Read into your languange

Monday, February 14, 2011

Cinta Dunia Maya (cerpen edisi hari kasih sayang)

Sore ini , aula SMA 45 sedang digunakan untuk latihan – tepatnya kegiatan ekskul bulutangkis . Semua murid yang memang hobi di olahraga ini , bersemangat latihan. Baru 10 menit latihan dimulai , keringatpun sudah banyak mengucur di sekujur tubuh para pemainnya . Di pintu aula , terlihat seseorang memperhatikan salah satu pemain bulutangkis sekolah itu . Raut wajahnya menunjukkan rasa kagum yang luar biasa . Salah satu pebulutangkis cowo di aula itu, keluar sejenak mencari angin .

“ Cari siapa ? “ tanya pemain bulutangkis cowo yang bernama Ogi itu pada orang yang sedang melihat kedalam aula

“ Ngg .. Kamu atlet sini juga .. “ tanya orang itu gugup

“ Iya . Kenapa ? “ tanya Ogi lagi

“Ngg .. Hari ini yang namanya Maya latihan nggak ya ?! “ tanya cowo yang bernama Awan itu .

“ Maya ?! Latihan kok . Itu orangnya “ jawab Ogi sambil menunjuk cewe yang sedang minum dari botol minum

“ Mau dipanggilin ? “ tawar Ogi kepada Awan . Secara spontan , Awan mengangguk mendengar pertanyaan dari Ogi . Begitu Ogi memanggil Maya , Awan baru sadar apa yang ia lakukan .

“ Aduh . Aku tadi ngapain sih .. Kesini kan cuma mau liat dia latihan , bukan mau ketemu. Kok jadi kayak gini sih .. “ batin Awan merasa aneh dengan yang ia baru lakukan. Maya keluar . Maya yang memakai t-shirt kuning , celana hitam selutut dan membawa handuk kecil berwarna putih tampak seperti atlet kelas dunia . Namun dimata Awan , Maya tetap aja sebagai cewe SMA yang manis .

“ Ada apa , Gi ? “ tanya Maya ke Ogi ketika di pintu

“ Ada yang nyari kamu tuh “ jawab Ogi , menunjuk ke Awan , “ Ya udah , aku masuk ya “ lanjutnya lagi

“ Ngg .. Ada apa ? “ tanya Maya manis ke Awan

“ Wah , kalo atletnya kayak gini .. Lawannya klepek – klepek nih .. Indonesia bisa menang mudah . Manisss banget .. “ batin Awan terpesona at the first sight pada Maya . Maya lama banget nunggu jawaban Awan , sampai hampir mati bosan nunggunya , akhirnya Awan memberanikan diri untuk mengajak Maya pulang . Maya kaget , tak menyangka cowo itu ternyata cuma ingin mengajak pulang bareng .

“ Oh , cuma mau ngajak pulang aja , bilangnya lama .. “ ujar Maya ,

“ Kebetulan aku udah selese latihan . Aku ganti dulu ya “ lanjut Maya .

“ Oke , silahkan “ sahut Awan

Maya masuk ke aula , mengambil tas dan menuju ke kamar ganti alias toilet sekolah. Selesai ganti dengan seragam putih abu-abu lagi , Maya pulang bareng Awan – cowo populer karena personel band kampus , tiba-tiba ngajak pulang bareng .

“ Ngg.. May.. “ ucap Awan memulai obrolan ketika perjalanan pulang

“ Iya. Kenapa? “ tanya Maya halus

“ Kenapa kamu bisa tertarik olahraga bulutangkis sih? “ tanya Awan ingin tahu

“ Memang kenapa? “ tanya Maya heran

“ Nggak apa-apa sih. Cuma mau tau aja. Nggak boleh. Lagian kan biasanya, cewe itu kan labih tertarik ke cheerleder ato teater. “ terang Awan

“ Aku juga nggak tau kenapa, aku bisa suka bulutangkis. Yang jelas, bulutangkis kayak udah nyatu dalam darahku ” jelas Maya ,

“ Waduh.. Bicaramu berat. “ ujar Awan becanda

“ Berat gimana ? Kamu kan nggak bawa omongan aku “ Maya membalas candaan Awan

“ Hei , kamu lucu juga ya ternyata . Hahaha “ ucap Awan

“ Kamu juga yang mulai “ balas Maya lagi .

30 menit kemudian , sampai rumah Maya . Maya mengucapkan terima kasih ke Awan , kemudian masuk kerumah dengan perasaan yang entah kenapa tiba-tiba menjadi senang . Bahkan Maya nggak sadar kalo ia sampai senyum-senyum sendiri . Orang rumah heran dengan polah Maya sore itu .

Sementara itu dirumah Awan . Awan sedang membongkar gudang rumahnya mencari raket badminton dan shuttlecock-nya . Entah kenapa ia jadi ingin bermain badminton . Padahal , beberapa bulan yang lalu , Awan berpikir tidak lagi ingin bermain olahraga itu . Setelah menemukan yang dicari , Awan kali ini mencari lawannya bisa diajak bermain . Kemudian , ia melihat sepupunya yang tinggal bersamanya di rumahnya di ruang tengah .

“ Heii .. “ sapa Awan pada sepupunya itu . Gadis yang bernama Ecca itu heran dengan penampilan Awan yang tiba-tiba sudah menjelma menjadi penampilan atlet pebulutangkis

“ Kenapa bengong gitu ?! “ tanya Awan ke Ecca

“ Hah ?! Kamu nggak salah , pake pakaian seperti itu ? “ tanya Ecca

“ Keren ya ?!! “ ucap Awan ke-PD-an

“ Nggak ah . Biasa aja tuh .. “ sahut Ecca santai sambil menjulurkan lidahnya

“ Emang ada apa sih , Wan ?! Kok tiba-tiba ... “ tanya Ecca heran

“ Penjelasannya kapan-kapan yaa . Sekarang , kamu temenin aku main dulu . Nih “ ujar Awan sambil memberikan satu raket ke Ecca

“ Ogah . Main aja sama yang lain “ tolak Ecca

“ Aku baru dari salon , masa disuruh olahraga lagi “ lanjut Ecca

“ Idiihh .. Gaya bener si nona satu inii .. Ayolah .. “ pinta Awan sekali lagi

“ Hemm .. Gimana yaa .. “ Ecca berpura – pura mikir . Awan memasang mimik wajah mengharapkan jawaban ‘ya’ dari sepupunya itu

“ Hmm .. Okelah , berhubung aku lagi baik , aku mau “ ujar Ecca berdiri dengan mantap

“ Bener ?! Ayoo .. “ Awan menarik tangan Ecca

“ Eits , ga gratis tau !! “ Ecca menstop Awan

“ Apa lagi ? “ tanya Awan

“ Kamu harus kasih tau aku alasan kamu mau badminton lagi . “ ucap Ecca sambil melipat kedua tangannya di dada

Awan mengacungkan ibu jarinya . Dan menarik Ecca ke halaman belakang rumahnya . Ecca hanya pasrah dipaksa bermain badminton secara tiba-tiba . Sepertinya getaran perasaan in love memang lagi melanda Awan dan Maya . Kalo Awan lagi getol latihan bulutangkis . Sementara Maya sedang asyik curhat di blognya . Keliatan serius sekali Maya mengotak-atik blognya . Ditemani dengan lagu yang mungkin sedang menggambarkan suasana hatinya .

( Backsound : Cuma Kamu Cuma Aku , by : Mytha Lestari )

“ Awan itu sebenarnya siapa yaa . Kenapa hari ini dia bisa datang ke aku dan bisa membuat aku begitu nyaman dan senang ? Rasanya dia yang bisa bikin aku lupa rasa lelahku selesei latihan “ batin Maya , sembari membayangkan kejadian di sore hari tadi bersama Awan dan tak sadar ia sambil senyum – senyum sendiri . Ia bangkit dari tempat tidurnya , berjalan ke arah jendela , menatap ke luar jendela tanpa sedetikpun melupakan senyuman dan candaan Awan . Lama – lama ia tersadar , apa yang ia bayangkan . Segera ia melupakan semua lamunannya itu .

***

“ Hohoho .. Jadi intinya lagi falling in love ya “ komentar Ecca setelah mendengar cerita Awan

“ Iyaa gitu deh .. “ jawab Awan malu – malu

“ Sama siapa ? Atlet bulutangkis sekolah ? Yang mana ? “ tanya Ecca . Ecca emang satu sekolah sama Awan dan Maya

“ Maya ?! “ tebal Ecca . Awan secara malu – malu mengakuinya .

“ Ya sudah , selamat berjuang deh . Ga gampang banget dapet hatinya Maya , orang itu harus paham banget sama bulutangkis . Itu sih yang aku denger dari kebanyakan orang “ ujar Ecca mengakhiri pembicaraan dengan Awan dan masuk ke rumah

“ Mau kemana ? “ tanya Awan

“ Mandi . Panas tauu !! “ jawab Ecca

Awan merenungkan hal yang barusan dikasih tau Ecca soal Maya . Ia berpikir keras , bagaimana caranya ia mempelajari seluk – beluk bulutangkis dalam waktu yang singkat , secara ia nggak tau sama sekali soal olahraga yang satu itu . Kemudian terbesit dalam otaknya untuk langsung bertanya ke ‘om google’ . Ia langsung masuk ke kamarnya dan membuka laptopnya untuk mendapat semua pengetahuan tentang bulutangkis .

