December 15, 2011

FFS - Akhir Cerita Cinta (Chapter 5)


- C H A P T E R 5 : MISSCOMMUNICATION

Keesokan harinya. Di pagi hari sudah diguyur hujan lebat. Membuat semua orang malas beranjak. Bani, yang sudah dirumah Angel untuk menjemput Angel, terjebak hujan ketika akan berangkat ke kampus. Terpaksalah mereka menunggu sampai hujannya sedikit reda. Angel mengajak Bani menunggu di ruang tengah. Bani merasa gelagat Angel tak seperti biasa. Angel lebih banyak diam. Bicarapun hanya seperlunya. Bahkan terhadap kakak dan adiknya. Saat Bani menanyakan sebabnya, Angel tak mau menjawabnya. Bani terus mendesaknya agar mau bicara. Sementara itu GC mengamati keduanya.

“ Ngel, please.. Jangan buat aku bingung. Sebenarnya ada apa? Kenapa kamu jadi diem? “ Bani terus mengajak Angel bicara, agar mau terbuka padanya

“ Nggak apa-apa kok. Udahlah nggak perlu khawatir gitu.. “ ucap Angel menatap Bani

“ Bohong “ ucap Bani memegang tangan Angel dan memandanginya. Angel tak dapat meneruskan matanya untuk terus melihat kedalam mata sang kekasih. Ia menunduk. Bani semakin yakin memang ada apa-apa dengan Angel.

“ Baik. Kalo kamu nggak mau cerita sekarang, nggak apa-apa. Aku akan tunggu sampai kamu mau cerita semua ke aku. Tapi, tolong jangan buat aku seperti pacaran dengan patung “ ujar Bani menyerah dengan keadaan saat itu.

“ Udah yuk, berangkat. Hujannya udah reda. Aku ambil tas dulu ya dikamar “ ujar Angel mengalihkan pembicaraan, kemudian berdiri dari sofa dan berjalan ke kamarnya. Sepeninggal Angel ke kamarnya, GC menghampiri Bani. GC mengatakan kalo Bani mau tau kenapa kakaknya jadi diam seperti itu, penyebabnya cuma satu, Rangga. Bani pun berjanji pada dirinya, akan mencari semua informasi tentang Rangga, orang yang telah menyebabkan cewe yang disayanginya berubah.

( Backsound: Hidup Matiku, by: Vierra )

Hari ini Widy malas beranjak dari tempat tidurnya. Masih berada ditempat tidur, barang pertama yang ia ambil saat baru membuka mata adalah handphone. Ia mencoba lagi untuk menghubungi Rangga. Selama beberapa menit, tak diangkat. Namun, Widy terus mencoba menghubungi Rangga. Setelah beberapa kali, panggilan itu ada yang mengangkatnya. Tapi, itu bukan suara Rangga. Itu suara adiknya, Dicky. Dicky mengatakan kalo Rangga sedang berada dikamar mandi dan Hpnya ada diruang tamu. Entah kenapa, Widy tak percaya dengan kata-kata Dicky. Ia merasa Dicky berbohong, atau sengaja disuruh berbohong oleh Rangga. Yang jelas, kesedihan diwajah Widy semakin jelas. Pintu kamarnya diketuk. Kevin mengajaknya berangkat bareng. Widy menolak. Ia masih malas untuk keluar kamar. Mendengar jawaban Widy itu, Kevin semakin yakin rencananya sudah mulai berjalan lancar. Dan sebentar lagi Widy pasti berubah tabiatnya. Akhirnya Kevin berangkat kuliah sendiri.

Sementara itu dikampus, Raka yang baru tiba bersama Mezty melihat Reza sedang berduaan dengan salah seorang sahabat Widy, PJ. Mereka berdua kelihatan tak seperti teman biasa lagi. Raka menjadi curiga, jangan-jangan mereka udah jadian. Ia memutuskan mendekati pasangan itu.

“ Reza “ panggil Raka pelan. Reza sedikit terkejut dengan kehadiran Raka

“ Apa maksudnya ini? Kalian jadian? “ tanya Raka ingin memastikan apa yang dilihatnya. Keduanya tak menjawab. Baik Reza atau PJ hanya terdiam. Emosi terlihat diwajah Raka. Sebelum emosi kekasihnya itu memuncak, PJ yang menjawabnya.

“ Mereka memang sudah jadian. Tapi, kamu jangan marah dulu ya. Denger penjelasan mereka “ ucap Mezty. Raka menoleh ke Mezty, kemudian melihat ke Reza dan PJ. Mereka berdua menundukkan kepala.

“ Gue nggak masalah sama hal ini. Tapi, lo masih inget apa tugas lo kan? “ ujar Raka dingin membuat Reza sedikit takut

“ Tenang aja. Ini nggak akan ganggu tugas yang kalian kasih ke gue. “ ujar Reza santai

“ Gue juga pasti bantuin kok “ ujar PJ yang nggak mau Reza dipojokkan terus-menerus

“ Gue harap, rencana ini masih bisa berjalan lancar. Dan satu lagi, jangan sampai Widy curigar soal rencana ini “ Raka memperingati. Setelah itu pergi meninggalkan mereka semua.

“ Kalian nggak usah khawatir. Dia nggak bener-bener marah kok. Lanjutnya biar gue yang ngomong “ ujar Mezty pada Reza dan PJ. Kemudian Mezty menyusul Raka. Mezty mencoba bicara pada Raka soal PJ dan Reza. Benih-benih cinta yang sedang dirasakan Reza dan PJ, sedang dirasakan juga oleh sahabat Widy yang lain, Linzy. Kini Linzy telah resmi telah resmi bersama cowo pujaannya, Rafael. PJ telah berjasa menyomblangin Linzy dan Rafael. Awalnya karena Linzy yang sering cerita pada PJ, bahwa dirinya merasa tertarik pada Rafael. Oleh sebab itu, Linzy pula yang memaksa agar PJ menerima tawaran tim basket agar menjadi manajernya. Dengan begitu ada alasa kuat baginya untuk datang saat tim tersebut sedang latihan. Rafael pun menjawab sinyal suka dari Linzy. Gayung bersambut, jadianlah mereka, tepat 3 hari setelah Reza dan PJ resmi pacaran.

“ Kamu nggak bisa marah gitu dong sama mereka. Mereka juga punya hati dan perasaan, wajar kan kalo saling diisi. Lagipula, rencana kalian ini nggak akan selamanya kan?! Itu artinya belum tentu juga akhirnya Widy memilih Reza juga. Jadi, biarinlah mereka bersama “ ujar Mezty saat membujuk Raka

“ Aku nggak marah sama mereka. Tapi, aku nggak suka cara Reza. Kalo dia memang mau mengutarakan perasaannya ke cewe lain, kenapa nggak dirundingin ke aku ato Kevin? Ya seenggaknya dia bisa bilang Morgan?? “ ujar Raka masih terlihat emosi

“ Aduh, kamu jangan jadiin Reza kayak anak kecil dong.. Dikit-dikit laporan. Dia udah dewasa, dia pasti bisa prioritasin mana yang harus duluan. Sekali lagi, ini soal hati “ nasihat Mezty

“ Kenapa kamu belain mereka? “ tanya Raka penasaran

“ Karena kali ini kamu udah kelewatan. Kalo kamu masih mempersalahkan status mereka lagi, aku akan bongkar semua ke Widy. Kamu tau kan, apa reaksi Widy kalo dia dibohongi seperti ini?! “ ancam Mezty. Raka terkejut dengan kata-kata Mezty barusan. Namun ia hanya diam, karena tak mau berdebat banyak dengan Mezty.

Untuk yang kesekian kalinya, Angel bertemu dengan Rangga. Kali ini mereka bertemu di suatu restoran saat Rangga sedang sarapan sendirian. Angel duduk dimeja sebelah meja Rangga. Sesekali Angel mencuri pandangan ke Rangga. Sadara ada orang yang mengamati dirnya, Rangga menoleh pada Angel. Dan menyapa Angel.

“ Sepertinya kita pernah ketemu ya? “ tanya Rangga basa-basi pada Angel. Angel pun tak menyangka Rangga bicara padanya. Ia pun sempat terbengong.

“ Iya. Waktu itu kita pernah mau ambil buku yang sama di toko buku. Kamu temennya Widy ya? “ ucap Angel. Rangga mengangguk. Kemudian menjulurkan tangannya sebagai tanda berkenalan. Angel membalasnya. Mulailah mereka bercakap-cakap dengan asyiknya. Ditengah percakapan mereka. Angel mencoba meyakinkan kalo Rangga sebenarnya adalah Dewa kecil. Angel menceritakan semua kenangannya dulu. Sebenarnya Rangga sudah ingat kalo gadis yang duduk disampingnya itu adalah gadis dari masa lalunya. Namun, ia tak mau mengakuinya. Didepan Angel, ia mengarang semua cerita tentang dirinya. Meski begitu, Angel tetap yakin kalo cowo itu adalah kenangan masa lalunya.

