April 5, 2019

Top 7 The Most Beautiful Badminton-Female Players


Dajia hao!

Sekian lama nggak bikin topik badminton, kali ini tangan sudah bergetar untuk menambahkan tulisan ini dan melengkapi tulisan yang pada waktu itu sempat diposting, “The Most Handsome Badminton-Male Players”. Pemain muda dari Taiwan, Wang Tzu Wei berhasil mencuri pandangan dan perhatian secara berlebih, akhirnya doi menjadi pemilik nomor satu!

Nah, itu adalah “Prince”-nya, sekarang aku mau mencari siapa yang menjadi “Princess”-nya. Apakah si Putri akan berasal dari negara yang sama dengan sang Pangeran? Okay, simak yukk..


Aku mulai dengan memilih nominasi dari masing-masing sektor dulu deh ya? Mulai dari Women Singles, Women Doubles, dan pastinya cewek-cewek dari Mixed Double juga diperhitungkan dong...

*DISCLAIMER: Pilihan nominasi ini kuambil berdasarkan 25 ranking BWF masing-masing sektor WS, WD, XD tanggal 1 April 2019 (BWF last update: 28 Maret 2019).

TOP 5 beautiful player badminton Women Singles:
1. Nitchaon Jindapol [Thailand]
2.  Aya Ohori [Jepang
3. Saina Nehwal [India]
4. Tai Tzu Ying [Taiwan]
5. Busanan Ongbamruphan [Thailand]
*dari nominasi Top 10 of 25 rank-BWF Women Singles:
1. Tai Tzu Ying (Taiwan)
2. Nozomi Okuhara (Jepang)
3. Saina Nehwal (India)
4. Nitchaon Jindapol (Thailand)
5. Busanan Ongbamrungphan (Thailand)
6. Aya Ohori (Jepang)
7. Han Yue (China)
8. Ratchanok Inthanon (Thailand)
9. Gregoria Mariska Tunjung (Indonesia)
10. Sung Ji Hyun (Korea Selatan)

Top 3 beautiful badminton player Women Doubles:
1. Rawinda Prajongjai [Thailand]
2. Greysia Polii [Indonesia]
3.  Sayaka Takahashi [Jepang]
*dari nominasi Top 5 of 15 rank-BWF Women Doubles:
1.Greysia Polii (Indonesia)
2.Rawinda Prajongjai (Thailand)
3.Jongkolphan Kittharakul (Thailand)
4.Rizki Amelia Pradipta (Indonesia)
5.Sayaka Takahashi (Jepang)

Top 5 beautiful female badminton player Mixed Doubles:
1. Huang Yaqiong [China]
2. Goh Liu Ying [Malaysia]
3. Tse Ying Suet (Hong Kong)
4. Arisa Higashino [Jepang]
5. Gloria Emanuelle Widjaja [Indonesia]
*dari nominasi Top 10 of 25 female player of Mixed Doubles:
1. Huang Yaqiong (China)
2. Arisa Higashino (Jepang)
3. Goh Liu Ying (Malaysia)
4. Arisa Higashino (Jepang)
5. Lee Chia Hsin (Taiwan)
6. Winny Oktavina Kandow (Indonesia)
7. Tse Ying Suet (Hong Kong)
8. Gloria Emanuelle Widjaja (Indonesia)
9. Isabel Herttrich (Jerman)
10. Christina Pedersen (Denmark)
                 

Okay. Yang daftar nominasi yang diatas itu adalah para wanita yang tidak hanya memiliki wajah cantik, namun juga memiliki kemampuan bermain super baik ketika dilapangan bulutangkis. Dari 13 pemain terpilih masing-masing sektor, aku akan memilih lagi (final ranking) untuk keseluruhan: 7 Wanita Super dari WS-WD-Female XD.

Inilah mereka itu…



NOMOR 7

Image from: bwf-badwminton.com

Posisi ini ditempati oleh pemain tunggal putri dari Negeri Matahari Terbit alias Jepang. Mari, kenalan yuk dengan Jeung Aya Ohori.

