang mencoba peruntungan dengan merantau di Kota Bandung. Asih bekerja sebagai PRT. Pekerjaan itu yang akhirnya membawa Asih pada takdirnya, direbut kesuciaannya dengan seorang yang mengaku akan menikahi Asih, lalu melarikan diri hingga Asih tersadar kalau ia sedang mengandung. Merasa tak ingin membuat malu keluarganya didesa, Asih mengakhiri hidupnya sendiri bersama calon bayi dalam kandungannya. Bertahun-tahun Asih bergentayangan hingga melihat Risa bermain dibawah pohon dekat rumahnya, penyesalan Asih menyeruak. Dulu seharusnya ia bisa memberi kesempatan calon anaknya untuk hidup dan tumbuh. Setelah itu Asih mengikuti Risa hingga kerumahnya. Malam hari ketika ingin mengajak bicara Risa, lima teman Risa seperti Asih datang dan mengusirnya dengan keras. Sebelumnya Risa tersadar kalau Asih sudah pernah dilihat sebelumnya ketika masih bersama Peter CS, dan mereka menggoda Asih dengan melemparinya batu karena lima hantu Belanda menyebutnya: wanita jelek.

Pelajaran lain yang didapat dan boleh diambil sari kebaikannya adalah cerita persahabatan sehidup semati Sarah dan Jane. Yang satu keturunan Asia dan yang lain merupakan keturunan Netherland. Perbedaan itu yang membuat persahabatan Sarah dan Jane ditentang keluarga mereka. Baik Sarah dan Jane tahu kalau keluarga mereka menentangnya, dan bangsa Jane selalu dikatakan buruk, namun Sarah tetap tak bermasalah bersahabat dengan Jane, karena keyakinan dirinya mengatakan demikian. Kobaran api dikamar Sarah ketika Jane sedang bermain bersama melahap seluruh isi kamar beserta dua anak perempuan didalamnya. Didatangi Sarah dan Jane dalam mimpi dan diperdengarkan cerita masa lalu keduanya, membuat RIsa kembali teringat akan kelima teman kecilnya dan berharap persabahatan mereka bisa abadi seperti Sarah dan Jane.

Gangguan mahluk dunia lain tidak hanya dirasakan oleh Risa, melainkan juga anggota keluarga nenek yang lain. Seperti kedatangan Elizabeth yang ternyata menyukai paman Risa. Teddy juga sama, menyukai seorang laki-laki diluar dunia dan hampir mencelakai orang itu. Rumah nenek Risa seperti merasakan terror dari Elizabeth karena merasa dihalangi untuk berhubungan dengan laki-laki yang dicintainya. Pada akhirnya keluarga laki-laki yang diikuti oleh mereka memutuskan untuk pindah, namun tak membawa Elizabeth, Teddy, maupun Sarah yang tetap tinggal dirumah itu. Diceritakan miris mengenai Elizabeth, Teddy, dan Sarah—yang menjadi primadona hantu diareanya, tidak pernah merasakan cinta dengan seorang laki-laki hingga ajal menjemputnya. Dan mereka baru merasakan cinta itu justru setelah kematiannya dan kepada anak manusia.

Cerita dari dua orang yang sudah tak lagi nyata didunia ini yang membuatku tersadar akan pesan Al-Qur’an bahwa: “Manusia boleh berencana, bagaimanapun yang menentukannya adalah Allah S.W.T.”.
Iyes, kurang lebih yang diceritakan kembali oleh sejoli Edwin dan Lidya pada masa itu hanya sebatas merencanakan, beberapa jam menyelenggarakan hari bahagia keduanya, lantas semua berubah tidak indah lagi—cenderung duka. Namun yang menarik adalah bisa dilihat dari tulisan Edwin dalam suratnya bagaimana ia menjaga perasaan tulusnya kepada (hanya untuk) Lidya meskipun disekitar gadis itu banyak sekali lelaki yang juga mendekati Lidya.

Cerita-cerita hanya sebagian kecil (maybe) dari cerita yang sebenarnya dialami oleh penulis buku ini diluar sana. Dengan kemampuannya yang tak biasa itu, penulis tidak hanya mendapat teman dari dunia lain, melainkan juga mendapat terror dari kemampuan yang dimilikinya itu. Dalam bukunya diceritakan, Teh Risa, masih ketika ditinggal oleh Peter cs,  seringkali didatangi—bukan, bertemu dengan hantu-hantu yang menampakkan dirinya seperti bagaimana ia meninggal pada waktu itu. Menyeramkan. Sudah tentu membuat siapapun, termasuk Teh Risa merasa takut. Dan ketika ini terjadi, tidak jarang Teh Risa berharap para sahabatnya itu datang kembali, atau ia bahkan meminta Tuhan untuk menutup matanya agar ia menjadi buta untuk melihat dunia yang berbeda itu, tentu dengan resiko ia tidak lagi akan melihat dan bertemu dengan lima sahabat kecilnya.

Oh, ada satu lagi cerita yang menarik bagiku. Yaitu cerita tentang sosok Ardiah. Kenapa ini menarik buatku? Karena Ardiah ini ditemukan Teh Risa ketika ia sedang melakukan sebuah pekerjaan di Yogyakarta. Yes, di Jogja lho! Dikotaku ini ada cerita menjalin perkenalana bagi Teh Risa dan hantu Jawa, bernama Ardiah.
Bagi orang Jogja pasti sudah tahu, kan pernah bioskop besar dan terkenal pada masanya dulu yang setelahnya habis terbakar? Dan, ternyata Ardiah merupakan korban dari musibah itu. Ardiah berada didalam bioskop itu bersama pacarnya ketika kejadian mengerikan itu terjadi. Dalam cerita itu, Ardiah meminta Teh Risa untuk membantunya untuk menemukan pacarnya dimanapun itu.


By the way, aku menulis review ini sampai jam sebelas malam. Kebayang dong, menulis tentang sesuatu yang sudah nggak ada sendirian. Perlahan aku menoleh kanan. kiri, depan, belakang, takut-takut ada yang ngantol. Hiii.. So, review novel ini kusudahi sampai disini. Semoga nanti akan ada review-review novel lain yang selesai kubaca.

Terima kasih bagi kalian, teman-teman yang menyempatkan mampir ke Social Diary dan membaca review ini.
Zai jian! J

Other post from this blog

Kepoin Pemain Bulutangkis: Ruselli Hartawan

Dajia hao! Kali ini aku datang kembali dengan membawa hasil kepo setelah menjelajahi dunia maya, karena sudah lama aku nggak memb...