Widy dan Linzy berjalan melewati depan restoran-tempat Rangga dan Angel tak sengaja bertemu. Kemudian Linzy mengajaknya masuk ke restoran tersebut. Sebelum masuk, dari jendela, Widy melihat Rangga bersama dengan cewe lain. Hatinya panas karena percikan api cemburu yang timbul. Ia mengajak Linzy mencari tempat makan yang lain. Tanpa menanyakan sebabnya, Linzy mengiyakan ajakan Widy. Di tempat makan yang baru, Widy pun jadi tak ingin makan lagi. Hatinya menjadi kacau melihat pemandangan yang tadi.

“ Ada apa, Wid? Sejak restoran sebelum ini kita datangi, lo jadi nggak mood gitu.. “ tanya Linzy saat memperhatikan Widy tak memakan makanananya

“ Gue lagi BT.. “ jawab Widy

“ Kenapa? “ tanya Linzy lagi

“ Sepertinya Rangga balas gue deh. Kemarin, gue liat mobil dia di puncak. Dan gue rasa dia pasti liat gue pas bareng Reza. Hari ini malah dia yang sama cewe lain. Dan gue tau siapa cewe itu “ ucap Widy kesal

“ Hah? Siapa cewe itu? “ tanya Linzy

“ Pacar temennya Kak Ifan “ jawab Widy singkat

“ Nggak usah cemburu gitu, Wid.. Mungkin aja, ternyata mereka saling kenal. Teman lama mungkin “ ucap Linzy

“ Semoga “ ujar Widy pasrah

Saat Angel keluar dari restoran , ia bertemu dengan Natly. Lala juga melihat Angel keluar bareng Rangga, bahkan Natly melihat mereka begitu akrab. Natly menghampiri mereka, dan mengajak Angel untuk bicara. Setelah Angel pamit ke Rangga, Natly mengajaknya ke taman dekat restoran itu.

“ Tadi itu siapa, Ngel? “ tanya Natly saat membuka pembicaraan

“ Kenapa? Aku nggak ada apa-apa kok sama dia. Jangan aduin ke siapapun ya, apalagi ke Bani. Aku takut dia cemburu sama Rangga “ ujar Angel memohon

“ Kamu tau siapa dia? “ tanya Natly sedikit serius. Angel bertanya-tanya apa maksudnya

“ Dia adalah pacarnya Widy. Jadi, kamu jangan masuk diantara mereka ya. Apalagi saat ini mereka sedang mengalami krisis dalam hubungan mereka. Tolong jangan dibikin runyam lagi “ pinta Natly pada Angel. Angel menjadi bingun saat Lala meminta hal itu.

“ Aku nggak akan jadi orang ketiga. Gue deketin Rangga karena gue cuma ingin tau apa dia itu orang yang dulu gue kenal. Cuma sebatas itu. Apa salah? “ curhat Angel

“ Yang penting lo inget ya, lo sama dia udah ada yang punya. Jadi jangan sampai diantara mereka dan lo ada yang tersakiti “ ingat Natly

Sementara itu Raka menceritakan semua tentang Reza ke Kevin dan Morgan. Ternyata Kevin nggak menganggap itu masalah besar. Karena menurutnya, taktik pertama mereka sudah bikin Widy dilema sudah sedikit berhasil. Jadi, kemungkinan Reza untuk yang selanjutnya tak akan banyak bagiannya. Karena Widy sudah hampir bimbang, maka bisa dikatakan tugas Reza dapat berkurang. Kini, hanya tinggal menunggu Widy dapat menentukan pilihan yang terbaik untuknya dan menepati janji Raka untuk membawa Rangga kepada Tante Risa.

Rangga sudah didepan kampus Widy. Sengaja ia tak memberitahu Widy kalo ia akan menjemput Widy. Karena ingin memberika surprise untuk kekasihnya itu. Rangga menanyakan lokasi Widy berada hanya kepada Linzy. Dan memang hari itu, Widy nongkrong dikampus dahulu setelah kelas berakhir. Baru setelah sampai didepan kampusnya, Rangga menelepon Widy. Widy bahagia mendapat telepon itu. Segera saja ia pamit pulang duluan kepada dua sahabatnya. Selepas kepergian Widy, Kevin dan Morgan menghampiri PJ dan Linzy. Mereka menanyakan, kemana Widy pergi. Karena Widy terlihat ceria. Tentu Linzy mengatakan yang sebenarnya, Widy bersama Rangga, namun entah kemana. Mendengar itu, Kevin dan Morgan pergi kembali. Sambil berjalan, mereka memikirkan rencana selanjutnya.

Sementara itu dalam perjalanan pulang, Rangga menanyakan kesiapan Widy untuk bertemu dengan sang papa. Sebenarnya, Widy masih merasa ragu, pasalnya hubungan mereka masih seumur jagung. Ia merasa ini sangat terburu-buru. Rangga terus meyakinkannya, dengan keluarga tau hubungan mereka, masalah tak akan sering berdatangan. Disaat bimbang, Widy teringat perkataan Natly.

“ Kalo kamu memang belum siap ngenalin Rangga ke orang tua kamu, bisa kamu kenalin dia ke aku dan Ifan? Seenggaknya ada kakakmu yang udah mengenalnya terlebih dahulu “

“ Kapan aku bisa ketemu sama papa kamu? “ ucap Widy. Rangga terkejut mendengar jawaban Widy. Ia tak menyangka, Widy dapat berubah keputusan secepat itu.

“ Kamu serius? Bukan karena terpaksa kan? “ Rangga mencoba memastikannya kembali

“ Aku serius. Ini memang kemauan aku. Tapi, setelah aku kenal sama keluarga kamu, kamu juga harus kenal sama keluarga aku. Mungkin nggak langsung ke orang tua aku, karena aku masih merasa takut. Jadi, lebih baik melalu kakakku aja “ ujar Widy

“ Aku terima keputusan kamu. Dan aku akan selalu nunggu, sampai kamu siap bilang semuanya ke orang tua kamu, sayang “ jawab Rangga sembari membelai rambut Widy.

***

“ Vin, sepertinya kita harus buka lahan kerja sama baru. Untuk membuat Rangga kerumah “ ucap Raka saat bersama Kevin dan Morgan dalam perjalanan menuju parkir mobil

“ Maksudnya? Kita harus nambah personel? Siapa? Lagian, kalo cuma buat bikin Widy ngenalin Rangga ke keluarga, gue bisa. Semakin sedikit orang yang tau rencana ini, akan semakin bagus “ tanya Kevin

“ Lo yakin bisa ngerubah keputusan Widy? Lo kan kenal dia, paling susah ngerubah keputusan yang udah dia buat. Kalo gue pikir, cuma satu orang yang bisa mengetuk pintu hatinya, agar mau terbuka “ ucapan Raka tersebut mengundang rasa penasaran Kevin dan Morgan

“ Siapa? “ tanya Kevin sambil bersandar ke kap mesin mobil berwarna silver-mobil Raka

“ Natly. Mungkin karena sesama cewe, mereka bisa klop. Dan Natly sering ngasi masukan untuk Widy “ jawab Raka santai sambil membuka pintu mobilnya. Kevin berpikir sejenak, memikirkan usulan Raka barusan.

“ Okelah. Gue nggak keberatan sama ide lo. Bolehlah, dilaksanain “ ucap Kevin sesaat kemudian, “ Menurut gue, mereka pasti sedang mikirin rencana perkenalan keluarga juga. Maka dari itu, cari info ya kapan hal itu terjadi “ lanjut Kevin ke Morgan

“ Gue kira bakal cepat. Rangga pernah bilang waktu dia awal jadian, kalo bokap ke Jakarta, Widy secepatnya dikenalin sama bokap. Dan sekarang bokap lagi di Jakarta “ ujar Morgan. Kevin dan Raka berpandangan ketika mendengar kata-kata Morgan. Mereka berpikir, mereka harus gerak cepat untuk meminta bantuan Natly. Raka menelepon Ifan, memintanya untuk membawa Natly kerumah.

Sementara itu Rangga dan Widy berjalan-jalan di mall. Mereka berencana nonton film di bioskop yang ada di mall tersebut. Keduanya jalan seperti pasangan kekasih pada umumnya. Tak terlihat kalo diantara mereka sempat ada kesalahpahaman yang terjadi. Rangga begitu melindungi Widy. Namun saat sedang mengantri tiket nonton, Rangga melihat Dicky bersama seorang cewe yang ia sempat kenal, GC. Rangga kelimpungan mencari cara agar tak ia dan Widy tak terlihat oleh adiknya itu.

- TO BE CONTINUED -

November 13, 2011

FFS - Akhir Cerita Cinta (Chapter 4)


- C H A P T E R 4: CINTA LAMA BELUM KELAR -

Pagi ini Widy meminta Rangga untuk menemuinya didepan kampusnya. Widy merasa Rangga tak menepati janjinya agar tak mengatakan kepada siapapun tentang hubungan mereka.