Jeung-sist Ohori kelahiran Prefektur Fukushima, Jepang pada 2 Oktober 1996. Pertama kali terjun pada turnamen internasional sejak Singapore Internasional Series 2012. Satu tahun kemudian, Aya Ohori menjuarai Asia Junior Championship 2013 setelah pada laga final mengalahkan wakil Thailand, Busanan Ongbamrungphan: 21-11, 16-21, 21-13.
Berjaya di Kejuaraan Junior setingkat Asia, nyatanya Aya Ohori belum berhasil membawa medali emas dari BWF World Junior Championship. Dari laga itu podium tertingginya mencapai tempat runner-up ditahun 2013 setelah di-final ditaklukkan pemain Jepang lainnya, Akane Yamaguchi: 11-21, 13-21.

Per 28 Maret 2019 ini, Aya Ohori menduduki peringkat BWF dinomor 20. Dilevel dewasa—waktu itu masih menggunakan Grandprix, Grandprix Gold, dll, Aya Ohori pernah mencapai podium tertinggi:  U.S. Open 2017 setelah mengalahkan Michelle Li dari Kanada; kemudian menjadi juara di China Master 2017 setelah mengalahkan rekan negaranya sendiri, Saena Kawakami. Sayangnya, ditahun 2018, belum ada prestasi terbaik Aya lagi yang tampil naik podium juara. Prestasi terbaiknya adalah menjadi babak semifinal di Japan Open Super 750 meskipun akhirnya dikalahkan oleh pemain dari Jepang juga, Nozomi Okuhara. Dan juga mencapai babak semifinal di U.S Open Super 300, akhirnya pun harus menyerah dari wakil tuan rumah, Zhang Beiwen dalam pertarungan tiga set: 22-20, 21-23, 13-21.



those two images are from bwf-badminton.com


NOMOR 6

Image from: bwf-badwminton.com

Pemain berikutnya masih dari Negeri Matahari Terbit. Pemain tunggal puteri ini kelahiran Nara, Jepang, 29 Juli 1992. Per 28 Maret 2018, Jeung-sist Sayaka Takahashi harus turun  satu peringkat BWF kenomor 12, setelah pemain U.S., Zhang Beiwen menyalipnya.
Rasanya tahun keemasan buat Sayaka Takahashi adalah tahun 2012, dimana ia mulai menjuarai berbagai International Challenge tours. Oke, sebut saja menang di Austria, Osaka, Maldives, dan Skotlandia. Kemudian merebut kemengan kembali di Osaka Open International Challenge ditahun 2015 dan 2017.

Menginjak kelevel Grandprix dan Super Series—pada waktu itu namanya. Berhasil menjuarai Australian Open 2013 setelah mengalahkan Nitchaon Jindapol (Thailand): 21-22, 21-10; menjuarai German Open 2014 setelah mengalahkan Sung Ji Hyun (Korea Selatan): 21-17, 8-21, 21-12; ditahun 2017 menjadi juara di Vietnam Open setelah mengalahkan wakil tuan rumah, Vu Thi Thrang: 21-9, 21-14.

Menginjak BWF World Tour Series ditahun 2018, Sayaka lumayan bisa mendongkrak peringkatnya dan menjadi pemain tunggal putri Jepang cukup menjanjikan dikancah internasional. Tertinggi, ia menjuarai Singapore Open Super 500 yang saat difinal ia berhadapan dengan Gao Fangjie (China) dengan skor akhir cukup dramatis: 25-23, 21-14. Sisanya ia menjuarai Swiss Open Super 100, New Zealand Open Super 300, dan Akita Master Super 100.
Tahun 2019, penampilan terbaiknya sejauh ini mencapai babak perdelapan final (Quartel Final) German Open. Saat itu ia dikalahkan oleh rekan senegaranya sendiri, Akane Yamaguchi: 19-21, 20-22.


those two images are from bwf-badminton.com


NOMOR 5

Image from: bwf-badwminton.com

Oh no! Ternyata diposisi kelima ini masih dihuni oleh teman-teman se-negara Aya dan Sayaka. Sungguh pemilihan tidak disengaja!