( backsound : Jadi Yang Kuinginkan , by : Vierra )

Keesokan harinya . Maya heran ketika dari jendela kamarnya sudah ada sebuat sepeda motor lengkap dengan dua helmnya . Ketika dia memasuki ruang tamu , ternyata pemilik sepeda motor itu adalah Awan . Awan terlihat lagi asyik menikmati secangkir teh hangat yang disajikan . Maya meminum segelas susunya terlebih dahulu , dan langung mengajak Awan berangkat . Selesai ujian tengah semester adalah saat yang paling ditunggu – tunggu oleh Maya . Karena ia diturunkan untuk membela sekolah mereka dalam turnamen bulutangkis se – DKI Jakarta . Oleh karena itu , jam istirahatpun ia gunakan untuk mengejar pelajaran yang tertinggal karena terlalu sibuk dengan latihannya . Sementara pulang sekolah sampe sore , ia habiskan untuk latihan lagi . Awan sedikit bingung dengan jadwal Maya . Bingung untuk mencari waktu yang tepat untuk mengajak gadis itu jalan .

***

“ May , lusa ada latian ga ? “ tanya Awan malu – malu saat jam istirahat

“ Lusa ? Kenapa ? Kayaknya ga bisa deh .. Aku baru punya waktu kosong hari sabtu “ jawab Maya

“ Hari sabtu ?! “ Awan mengulang kata – kata Maya ,

Oh , nice .. Saturday is the prettiest day for make a date “ lanjutnya dalam hati

“ Iya . Kenapa ? “ tanya Maya penasaran . Awan terlihat gugup , mencoba memberanikan diri ngajak Maya jalan , nge – date maksudnya

“ Hmm .. Tunggu . Tungguu .. Sepertinya hari sabtu , aku juga ga bisa “ ujar Maya sebelum Awan sempet ngomong , setelah melihat selembaran yang berisi pelatihan bulutangkis khusus dengan atlet nasional . Awan ikut membaca , karena rasa penasarannya .

“ Haa ?! Seminar dan latihan bulutangkis dengan atlet nasional ?! Hari sabtu ?! ... Gagal lagi deh . Pasti Maya nggak mau diajak kemana – mana , kecuali kesini “ batin Awan

“ Aku mau cari Kak Wita dulu ya . Mau daftar ini “ Maya meninggalkan Awan sendiri di lobi sekolah , tanpa tau maksud hati cowo itu . Maya pergi dengan semangat . Membuat Awan ikut tersenyum sendiri . Ecca menghampiri Awan lagi berlagak seperti orang gila , senyam – senyum sendiri .

“ Heii .. Obatnya abis yaa .. Senyum – senyum sendiri ..” sindir Ecca

“ Ah , nggak ada apa – apa . Cuma gara – gara ini nih , jadi gagal semua rencanaku “ curhat Awan sambil nunjuk ke selembaran itu .

“ Oh “ ucap Ecca sambil menyeruput minumannya

“ Ogi juga bersemangat banget pas baca ini . Langsung deh , dia daftar . Nggak perduli biayanya “ lanjutnya

“ Ogi ?! Ehem . Ada apa nih ? Jangan – jangan ada special something tentang dia yaa .. “ gantian Awan yang nyindir Ecca . Muka Ecca memerah .

“ Sial . Kenapa gw bisa keceplosan gini soal Ogi . Awan pasti curiga ke gw sekarang “ batin Ecca kesal ke dirinya sendiri . “ Spesial apaan sih .. Nasi goreng kalii .. Udah ah , gw ke perpus dulu .. “ Ecca mengalihkan pembicaraan . Ia langsung nagcir ke tempat yang menjadi tujuannya .

Selesai mendaftarkan diri untuk acara pelatihan khusus itu . Maya semakin giat latihan . Agar ia dapat menunjukkan permainan cantiknya didepan atlet kesayangannya . Akhirnya Awan ikut mendaftarkan . Selain ingin mendalami ‘dunia baru’ nya , agar ia menjadi tambah dekat dengan gadis pujaannya . Bahkan Awan rela bolos suatu mata pelajaran , demi membaca buku olahraga tentang bulutangkis di perpus sekolah . Walau pernah tertangkap basah oleh guru , ia tak menjadi jera . It’s anything for love , is it ?

Hari sabtu tiba . Hari yang paling ditunggu – tunggu Maya dan Ogi . Seminar dan pelatihan itu memang mulai jam 9 pagi , namun mereka udah tiba dilokasi dari jam 7 . Sementara orang yang juga ‘berniat’ kesana , masih tertidur pulas di tempat tidurnya ditemanin beberapa bukunya . Ya , kalo saja Ecca nggak membangunkannya , pasti Awan akan terlewat acara itu . Ia tiba dilokasi 30 menit setelah pembukaan . Selama acara , Awan mangantuk . Dan sempat terkantuk – kantuk dalam acara itu . Fortunatelly , tempat duduknya agak sedikit jauh tempat duduknya Maya . Jadi , ia tak perlu sungkan kalo harus menguap . Dengan sisa kadar kesadaran yang tersisa , Awan berusaha mengikuti talkshow tersebut .

( Backsound : Jadi Yang Kuinginkan , by : Vierra )

***

“ Maya “ panggil seseorang dari belakang usai seminar

“ Awan ?! “ pekik Maya tak menyangka ada orang yang mampu membuat hatinya berbunga – bunga selalu .

“ Hmm .. Kamu ikut ini juga ? “ tanya Maya ke Awan

“ Ngg .. Nggak kok . Mau jemput kamu aja . “ jawab Awan berbohong

“ Jemput aku ? Tapi , aku belum selese , Wan . Habis ini masih ada latihan bareng atlet . Justru ini yang aku tunggu . Aku mau nunjukkin permainanku ke idola aku . “ terang Maya

“ Silahkan . Biar aku tunggu aja . Sekalian mau lihat kamu main . “ ujar Awan

“ Serius mau nungguin ?! Kalo lama gimana ? “ tanya Maya tak enak hati

No problem “ jawab Awan ringan

“ Oke . It’s up to you . Kalo lama nunggu , pulang aja ya . Aku masuk dulu “ ujar Maya . Setelah itu , gadis itu menghilang ditengah kerumunan para pecinta bulutangkis . Awan memilih menunggu di warung terdekat dengan GOR . 30 menit menunggu di warung , akhirnya Awan memutuskan untuk melihat jalannya latihan bersama itu . Ia melihat pemandangan di dalam GOR itu dari pintu masuk yang sengaja dibuka . Ia melihat Maya sedang main melawan pebulutangkis nasional tunggal putri , Adrianty Firdasari . Terlihat sekali , wajah Maya yang bahagia . Selanjutnya , ia melempar penglihatannya ke sosok cowo yang ia kenal . Ogi . Ogi sedang main berpasangan dengan salah satu atlet ganda putra terbaik yang dimiliki Indonesia , Hendra Setiawan , berhadapan dengan Markis Kido dan seseorang yang sepertinya dari sekolah lain . Selesai latihan , Maya sempat bercakap – cakap dengan partner mainnnya , Firdasari .

“ Main kamu bagus . Berapa kali latihan dalam seminggu ? “ tanya Firda

“ Makasih . Latihannya ga tentu . Bisa 2 kali seminggu , kalo lagi semangat , maksudnya kalo ga lagi down , bisa 5 kali “ ujar Maya tersipu malu

“ Tapi , kamu punya potensi kuat buat jadi pemain nasional . Kamu lebih senang memancing lawan main rally dengan loop panjang dan diakhiri dengan smash tajam. Itu sangat membantu , kalo kamu dapat lawan yang permainannya nggak sabaran . “ terang atlet ternama angkatan ’90-an , Susy Susanti

“ Kak Susy ?! Pemain nasional ? Wah , itu masih jauh buat amatiran kayak aku gini “ elak Maya

“ Kenapa nggak ?! Justru Indonesia butuh banyak pemain muda yang punya semangat tinggi seperti kamu . Kamu ikut turnamen ?! Itu bagus buat kamu “ lanjut Susy

“ Iya bener . Dengan sering ikut turnamen seperti itu sangat bagus untuk pembentukan mentalitas seorang atlet “ sambung Firda

“ Wah , makasih atas masukannya . Sangat berharga buat aku “ ujar Maya dengan wajah berseri – seri

“ Semangat ya . Waktu latihan ditambah lagi , tapi jangan terlalu memforsir tenaga kamu buat latihan “ ujar Firda

Maya pamit ke Firda dan Susy . Dan keluar GOR dengan wajah berseri bahagia . Tiba – tiba ia jadi kepikiran untuk bertemu Ogi terlebih dahulu . Pucuk dicinta ulam pun tiba . Ogi pun sedang mencari Maya juga . Ogi menawarkan ke Maya , agar mereka bermain ganda untuk turnamen yang akan datang . Tawaran yang persis ada di kepala Maya yang akan ditawarkan ke Ogi juga . Akhirnnya mereka sepakat untuk bermain dalam nomor ganda campuran ( mixed double ) . Saat sedang membahas tentang turnamen , Awan menghampiri mereka . Maya sangat tak menyangka , Awan benar – benar menunggunya . Padahal ia latihan di GOR selama kurang lebih hampir 2,5 jam . Tapi , ia senang juga .