“ Kenapa kamu melanggar janji kita? Sekarang ini keluargaku jadi tau. Padahal, aku belum mau ngasi tau mereka “ tanya Widy pada Rangga saat mereka bertemu

“ Apa salah? Aku cuma cerita ke Dicky soal kita “ ucap Rangga

“ Astagaa.. Pasti Dicky bilang-bilang ke Morgan. Apa jangan-jangan Morgan juga yang ngasi tau Kevin?! “ ujar Rangga baru tersadar

“ Iya, walaupun Kevin nggak mau mengakuinya “ ujar Widy cuek karena masih sedikit marah

“ Wid, jangan marah dong.. Ini malah bagus kan buat hubungan kita kedepannya. Aku sayang kamu, aku ingin kita lebih serius “ ucap Rangga sambil menaruh tangannya diatas tangan Widy

“ Aku juga mau kita lebih serius lagi. Tapi, nggak saat dan secepat ini, Rangga.. Aku takut. “ ujar Widy pelan

“ Apa yang bikin kamu takut jalani ini semua? “ tanya Rangga

“ Banyak. Aku takut, kamu nggak diterima dikeluargaku. Kamu harus tau, orangtua aku bener-bener pemilih kalo udah memilih pasangan untuk anak-anaknya “ ucap Widy. Mendengar itu Rangga mendekap Widy dengan sayang. Widy merasa nyaman dalam dekapan itu.

“ Kamu nggak usah takut. Kita pasti akan jalani bersama-sama. Aku nggak akan biarin kamu bimbang sendiri. Jadi kalo ada apa-apa, kamu bisa cerita apapun ke aku “ ujar Rangga menenangkan Widy

“ Wid, hari ini papa aku baru datang dari Bali. Kapan kamu siap aku kenalin ke papa? “ tanya Rangga saat Widy sudah mulai tenang dari isak tangisnya

“ Kita masih baru. Jadi aku minta, jangan buru-buru ngambil keputusan. Aku ingin semua ngalir apa adanya “ ucap Widy sambil mengusap air matanya yang sempat terjatuh dipipinya. Rangga membelai rambut Widy dan memandang gadis itu dengan perasaan sayang dan tulus.

( Rangga – Widy sing a song: Penghujung Cintaku, by: Pasha dan Adelia )

Hari ini Angel berniat mencari tahu tentang Rangga. Maka tempat yang datangi pertama adalah komplek perumahannya yang dulu. Itu merupakan tempat pertamanya yang ada dalam benaknya. Ia mencarinya seorang diri. Ia ragu untuk meminta Bani menerimanya. Ia takut seandainya ia meminta orang lain menemaninya, orang itu akan menganggap Angel masih mengharapkan seorang Dewa kembali padanya. Angel mendatangi rumah ketua RT-nya. Namun, yang ia temui hanya anaknya, Ilham-yang juga temen masa kecilnya dan Rangga. Ilham masih mengingat Angel. Ilham menyuruh Angel masuk, kemudian mereka mulai mengobrol dan Angel langsung mengutarakan maksud kedatangannya.

“ Gue cuma mau tau, apa Dewa pernah dateng kesini lagi? Soalnya gue denger dia udah ada di Jakarta “ ujar Angel. Ilham tak langsung menjawab, ia terlihat seperti berpikir sesuatu.

“ Ilham?! “ sebut Angel lagi karena Ilham lama membisu

“ Gue nggak tau malah, kalo dia udah di Jakarta.. “ ucap Ilham kaget ketika Angel memanggilnya dengan nada penasaran

“ Lo nggak bohong kan sama gue?! “ tanya Angel yang sedikit curiga sama perkataan Ilham

“ Nggaklah.. Mana mungkin gw bohong.. Kalo lo nggak percaya, tunggu Herman pulang. Lo tanya langsung ke dia. Dia yang biasa bantu-bantu bokap soal warga “ ujar Ilham. Angel tertunduk diam. Entah apa yang dirasakannya. Mungkin perasaannya kacau. Tak lama setelah itu, Angel pamit pulang. Ilham mengantarnya sampe Angel menaiki mobilnya.

“ Maaf, Ngel.. Gue terpaksa bohong sama lo. Bener. Dewa memang ada di Jakarta. Tapi, dia mengganti namanya “ batin Ilham sambil memperhatikan mobil Angel yang mulai berjalan.

Selama dikampus, Widy nggak bisa berhenti dilemma. Ingin jujur terhadap keluarganya. Namun disisi lain, ketakutannya ditolaknya Rangga dalam keluarga menjadi semakin besar. Linzy dan PJ heran dengan perubahan sikap Widy yang tiba-tiba jadi diam. Mereka mencoba bertanya,namun Widy tak mau menjawabnya. Ia malah berlalu dari kedua sahabatnya. Linzy dan PJ hanya berpandangan tak mengerti.

( Widy sings a song: Takut, by: Vierra )

Widy berjalan melewati lapangan basket disaat tim basket sedang istirahat latihan. Reza melihat Widy sedang murung. Ia pun menghampiri Widy dan menanyakan sebabnya. Widy tetap tak mau bercerita. Walaupun Reza memaksanya untuk bercerita, Widy tetap enggan membuka mulutnya. Akhirnya Reza menyerah dengan keras kepala Widy dan kembali ke lapangan.

“ Nanti selese kuliah, kamu tunggu aku didepan kampus ya “ ucap Reza sebelum ia kembali latihan.

Widy tidak mengerti apa maunya. Ia memandangi Reza yang sedang lari-larian mengejar bola bersama yang lain. Kemudian ia beranjak dari tempatnya berdiri. Sepasang mata mengamati pemandangan itu dari kejauhannya. Orang itu tersenyum puas dengan apa yang dilihatnya. Widy menoleh ke arah orang itu. Ketauanlah siapa yang memata-matainya itu.

“ Kevin!! Lo ngapain sih ngutit gue mulu!! “ ucap Widy ketika memergoki Kevin mengikutinya

“ Apaan sih?! Siapa yang juga ngikutin lo.. Kayak gue kurang kerjaan aja.. “ elak Kevin terlihat gugup

“ Terus lo ngapain disini? “ tanya Widy masih curiga

“ Kebetulan gue cuma lewat sini kok.. Udah yaa, gue masuk dulu.. “ ujar Kevin belaga cuek

“ Eh, tunggu!! “ Widy menyetop Kevin, “ Gue heran, kenapa ya kok kayaknya lo muncul terus disekitar gue?! “ tanya Widy curiga

“ Lu GeeR banget sih.. Kita kan satu kampus dan seangkatan, jadi maklum kan kalo seiring ketemu.. “ sahut Kevin

“ Udah deh.. Lo tinggal jujur aja, susah banget “ paksa Widy. Kevin tetap tak bicara banyak. Ia justru meninggalkan Widy sendiri. Widy merasa ada yang disembunyikan oleh sepupunya itu.

Siang itu Morgan dan Dicky mendapat tugas menjemput ayah mereka di bandara. Kedatangan mereka bertepatan dengan pesawat Om Romi yang dari Denpasar landing. Usai melepas kangen dibandara sejenak, mereka langsung menuju rumah mereka. Saat dalam perjalanan, Om Romi menanyakan sesuatu hal yang sedikit susah dijawab baik oleh Morgan maupun Dicky.

“ Kenapa kalian nggak jawab? “ tanya Om Romi saat melihat kedua putranya saling berpandangan bingung

“ Ada yang udah punya pacar diantara kalian? Morgan? “ tanya Om Romi pada Morgan yang mengendarai mobil

“ Ngg.. Kalo yang udah punya pacar ada sih, Pa.. Tapi, masih baru banget “ jawab Morgan grogi sambil melirik Dicky yang disebelahnya

“ Siapa? Rangga? “ tanya Om Romi. Morgan dan Dicky saling berpandangan sebentar. Kemudian mengiyakan kata-kata ayah mereka.

“ Oh bagus.. Berarti dia menjalani tugas sebagai anak tertua dengan baik “ ujar Om Romi

“ Apa dia pernah membawa gadis itu kerumah? “ tanya Om Romi lagi

“ Tadi kan Morgan bilang, ini masih baru banget. Jadi Rangga belum mau ngenalinnya sebagai pacar, Pa.. “ ujar Morgan terus terang

“ Tapi Rangga janji, kalo papa kesini pasti akan dikenalin secepatnya “ ucap Dicky. Suasana menjadi hening sampai dirumah. Sambil menyetir mobil, Morgan meng-SMS Kevin. Yang isinya mengajak Kevin ke kampus Rangga untuk bertemu Bisma dan Tryan.
“ Kalo nggak bisa nyuruh langsung, ini satu-satunya cara “ ucap Morgan dalam hati

Sementara itu selese jam kuliah, Widy menunggu Reza ditempat yang dijanjikan. Reza berjanji akan membawa Widy ke tempat yang bisa membuat dara itu tenang. Untuk menempati janji Reza itu, Widy terpaksa berbohong pada Rangga dengan dalih ada kuliah tambahan, saat Rangga akan menjemputnya. Untunglah Rangga tidak curiga terhadapnya. Reza membawa Widy ke sebuah restoran dipinggir kota, yang sekelilingnya masih dipenuhi dengan hutan-hutan wisata.