Baiklah, hal ini membuktikan gadis-gadis Jepang selain punya wajah yang kawaii pun mempunyai skill yang boleh diadu juga. Kalau Aya Ohori dan Sayaka Takahashi merupakan pemain tunggal putri, yang satu ini merupakan pemain dari sektor ganda campuran.

Hmm, kalau aku kasih klu: Finalis All England 2018, pasti sudah ketahuan dong ya siapa dia..

Yes! Dia adalah pasangan main Yuta Wanabe disektor ganda campuran, Arisa Higashino.
Kelahiran Imawamizawa, Hokkaido, Jepang, 1 Agustus 1996, pemain muda Jepang dari Klub Unysis—btw, pemain-pemain Jepang berasal dari klub-klub karena seolah tidak ada pelatnas resmi disana, dan kebanyakan yang jago itu dari Unysis :D. Peraih medali perunggu Asian Junior Championship 2013 dan 2014 (bersama Yuta Wanabe—memang belum bisa diceraikan nih orang :p).

Prestasi tertinggi Arisa bersama Yuta hingga kini adalah menduduki peringkat BWF ketiga dibawah dua wakil China: Siwei-Yaqiong, dan Yilyu-Dongping. Tidak lupa hasil turnamen yang membawa nama Arisa dan Yuta melambung dan meroketkan poin mereka ketika mereka berhasil mengalahkan Zheng Siwei-Huang Yaqiong difinal turnamen Super 1000 dan turnamen bulutangkis tertua, All England dengan pertarungan tuga gim: 15-21, 22-20, 21-16. Meskipun di-All England 2019, Siwei-Yaqiong menggagalkan kembali harapan Yuta-Arisa pertahankan gelar kedua kalinya.


those two images are from bwf-badminton.com


NOMOR 4


Image from: bwf-badwminton.com

Ah! Akhirnya selesai membahas wanita-wanita super-nya Jepang. Mari terbang ke Asia Tenggara dan mendarat di Negeri Gajah Putih, Thailand.

Kita akan membahas salah satu pemain ganda putri Thailand—yang masih menjadi pemain andalan Thailand. So, she is Rawinda Prajongjai.

Rawinda merupakan kelahiran Bangkok, 29 Juni 1993. Saat ini bermain disektor ganda putri dengan partner Jongkolphan Kittharakul. Rawinda pertama bergabung dengan Tim Nasional Thailand sejak 2015, namun turnamen internasional pertamanya adalah Singapore International Series 2013, berpasangan dengan Chongchuwu Pornpawee, dan telah bermain bulutangkis secara professional sejak 2008.

Kelihatannya mulai dipasangankan dengan Jongkolphan Kittharakul sejak tahun 2015 dan menjadi juara pertama di Vietnam Open (Grandprix) 2015 setelah mengalahkan Suci Rizky Andini-Maretha Dea Giovani (Indonesia) dengan skor akhir 21-14, 21-12. Setahun kebelakang, ditahun 2018, Rawinda bersama Jongkolphan berhasil naik podium tertinggi dirumah sendiri, Thailand Master Super 300 berhadapan dengan wakil Indonesia, Anggia Shitta Awanda-Ni Ketut Mahadewi Istarani dengan skor akhir 21-19, 21-17.



those two images are from bwf-badminton.com




NOMOR 3

Image from okezone/sports

Tanpa sengaja lagi memilih dari negara yang sama dengan atasnya. Oke, masih dari Thailand—hanya saja yang membuka tiga besar ini bermain disektor tunggal putri. Kenalkan Nitchaon Jindapol.

Hayoo, siapa yang bisa bantah Nitchaon punya paras yang biasa sajaa? Hehehe.

