Read into your languange

Wednesday, February 16, 2022

Aku Bukan Jodohnya, by Tri Suaka (Indonesian - English Lyric Translation)

 

Lirik lagu Aku Bukan Jodohnya - Tri Suaka


Original title: Aku Bukan Jodohnya 

(English translation: I Am Not Her Soulmate

Had Presented by: Tri Suaka




Ini salahku,

It’s my fault

Terlalu memikirkan egoku

I think all about my desire over

Tak mampu buatmu nyaman bersanding denganku

I could not make you feel comfort with me

Hingga kau tinggalkan aku

So, you left me

 

Terlambat sudah,

It has been late,

Kini kau sudah menemukan dia

Now, you already find himself

Seseorang yang mampu membuatmu bahagia

A man who is able make you being happy

Kuikhlas kau bersanding dengan dia

I am sincere to see you with him

 

*Aku titipkan dia

I pass her to him

Lanjutkan perjuanganku ‘tuknya,

Please, continue my struggle for her,

Bahagiakan dia, kau sayangi dia

Please, make her happy, you should loves her

Seperti aku menyanyanginya

Likely I loved her

‘Kan kuikhlaskan dia

I will being sincere about her

Tak pantas kubersanding dengannya

I am improper to be with her

‘Kan kuterima dengan lapang dada

I will take it gracefully

Aku bukan jodohmu

I am not her soulmate

 

Kembali ke (*)

Back to (*)


- Credits: 

Youtube

Canva.com 


***

What I've posted before

Quote from the book A Week to Forever, by Stephanie Zen

Monday, February 14, 2022

Quotes From Book - A Week to Forever (by: Stephanie Zen)

Hi, everyone! Welcome to #blogsocialdiary. And, now I'll give you a book reference to read. 
I'll post it in Indonesian, so make sure that you click [ON] your translation tool on your web page. :)

A Week to Forever, a novel to inspire us to be more patient to find our soulmate



Kali ini aku membahas sebuah buku (lebih tepatnya novel) yang membuatku jadi sangat melankolis alias baper sekali ketika selesai membacanya. Bukan cerita tentang anak sekolah yang sibuk memikirkan cinta monyet-nya, melainkan penulis buku ini menunjukkan pada para pembaca bagaimana harusnya kita menjemput jodoh dengan cara baik dan direstui Tuhan Yang Maha Pencipta Segalanya. 

Ketika aku akan menuliskan review untuk buku ini di Goodreads, aku membaca beberapa komentar yang menyebut kalau buku ini sebenarnya bergenre Christian Romance. Yup, karena ini cerita tentang dua anak kristiani yang menjemput jodoh dengan cara tidak memaksa kehendak Tuhan mereka. Akan tetapi, kelihatannya penerbit Gramedia Pustaka Utama menerbitkan ulang buku ini serta memberinya label Metropop, karena tokoh-tokoh dalam novel karya Stephanie Zen ini hidup dilatar perkotaaan metropolitan. Kita bisa sebut si Penulis mengambil setting Jakarta dan negara tetangga, Singapura. Penulis yang pernah bekerja di Singapura ini juga menggambarkan detail sekali setting tempat dinegara itu beserta seluk-beluk kehidupan disana sheingga pembaca pun memiliki pandangan mengenai lingkungan sosial dan religi di Singapura. 




Berikut aku ketik ulang blurb dari novel A Week to Forever yang ditulis oleh Stephanie Zen: 
Amaya Jasmine Koesmoyo tak pernah menduga, satu minggu bisa mengubah seluruh jalan hidupnya. 
Tujuh hari. Seratus lima puluh empat jam. Dan bum! Semua masa depan yang telah Amaya rancang bersama Caleb buyar begitu saja. 
Setelah enam tahun berselang, pertemuannya kembali dengan Dirgantara Hidayat, teman satu gerejanya dulu, ternyata mampu membangkitkan kembali kisah lama diantara mereka, kisah yang dulu diakhiri bahkan sebelum sempat dimulai. 
Dan kini kisah itu menuntut haknya kembali. 
Satu minggu business trip di Singapura. 
Pertemuan tak sengaja dengan Dirga yang berlanjut dengan pertemuan-pertemuan berikutnya, dan semua kenangan di antara mereka mendesak keluar tanpa ampun. 
Beranikah Amaya mempertaruhkan masa depannya demi masa lalu yang belum tuntas? Meninggalkan tunangan yang mencintainya dan rencana pernikahan yang telah disusun begitu rapi hanya demi memberikan kesempatan bagi satu minggu itu untuk menjadi selamanya? 


A Week to Forever (Stephanie Zen) #blogsocialdiary


Satu lagu yang ingin kupersembahkan untuk Dirgantara Hidayat. Karena aku naksir berat sama Dirga, sayangnya, iman kita yang tak sama :)




Dirgantara Hidayat atau yang dipanggil Dirga sepertinya memang sosok lelaki impian banyak kaum hawa. Dia smart, bertanggungjawab, kelihatan good-looking, dan satu yang tak bisa terlewatkan, dia sa ngat religius. Kalau Dirga ada didunia nyata siapa sih yang gak terpikat? Hehehe. 

