May 17, 2019

Kepoin Pemain Bulutangkis: Ruselli Hartawan


Dajia hao!


Kali ini aku datang kembali dengan membawa hasil kepo setelah menjelajahi dunia maya, karena sudah lama aku nggak membukakan jati diri para pemain bulutangkis, kan? Terakhir aku posting tentang Tim Sudirman Cup tahun 2017 dari Taiwan. Buka link ini  dan ini.
Berhenti sesaat kepon pemain-pemain luar Indonesia, ternyata pemain Indonesia pun masih banyak yang sangat layak untuk dibahas sembari kita lihat setiap performa mereka dipelbagai turnamen. Keep supporting Indonesian Team!


Laman kali ini memilih seorang pemain putri Indonesia dari sektor tunggal.


Photo source: Tempo Online


Tahun 2018 lalu, doi masuk dalam daftar skuad Tim Uber Indonesia yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand. Dia juga turut menyumbang satu angka untuk Tim Indonesia ketika dipercaya turun kontra Tim China. Mukzijat? No! Cewek ini memang pemain yang sementara ini punya mental tanding paling bagus dibandingkan deretan tunggal putri Indonesia lain. (eh? :p) Buktinya, digelaran Piala Uber 2018, Ruselli sukses menggiling pemain se-kelas Olimpiade Rio 2016, Li Xuerui, dengan bermain tiga gim: 15-21, 21-19, 21-18.

Hayuk ah, kita lihat perjalanan bulutangkis Ruselli lainnya.


Check this out~

Tahun 2019 ini Ruselli Hartawan belum berhasil mencatatkan prestasi gemilangnya di BWF World Tour. Kebanyakan langkah Ruselli terhenti dibabak 16 besar alias Round 2. Sampai dengan rilis update informasi untuk artikel ini ditulis, turnamen terakhir yang diikuti Ruselli adalah New Zealand Open Serie 300, dimana sebenarnya turnamen ini merupakan turnamen pertama sebagai bahan perhitungan poin menuju Olimpiade Tokyo 2020. 
Di New Zealand, Ce Li Xuerui berhasil revans dari Ruselli dengan mengalahkannya dua set dibabak kedua, 21-16, 21-13. 
Sebelumnya, di kejuaraan bulutangkis kontinental, Badminton Asia Championship 2019, Ruselli juga harus pulang lebih cepat. Dia hanya mampu bertahan sampai babak 16 besar, setelah pemain Korea Selatan, Kim Ga Eun mengalahkannya: 12-21, 19-21. Sementara, Kakak Senior Ga Eun, Sung Ji Hyun sebelumnya juga memupuskan harapan Ruselli untuk melaju ke babak 8 besar di Singapura.

Kendatipun masih sering kalah dibabak awal, Ruselli juga tak memberi kemenangan mudah sang lawan. Seperti yang terlihat ketika Tur Eropa. Di Spain Master 2019, Ruselli memberikan perlawanan pada Han Yue meskipun akhirnya juga harus mengakui keunggulan pemain China itu: 23-21, 18-21, 15-21. Kemudian, di German Open babak kedua sempat memberikan perlawanan sengit atas wakil Singapura, Yeo Jia Min, meskipun diset kedua pun jauh tertinggal: 20-22, 10-21.

Sebenarnya performa Ruselli dari awal tahun 2019 ini bisa dibilang cukup menjanjikan jika menilik perolehan skor didapat dari tiga turnamen mengawali BWF World Tour 2019: Ketika Thailand Master mencapai babak kedua kontra pemain tuan rumah, Busanan Ongbamruphan: 14-21, 19-21. Kemudian di Malaysia Master terhenti dibabak pertama oleh pemain Hong Kong, Yip Pui Yin: 21-19, 18-21, 17-21. Sementara dirumah sendiri, Indonesia Master pencapaian Ruselli lebih baik dibandingkan pekan sebelumnya di Malaysia, yakni bisa mencapai babak 16 besar setelah pemain muda Tiongkok, Chen Xiaoxin menjegal dipertarungan memasuki babak 8 besar.

Apabila melihat torehan prestasi Ruselli kebelakang, sebelum tahun 2019, sebenarnya ia tak melulu terhenti dibabak awal. Mungkin saja dia memang belum in seratus persen memasuki turnamen level dewasa. Prestasi Ruselli kala junior termasuk gemilang dengan beberapa kali lolos hingga babak semifinal dan menjuarai turnamen level international challenge.
Di Finlandia, Finnish Open 2018, Ruselli sukses mendapat medali perak; dan menjadi semifinalist Syed Modi Badminton International Championship, di India.
Tahun kejayaan Ruselli sebagai junior mungkin bisa dibilang tahun 2017. Sederet gelar level junior berhasil dia dapatkan, seperti: Malaysia Internasional Challenge, Singapore International Series, dan Smiling Fish International Series.