Jeung-sist Nitchaon bergabung pertama kali dengan Tim Nasional Thailan sejak 2009 dan turnamen internasional pertamanya adalah Vietnam International Challenge 2009. Kemudian menjuarai Canada Open 2013 setelah mengalahkan Yip Pui Yin (Hong Kong): 21-18, 21-16. Dua kali menjadi juara di Bitburger Open, yakni tahun 2013 setelah mengalahkan Linda Zechiri, wakil Bulgaria dengan skor 21-13, 21-13; kemudian ditahun 2017 mengalahkan Zhang Beiwen (U.S.A) dengan skor akhir 21-17, 15-21, 21-19. Namun harus puas menjadi runner-up Bitburger Open 2016 setelah kalah dari He Bingjiao (China) difinal.

Ditahun 2018 lalu menjadi juara Thailand Master Super 300 setelah mengalahkan rekan satu negaranya, Pornpawee Chochuwung dengan skor akhir 21-18, 21-11.  Nitchaon merupakan kelahiran Bangkok, 31 Maret 1991 mempunyai ambisi untuk membela negaranya di Multievent Olimpiade. Let’s see!



those two images are from bwf-badminton.com



NOMOR 2

Image from: bwf-badwminton.com

Masih dari Kawasan Asia Tenggara, nggak jauh-jauh dari Thailand. Yak, kita menuju Malaysia. Klu-nya adalah Peraih Perak Bulutangkis Olimpiade Rio 2016.

Siapa sih yang nggak tahu nama Goh Liu Ying—partner ganda campuran Babang Chan Peng Soon,  yang suka bikin baper para badminton lovers dengan chemistry keduanya baik on-court maupun off-court. Itulah kenapa aku bingung apa yang harus kutulis dulu tentang Liu Ying-Jie ini. Dari awal Liu Ying berpasangan sama Babang Peng Soon memang sudah langsung dapat klik-nya, karena hasilnya bagus sih—kalau bukan juara pertama, ya runner-up gitu.
Raihan gelar Liu Ying/Peng Soon bisa dilihat disini: silakan buka ini

Yang kukagumi dari Liu Ying, meskipun baru turun dari meja operasi akibat cedera lutut sebelum Olimpiade Rio 2016, di-event itu Liu Ying dan Peng Soon bisa main maksimal sampai babak final dan menghadiahi Malaysia medali perak—yang kata sumber tertulis ganda campuran bulutangkis Malaysia bukanlah nomor andalan di-multi-event itu. Dan yang bikin terharu lagi adalah ada satu-dua pertandingan setelah momen Olimpiade Rio—sebelum Liu Ying fokus penyembuhan cederanya di Jerman, chemistry dua pemain itu teruji ketika Liu Ying menahan cedera ditengan pertandingan berlangsung dan Peng Soon meng-cover permainannya baik sekali meskipun setelah itu mereka harus kalah juga. Kebetulan ini ditayangkan di-tv ya, jadi kayanya semua yang nonton pun terenyuh. So sweet.

By the way, Liu Ying kelahiran Malaka, 30 Mei 1989. Usia yang sudah mapan, tapi belum terdengar seperti akan menikah dengan sang kekasih padahal Peng Soon saja sudah punya tiga anak yang lucu-lucu.

Liu Ying kan sempat hampir sepuluh bulan-an ditahun 2007 menjalani treatment di Jerman, disaat itu Peng Soon sementara bermain dengan Cheah Yee See, hasilnya juga nggak jelek sekali sih. Mash bisa menembus Top 25 rank world BWF. Nah, sekembalinya Liu Ying ke Malaysia dan BAM setelah selesai menjalani treatment, Peng Soon dirujukkan kembali dengan Liu Ying, dan Yee See dicarikan partner baru. Memang butuh waktu sihuntuk mengembalikan kejayaan mereka menembus Top 10 lagi. Nyatanya, kerja keras mereka ditahun 2018 berbuah manis, mereka berhasil melaju hingga BWF World Tour Final, dengan bekal juara di Thailand dan U.S.A, dan dua kali runner-up di Australia dan Indonesia.