Nih, aku akan tunjukkan kalau Dirga itu baik dan sholeh banget. Bahkan ketika dia harus dihadapkan pada kesempatan menyaksikan gadis yang disukainya akan menikah dengan orang lain. Boro-boro melakukan hal yang merugikan semua pihak, dia justru mendoakan yang terbaik untuk gadis itu. Wuih, meleleh deh... 






Selama ini Dirga melihat kedua orang tuanya, yang memiliki selisih usia sepuluh tahun, hidup bahagia dan harmonis. Ia berpendapat selebar itulah rentang waktu yang harus ada antara ia dan istrinya kelak suapaya mereka pun seharmonis orangtuanya. (Halaman 135)

Dirga yang masih muda bisa dibilang terlalu polos dengan pikirannya demikian. Ia pun terjebak pada belenggu pikirannya sendiri yang menargetkan pasangannya kelak harus memiliki sepuluh tahun lebih muda darinya. Padahal gadis yang disukai dan bisa mengimbanginya berusia lebih tua daripada Dirga. 


"Selain itu, menikah adalah keputusan yang besar. Bahkan jika aku sudah sangat yakin, I still need to seek God's will, Aya. Dan aku sudah berjanji, aku nggak akan mengambil langkah apa pun sebelum aku mendapat konfirmasi yang solid dari Tuhan. Aku nggak akan berjalan jika Dia tidak bersamaku. Aku nggak akan berusaha mendapatkan hatimu, jika itu hanya untuk disia-siakan. If I am going to win your heart, it only means that I will treasure it." (halaman 146)

Sebenarnya, dahulu Dirga juga seperti kebanyakan anak remaja lelaki sepantarannya. Ia masih memikirkan main dan pacaran dengan seorang cewek ketika ia masih bersekolah. Akan tetapi, sesuatu yang tak mengenakkan menimpanya. Bahkan sesuatu itu datang dari orang atau leader grup yang ia kagumi. Sejak saat itu, Dirga memutuskan untuk tidak lagi menggantungkan harapan pada manusia. Termasuk untuk mendapatkan hati Amaya. 






"... Bahwa pacaran seharusnya nggak untuk main-main, tapi memang bertujuan untuk pernikahan. Bahwa 'sekedar suka' nggak bisa dijadikan alasan untuk pacaran, apa;agi menikah. Aku butuh mencari penolong yang sepadan, yang bisa mengimbangiku, dan yang terutama yang benar-benar mencintai Tuhan dengan sepenuh hatinya." (halaman 161)

Mau marah gimana sama Dirga ketika dia sudah berkata demikian. Gagal deh. Mau ini dijadikan alasan Dirga tidak memanfaatkan kesempatan untuk menyatakan perasaan dahulu pada Amaya--saat Amaya masih berstatus sendiri waktu itu, ya tidak bisa juga, kan? Kata-kata Dirga diatas juga benar adanya. Gemas sekali nggak sih?! 


 Sekian ya, rangkuman beberapa qoute dari novel fiksi tulisan Stephanie Zen yang berjudul A Week to Forever. Kalian cari quote yang lebih mengena versi keadaan kalian dengan membaca kisah Amaya dan Dirga lebih lanjut ya. Sejauh ini aku masih bisa melihat fisik buku di toko buku Gramedia. Grab it fast! 





Terima kasih sudah mampir ke #blogsocialdiary, dan silakan lanjut menjelajah untuk mendapatkan bacaan yang kalian minati.
Sampai jumpa dipostingan berikutnya! :)



What have posted before

Wednesday, February 02, 2022

Istirahatlah, by Abimanyu Bhakti (Indonesian - English Lyric Translation)


Istirahatlah Abimanyu Bhakti (Part of Jurnal Risa)


Istirahatlah (Take A Rest), a song by Abimanyu Bhakti (Part of Jurnal Risa)



To watch the official lyric video Click here :)


Istirahatlah apapun yang kau hadapi

Take a rest from things you are facing

Istirahatlah semua tlah kau lalui

Take a rest from things that you go through

Kau hanya lelah

You are only weary

Kau tak pernah kehilangan arah

You never get lost

 

Lalu mulailah

Then, let’s get started

Dan tetap terus berjuang

And, you should keep struggling

Lalu mulailah

Then, let’s get started

Dan jangan lagi menghilang

And, don’t get lost anymore

Kau hanya perlu menepi

You only need to move aside

Kau tak perlu terus berlari

You don’t need to keep running

 

Apa yang kau cari

All the things that you are looking for

Dunia tak mampu memberi

The world can’t give it to you

Hanya dirimu sendiri

Just for yourself

Suatu saat kau akan mengerti

One day you’ll be understand

 

Kau hanya lelah

You are only weary

Kau hanya perlu menepi

You only need to move aside

Apapun yang kau cari

All the things that you are looking for

Suatu saat kau akan mengerti

One day you’ll be understand 



The first single of Abimanyu Bhakti, Bicara (Speak-Up) - CLICK HERE 

New baked post

Surat Terbuka Untuk Seseorang Pernah Kupanggil Kakak Disana

  Yogyakarta, Indonesia, 5 November 2025 H ai, Kak….     Apa boleh aku memanggil nama lengkapmu? Aku masih hafal lho, Kak. Sangat hafal....