“ Aku nggak nyangka lho . Kamu bener – bener nungguin aku , Wan . Kirain udah pulang “ ujar Maya saat perjalanan menuju rumahnya

“ Kalo aku udah janji , aku pasti akan nepati kok . Aku bukan orang ingkar “ jawab Awan santai , “ Oh iya , malam ini ada acara nggak ? “ tanyanya lagi

“ Nggak ada . Kenapa ? “ ucap Maya tanpa pikir panjang

“ Aku mau ngajak kamu jalan aja . Mau ? “ ajak Awan ragu – ragu kalo ajakan ditolak

“ Hmm .. Boleh . Kebetulan aku nggak ada apa – apa nanti malam “ ujar Maya mengiyakan

“ Baiklah , nanti aku jemput jam setengah 8 ya “ perasaan bahagia Awan tak terbendung lagi . Andaikan ia nggak gengsi di depan Maya , saat itu juga ia pasti udah teriak kegirangan. Sementara Maya hanya tersenyum dengan senyuman manisnya .

( Backsound : Bila Dia Yang Meminta , by : Mytha )

Sesampainya dirumah . Maya langsung membongkar isi wardrobe – nya , mencari baju yang bagus . Yang akan dipakenya malam ini . Menurutnya , ini hanya jalan – jalan biasa . Namun , entah kenapa ia ingin tampil menarik di hadapan Awan nanti . Apakah ini yang namanya orang yang sedang jatuh cinta ? Pikirnya . Jam 7:30 p.m , sesuai janji , Awan menjemput Maya dirumahnya . Terpesona . Satu kata yang pantas untuk menggambarkan reaksi Awan saat melihat atletnya super cantik dan manis itu . Malam itu , Awan mengajak Maya ke tempat yang kurang disukai oleh gadis itu , pameran lukisan . Kesukaan Maya dan Awan memang berseberangan . Yang satu cinta seni , dan yang satu lagi penggila olahraga bulutangkis . Walaupun kurang suka dengan tempatnya , Maya tetap berusaha menikmati malam itu . Ada satu yang mengganjal dihatinya , mengapa Awan mengajaknya ke tempat itu ? Apa Awan ingin agar ia bisa menyukai hobinya itu juga ? Awan tak menyatakannya segala langsung , melainkan lewat ucapannya . Bahasa tubuhnya mengatakan , Maya harus mengerti tentang lukisan , minimal tahu tentang pelukis terkenal di dunia . Seperti Awan yang belajar mengetahui pemain bulutangkis tingkat dunia .

“ Aku nggak tau apa – apa tentang ini . Mendingan aku nggak usah banyak omong deh . Dari pada malu di depan Awan . Dia kan fasih sekali tentang beginian “ batin Maya saat masih berada di pameran lukisan itu .

“ Maya “ ucap Awan membuyarkan lamunan kosong Maya

“ Ha ?! Iya ?! Manggil ya ? “ ujar Maya linglung

“ Kamu kenapa sih ? Dari tadi bengong aja “ tanya Awan ketawa kecil

“ Iyaa nih , terpesona aja . Lukisan bagus – bagus “ ujar Maya

“ Bukannya yang bagus , yang ngajak kamu kesini “ canda Awan

“ Iiihh .. Apaan sih .. Nggak lucu tau !! “ ujar Maya sembari tersenyum

“ Makan yuk .. Laperr nih .. “ ajak Awan . Maya mengangguk

Mereka berdua pergi ke suatu restoran masakan Cina . Saat makan malam berlangsung tak ada obrolan serius yang terjadi . Keduanya hanya mengobrol hal – hal biasa . Sebenarnya Maya ingin menanyakan sesuatu tentang lukisan – lukisan yang tadi dilihatnya , namun hatinya begitu berat untuk bertanya . Selesai makan , mereka pun pulang . Maya jadi berpikir , untuk menjauhi Awan . Karena ia merasa tak mampu mengikuti hobi Awan . Ia takut , Awan kecewa kalo ia memaksakan diri terlalu dalam mempelajari tentang lukisan sedetail – detailnya . Lebih baik ia mundur aja . Ia tak akan mendekati Awan lagi . Ia akan mencoba menghapus semua rasa yang pernah ia miliki untuk Awan , dengan memfokuskan diri untuk turnamen nasional .

( Backsound : Tanpa Rasa , by : Cokelat )

Hari demi hari pun dilalui Maya dengan latihan secara kontinyu demi mencapai tujuan dan cita – citanya . Dan agar ia dapat melupakan Awan beserta kesukaannya yang membuat Maya tersiksa . Di sekolah pun , Maya selalu menjauhi Awan . Ada orang yang ngomongin Awan , ia meminta orang itu untuk menyudahi pembicaraannya . Tanpa ia sadari , ia merasa tersiksa sendiri dalam melakukan hal itu . Ia sudah biasa dengan kehadiran dan semangat yang sering diberikan Awan , namun sekarang ia sering merasakan kalo ia nggak sanggup . Di sisi lain , Awan masih dengan berusaha terus untuk mendekati Maya dengan pengetahuan bulutangkis – nya . Awan sadar , Maya memang sedang menjauhinya . Namun itu tak membuat Awan menyerah untuk memperjuangkan rasanya kepada Maya . Awan meminta Ecca untuk mencari tahu tentang apa yang dipikirkan Maya . Karena Ecca juga nggak terlalu dekat sama Maya , ia memutuskan untuk bertanya melalui Ogi , yang lumayan dekat sama Maya .

“ Jadi , kamu tau apa sebabnya Maya tiba – tiba ngejauhin Awan ? “ tanya Ecca ke Ogi

“ Aku nggak tau . Setiap aku mau tanya soal Awan , dia selalu mengalihkan pembicaraan ke yang lain . Memang ada apa ? “ ujar Ogi

“ Kasian Awan . Dia merasa Maya menjauhinya tanpa ada sebabnya . Aku lama tinggal di rumahnya , tapi baru kali ini aku liat sedih seperti ini karena cintanya kepada seseorang “ cerita Ecca

“ Maya selalu marah kalo ada yang nyebut Awan di dekatnya . Tapi , ada hal yang beda juga dari dia . Semenjak ia menjauhi Awan , ia seperti kurang semangat saat latihan . Padahal , turnamen tinggal menghitung hari , sedangkan aku sama dia belum bisa kompak “ ujar Ogi sambil menghela nafas . Maya tak sengaja dengar perbincangan Ecca dan Ogi yang membawa – bawa namanya .

“ Kalian ngomongin aku ?! Nggak usah dibelakangku . Coba ngomong aja sekarang didepanku . Asal jangan tentang dia “ ujar Maya muncul tiba – tiba

“ May , bisa bicara sebentar . Secara cewe . Berdua aja . Aku janji , nggak bakal ada nama dia “ pinta Ecca . Maya mengangguk . Ecca menyuruh Ogi menjauh dari mereka .

***

“ Elo tau apa rasanya kehilangan orang yang lo suka ? “ tanya Ecca pelan sambil menatap mata Maya yang masih terlihat cuek

“ Aku tau rasanya . Sakit , sedih semua jadi satu “ jawab Maya masih cuek

“ Kalo gitu , kenapa kamu harus menjauh dari Awan ? Kamu tau , dia jatuh cinta banget sama kamu . Tapi , kenapa kamu bisa ngancurin perasaannya . Dia sekarang , bener – bener jadi bukan Awan yang dulu . May , maaf kalo aku ikut campur soal ini . Aku tau ini cuma masalah kalian aja , tapi sebagai sodara yang tinggal serumah sama dia , rasanya aneh tinggal sama orang yang seperti nggak punya semangat pandangan luas kayak dia sekarang , tanpa kamu . Bisa kamu bilang , apa alasannya kamu sampai menjauhi dia ? “ ucap Maya

“ Mungkin aku memang nggak bisa nyimpen persoalan ini seorang diri , karena cuma akan menganggu konsentrasi aku menghadapi turnamen nasional “ ujar Maya pelan ,

“ Aku menangkap sinyal dari Awan , kalo aku harus mau mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan lukisan . Sementara aku nggak tertarik sama sekali dengan seni lukis . Jujur , sebelum memutuskan untuk menjauhinya , aku dilemma . Aku nggak mungkin bisa melanggar prinsipku sendiri , tapi disisi lain , aku juga nggak bisa tanpa dia . Dia udah terlalu sering mengisi hati dan hidupku . Itu yang buat aku bingung “ terang Maya

“ Jadi , soal hobi ?! May , perlu kamu tau . Saat Awan tau hobi kamu , dia langsung mati – matian mengerti bulutangkis . Itu semua demi kamu . Biar kamu bisa punya hati ke dia . “ cerita Ecca

“ Tapi , aku nggak pernah pasang target apapun ke dia . Apalagi , dia harus mengerti dan mau mencoba bulutangkis “ elak Maya

“ Itu pikiran kamu . Pikiran dia beda , May . Dia merasa ada yang kurang , kalo belum bisa jadi yang sama seperti kamu “ lanjut Ecca . Maya jadi diam seribu bahasa , ia merenungkan kata – kata Ecca tadi .

“ Kamu udah ngerti kan semuanya . Jadi , aku mohon . Kamu bisa ngasih kesempatan Awan untuk kedua kalinya ini . Sungguh , aku nggak tega liat dia murung terus “ pinta Ecca memecahkan suasana hening .

“ Ca , suruh dia dateng ke turnamen itu ya . Aku perlu kehadirannya “ ujar Maya , sembari berdiri dari duduknya ,

“ Kehadirannya akan memberi semangat buat aku “ lanjut Maya , setelah itu ia beranjak pergi . Memang sudah saatnya , ia memberikan kesempatan lagi untuk seseorang yang mampu membuatnya semangat .

3 hari kemudian . Hari Sabtu . Hari pertama turnamen nasional bulutangkis tingkat Sekolah Mengengan Atas . Maya sudah berada dilokasi dari jam 8 pagi , ia dapat waktu bertanding jam 10 . Seleasi melakukan pemanasan , ia bercakap – cakap dahulu dengan pemain dari sekolah lain , sekedar obrolan ringan .