Ruselli pernah bermain secara rangkap, bahkan selain main sebagai tunggal putri, ketika Turnamen Australian U-19 Junior Badminton Championship, dia main juga sebagai ganda campuran bersama Hafiz Faisal dan berakhir sebagai juara pertama, kemudian juga bermain ganda putri bersama Lya Ersalita-yang juga bermain rangkap saat itu. Bersama Lya pun, meraih posisi juara pertama ganda putri. Sementara Lya Ersalita sebagai pemain ganda campuran harus puas hanya mencapai runner-up.


Photo source: BWF Fansite


Oh iya, Ruselli Hartawan yang kelahiran Jakarta 21 tahun lalu, tepatnya ditanggal 27 Desember, berasal dari Klub Jaya Raya Jakarta, dan menjadi pemain Pelatnas PBSI tahun 2013. Sayangnya, karena ada suatu hal, Ruselli sempat dikembalikan keklub dipertengahan tahun 2014. Semasa diklub itu digunakan Ruselli sebagai pembuktian pemain yang dapat berkembang dan selalu belajar. Sekalipun saat Smiling Fish 2016, Ruselli gagal menapaki partai puncak setelah dihentikan rekan senegara sendiri sekaligus seniornya, Dinar Dyah Ayustine, PBSI kembali mempertimbangkan Ruselli untuk masuk tim nasional karena dinilai Ruselli memiliki daya juang tinggi ketika dilapangan. Alhasil, Ruselli mengikuti Seleksi Tunggal Putri PBSI 2016. Dan masih bertahan di Pelatnas PBSI hingga kini.

Berikut kutunjukkan head to head Ruselli kontra beberapa pemain tunggal putri elit dunia:
- Vs  Akane Yamaguchi (Jepang): 0 – 3, terakhir ketemu Turnamen Youth Olympic Games 2014 dimenangkan oleh Akane: 6-21, 21-18, 11-21
- Vs He Bingjao (China): 0 -3 , terakhir ketemu Turnamen Indonesia Master 2015 dimenangkan oleh He Bingjiao: 21-14, 12-21, 17-21
- Vs Li Xuerui (China): 1 – 2, terakhir ketemu Turnamen New Zealand Open Serie 300 dimenangkan oleh Li Xuerui: 16-21, 13-21
- Vs Saina Nehwal (India): 0 -1, terakhir ketemu Turnamen Syed Modi International Badminton Championship 2018 dimenangkan oleh wakil tuan rumah, Saina: 21-12, 7-21, 6-21

Sebagai penutup diakhir postingan ini, sampai dengan update ranking BWF per 1 Mei 2019, Ruselli Hartawan menduduki peringkat ke-40 sector woman single, dan menjadi tunggal putri ketiga secara ranking nasional, dibawah Gregoria Mariska Tunjung dan Fitriani. 

Banyak Badminton Lovers meyakini dengan semangat main Ruselli yang bagus ini, bukan berarti kelak dia bakal naik menjadi tunggal putri kedua bahkan pertama-nya Indonesia, jika kedua rekan diatas tidak menunjukkan progres meningkat. Karena rasanya Ruselli dianggap lebih siap menghadapi peta persaingan sektor tunggal putri dunia masa sekarang. Tapi, siapapun pemainnya tentu BL Indonesia yang solid itu tetap mendukung pemainnya dong ya. (Tolong dicatat, berlaku untuk BL sejati ya, bukan BL karbitan *ups* :p)


Photo source: BWF Fansite

Akhirnya, sudah tuntas keingintahuanku mencari tahu Ruselli lebih dalam. Karena, secara pribadi dari zaman doi junior dulu, memang sudah jadi jagoan WS-ku. Sayang saja, kalau potensi yang Ruselli punya salah poles. Keep it up, Indonesia National Team!


Ganxie nimen. J


***
Thanks for the informations




Other post from this blog

Taiwanese Drama: Campus Heroes (2018)

Dajia hao! Yeay! Awalnya kutonton ini karena tokoh lead male -nya cukup luamaa kunantikan kembali dilayar. He was come back! Unfortun...