“ Buat apa lo bawa gue kesini? “ tanya Widy ketika turun dari mobil

“ Gue liat lo lagi murung. Tempat paling bagus buat orang yang lagi badmood, ya disini. Gue yakin setelah lo dari sini, lo bakal ngerasa lebih tenang “ ujar Reza sambil mengunci mobilnya.

Widy duduk dikursi yang ada ditaman itu sambil tetap melamun. Reza menjauh dari Widy sebentar. Tak lama kemudian Reza muncul dihadapan Widy dengan membawa dua gelas teh hangat ditangannya.

“ Nih “ ujar Reza sambil memberikan satu gelas ke Widy

“ Orang bilang kalo ditempat sejuk seperti ini dan ditemani segelas teh, maka akan bisa ngelupain masalah yang sedang dihadapi. Widy mengambil gelas teh itu dari tangan Reza dan meminumnya sedikit demi sedikit. Reza duduk disamping Widy.

“ Sebenarnya kamu ada masalah apa? Keliatannya bikin kamu nggak nyaman? “ tanya Reza

“ Sebelum gue jawab. Boleh gue tanya sesuatu? “ tanya Widy. Reza mengangguk pasti.

“ Kenapa lo tiba-tiba jadi baik sama gue? Sebelumnya elo nggak pernah seperhatian gini kan sama gue? Apa lo ada hubungannya sama sikap anehnya Kevin ke gue? “ Widy mengintogerasi. Reza terkejut dengan pertanyaan dari Widy. Ia tidak menduga Widy akan menanyakan hal itu. Ia sempat kelimpungan untuk mencari jawabannya.

“ Memang salah ya kalo gue baik sama lo?! Lo kan sahabat manajer tim basket gue, jadi bolehlah gue baik sama lo.. Terus, soal Kevin.. Gue nggak ada hubungannya sama dia kok.. “ ujar Reza gugup

“ Bener? “ tanya Widy dengan mimik wajah tak percaya

“ Sumpaahh “ ucap Reza meyakinkan Widy. Dengan rasa setengah percaya dan setengah tidak Widy tak melanjutkan intogerasinya. Ia berpikir, mungkin dia memang tak tahu sekarang, tapi suatu saat dia pasti tau kebenarannya.

“ Wid, sekarang lo bisa cerita apa masalah lo ke gue? “ tanya Reza

“ Tapi, lo juga harus bantu gue cariin solusi buat gue “ ucap Widy memberi syarat. Reza menyanggupinya.

Widy menceritakan kebimbangannya pada Reza. Saat ditengah-tengah bercerita, Widy tersadar kenapa dia bisa bercerita semua ke Reza tanpa rasa canggung. Widy sempat berpikir rasa untuk Reza memang belum usai.

“ Kalo menurut gue, mungkin lo memang harus ngenalin cowo lo ke keluarga lo. Urusan dia diterima ato nggak, bisa jadi urusan belakangan. Apa lo mau backstreet terus-terusan? “ ucap Reza memberikan solusi untuk Widy. Dalam hati Widy membenarkan kata-kata Reza tersebut. Namun jauh dalam lubuk hatinya yang paling dalam ia masih tetap merasa ragu.

Sementara itu, beberapa kilometer dari tempat Widy dan Reza terlihat 3 orang cowo yang sengaja memilih tempat itu untuk menjadi tempat Bisma, Tryan, dan Rangga nongkrong. Bisma dan Tryan sengaja membawa Rangga ke tempat itu agar Rangga melihat Widy bersama cowo lain. Dan terbakarlah api cemburu di hati Rangga. Lokasi itu memang menjadi lokasi yang sudah disepakati Kevin dan Reza. Rangga memang melihat Widy bersama Reza. Rasa tidak suka sedikit demi sedikit mengisi pikiran dan batinnya. Namun, ia tidak menunjukkan itu di hadapan Bisma dan Tryan. Walaupun sebenarnya keduanya juga sudah mengetahui gelagat cemburu Rangga, tapi mereka hanya diam.

“ Hei, balik yuk.. “ ajak Rangga pada kedua temannya

“ Kenapa buru-buru? Santai ajalah “ ucap Bisma santai sambil meneguk softdrink yang ada ditangannya.

“ Lo kenapa sih? Kok kayak nggak tenang gitu?! “ tanya Tryan

“ Tungguu.. Biar gue tebak.. Apa ada hubungan sama pasangan yang ada disebarang sana? Lo kenal sama mereka?“ ujar Tryan. Rangga tak dapat mengelak lagi. Memang ia harus menceritakan semua hubungannya kepada kedua sahabatnya itu.

“ Iya. Lo bener. Cewe itu, cewe yang pernah gue ceritain ke kalian. “ ucap Rangga sambil terus merhatiin Widy dan cowo yang disamping Widy itu

“ Jadi itu cewe lo yang belum lo kenalin ke kita? Siapa cowo yang disebelahnya? Lo kenal? “ tanya Bisma memastikan.

“ Gue nggak tau siapa dia. Mungkin itu sebabnya Widy nolak pas gue ajak pulang bareng tadi. “ ujar Rangga

“ Oh, jadi namanya Widy.. “ gumam Bisma seolah-olah baru mengerti persoalannya.

“ Kalian udah tau kan sekarang.. Udah yuk, cabut.. Males gue disini.. “ ajak Rangga sembari menyambar kunci mobilnya dari atas meja. Kemudian berjalan ke arah mobil. Bisma dan Tryan langsung mengikuti Rangga menuju mobil. Rangga cs melewati tempat Widy dan Reza. Saat itu Widy melihat mobil Rangga dan mengenali nomor polisinya. Ia langsung tersadar dan berpikir pasti Rangga juga melihatnya. Ia mencoba menelpon Rangga, namun Rangga membiarkan panggilan itu sampai deringnya mati sendiri. Menyadari hal itu, Widy makin mengira Rangga marah padanya. Ia pun mengajak Reza pulang saat itu juga.

Sementara itu dirumah Widy. Tante Risa sedang menagih janji Raka untuk membawa Rangga padanya, maksudnya untuk diperkenalkan pada keluarga. Raka yang belum tau kapan bisa melaksanakan janjinya pun berdalih menunggu sampai Widy mau mengenalkannya sendiri. Namun, sang mama sepertinya tak mau menunggu sedemikian lama. Wajarlah sebagai orang tua, pasti ingin tau siapa orang yang lagi dekat dengan anaknya. Apalagi bila itu menyangkut satu-satunya anak perempuan. Saat sang mama sedang berdiskusi dengan Raka, Ifan datang bersama Natly. Mereka sempat mendengar percakapan Tante Risa dengan Raka.

“ Tante, kalo nggak keberatan. Gimana kalo aku aja yang ngomong sama Widy “ usul Natly

“ Iya, Ma.. Waktu mama nggak dirumah, kan Natly yang jadi tempat sharing Widy. Mungkin kali ini kalo dia yang bicara, Widy mau denger “ Ifan mengiyakannya

“ Gimana, Ma? “ tanya Raka penasaran. Tante Risa memandangi Raka, Ifan, dan Natly secara bergantian sebelum menentukan keputusannya

“ Baik. Tante percayakan ini ke kamu. Karena sepertinya anak Tante sendiri nggak bisa dikasi kepercayaan ini “ ucap Tante Risa pada Natly sembari menyindir Raka yang langsung sibuk dengan HP-nya.

“ Iya, Tante. Akan kucoba “ jawab Natly sopan,

“ Widy ada, Tante? “ tanya Natly sesaat kemudian

“ Sepertinya dia belum pulang. Kalo mau, silahkan ditunggu aja. Biasanya jam segini udah pulang dia “ jawab Tante Risa sambil berdiri dan berjalan masuk ke kamarnya. Widy pulang dan mendengar namanya disebut-sebut.

“ Ada yang nyebut-nyebut namaku? “ tanya Widy ketika masuk ruang tengah

“ Kamu pulang sama siapa? “ tanya Raka mengangkat wajah dari keasyikan dengan HP-nya.

“ Sama Reza. Kenapa? “ tanya balik Widy

“ Dia udah pulang? “ ucap Raka. Widy mengangguk. Raka menghela nafas pasrah.

“ Kenapa sih? “ tanya Widy penasaran

“ Nggak apa-apa “ sahut Raka meninggalkan ruang tengah

“ Wid, aku mau ngomong sama kamu. Berdua “ ucap Natly

“ Boleh. Dilantai atas yuk “ ajak Widy. Widy dan Natly berjalan menuju lantai 2 depan kamar Widy. Natly pun langsung mengutarakan pertanyaannya.