“ May , kayaknya kamu harus tampil perfect hari ini “ ujar Ogi yang baru dari luar

“ Memang kan ?! Ini kan demi sekolah, Gi “ jawab Maya enteng

“ Bukan itu aja kalii .. Di luar , di tribun penoton ada Awan ! “ jelas Ogi . Maya terkejut . Memang ia yang meminta Awan hadir , tapi ia tak pernah menyangka , Awan akan hadir beneran , melihat ia bertanding membawa nama sekolah .

“ Yang bener ? “ pekik Maya sembari bangkit dari duduknya . Maya kemudian keluar untuk menengok ke tribun penonton . Benar . Awan datang bersama Ecca . Dari arah seberang , Awan melihat Maya juga di pintu sebelah court 1 . Menyadari hal itu , Maya langsung berbalik masuk ke dalam . Saat ini , ia tak ingin dulu bertemu Awan , berhadapan langsung . Namun , sebelum sempat masuk , Awan sudah menyetop langkahnya dari belakang .

“ Awan “ ucap Maya perlahan , wajahnya pun memerah

“ Aku nggak akan ganggu konsentrasi kamu dulu . Aku tau ini penting banget buat kamu “ ujar Awan

“ Aku cuma mau bilang , semangat berjuang . Sukses demi sekolah kita “ lanjut Awan

“ Tentu . Makasih “ ucap Maya singkat , “ Aku ke dalam dulu ya “ pamit Maya .

“ Tunggu “ Awan menyetopnya lagi , kemudian Awan mencium kening Maya ,

“ Aku sayang kamu “ ujarnya pelan . Maya tersenyum . Kemudian berjalan masuk . Awan kembali ke tribun penonton .

Pertandingan di sektor ganda campuran bagi Maya dan Ogi dimulai . Keduanya berdoa sebelum pertandingan . Lawan mereka yang pertama pada hari itu adalah Angel dan Marco dari SMA 25 . Mungkin pada saat awal pertandingan , Maya belum merasa fit , ia banyak melakukan kesalahan sendiri selama awal pertandingan . Bahkan , saat arah pukulan dari Angel banyak yang miss begitu saja , hasilnya poin untuk SMA 25 terus – menerus bertambah . Saat break sebentar pada skor 9 – 11 untuk SMA 25 , Ogi menunjuk ke arah penonton , yang artinya Ogi menunjukkan ke Maya kalau Awan sedang menonton dan memberinya dukungan .

“ Aku ngerti , Gi . Aku nggak akan ngecewain semua “ ujar Maya sambil berjalan masuk kembali ke lapangan

“ Nah , gitu dong . Semangat ! “ sahut Ogi ,

“ Kamu di daerah depan ya , biar aku yang dibelakang “ lanjut Ogi memberi strategi .

Pertandingan dimulai lagi . Perlahan tapi pasti pasangan ganda 45 ini bisa bangkit , dan menyusul perolehan skor pasangan ganda 25 . Di saat – saat penentuan , poin – poin genting , SMA 25 masih memimpin dengan skor 20 – 18 . Namun , Maya berhasil membalikkan keadaan melalui pukulan smash – nya . Sehingga SMA 45 , berhasil merebut set pertama dengan skor 22 – 20 . Begitupun dengan set kedua , Maya dan Ogi mampu bermain dengan cantik . Kali ini tidak ada kesalahan sendiri yang mereka buat . Semua poin mereka dapat karena usaha keras mereka dan smash tajam Maya . Diakhir permainan , terlihat sekali stamina Ogi sudah mulai terkuras habis , untuk meladeni permainan loop Marco pun sering gagal , akibatnya terjadi beberapa kali poin kembar . Fortunatelly , mereka masih mampu bertahan hingga memenangkan set kedua dengan 21 – 18 . Semua pendukung SMA 45 , bersuka cita . Awan dan Ecca langsung ke belakang court , untuk memberi semangat kepada wakil sekolah mereka itu . Dan Awan pun langsung memeluk Maya yang masih memakai kostum olahraga dan berhanduk kecil itu .

“ Awan , aku kan masih keringetan “ ujar Maya berusaha melepaskan pelukan itu

“ Nggak apa – apa . Ini tanda kebahagiaan dan betapa bangganya aku sama kamu “ jawab Awan sumringah

“ Tapi , ini keterlaluan . Lepas . Aku nggak bisa nafas tau !! “ ujar Maya

“ Maaf “ ujar Awan melepas pelukannya tapi masih memegang erat tangan gadis itu

“ May , aku udah tau semua alasan kamu menghindar dari aku . Aku benar – benar minta maaf sama kamu kalo aku terlalu maksa keinginan aku “ ucap Awan mulai serius

“ Sssttt.. Nggak apa – apa . Harusnya aku yang minta maaf . Maaf kalo dari sikap aku ada yang bikin kamu berubah . Jujur , aku nggak pernah maksud meminta kamu mendalami dunia aku ini . Aku dan kamu kan punya dunia sendiri . Nggak semudah itu untuk setiap orang mendalami dunia yang berbeda dari yang sebelumnya . “ ujar Maya sedikit merasa bersalah

“ Aku ngelakuin itu ikhlas kok . Kalo kamu nggak mau masuk ke seni , aku nggak apa – apa . Asal , kamu bisa nerima aku apa ada , seperti ini “ ucap Awan

“ Pernyataan itu ... “ ujar Maya pelan untuk lebih memastikan lebih dalam lagi. Awan mengerti maksudnya dan mengangguk pasti

“ Kasih aku kesempatan untuk menyempurnakan hidupmu yang indah itu “ ucap Awan

Of course . I’ll give you the chance “ jawab Maya disertai senyuman khas manisnya

Oh really ?! Thank you , dear . I love you “ ujar Awan bahagia

I love you too “ balas Maya tersenyum

( Backsound : Jadi Yang Kuinginkan , by : Vierra )

T H E E N D



Friday, December 24, 2010

FF spesial Hari Ibu " Selalu Di Hatiku"

"Hahayy.. Akhirnyaa kelar jugaa FF ini.. Oh iya kenapa aku sebut FanFict bukan Cerpen, karena ini castnya dari Idol. Makanya FanFict (FF). Okee. Kalo gitu silahkan bacaa.."

- Selalu Di Hatiku -

Mona (20) mungkin termasuk gadis beruntung . Biarpun berasal dari keluarga sederhana . Tapi , ia termasuk salah seorang diva di kampusnya . Ia cantik dan super pinter hingga ia selalu mendapatkan beasiswa . Selain itu , keluarganya termasuk keluarga yang harmonis . Orang tua sangat menyanyanginya dan adik satu2nya yang bernama Dea . Dea (17) masih SMA . Biarpun ga secantik kakaknya , namun kepandaiannya sama . Dea selalu mendapatkan peringkat 2 besar di sekolah maupun di kelasnya . Mona juga memiliki seorang kekasihnya yang super baik dan setia banget dengan dirinya . Namanya Dirly (22) . Kapten basket dan atlet renang di kampus mereka (Mona dan Dirly) .

Pagi ini , Mona udah bersiap pergi ke kampus . Ia menunggu jemputan Dirly di teras rumahnya . Kegiatan yang paling menyebalkan untuk semua cewe adalah ‘menunggu’ . Itu juga yang lagi disebalkan Mona . Ia paling malas kalo udah disuruh nunggu kayak gini . Bukan pertama kali , ia menunggu jemputan Dirly kayak gini . Tapi , rasa sebal tak bisa hilang begitu saja .

“ Hai , udah nunggu dari tadi ya ?! Maaf ya .. Jalanan macet “ ucap Dirly saat sampai rumah Mona

“ Macet lagi yang jadi alasan .. “ Mona menghela nafas

“ Tapi , beneran kok .. Mana mungkin aku boong sama kamu “ ujar Dirly menggombal

“ Terserahlah . Yuk , berangkat .. “ ajak Mona menyerah dengan alasan Dirly

Tiba2 , Dea menyetop mereka . Dan Dea minta diantar juga sampe sekolahnya . Mona sempet menolaknya , karena waktunya udah deket banget sama jam kuliahnya . Namun , Dirly memperbolehkannya . Akhirnya mereka mengantar Dea dahulu ke sekolahnya , setelah itu baru menuju kampus .

“ Nanti bisa jemput lagi , kan ?! “ Tanya Dea ke Dirly dan Mona saat mobil udah di depan sekolahnya

“ Hah ?! Kamu kenapa sih ? Tumben2nya minta antar jemput gini .. Biasanya kamu kan malu kalo dianter siapapun , termasuk Dirly .. “ Tanya Mona heran

“ Mona , udahlah ga apa2 kok .. Iya , nanti aku jemput . Jam berapa ? “ ucap Dirly

“ Yey .. Aku pulang jam 1 . Ga telat ya “ sahut Dea manja . Selesai bicara itu , Dea langsung turun mobil , memasuki lingkungan sekolah . Mona memperhatikan tingkah adiknya jadi berubah banget dengan menggeleng2 kepala

“ Anak itu jadi aneh sekali “ gumam Mona

“ Semua kan bisa berubah . Lagian kan ga masalah kalo dia berubah . Mungkin lagi pencarian jati dirinya “ ucap Dirly dengan begitu bijak

“ Iya . Tapi , kamu ga seharusnya juga manjain dia kayak tadi . Dia itu emang harus dilatih mandiri “ ujar Mona

“ Manjain adik sendiri ga apa2 kan ?! “ ucap Dirly asal menyambar

“ Adik ? Oh , jadi kamu udah anggap adik sendiri ? pantes .. “ gumam Mona lagi

“ Iya . Adik ipar “ sahut Dirly dibarengin senyum manisnya .