Awal 2019 ini Liu Ying dan Peng Soon memilih keluar dari BAM, dan menjadi pemain profesional. Thailand Master 2019 menjadi kemenangan pertama mereka setelah menyandang pemain profesional. Semoga saja Malaysia masih memanggil pasangan ganda ini buat perkuat Tim Sudirman Cup Malaysia. 


these two images are from Google Images


those two images are from bwf-badminton.com




NOMOR 1

Image from: bwf-badwminton.com


Hello, The Most Beautiful Female Badminton Player from China!

Yak! Sekarang sudah sampai diujung, dari Malaysia kita terbang lagi ke Asia Timur, mendarat di China.
Ini nih pemain ganda campuran yang punya tangan ajaib, mau dipasangkan dengan siapapun pasti cepet berjaya. Sayangnya teori itu tidak berlaku buatnya disektor ganda putri. Meskipun baik, tapi tidak sebaik di-Mixed Doubles.

Jadi, Tim China punya pemain yang memiliki tanggal ulang tahun sama tanggal 28 Februari lho. Ada Shi Yuqi (tunggal putra), dan Huang Yaqiong (spesialis ganda campuran). Bedanya hanya tahun lahir saja. Huang Yaqiong kelahiran 28 Februari 1994 di Zhejiang, China.

Pemain ganda yang masih betah duduk di Top 1 BWF-rank sektor ganda campuran bersama Zheng Siwei. Eh, tapi sebelumnya dengan mantan-nya yang dulu, Lu Kai, Yaqiong juga pernah sampai Top 3 sih. Makanya kubilang ajaib, kan? Soalnya dia juga pernah bermain di-ganda putri bersama Tang Jinhua dan Yu Xiaohan, hasllnya juga not bad-lah, masih dapat diperhitungkan dipeta persaingan ganda putri dunia bersama Cheng Qingchen-Jia Yifan, teman se-negeranya.
Bersama Lu Kai juga pernah menyabet juara All England 2017 yang saat itu mengalahkan pasangan wakil Malaysia, Chan Peng Soon-Goh Liu Ying. Setahun kemudian, diturnamen yang sama, bersama partner barunya, Zheng Siwei justru digagalkan oleh Yuta Watanabe-Arisa Higashino. Namun membalasnya ditahun 2019 ini.

Bisa dibilang sejak 2018 lalu hingga tahun 2019 ini (pasca pensiunnya Liliyana Natsir), yang menjadi saingan terberat Yaqiong di-ganda campuran bersama Siwei adalah teman negaranya sendiri yang kini duduk ditahta nomor dua, Wang Yilyu-Huang Dongping. Pertandingan kedua pasangan ini selalu jadi menarik meskipun terkadang hanya memerlukan dua set saja, Siwei-Yaqiong menang. Tetapi perjuangan demi satu poin yang bikin jantung pun ikut berpacu.


Image from Google Images




those images are from bwf-badminton.com



Yes! Akhirnya selesai merangkum prestasi cewek-cewek cantik diatas. Meskipun tidak ada pemain Indonesia dalam Top 7-nya, tapi tetap bisa menunjukkan emansipasi wanita kan ya? Sekaligus menunjukkan disamping pria hebat ada wanita hebat juga. Terbukti nomor satu dan dua-nya adalah pemain putri ganda campuran.

So, para Wanita Hebat tetaplah jadi wanita kuat dan dapat diandalkan dalam segala keadaan. Ingat kata Teh Rosa dalam lagu “Hey Ladies”: kalau wanita sudah beraksi, dunia hancur. Itu artinya, kita sebagai wanita punya kemampuan nggak kalah dengan laki-laki.



Terima kasih untuk kalian yang sudah menyempatkan mampir diblog sederhana ini ya. Setelah ini aku akan kepoin pemain bulutangkis. Tungguin ya.

Ganxie nimen! J


**
Credits:
Thanks to:
tournamentsoftware.com
badminton-bwf.com
wikipedia.com
google.com
Google Images
okezone.com

Other post from this blog

#IGrewUpWiThese - Part 1

Dajia hao! Aku kembali! Hehehe… Aku kembali membawa sebuah tema yang akan kubagi menjadi beberapa bagian. Karena tema ini luas bange...