***

“ Ada apa? “ tanya Widy

“ Kamu udah punya pacar? Mending kamu jujur aja sama aku. Aku juga udah denger soal itu. Raka dan Kevin udah cerita soal cowo kamu “ ucap Natly. Widy menunduk tanpa berkata-kata

“ Wid, kita disini nggak akan marahin kamu. Karena cinta itu bebas memilih. Tapi, kenapa kamu nggak bawa dia untuk dikenalin ke kita semua? “ ujar Natly lagi mengerti ketakutan Widy

“ Bukan aku nggak mau. Tapi, aku sama dia masih baru banget. Lagian aku takut. Kalo mama sama papa nggak bisa terima dia dikeluarga ini. Padahal aku sayang banget sama Rangga “ ujar Widy perlahan

“ Harusnya kalo kamu yakin sama pilihanmu, kamu nggak perlu takut sama apapun. Denger, kalo kalian memang jodoh dan ditakdirkan bersama, kalian pasti akan bisa melaluinya bersama tanpa rasa takut “ nasihat Natly

“ Tapi, mama orangnya pemilih.. Sampe setahun ini pun mama belum bisa ngerestuin Kak Raka dan Mezty. Mama cuma bisa nerima cewe kayak kamu aja “ ujar Widy keras

“ Itu wajar. Karena setiap orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya. Sekarang aja Tante Risa udah bisa terima sama Mezty. Semua itu butuh proses “ jelas Natly. Widy terdiam merenungi semua nasihat Natly padanya

“ Kalo kamu memang belum siap ngenalin Rangga ke orang tua kamu, bisa kamu kenalin dia ke aku dan Ifan? Seenggak ada kakak kamu yang udah mengenalnya terlebih dahulu “ usul Natly. Widy terkejut dengan permintaan itu. Ia bingung harus menjawab apa. Karena ia masih merasa Rangga marah padanya setelah melihat dirinya dan Reza. Kemudian, Widy mengatakan kalo ia akan memikirkannya terlebih dahulu. Setelah itu Widy masuk ke kamarnya. Ifan naik ke lantai 2. Natly menceritakan obrolannya dengan Widy beberapa saat yang lalu. Dan mengatakan kalo Widy masih bersikukuh belum mau memperkenalkan Rangga kepada keluarga. Ifan berniat berbicara dengan Widy, namun Widy sedang tak mau berbicara dengan siapapun.

Didalam kamar, Widy mencoba menghubungi Rangga. Namun, Rangga tetap tak mengangkat teleponnya. Widy menjadi sedih. Ia merasa cobaan dalam percintaan ini begitu sulit ia hadapi. Belum masalah keluarga yang memaksa Widy mengenalkan Rangga selesai, sekarang Reza muncul menumbuhkan kembali rasa yang dulu sempat hilang dan memberi harapan yang sebenarnya harapan yang dulu diinginkan Widy.

Morgan dan Dicky sedang main ke komplek perumahan mereka dulu sebelum mereka pindah ke Bali. Komplek itu memang sudah sedikit berubah. Namun, ada beberapa kenangan yang tidak bisa mereka berdua lupakan. Mereka mengunjungi teman lama Morgan, Herman. Mereka bernostalgia cerita-cerita masa lalu. Kemudian, rumah Herman kedatangan tamu lagi. Teman sekolah Ilham-adik Herman. Ternyata teman Ilham itu adalah Grace, yang dipanggil GC, adik Angel. GC terkejut begitu melihat Morgan dan Dicky juga ada disitu.

“ Sejak kapan kalian di Jakarta? “ tanya GC pada Morgan dan Dicky

“ GC, kamu masih inget mereka? Kirain udah lupa. Waktu dulu kan kamu dan Dicky masih kecil “ ujar Herman

“ Jelas aku masih inget. Dulu kan kita sempat hampir jadi ipar “ ucap GC santai

“ Tolong ya, hal itu jangan diungkit-ungkit lagi. Itu cuma masa lalu “ ucap Morgan

“ Iya. Kita fokus aja sama yang sekarang “ lanjut Dicky

“ Kalian kenapa? Oh iya, boleh aku tau sesuatu. Sebenarnya Kak Dewa dimana sekarang? “ tanya GC. Morgan, Dicky, Herman, dan Ilham saling berpandangan heran. Herman dan Ilham memang sudah tau kalo Dewa mengganti namanya jadi Rangga. Karena Rangga udah pernah kesana, tepat sehari sebelum Angel menemui Ilham dirumah itu.

“ Buat apa kamu mau tau itu? “ tanya Morgan sesaat kemudian

“ Yaa mau tau aja. Nggak boleh? Kalo nggak boleh nggak apa-apa kok “ ujar GC

“ Oke. Tapi, tolong kamu jangan bilang ini ke Angel ato siapapun ya “ ucap Morgan,

“ Aku rasa belum saatnya dia tau soal ini “ lanjutnya lagi. GC berjanji tak akan memberitahu ke Angel. Sehingga, ia mendengar cerita Morgan cs tentang Rangga. Morgan juga menceritakan tentang Rangga dan Widy sekarang. Itu sebabnya Angel nggak boleh sampai tau dulu tentang ini. Mereka takut situasinya akan berdampak buruk untuk Widy.

- TO BE CONTINUED -

October 25, 2011

FFS - Akhir Cerita Cinta (Chapter 3)


- CHAPTER 3 : U J I A N -

Keesokan paginya. Alarm dikamar Widy sudah berulang kali berbunyi. Namun, pemiliknya masih berkompromi dengan guling dan selimutnya. Justru yang mendengar alarm itu orang yang kamarnya disebelah kamar Widy, Ifan. Ifan mengetuk-ngetuk kamar adik bungsunya itu, namun belum ada jawaban. Ifan berjalan memasuki ruang makan untuk sarapan bersama. Disana sudah ada Raka dan Kevin, serta kedua orang tuanya. Mereka sudah balik dari Sulawesi.

“ Papa.. Mama.. Kapan kalian datang? Kok nggak bilang aku, biar aku yang jemput “ ujar Ifan menyambut mereka

“ Papa sama mama datang, tapi kalian semua udah tidur. Kecuali, Widy. Memang kemana dia, kenapa jam 11 malam baru pulang? “ tanya mama

“ Kemarin seharian aku nggak liat Widy, Ma.. Jadi nggak tau apa-apa. Raka mungkin tau? “ ucap Ifan sambil duduk dikursi meja makan

“ Kalian kan udah mama kasih kepercayaan. Jaga dan awasi selalu adik kalian itu. Jangan dibiarin terlalu bebas “ nasihat mama

“ Ma, udahlah. Jangan terlalu ketat sama anak-anak, terutama sama Widy. Nanti dia malah bisa berontak sama mama “ tambah papa sambil membaca koran harian pagi

“ Mama tenang aja.. Aku sama Kevin lagi menjalankan aksi untuk mendewasakan Widy. Iya kan, Vin?! “ ucap Raka sembari melirik Kevin yang sedang meneguk susu cokelatnya

“ Kalian punya rencana apa? Kenapa gue nggak dilibatin? “ protes Ifan

“ Lo sih, setiap hari diluar mulu.. Jadi ketinggalan berita kan.. “ ceplos Raka,

“ Aku udah selese sarapan. Aku berangkat duluan ya.. “ pamit Raka

“ Kamu nggak bareng Widy? “ tanya mama

“ Kan sekarang ada Kevin. Jadi dia aja yang jadi ‘sopir’nya Widy. “ sahut Raka

“ Gue?! Sejak kapan? Gue juga mau berangkat sekarang. Ada kuliah pagi. Widy dianter Ifan aja ya.. “ Kevin ikutan pamit.

Selepas Raka dan Kevin berangkat kuliah. Widy masih berada ditempat tidurnya. Matanya masih sangat begitu sulit dibuka. Memang semalam ia sampai rumah jam 11 malam. Namun, ia baru terlelap saat jam di dinding kamarnya menunjukkan jam 1 dini hari. Beberapa menit kemudian, tepatnya jam 8. Widy baru membuka matanya. Tak lama kemudian, ia keluar kamar. Ia mencari-cari Kevin, namun yang ia temukan hanya kakak pertamanya yang lagi sibuk dengan laptop-nya.

“ Kak Ifan, liat Kevin? “ tanya Widy. Ifan memperhatikan Widy dari atas sampe bawah secara detail. Widy heran dengan pandangan Ifan.

“ Kenapa sih? Ada yang salah sama aku?! “ tanyanya lagi sambil ngaca dicermin ruang keluarga

“ Kamu nggak kuliah? “ tanya Ifan

“ Ada. Makanya aku nyari Kevin, soalnya mau berangkat bareng “ ucap Widy santai. Mendengar jawaban Widy yang polos, Ifan justru menertawakannya. Membuat Widy bingung.

“ Bukannya jawab, malah ngetawain.. “ gerutu Widy sambil cemberut. Disela-sela kebingungannya, sang mama datang dari arah pintu.

“ Kevin udah berangkat dari tadi bareng Raka, Wid. “ sahut mama

“ Mamaa!! “ pekik Widy sambil berlari ke arah sang mama dan memeluk sang mama manja

“ Kapan datang, Ma? “ tanya Widy masih bergelayut manja

“ Tadi malam. Semalam kemana kamu? Kenapa jam sebelas baru pulang? Jangan kira, nggak ada mama sama papa, kamu bisa seenaknya ya.. Seenggaknya kamu izin dulu ke kakak-kakak kamu.. “ omel mama. Widy hanya cengengesan saat diomel seketika.