Mereka melanjutkan perjalanan ke kampus mereka . Oh iya , sekedar cerita aja , awal ketemunya Mona dan Dirly . Dirly dulu merupakan kakak kelas Mona di SMP dan SMA . Saat SMP mereka deket , tapi hanya sebatas temen . Saat SMA , Mona sempat naksir Dirly selama setahun . Setelah Dirly lulus SMA , rasa sayang yang ada pada diri Mona memudar kembali . Takdir mempertemukan mereka lagi di universitas dan jurusan yang sama , awalnya sebagai kakak dan adik junior . Yang akhirnya menjadi sepasang kekasih .

“ Monaa !! “ panggil Winda – temen baiknya di kampus , ketika Mona baru keluar dari mobil

“ Haii , Win .. “ sapa Mona , “ Dir , aku duluan ya . Kamu ada kelas kan sekarang ?! “ tanya Mona ke Dirly

“ Iya . Nanti kalo uda kamu uda selese , kasih tau aku ya “ ucap Dirly . Mona mengangguk, setelah itu Dirly bergabung bersama temen-temen cowonya . Mona dan Winda berjalan menuju kelas mereka .

“ Eh , bulan depan kan Desember . Berarti bentar lagi kan hari ibu . “ ujar Winda membuka obrolan ketika sampai di kelas

“ Iya , terus kenapa ? “ tanya Mona

“ Yaa , lo ga mau ngasih surprise apa gitu buat nyokap lo ?!! “ terang Winda

“ Hmm .. Mau sih , tapi gw belom kepikiran mau ngasih apa buat nyokap gw . Lo mau ngasih apa ? “ tanya Mona balik

“ Hmm , gw sih pengen ngasih kue tart yang gw beli dari tabungan gw sendiri . Selama ini kan nyokap gw , taunya gw sebagai anak yang paling boros diantara kakak-kakak gw , momen ini pengen gw jadiin , pembuktiian ke nyokap gw , kalo gw juga bisa nyisihin uang gw “ ujar Winda

“ Hebaatt !! Saahabat gw ini , bisa kepikirian sejauh itu sekarang !! Salutt .. “ Mona memberi appreciate kepada Winda

“ Lo muji gw ato nyindir gw ?!! “ Winda merasa Mona menyindirnya

“ Kok elo jadi tersinggung ?! Gw kan ga maksud .. “ balas Mona , kemudian dosen mereka memasuki kelas . Semua mahasiswa langung masuk kelas dan duduk di tempat yang telah dipilh masing – masing .

Sementara itu , rencana surprise hari ibu pun juga terdengar kencang di lingkungan sekolah Dea . Sampai OSIS-nya pun ingin mengadakan acara perlombaan yang dapat memperat hubungan antara ibu dan anak . Dan kepala sekolahpun menyetujui . Setelah kepanitiaan terbentuk , mereka langsung bekerja sesuai tugas masing – masing dengan cepat , karena waktu untuk mempersiapkan semua , hanya 4 minggu kurang dua hari .

“ Hei , sayang .. “ sapa Dea pada cowo yang telah menjadi kekasihnya sejak 3 bulan yang lalu , yang juga sang ketua OSIS dan ketua panitianya

“ Hem “ sahut cowo yang bernama Gilang itu tanpa melihat ke Dea , namun asyik dengan kertas – kertasnya

“ Iih .. Kamu gitu yaa .. Kalo lagi punya kerjaan baru , aku pasti dicuekkin “ ujar Dea manyun

“ Nggak gitu , say .. Aku kan harus kerja keras dan cepat buat acara tanggal 22 desember nanti . Dan harus professional juga . Kamu maklumin aku yaa “ jawab Gilang sambil menghibur Dea yang cemberut

“ ... “

“ Deaa .. Please yaa .. Ngertiin aku .. “ pinta Gilang , namun tak digubris Dea

“ Hemm , gini deh .. Biar kamu nggak cemberutin aku lagi . Nanti malem kita dinner deh . Gimana ? Mau ? “ ajak Gilang

“ Paling lupa lagi “ samber Dea cuek

“ Kali ini nggak deh . Aku jemput kamu jam 7 ya “ Gilang meyakinkan Dea sekali lagi .

“ Kesempatan terakhir . Kalo ini ga kamu tepati , kita sampai disini aja . oke “ tawar Dea

“ Oke . Aku janji , aku nggak bakal nyia-nyiain ini “ jawab Gilang yakin

“ Kamu harus pegang janji itu , Gilang . Karena aku nggak mau kehilangan kamu . Cuma kamu yang aku sayang , Gilang “ ucap Dea dalam hati sambil mandangin Gilang

“ Aku janji . Aku akan nepatin janji aku nanti malam , karena aku nggak mau kehilangan kamu , Dea “ batin Gilang , dan tanpa disadari ia menggenggam tangan Dea erat sekali .

***

“ Yaah .. Masa kamu ga bisa sih nemenin aku nyari hadiah buat hari ibu besok ?! “ ujar Mona kecewa pada kekasih hatinya

“ Iyaa . Maaf ya . Bulan depan aku harus ke Surabaya , ngunjungi keluarga disana “ terang Dirly

“ Hmm . Nggak apa – apa deh . Kan masih ada Dea dan Winda . Aku bisa minta temenin mereka aja “ ujar Mona pasrah setelah menghela nafas

“ Sayang , jangan pasrah gitu dong . Aku kan jadinya ga enak sama kamu . Ato aku nggak usah ikut ke Surabaya aja ya “ ucap Dirly tak tahan dengan pasrahan Mona

“ Eh , jangan dong . Masa kamu nggak mau ketemu sama sodara-sodara kamu . Aku nggak apa-apa kok “ ujar Mona

“ Beneran ? “ tanya Dirly mengetes

“ Iya “ jawab Mona . Dirly sedikit lega mendengar jawaban itu . Walaupun ia masih sedikit merasa tak enak dengan Mona .

Sesampainya dirumah , Mona terkejut kamarnya menjadi super berantakan . Padahal ia ingat banget kalo sebelum ke berangkat ke kampus udah diberesin . Mona khawatir . Ia takut ada maling masuk . Pelan – pelan ia berjalan masuk ke kamarnya . Saat dikamarnya , Mona kaget siapa yang ada di dalam . Dea . Ya , Dea sedang mencoba berbagai gaun milik Mona . Dea pun sempat terkejut juga , saat sang kakak masuk

“ Ampuunn Deaa .. Kamu ngapain dikamar kakak ? “ tanya Mona heran

“ Eh , kakak udah pulang yaa . “ ujar Dea cengengesan , “ Kak , aku mau pinjem gaun kakak dong .. Tapi , saking banyaknya jadi bingung mau yang mana .. “ ucap Dea to the point

“ Nggak bisa yaa , tunggu sampe kakak pulang ?! Kenapa harus kayak gini ?! Kamu tau kan , kakak paling benci kalo ada orang masuk dan berantakin kamar kakak kayak maling gini .. “ omel Mona

“ Maaf . Abis aku nggak tau , kakak mau pulang jam berapa . Sementara , aku perlu baju buat dinner nanti malam “ terang Dea merasa bersalah

“ Udah . Sekarang bawa aja , baju yang mau kamu pake . Dan ganti di kamar kamu sendiri “ ucap Mona .

Dea keluar kamar Mona dengan membawa beberapa gaun berwarna terang milik kakaknya , masuk ke kamarnya sendiri . Mona membereskan baju – baju yang berantakan dengan rasa malas . Ia tak habis pikir , sekarang adik satu – satunya berani lancang seperti ini kepadanya .

Tepat pukul 7 malam . Ada sebuah mobil yang khusus menjemput Dea . Jika ini zaman cinderella , Dea dijemput oleh kereta kuda lengkap dengan pengawal dan kusirnya. Tapi , ini yang ada hanya sopir , tidak ada pengawalan . Dengan perasaan bahagia dan tak menyangka kekasihnya bisa melakukan hal se-romantis ini , Dea menaiki mobil yang akan membawa ke tempat sang pangeran berada .

Di sebuah kafe . Gilang sedang mempersiapkan dinner ‘pembuktian’ untuk his beloved girl . Segalanya ia persiapkan secara sempurna . Tak ada satupun yang terlewatkan . Gilang ingin mempersembahkan yang terbaik untuk Dea . 30 menit kemudian , Dea tiba di lokasi . Saat pertama kali turunpun , Dea takjub dengan lingkungan sekitar . Ia terbengong sendiri dengan suasana malam itu yang super romantis . Lampu – lampu hias menghiasi sepanjang jalan setapak yang dilewati Dea ketika menuju ke tempat sang pangeran .

Welcome , my princess “ ucap Gilang saat Dea sampai dihadapannya , seperti pelayan yang memberi hormat kepada tuan putri-nya .

“ Apa ini nggak terlalu mewah buat kita berdua ?! “ tanya Dea tak percaya dengan apa yang dipersiapkan untuknya

No problem . Ini udah sepantasnnya di dapat oleh seorang gadis yang mempesona “ ujar Gilang sambil memegang tangan Dea erat . Dea terlihat speechless

“ Gue sengaja banget mempersiapkan ini semua buat lo . Biar lo nggak marah lagi sama gue hanya karena masalah sepele seperti tadi siang . Harus lo tau , elo selalu ada dihati gue sampai kapanpun, selamanya “ terang Gilang menatap jauh ke dalam mata Dea . Membuat Dea tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya

“ Iya . Gue percaya sama lo . Karena di hati gue cuma lo seorang “ sahut Dea . Mereka berpelukan dan saling mengatakan ‘ I love you ‘ dan ‘ My heart is always belong to you ‘ . Sembari menunggu makan malam , mereka berdua berdansa diiringi oleh lagu mellow yang menggambarkan kehangatan mereka sebagai sepasang kekasih .