Bel rumah berbunyi. Ifan beranjak membukakan pintu. Bani datang menghampiri Ifan. Sebelum berangkat ke kampus, mereka akan rapat dulu mengenai acara pentas seni dikampusnya. Keduanya terlibat dalam kepanitiaan tersebut. Tak lama setelah Bani datang, Rangga datang. Saat berpapasan dengan Rangga dipintu masuk, Bani meliriknya dengan tatapan penasaran. Rangga yang sadar akan lirikan itu, hanya membalasnya dengan senyum. Widy muncul dipintu dan mempersilahkan Rangga masuk. Hati kecil Rangga masih sangat penasaran dengan tatapan Bani ke dirinya. Karena selama ia ada disana, Bani terus-menerus melihat dengan rasa penasaran yang tinggi. 20 menit kemudian, Widy dan Rangga berangkat. Sebenarnya kuliah Widy hanya pagi tadi. Kini ia keluar hanya ingin jalan dengan cowo yang telah resmi menjadi kekasihnya itu. Hatinya begitu bahagia hari itu. Sementara itu, Bani masih berusaha mengorek informasi tentang Rangga melalui Ifan. Barangkali Ifan tau sesuatu. Ia lakukan itu bukan semata-mata karena ingin memuaskan rasa ingin tahunya. Tapi juga ingin, memastikan kalo Rangga bukanlah orang yang pernah mengisi hari-hari Angel dahulu.

“ Fan, lo tau orang yang barusan keluar bareng Widy? “ tanya Bani disela-sela diskusi mereka

“ Hmm.. Yang gue tau sih, mereka temenan deket banget. Oh iya, mereka juga pernah ketemu dibandara waktu pertama kali Widy sampe Jakarta ini “ terang Ifan,

“ Memang kenapa? Lo nggak jealous kan? “ tanya Ifan heran dengan pertanyaan Bani

“ Nggak lah “ sahut Bani,

“ Tapi, apa lo nggak curiga ada yang terjadi diantara mereka? “ tanya Bani. Ifan berpikir sesaat.

“ Maksud lo mereka pacaran? “ Ifan memastikan maksud Bani

“ Lo nggak ngerasa sikap mereka yang nggak canggung-canggungan tadi? “

Well, iya sih.. Tapi, ya udahlah, biar gue tanya ke orangnya nanti. Udah yuk, ke kampus sekarang. Gue ada janji dikampus “ ajak Ifan menyudahi pembicaraan itu

“ Iya deh.. Tau gue, janji sama Natly kan.. “ ledek Bani sembari membereskan kertas-kertas yang berceceran. Sesaat setelah itu, mereka berangkat dengan dua sepeda motor.

***

“ Apaa?? Mereka udah jadian? “ pekik Kevin dan Raka berbarengan saat mendapat laporan dari Morgan tentang Rangga dan Widy

“ Berarti yang gue pikirin semalem bener-bener kejadian. Tapi, masa secepat ini.. “ ucap Raka tak menyangka

“ Gue juga awalnya nggak percaya. Soalnya gue cuma denger dari Dicky, nggak langsung dari yang bersangkutan “ jawab Morgan, “ Kita telat bertindak “ sahutnya lagi setelah menghela nafas sejenak

“ Nggak “ ucap Kevin serius, “ Kita nggak telat. Rencana ini belum sepenuhnya gagal “ lanjutnya yakin

“ Gimana caranya? “ tanya Morgan ragu

“ Kita kembali ke rencana awal. Mendekatkan Reza ke Widy. Sekarang kita cari PJ dan Linzy “ ujar Kevin

Kemudian Kevin, Morgan, dan Raka mencari PJ dan Linzy untuk meminta bantuan dalam ide yang akan mereka laksanakan. Linzy yang sudah mendengar cerita permintaan mereka dari PJ merasa tak keberatan. Ia juga ingin tahu, masih adakah rasa Widy untuk Reza? Hanya saja, kendala datang dari Reza. Reza yang sudah menganggap Widy sebagai temen baiknya merasa nggak enak, walaupun tujuannya baik, untu mendewasakan Widy. Karena cuma ini cara untuk membuat Widy berubah. Dengan berbagai bujukan, akhirnya Reza bersedia. Rencana awalnya adalah Reza mendekati Widy dan membuat Rangga cemburu. Menurut Morgan, Rangga termasuk tipe pencemburu kalo cewe yang ia suka dekat dengan cowo lain. Reza bisa mulai kapanpun dia siap dan mau, sampai ada rambu-rambu rencana berikutnya.

Kencan pertama Rangga dan Widy ada di toko buku. Keduanya memang senang buku. Widy senang novel-novel terjemahan, sedangkan Rangga senang dengan buku tentang sejarah. Saat Rangga akan mengambil suatu buku dari rak yang diatas, ada seorang cewe juga akan mengambil buku itu. Secara tak sengaja, tangan mereka saling bersentuhan. Kedua kanget. Rangga menyadari kalo cewe itu nggak asing dimatanya. Namun ia tak ingat siapa cewe itu. Cewe itu adalah Angel. Angel yang kaget secara reflek, memanggilnya dengan nama Dewa. Rangga heran bagaimana cewe itu tau dengan nama kecilnya. Kemudian, Widy menghampiri mereka. Dan mengenali Angel. Setelah berbicara beberapa kata dengan Angel, Widy mengajak Rangga pergi, karena novel yang ia cari sudah didapatkannya. Dalam hatinya, ia merasa kalo Rangga adalah Dewa-nya yang dulu. Setali tiga uang dengan Angel, Rangga pun penasaran dengan cewe itu.

“ Angel.. “ panggil Bani dari belakang

“ Hah?! Iya? Kenapa? “ tanya Angel canggung

“ Kamu itu yang kenapa, sayang? Kenapa tiba-tiba jadi diem? Buku yang kamu cari udah dapat? “ tanya Bani. Mata Angel berair. Menahan airmatanya yang hampir jatuh. Tapi, ia tak mau menangis didepan Bani, karena Bani akan merasa curiga padanya.

“ Kita pulang yuk. Aku udah selese “ ajak Angel menggandeng Bani hendak pergi

“ Kamu kenapa? “ tanya Bani penasaran

“ Nggak apa-apa. Tiba-tiba aja aku inget ada janji sama GC “ bohong Angel. Kemudian mereka menuju parkiran dan pulang.

***

“ Widy! “ ucap mama saat Widy membuka pintu rumahnya. Mama udah berdiri didepannya

“ Mama?! Ada apa, Ma? “ tanya Widy sedikit merasa takut dengan wajah sang mama yang mungkin akan memarahinya

“ Kamu darimana? Kamu nggak kuliah? “ tanya mama. Widy kaget ketika sang mama menanyakan hal itu. Bagaimana mungkin sang mama bisa tau kalo dirinya memang nggak kuliah ato tepatnya bolos hari itu. Kecuali ada yang memberitahunya. Pikirannya pun langsung menuduh Kevin sebagai biang keladi ini semua.

“ Kenapa nggak jawab? Bingung mau kasih alasan bohong apa? “ omel mama

“ Ngg.. Hari ini aku nggak ada dosennya, Ma.. Terus nggak ke kampus deh “ ujar Widy

“ Oh begitu.. Kalo gitu, ngapain tadi Linzy nanyai kamu ke Raka? Apa kamu juga nggak ketemu sama Linzy atau PJ? “ tanya mama. Widy menunduk bingung akan menjawab apa. Ia memikirkan apakah ini saatnya menceritakan soal Rangga kepada keluarganya, terutama sang mama.

“ Tadi mama liat, kamu dianter cowo ya.. Siapa dia? Kenapa nggak diajak masuk dulu? “ tanya mama seolah mengintogerasi anaknya.

“ Ngg... Ituu.. “ ucap Widy gugup bercampur takut harus mengatakan apa

“ Tante, itu temen deket aku waktu masih di Jogja dulu. Kebetulan, sekarang juga deket sama Widy “ sahut Kevin muncul dari dalam

“ Bener, Vin? Apa bukan pacarnya Widy? Kamu jangan belain Widy!! “ celoteh mama – Tante Risa kepada Kevin

“ Bener kok, Tante. Aku kan nggak berani bohong “ jawab Kevin. Mendengar itu, Tante Risa berpaling pada Widy sebentar lalu masuk kerumah. Widy terlihat lega selepas intogerasi mamanya. Dan sangat berterimakasih pada Kevin telah membelanya didepan sang mama. Saat sedang merayu sepupunya untuk selalu membantunya, HP-nya berdering. Ia tak mengenali nomor yang meneleponnya. Tapi, tetap diangkatnya. Orang yang berada diseberang sana baru mengucapkan satu kata, namun Widy sudah tau siapa orangnya. Reza. Kevin tersenyum penuh arti, lalu meninggalkan Widy sendiri didepan pintu menuju kebelakang rumah.