( backsound : Karena Ku Cinta Kau , oleh : Bunga Citra Lestari )

Hari Minggu pagi , keesokan harinya . Mona meminta Dea menemaninya ke mall untuk mencari hadiah yang tepat bagi mama mereka yang akan diberikan tepat tanggal 22 Desember nanti . Sebenarnya Dea masih ngantuk dan malas pergi , karena semalem ia pulang larut banget . Tapi , menurut Dea , ini adalah saat yang tepat menebus kesalahannya kemarin kepada sang kakak .

Setelah beberapa jam memuteri seluruh pelosok mall , akhirnya kedua kakak-adik ini dapat kado untuk mama mereka yang masih ada di luar kota . Sebelum pulang , mereka bermaksud untuk makan siang dulu di kafe sekitar mall tersebut . Mereka memilih jalan dari mall menuju kafe tersebut , karena jaraknya tak begitu jauh . Saat berjalan di trotoar , lonceng hiasan yang dibeli Dea terjatuh dan menggelinding ke jalan . Dea mengejar lonceng kecil itu , walaupun Mona menyuruhnya untuk balik , Dea tetap nekat menyebrang jalan untuk mengejar lonceng itu . Di tengah jalan , Dea berhasil mendapatkan kembali lonceng yang mungkin akan diberikannya kepada Gilang . Saat itu , sebuah mobil melaju di jalanan yang sepi itu dengan kencang . Mona berteriak , agar Dea segera menepi mengingat mobil itu sangat cepat . Namun Dea terlalu santai memandangi lonceng itu di tengah jalan . Mobil itu memberikan isyarat klakson kepada Dea , agar menepi , Dea hanya menoleh santai , begitu tersadar ia berteriak ketakutan . Mona meletakkan tas belanjaan dengan keras ke trotoar dan berlari ke arah Dea , kemudian mendorong Dea ke pinggir , bruukk ..

Dea yang terjatuh karena di dorong Mona tadi , begitu shock melihat tubuh kakaknya tergeletak di tengah jalan tanpa sadarkan diri , dengan darah yang mengalir deras dari pelipis kepalanya . Dea langsung menghampiri Mona , dan ia sangat terlihat panik . Dea berteriak meminta bantuan . Orang – orang yang ada di sekitar langsung berduyun – duyun menghampiri Mona . Dan segera melarikan Mona ke rumah sakit terdekat , Dea yang selalu ada disebelah Mona , tak bisa menutupi rasa takut dan bersalahnya selama perjalanan ke rumah sakit . Dea panik saat Mona sedang diperiksa di ruang UGD rumah sakit terdekat dari lokasi . Dalam keadaan sepanik itu , Dea memberanikan diri menghubungi Gilang untuk menemaninnya . Awalnya ia ingin menghubungi sang mama yang lagi berada di Semarang . Namun , ia tak ingin mengganggu urusan pekerjaan mama mereka . Saat itu juga , HP Mona berdering . Dirly menelpon ! Oh God !! Dea bener – bener nggak tau harus ngomong apa !! Bohong ato jujur ?! Gilang menyuruhnya mengatakan sejujurnya , menurut Gilang , ini hanya sebuah kecelakaan , cepat atau lambat Dirly akan tau juga .

“ H .. Ha .. Haloo .. “ ucap Dea terbata – bata karena takut ketika mengangkat telepon itu

“ Halo . Dea ?! Kenapa bisa kamu yang ngangkat ? Mona mana ? “ tanya Dirly penasaran . Dea menelan ludah , bersiap memberitahu kejadian buruk itu

“ Kak , kak Mona dapat kecelakaan . Kak Mona tertabrak mobil , Kak “ ujar Dea pelan

“ Apa ?! Terus gimana keadaannya ? Sekarang dimana ? “ ujar Dirly kaget

Sambil menahana isak tangisnya , Dea menjelaskan awal mula kecelakaan itu . Walau ia tau , penyebabnya adalah dirinya sendiri . Dirly – pun langsung panik juga . Malam itu juga Dirly langsung balik ke Jakarta untuk melihat keadaan Mona dengan mata kepalanya sendiri .

Sementara itu dirumah , sang mama yang baru pulang dari Semarang , kebingungan mencari kedua putrinya yang tidak ada dirumah . Beliau tanya ke pelayan yang ada dirumah . Pelayan itu mengatakan Mona dan Dea sedang jalan-jalan ke mall berdua . Mendengar pernyataan itu . Mama menghubungi HP Dea untuk memberi tahu kedatangannya . Namun , saat mendengar suara serak Dea ketika mengangkat telepon , mama udah merasakan ada yang sedang terjadi . Benar saja . Mama langsung shock saat mengetahui Mona mengalami kecelakaan . Secepat mungkin mama langsung meluncur ke rumah sakit dengan dianter sopir . Dalam perjalanan ke rumah sakit , mobil mama terjebak kemacetan . Karena udah sangking paniknya , mama nekat turun dijalan kemudian mencari ojek dan langsung ke rumah sakit .

Di rumah sakit , Dea terduduk lemas dan terlihat menunduk sedih dikursi depan ruang UGD tempat dimana Mona masih mengalami pemeriksaan . Dea merasa selalu di-nomor-sekian-kan jika dibandingkan dengan sang kakak . Sebagai contoh : saat mendengar Mona mendapat kecelakaan Dirly dan sang mama – pun langsung menanyakan keadaannya . Ditambah sang mama , yang tak menanyakan soal dirinya terluka atau tidak padahal ditelepon , Dea menceritakan juga kronologis kejadian itu .

“ Kamu kenapa ? “ tanya Gilang sembari duduk di kursi sebelah Dea

“ Kak Mona memang lebih cantik dan lebih pintar dari aku . Tapi , apa itu alasan untuk tidak menganggapku ada ?! Aku pengen sekali bisa dapat perhatian yang lebih seperti Kak Mona .. “ ucap Dea merendah

“ Kamu jangan sedih gitu dong .. Kamu harus maklumin kondisi Kak Mona kan sekarang sedang gawat , apa salahnya kalo mereka mempriotaskan dia dulu .. Kamu jangan egois gitu yaa .. “ hibur Gilang

“ Untuk yang kesekian kalinya , aku harus ngalah sama kakak sendiri ?! Nggak salah ?! Bukannya yang harus ngalah itu kakak ke adiknyaa ?!! “ emosi Dea meluap

“ Aku nggak ngomong gitu , sayang .. Aku cuma bilang , kamu harus memahami situasi gawat seperti ini ! “ ujar Gilang

“ Aah .. Bodolah .. Kamu emang ga mau ngerti aku !! “ ucap Dea sambil berlari menjauh dari Gilang . Gilang tak mengejarnya , ia memberikan waktu untuk Dea sendiri dan berpikir .

Setengah jam kemudian . Tante Martha – mama Mona dan Dea sampai di rumah sakit . Beliau langsung bertanya ke bagian recepsionis ruangan Mona . Bagian recepsionis memberitahu kalau Mona udah dipindah dari ruang UGD ke ruang ICU beberapa menit yang lalu . Tante Martha menuju ke ruang ICU yang ada dilantai 2 . DI depan ruang ICU hanya ada Gilang yang duduk dikursi luar .

“ Gilang “ panggil Tante Martha . Gilang menoleh ke sumber suara .

“ Tante .. “ ucapnya

“ Dea mana ? “ tanya Tante Martha

“ Ngg .. Dea .. Dea lagi dikantin , katanya dia lapar tadi “ ucap Gilang bohong dan terdengar gugup , “ Kalo begitu , saya panggil dia dulu ya , tan .. Permisi “ Gilang hendak pergi

“ Nggak . Nanti dia juga kesini sendiri . Nggak usah dipanggil “ Tante Martha menghentikan langkah Gilang , “ Gilang , gimana keadaan Mona ? “ lanjut Tante Martha

“ Kak Mona belum sadar . Kata dokter , dia masih kritis . Jantungnya sangat lemah “ terang Gilang

“ Tante boleh masuk ? “ tanya Tante Martha

“ Silahkan aja , Tante “ ujar Gilang mempersilahkan

***

“ Tuh kan ! Emang ga ada yang mau ngertiin aku .. Termasuk cowo aku sendiri .. Kalo dia perduli sama aku , harusnya dia ngejar aku sampai sini .. Memang aku lebih buruk dari Kak Mona !! “ batin Dea kesal sambil membanting tubuhnya terduduk di kursi halaman rumah sakit sambil manyun .

“ Aku ga akan jadi seperti kak Mona yang jadi cewe luar biasa . Aku cuma mau jadi diri sendiri dan semuanya bisa menghargai aku !! “ batinnya lagi .

***

Mona masih terbaring lemas tak sadarkan diri di ruang ICU . Ia harus kehilangan penglihatannya , karena retina matanya rusak akibat kecelakaan itu . Tante Martha setia menunggui putri sulungnya dengan rasa kasihan dan iba . Namun , ia bertekad , ia takkan menunjukkan rasa itu saat Mona sadar kelak . Sementara Dea sampai saat sang mama datang pun , belum kembali ke ruang rawat sang kakak . Ia masih terpaku melamun di halaman rumah sakit . Ia merasa nggak sanggup berada disana . Kalo ia disana , hanya akan menambah rasa iri dirinya saja . Itu pikiran Dea .