“ Lo kemana tadi, Wid? Kenapa nggak ke kampus? “ tanya Reza

“ Hmm.. Tadi gue bangun kesiangan. Terus ditinggal deh. Hehehe “ cerita Widy

“ Oh iya, kenapa lo bisa telepon gue? “ tanya Widy

“ Bukan apa-apa sih.. Gue disuruh PJ hubungi lo. Katanya, lo susah sekali dia hubungi. Lo nggak ada apa-apa kan?! “ terang Reza

“ Gue nggak ada apa-apa kok “ jawab Widy, “ PJ mana? Lagi bareng nggak? “

“ PJ lagi dilapangan. Kan tim lagi latihan “ jawab Reza

“ Lo nggak latihan? “ tanya Widy

“ Gue udah pulang. Kaki gue terkilir pas latihan kemarin “ ucap Reza

“ Hah?! Yang bener? Sekarang gimana keadaan lo? “ suara Widy kedengaran panik

“ Udah mendingan sih, tapi masih sedikit terasa sakit. Udahlah, jangan panik gitu. Ini udah biasa kok “ ucap Reza menenangkan

“ Mana mungkin gue nggak panik.. Lo kan orang yang pernah gue suka, sekarangpun gue masih sedikit punya rasa sama lo. Lo masih spesial buat gue “ ucap Widy dalam hati,

“ Kalo gitu, gue jenguk lo sekarang juga!! Lo jangan kemana-mana!! “ ujar Widy mantap

“ Eh, nggak usah ... “ Reza tak sempat mencegahnya, pembicaraannya sudah diputus Widy begitu saja. Reza memandangi HP-nya, sambil tersenyum. Rencana pertama yang diamanatkan padanya sudah hampir berjalan lancar. Kevin mengintip dari balik korden jendela. Ia melihat Widy secara terburu-buru mengambil sepeda motornya di garasi samping, dan pergi secara tergesa-gesa juga. Ia sudah mengira rencana awalnya pasti akan berhasil.

“ Kevin “ panggil Tante Risa dari arah belakang Kevin. Kontan Kevin merasa terkejut.

“ Tante?! Panggil aku? Ada apa? “ tanya Kevin

“ Tadi sewaktu sarapan, Raka bilang kalian sedang merencanakan sesuatu untuk Widy. Boleh Tante tau apa rencana kalian? “ tanya Tante Risa.

“ Maaf, Tante. Bukan aku nggak mau kasih tau. Tapi, Tante bisa tanya ke Raka aja “ usul Kevin. Kevin permisi masuk kamarnya.

***

“ Ehem “ dehem Morgan ketika Rangga baru pulang sambil membaca buku diruang tamu,

“ Katanya hari ini giliranmu yang antar-jemput Dicky. Tapi, kenapa justru keduanya jadi aku yang ngelakuin “ sambung Morgan. Mendengar tuntutan Morgan, Rangga mematung di dekat pintu

“ Kalo kamu keberatan, aku akan meminta uang ke papa buat beliin Dicky motor. Biar Dicky bisa pergi sendiri “ jawab Rangga enteng

“ Bukan masalah itu. Tapi masalah, tanggung jawab dan janji “ ucap Morgan

“ Hmm,, well.. I’m so sorry “ ujar Rangga sedikit merasa bersalah pada Morgan

“ Biarinlah. Namanya juga orang baru kasmaran. Kan maunya berduaan mulu “ ledek Dicky ketika baru keluar dari kamar mandi

“ Dicky!! Ssstt.. “ ucap Rangga malu-malu mengakuinya

“ Kenapa masih pake malu segala.. Dicky udah cerita kok ke aku. Jadi aku udah tau “ ujar Morgan

“ Jadi kamu udah tau soal itu? “ tanya Rangga. Morgan mengangguk.

“ Tapi, aku dukung kok. Aku bakal bantu biar kalian selalu bersama “ lanjut Morgan berjanji. Rangga tersenyum mendengar kata-kata Morgan.

Raka menceritakan semua rencananya bersama Kevin ke sang mama. Tante Risa meminta mereka agar memberitahunya. Raka pun berpikir, tak ada salahnya menceritakan semua ke sang mama. Tante Risa mengerti maksud baik mereka, sehingga mengizinkan keduanya melakukan aksi itu. Dan dari situlah Tante Risa mengetahui bahwa putrinya sedang menjalani hubungan asmara dengan seorang cowo. Tante Risa meminta Raka agar bisa membawa Rangga untuk menemuinya. Walaupun hal itu masih jauh dari rencananya, ia tetap berjanji akan membawa Rangga kepada sang mama,

Angel pulang ke rumah dengan perasaan kacau. Sebenarnya, ia terbiasa terbuka untuk menceritakan semua yang ia alami ke Bani, tapi entah kenapa untuk perasaan yang kali ini, Angel tak bisa menceritakannya kepada Bani. Ia sangat takut Bani merasa cemburu dan tersaingi. Karena ia sudah terlanjur sayang sama Bani.

“ Kamu kenapa? “ tanya kakaknya – Vanilla, saat melihat adiknya nangis sesenggukan dikamar ketika pulang. Angel tak menjawab langsung, ia memeluk Vanilla masih sambil menangis.

“ Kalo kamu nangis, nangislah dulu. Kalo udah tenang, kamu bisa cerita ke kakak kapan aja “ ucap Vanilla menenangkan adiknya. Angel mengusap airmatanya, kemudian mencoba bicara ke kakaknya

“ Aku ketemu Dewa, Kak.. “ ucap Angel sambil terisak-isak. Ia berhanti sejenak menenangkan dirinya. Ia menarik nafas panjang, sebelum ia melanjutkan ceritanya.

“ Tapi, dia sepertinya nggak ngenalin aku. Tapi, aku yakin kalo dia itu Dewa.. “ lanjut Angel

“ Kamu ketemu dimana? Darimana kamu yakin kalo itu dia? “ tanya Vanilla

“ Pertamanya, aku liat dia di rumah temen Bani, Kak.. Waktu itu aku merasa, bukan dia. Tapi, dia punya kesukaan buku yang persis sama seperti aku. Cuma satu orang yang punya kesamaan minat kayak aku, dan orang itu Dewa “ terang Angel dengan yakin. Vanilla membelai rambut adiknya.

“ Ngel, jangan terlalu yakin dulu hanya dengan hal sepele seperti itu. Di dunia ini, mungkin ada banyak orang yang punya kesukaan seperti kalian. “ nasihat Vanilla. Angel tak menjawab lagi. Namun, ia yakin kalo Rangga dan Dewa adalah orang yang sama. Ia pun juga yakin, kalo Rangga juga masih mengingatnya dan kenangan mereka dahulu.

Rangga sedang menonton TV di rumahnya. Namun, pikirannya tak ada di program TV yang ditontonnya. Dengan kata lain, pikiran dan saluran TV itu, tak menyatu. Pikirannya melayang ke seorang cewe yang ditemuinya di toko buku siang tadi. Ia seperti pernah mengenal cewe itu, tapi dia tak dapat mengingat Angel. Lama-lama ia mulai mengingat semua kenangan bersama seorang cewe, tapi wajah gadis itu dalam pikirannya tak begitu jelas, hanya samar-samar. Telepon rumah yang ada didekatnya berbunyi. Ketika ia mengangkatnya, ia mengenali suara dari seberang sana. Dialah sang ayahanda – Om Romi. Om Romi kini berada di Bali. Sudah sangat lama Rangga, Morgan, dan Dicky tak berjumpa dengan sang ayah. Terakhir mereka bertemu saat mereka masih tinggal bersama di Bali, sebelum memutuskan untuk menimba ilmu di Sydney. Om Romi menelpon untuk memberitahu bahwa Beliau akan ke Jakarta, karena urusan pekerjaan dan melihat anak-anaknya. Semenjak ibu mereka meninggal, Rangga dan Morgan memilih untuk tinggal bersama tante mereka yang ada di Australia. Karena Dicky masih terlalu kecil untuk hidup sendiri, maka diputuskan untuk sementara waktu Dicky dalam pengawasan kedua kakaknya.

“ Jadi, papa kapan akan ke Jakarta? “ tanya Rangga setelah berbasa-basi sejenak

“ Besok siang “ jawab Om Romi

“ Maaf, pa. Besok aku nggak bisa jemput dibandara, aku ada kuliah. Tapi, nanti diusahain Morgan yang jemput “ ujar Rangga sambil melihat Morgan yang baru masuk ruang tengah

“ Nggak apa-apa. Kalo kalian nggak bisa, nggak apa-apa. Papa bisa naik taksi aja. Jalanan Jakarta belum berubah kan?! “ canda Om Romi

“ Hmm.. Papa sebentar lagi ada meeting, udah dulu ya “ tutup Om Romi.

***

“ Papa? “ tanya Morgan setelah Rangga menaruh gagang telepon ditempatnya

“ Iya. Besok siang papa kesini. Kamu bisa jemput dibandara? Besok aku ada kuliah siang “ ucap Rangga

“ Bisa. Kebetulan besok setelah jemput Dicky aku nggak ada kegiatan, nanti biar langsung ke bandara “ jawab Morgan. Ia mendengar Rangga bersenandung bahagia. Rasa penasaran melingkupi relung hatinya.