Malam harinya . Dirly tiba kembali di Jakarta . Ia jemput oleh sopirnya . Dan langsung meminta untuk diantar ke rumah sakit tanpa pulang ke rumah dahulu . Setibanya dirumah sakit , Dirly langsung menuju keruangan Mona . Ia tak percaya dengan apa yang ia lihat di ruangan itu . Tubuh Mona terbaring lemah dengan perban menutupi kedua matanya . Beberapa jam kemudian , Mona mulai sadar . Dimulai dengan gerakan kepala dan tangan . Saat kesadaran udah 100% , Mona mempertanyakan kenapa disekelilinginya menjadi gelap . Tante Martha sangat sedih melihat kenyataan itu . Terlebih ketika Mona menebak sendiri kalo ia mengalami kebutaan . Mona shock berat sehingga berteriak histeris . Dokter memberikan suntikan penenang . Dan memeriksa keadaannya . Dokter mengatakan kondisi Mona udah stabil dan bisa dipindahkan ke ruanga rawat biasa . Perbannya akan dibuka saat Mona udah siap menerima keadaannya sekarang .

“ Dok, bisa dibuka sekarang perbannya ? Kapanpun dibukanya , nggak aka merubah keadaannya kan .. Makanya nggak usah ditunda lagi . Saya udah siap , Dok . “ ujar Mona saat Dokter menanyakan kesiapannya

“ Baiklah , Mona . Kalo kamu memang sudah siap . Kita mulai aja “ ujar dokter . Pembukaan perban itupun dimulai . Disaksikan sang mama , Dea , Dirly dan Gilang . Mona diam seribu bahasa ketika perban itu sudah terlepas dari kepalanya yang menutupi kedua matanya . Hanya air mata yang menetes jatuh dari mata itu . Mama langsung memeluk Mona , menenangkannya .

“ Sayang , kamu harus sabar yaa menghadapi semua ini . Kamu harus percaya semua akan baik – baik aja dan tentunya akan datang hari yang indah untuk kamu , sayang “ hibur Tante Martha mencium kening Mona dengan sayang

“ Kak , maafin aku . Gara – gara aku , kakak jadi seperti ini “ ujar Dea merasa sangat bersalah

“ Dea .. Kamu minta maaf buat apa sih . Ini bukan salah kamu . Ini cuma kecelakaan , sayang .. Kamu jangan merasa bersalah lagi ya .. Kakak nggak mau denger kamu ngomong seperti tadi “ ucap Mona

“ Ma , ada Dirly disini ? “ tanya Mona . Semua pandangan langsung tertuju pada seorang cowo yang dari tadi mengamati Dea dengan sinis

“ Ada . Kamu mau bicara ya .. Ya udah kita nunggu diluar ya “

***

“ Ada apa ? “ tanya Dirly sembari duduk dipinggir tempat tidur rumah sakit

“ Kamu kok udah ke Jakarta lagi ?! Bukannya kamu di Surabaya ? “ tanya balika Mona

“ Tadi siang , aku telepon kamu . Tapi , Dea yang ngangkat dan dia cerita semua . Makanya aku langsung buru – buru kesini . Nggak mungkin kan aku ninggalin kamu disaat kamu seperti ini “ ujar Dirly . Mona memeluk Dirly erat dan menangis terharu dengan pegorbanan yang dilakukan kekasihnya itu

“ Tapi , harusnya kita pisah aja . Kamu nggak akan bahagia lagi dengan kondisi aku yang seperti ini . Kamu bisa cari yang lain .. “ ucap Mona

“ Ssstt .. Kamu ngomong apa , sayang .. Aku nggak akan pernah ninggalin sampai kapanpun . Denger . Aku adalah orang paling bodoh kalo aku ninggalin kamu hanya karena ini . “ ujar Dirly sembari mengelus pipi Mona

“ Kamu nggak boleh ngomong gitu lagi yaa .. Aku selalu ada buat kamu “ lanjutnya lagi . Mereka saling berpelukan lagi .

***

“ Benda ini bikin perkara aja .. Lebih baik dibuang aja .. “ ucap Dea memandangi lonceng barunya , “ Gara – gara ini Kak Mona jadi kayak gini .. Kalo aku nggak beli ini , lonceng ini pasti nggak akan jatuh , dan Kak Mona akan jadi seperti ini .. “ ujar Dea menyesali

“ Oh .. Jadi bener gara – gara kamu .. Baguss .. Kamu udah ngancurin mimpi kakakmu sendiri .. “ ujar Dirly sinis dengan tiba – tiba hadir diantara Dea dan Gilang

“ Aku nggak pernah maksud , Kak .. Aku nggak pernah tau kejadian akan sampai kayak gini .. “ ucap Dea membela diri

“ Bilang aja , kamu sengaja kan . Karena kamu iri sama semua yang dimiliki Mona . Asal kamu tau , gara – gara hal ini kita hampir putus tau !! “ bentak Dirly emosi ke Dea

“ Eh , ngomongnya dijaga bisa kali yaa .. Jangan nggak sopan gitu sama perempuan .. “ Gilang ikut angkat bicara

“ Apaa ?!! Mendingan lo diem aja deh .. Gw pengen ada pertumpahan darah disini . Ini urusan gw dan diaa !! “ ucap Dirly sambil menunjuk Dea

“ Ini urusan gw juga !! Karena dia cewe gw !! Nggak ada yang bisa bentak – bentak dia sembarangan !! “ ujar Gilang tegas

Perkelahian antara Dirly dan Gilang pun tak dapat dihindari . Keduanya terlibat aksi pukul – memukul . Dea terlihat panik , dan mencoba untuk melerainya , tapi tak berhasil . Justru semakin parah . Kali ini Dea nekat masuk ke dalam ‘area berbahaya’ itu untuk melerai , namun tak sengaja Dirly mendorong Dea hingga jatuh terbentur dinding rumah sakit . Tante Martha yang melihat pertengkaran itu dan Dea yang sudah jatuh pingsan , penyakit jantungnya kumat dan mulai sesak napas . Dirly menghampiri Tante Martha , sementara Gilang menghampiri Dea . Keduanya langsung dibawa ke ruang periksa . Sayangnya , Tante Martha nggak bisa diselamatin lagi . Detak jantungnya berhenti . Tapi , ia sempat menyampaikan sesuatu ke Dirly untuk Mona . Dea belum siuman dari pingsannya , Dirly sudah memberitahu berita ini ke Gilang . Dan memintanya jangan buru – buru memberitahu pacar – pacar mereka . Lebih baik menunggu Mona sehat kembali . Gilang setuju .

Sudah sebulan berlalu . Hari tepat tanggal 22 Desember , Hari untuk para ibu di seluruh dunia . Mona – yang udah dapat melihat kembali , dan Dea hingga saat ini belum tau kemana mama mereka sebenarnya , karena Dirly dan Gilang merahasiakannya , dengan mengatakannya , Tante Martha harus balik ke Semarang karena suatu urusan . Pada siang harinya , kedua kakak – adik itu berencana untuk menyiapkan makan siang untuk mama mereka . Ketika semua telah siap , Gilang yang siang itu datang , mengatakan semuanya . Kalau Tante Martha telah tiada sejak sebulan yang lalu . Mona nggak percaya . Dirly membenarkannya dan menambahkan kalo retina yang disumbangin ke Mona adalah retina Tante Martha . Mona dan Dea langsung menangis tak percaya , dan meminta pacar mereka mengantarkan mereka ke makam .

“ Ma , lebih baik Mona nggak bisa lihat untuk selamanya .. Daripada mama yang harus pergi selamanya ninggalin kita berdua .. Ma , mama belum lihat kan ,, hadiah hari ibu yang udah kita siapin buat mama .. Tapi , kenapa mama nggak mau lihat hadiah dari Mona “ ujar Mona sedih merasa sangat kehilangan satu – satunya orang tua yang masih tersisa

“ Ma , selamat jalan .. Maaf kalo Dea banyak bikin mama kecewa . Maaf Dea belum bisa bikin mama bahagia . Maaf karena di waktu terakhir , mama mendapat sesuatu yang terburuk . Dea – kita sayang banget sama mama . We love you , mom !! Happy Mother’s Day !! “ ucap Dea sambil bersandar kepala di papan nama sang mama . Nggak mau melihat Dea dan Mona sedih berkepanjangan saat itu , kedua cowo itu mengajak mereka pulang . Dari kejauhan , Mona dan Dea menatap sedih pusaran makam sang mama .

“ You’re always in our heart and our mind , Mom ! “ ucap Mona dan Dea barengan

( backsound : Bunda , by : Potret )

The End


"Would you mind if you give a comment. Thank you"

Sunday, October 10, 2010

Faith Is So Difficult (Untitled) - Episode 3

"sebenarnya mau diposting tiap 10 halaman , tp karena uda kelamaan ,, posting aja yg uda ada"
sip . silahkan dibaca .

-> Episode sebelumnya : http://curcollika.blogspot.com/2010/09/faith-is-so-difficult-untitled-episode.html

Lena ga percaya akan hal baru dikatakan Natasha . Ia mengulang perkataan Natasha

“ Bener , Nat ? “ Tanya Lena ga percaya .

Natasha hanya mengangguk . Ia mendekati Lena .