“ Kenapa? “ tanyanya pada Rangga sambil mengerutkan alisnya

“ Kalo papa kesini, berarti bisa semakin cepet ngenalin Widy ke papa “ ujar Rangga seneng

“ Secepat ini? Kalian kan baru jadian? “ tanya Morgan

“ Nggak masalah kan?! Yang penting, kita sama-sama yakin jalani yang lebih serius “ ujar Rangga. Morgan terkejut dengan jawaban Rangga.

“ Tapi, bisa kan nunggu sampe beberapa bulan berlalu “ ujar Morgan

“ Memang kenapa? Katamu, mau dukung aku terus. Tapi, kenapa sekarang nentang.. “ ucap Rangga sedikit kecewa

“ Aku memang dukung yang terbaik buat kalian. Tapi buat yang ini, aku rasa masih terlalu cepet “ ucap Morgan

“ Terserah kamu mau bilang apa. Yang jelas, aku akan segera ngenalin Widy ke papa “ ujar Rangga keras kepala sambil bangkit dari sofa yang didudukinya

“ Morgan, kamu harus inget, kita disini cowo semua. Kita butuh sosok perempuan sebagai ganti mama. Dan aku yakin, Widy-lah orangnya“ ujar Rangga. Setelah berkata demikian, Rangga berlalu pergi entah kemana.

Sementara itu Widy sedang ada dirumah Reza. Menjenguk Reza yang sebenarnya hanya berpura-pura untuk menjalankan misi bersama. Reza bener-bener bisa diandalkan dalam hal berpura-pura. Ia pandai sekali membuat Widy salting saat lagi bersamanya. Beberapa kali Widy mencoba menatapnya diam-diam, namun, Reza tiba-tiba berbalik memandangnya, akibatnya Widy terburu-buru mengalihkan pandangannya ke tempat lain. Reza membaca gelagat aneh itu. Beberapa kali juga, Reza menangkap wajah Widy yang memerah.

Beberapa jam kemudian Widy pamit pulang, karena sudah larut malam. Reza mengantar Widy kedepan rumahnya, untuk mencari taksi. Sebenarnya, Reza menawarkan diri mengantar Widy pulang. Tapi, Widy menolak dengan alasan cedera pada diri Reza. Taksi yang ditunggu-tunggu lama. Saat sedang menunggu, mobil Bani lewat dan melihat Widy dipinggir jalan. Ia berhenti dan menawari Widy pulang bareng. Widy tak menolak. Karena memang ia sudah lelah seharian belum dirumah. Tak ada rasa canggung dalam dirinya, karena Bani merupakan teman baik kakaknya. Selepas Widy pulang bersama Bani, Reza menelepon Raka dan memberitahunya bahwa Widy dalam perjalanan pulang bersama Bani. Raka tak menduga, bagaimana cara Widy bisa bertemu dengan Bani.

***

“ Wid, kalo boleh tau, cowo yang waktu itu kerumah kamu, apa pacar kamu? “ tanya Bani membuka obrolan sepanjang perjalanan

“ Hmm.. Maksudnya Rangga? “ Widy memastikan terlebih dahulu,

“ Ngg.. Cuma temen aja kok.. “ jawab Widy malu-malu

“ Kok jawabnya nggak meyakinkan sih.. Temen ato temen.. “ sindir Bani yang mengetahui kalo Widy berbohong soal statusnya

“ Iihh.. Temen kok.. “ ucap Widy memaksa dengan wajah merah padam

“ Kalo temen, kenapa muka kamu merah gitu? “ tanya Bani mneyindir lagi. Lama-lama Widy nggak bisa menutupinya lagi, akhirnya ia terbuka pada Bani. Sebenarnya ia merasa takut untuk bercerita pada Bani, karena takut kalo Bani akan membukanya semua ke Ifan. Padahal, ia belum mau memperkenalkan Rangga sebagai pacarnya kepada keluarganya. Selama ini kedua orangtuanya terlalu selektif dalam hal mencari pasangan hidup untuk anak-anaknya. Raka dan Mezty yang sudah berpacaran selama kurang lebih setahun, belum bener-bener mendapat lampu hijau dari orangtuanya. Berbeda dengan Natly, yang lagi deket sama Ifan, justru udah diterima sama keluarga. Widy pun lebih deket kepada Natly dibandingkan sama Ifan, kakaknya sendiri. Tapi, ia juga takut. Kalo Rangga nggak bisa diterima keluarganya.

“ Jadi, karena ketakutan itu kamu belum bilang semua? “ tanya Bani pada Widy yang tiba-tiba diam melamun

“ Aku pasti akan bilang ke semua, kalo saatnya udah tepat. Mungkin kalo uda berjalan sebulanan “ ucap Widy

“ Sebelum sebulan, cepat ato lama semua pasti akan tau. Entah dari kamu atau siapapun “ ujar Bani

“ Tapi, Kak Bani jangan cerita dulu ya sama Kak Ifan. Biar aku yang cerita “ pinta Widy

“ Baik. Aku nggak akan bilang-bilang.. Tapi, bisa kamu ceritain ke aku soal cowo itu “ ucap Bani ingin tahu mengenai Rangga

“ Rangga?! Memang kenapa? “ tanya Widy juga penasaran dengan maksud pertanyaan permintaan Bani. Bani berpikir sejenak. Berpikir untuk memberitahu Widy atau tidak mengenai kemungkinan Rangga adalah Dewa, orang yang sempat spesial bagi Angel. Tetapi, Bani tidak mengatakan yang sebenarnya pada Widy. Namun, biarpun status sudah berpacaran dengan Rangga, Widy masih belum terlalu mengenal masa lalu Rangga. Sehingga belum banyak infomarsi yang didapat Bani saat itu. Sesampainya dirumah, Widy mengucapkan terima kasih ke Bani dan segera masuk ke rumah. Widy pulang bersamaan dengan mobil Ifan sampai dirumah juga.

“ Widy “ panggil Ifan menyetop langkah Widy yang mau masuk rumah

“ Tadi kamu pulang bareng Bani? Dimana kamu ketemu dia? “ tanya Ifan sambil mengunci mobilnya

“ Tadi pas aku lagi nunggu taksi, kebetulan Kak Bani lewat, terus aku diajak bareng “ jawab Widy. Widy mencium hal yang tidak biasa dari sang kakak. Penampilan Ifan yang tiba-tiba rapi dan beraroma parfum. Widy curiga.

“ Kak Ifan abis darimana? Kok tumben masih rapi dan wangi gini?! “ tanya Widy sambil berjalan disamping Ifan

“ Maksud pertanyaan kamu apa? Berarti selama ini aku nggak rapi dan wangi ya?! “ ucap Ifan melirik Widy dengan pandangan tersindir

“ Bukan gitu.. Aneh aja.. Oh, aku tau.. Pasti abis nembak Natly.. “ tebak Widy menggoda Ifan. Tebakan Widy memang benar, namun Ifan tak mau mengakuinya, walaupun wajahnya memerah. Ia berkelit mencari jawaban lain. Tapi, Widy tetap saja menyindir-nyindir. Akhirnya Ifan mempercepat langkahnya masuk kerumah. Tante Risa mengira Ifan dan Widy pergi bersama, hasilnya Tante Risa memarahi Ifan karena membawa Widy pulang terlalu malam. Melihat itu Widy menjulurkan lidahnya mengejek Ifan dan berlalu masuk kamar. Widy merasa sangat kelelahan hari ini, maka dari itu ia ingin cepat-cepat bertemu dengan bantalnya. Namun, saat ia keluar dari kamar mandi, Kevin sudah ada dipintu kamarnya yang nggak ditutup dengan memasang wajah penuh taktik. Kevin ingin memastikan soal Widy dan Rangga, walaupun ia sudah tau soal itu. Tapi dibalik itu semua, Kevin lebih ingin bilang kalo Tante Risa sudah mengetahui semua. Widy kaget mendengar ucapan Kevin itu.

“ Mana mungkin mama bisa tau, aku kan belum cerita kesiapa-siapa “ elak Widy tak percaya

“ Kamu belum cerita aja, udah banyak yang tau.. “ ujar Kevin santai

“ Heh, pasti lo juga kan yang nyebarin.. Embeerr!! “ umpat Widy kesal

“ Jangan asal nuduh dulu.. Harusnya kamu liat-liat orang yang ada disekitar dia “ ucap Kevin sambil berlalu meninggalkan kamar Widy. Widy menutup pintu kamarnya dengan kesal. Ia memikirkan siapa orang yang sudah membeberkan semua. Ia teringat kata-kata Kevin yang terakhir, dan ia tau siapa yang pertama kali mengawali persoalan yang masih ingin ia rahasiakan ini. Pikiran Widy tentang siapa yang pertama kali mengabari dunia tentang asmaranya. Dugaannya tak jauh dari kekasih hatinya sendiri, Rangga, yang mungkin berbagi cerita ke adiknya, Morgan.

- To Be Continued -

Other post from this blog

#IGrewUpWiThese - Part 1

Dajia hao! Aku kembali! Hehehe… Aku kembali membawa sebuah tema yang akan kubagi menjadi beberapa bagian. Karena tema ini luas bange...