“ Lena , gw mau bicara sama lo . berdua “ ucap Natasha pelan

“ Ton , lo boleh ke kantor sekarang . Biar Natasha yang disini . Sekalian lo tanyain ke Ferdy apa maksud dia pindahin divisi kayak gini . “ Ucap Lena pada Anthony

Anthony mengangguk . Dan pergi ke kantor . Lena mengajak Natasha duduk dan meyuruhnya bicara

“ Gw rasa , tanpa lo nyuruh Anthony cari tau ,, pasti lo udah tau maksudnya Ferdy kan ?! “ Tebak Natasha

“ Tau apaan ?! Buat persoalan kali ini gw bener2 ga tau apa2 . Justru gw ga abis pikir kenapa Ferdy ngambil tindakan ini .. “ Ujar Lena jujur

“ Ini emang bukan kemauan Ferdy . Tapi , mamanya !! “ celetuk Natasha

“ Hah ?! Tante Ina ?! Beliau ada di kantor hari ini ?! “ Tanya Lena

“ Iya . Entah apa istimewanya karyawan baru itu di mata Tante Ina , hingga dia bisa langung ngambil posisi gw .. “ Marah Natasha

“ Maksud lo , Karina yang ngambil posisi lo itu ? “ Lena meyakinkan

“ Iyalah . Siapa lagi ?!! Semua juga tau , posisi itu sangat gw harapkan . So , mana mungkin gw lepas gitu aja “ Ucap Natasha dg tegas . Lena terdiam . Tak tau harus menjawab apa . Karena emang dia ga tau permasalahan kayak apa

“ Lena . Gw minta tolong sama lo . Gw yakin cuma lo yang bisa balikin posisi gw lagi “ pinta Natasha

“ Gw ?! Emang gw bisa apa ?! “ Tanya Lena balik

“ Bujukin Ferdy buat balikin posisi gw lagi .. Lagian , gw ga mau yang kerja sama dia adalah Anthony !! “

“ Apa lo suka sama Anthony ? “ Tanya Lena memastikan

“ Sebenarnya , gw bingung . Gw suka apa ga . Yang jelas kalo gw sama dia , gw jauh lebih nyaman daripada bersama Bobby “ Ucap Natasha

“ Lo jangan macem2 lah sama dia .. Lo tau , gara2 lo ,, kemaren Mini marah2in gw .. Yaa karena lo terlalu deketin Anthony .. Lo harus inget , Anthony udah punya Mini , dan lo udah punya Bobby . Lo harus setia sama pasangan lo . “ Nasihat Lena

“ Pasti Mini marah , gara2 itu .. “

“ Gara2 apa ? “

“ Gara2 waktu itu , gw sama Anthony mergokin dia sama Bobby ngobrol berdua dan sampe pegangan tangan . Anthony spontan ngerangkul gw . Mini jadi marah2 .. “ cerita Natasha

“ Anthony ?! Nyari gara2 diaa .. “ ucap Lena geram

Anthony tiba dikantor , ia masuk ke ruangannya . Ia melihat Karin ada di meja yang pernah digunakan Natasha . Bukannya kaget atau apalah . Justru Anthony memandangnya dengan sinis . Kebetulan Ferdy lewat situ

“ Gw harap , lo ga protes dengan ini semua “ ucap Ferdy

“ Tapi , kenapa ? “ Tanya Anthony

“ Nih ! Sortir cerita2 itu menurut tanggal proses menulisnya “ ujar Ferdy ke Karin sambil memberikan setumpuk naskah

“ Ton , ikut ke ruangan “ ajak Ferdy pada Anthony

***

“ Jadi , apa alasan merubah2 divisi seperti ini ?! Jujur , gw kaget pas Natasha bilang , dia pindah divisi “ Tanya Anthony to the point

“ Ini soal perjanjian nyokap gw dan temennya yg pernah gw ceritain beberapa bulan yang lalu . Lo masih inget kan ? “

“ Iya . Gw masih inget . Jangan2 , dia orang yg dimaksud ?!! “

Ferdy mengangguk santai .

“ Lo ga takut Lena curiga , kalo lo diem2 dr dia kayak gini ? “ tanya Anthony

“ gw belom sempet bilang sama dia . Tapi , emang gw harus ngomong kan ?! gw ga mau , dia salah paham lagi “ ucap Ferdy pelan .

Anthony hanya mengangguk menyetujui .

“ Ya . That’s right . Lebih cepat lebih baik . Lo tau kan cewe lo tipenya gimana ?! “ sahut Anthony menasihati

“ Ya . Biar nanti malam , gw ke rumahnya aja . Sekarang lo balik kerja aja “ ucap Ferdy

“ posisi gw ga berubah ? “ tanya Anthony memastikan

“ Sementara ini belum . Tapi , kalo lo mau , bisa gw pikirin “ jawab Ferdy

“ ga apa2 .. gw sih masih belum ingin pindah . Semua terserah lu aja “ ucap Anthony sembari membuka pintu kemudian meninggalkan ruangan Ferdy .

Jam 5 sore . Jam pulang kantor . Karin bersiap untuk pulang dengan mobilnya – mobil yang sempet semalam “nginap” di kantor . Sesampai dirumah , Karin tidak mendapati Mila dirumahnya . Tampaknya Mila masih diluar . Ada surat untuk Karin di ata bufet ruang tengah . Dari Mila !

Untuk Karina , sahabat gw ..

Rin , maaf yaa .. Kalo gw pergi ga sempet bilang-bilang sama lo . Ini kebijakan dari perusahaan gw . Mulai hari ini gw pindah ke kantor cabang yang ada di Surabaya . Gw ga tau , Rin ,, bakal sementara ato selamanya . Oh iya , ini ada titipan dari nyokap lo dulu yang dititipin di gw sebelum beliau pergi ninggalin lo . Katanya kalung ini akan ngungkapin jati diri lo yang sebenarnya . Jadi , jaga kalung ini baik-baik yaa , Rin . Demi nyokap lo . Dan lo jangan pernah lupain gw . Gw akan selalu inget lo sebagai sodara gw .

“ Milaa .. “ batin Karin , “ Kenapa lo bikin gw kesepian lagi dirumah ini ?! “ ujar Karin sambil menghembuskan nafas . Karin memandangi kalung inisial KF . KF ? Apa itu KF ? Apa artinya ? Karin berusaha keras tau tentang arti inisial itu . Ia mencoba searching di interney tentang insial KF itu . Dan ia langsung menemukannya . Inilah artikel itu :

=> FF dan KF merupakan dua sodara yang terpisah 23 tahun yang lalu karena ada percekcokan diantara kedua orangtuanya . Anak perempuan yang berinisial KF sengaja dititipkan di salah satu sahabat ibu kandungnya , sementara FF masih tinggal dengan orangtua kandungnya . ‘F’ adalah nama keluarga Ferdinand . Yang anak cowo bernama Fernandez sedangkan yang cewe bernama Fernanda . Hingga artikel ini ditulis , KF masih belum ditemukan <=

***

Ferdy mencoba menghubungi Lena untuk memberi keterangan tentang sikapnya yang terkesan tiba-tiba . Namun , sepertinya Lena sedang menelpon orang lain . Susah sekali menyambungnya . Giliran berhasil nyambung , Lena sepertinya sangat lelah . Ia menolak berbicara di telepon dengan Ferdy . Ferdy semakin memiliki perasaan bersalah .

“ Fer , aku lagi capek banget hari ini . Seharian diluar ruangan . Sekarang aku mau istirahat yaa . Kalo ada yang mau dibicarain , besok dikantor aja yaa “ ucap Lena

“ Len , tapi penting .. Inii ,, soal yang tadi siang ... “ sahut Ferdy

“ Besok aja yaa , hun .. Selamat malam “ Lena menutup teleponnya .

“ Lena , kamu perlakuin aku kayak gini apa karena aku ga diskusi dulu sama kamu . Maafin aku , Len .. “ batin Ferdy merasa bersalah . Tante Ina mengagetkan Ferdy dari belakang . Menanyakan apa yang terjadi . Ferdy mengaku tak ada apa-apa pada sang mama , walau sesungguhnya ia sedang gundah .

Keesokan harinya , Natasha yang akhirnya ga terima ‘dipisah’ dari Anthony mencoba protes melalui Lena . Lena awalnya menolak , namun akhirnya mau juga membantu Natasha .

“ Ada apa , Nat ? Pagi-pagi uda nyari gw ? “ tanya Lena sembari asyik dengan kerjaannya

“ Gw ga betah lama-lama , Len ,, kalo ga kerja bareng sama dia .. Lo tau kan gw udah klop sama dia ,, tentunyaa soal kerjaan .. “ sahut Natasha

“ Terus gw bisa apa ? Itu kan kebijakan Ferdy , yaa lo ngomongnya ke Ferdy “ jawab Lena santai

“ Tapii ,, lo kan ... “ ucapan Natasha terhenti ketika mata Lena memelototinya

“ Jangan disangkut pangutin yang pribadi sama kerjaan ! gw sama Ferdy sepakat ga ada pencampuradukkan urusan pribadi dan kerjaan !! “ nasihat Lena

“ Iya , maaf .. “

Tiba-tiba pintu terdorong . Karin masuk . Lena mengira Karin masuk tanpa salam dan mengetuk pintu , ternyata Karin sudah mengetuk pintu , tetapi baik ia atau Natsha tak menyadari itu . Karin datang hanya untuk mencari Natasha yang katanya dari tadi dicariin Anthony . Natasha tersenyum lebar ke Lena dan mengedipkan mata tanda bahwa itu kesempatan baik . Sementara Karin mau kembali ke ruang kerjanya . Ia berpapasan dengan Ferdy . Ferdy melihat kalung KF yang digunakan oleh Karin . Ferdy mengajaknya berbicara di diruangannya . Karin hanya mengangguk dan mengikuti Ferdy .

“ Well , bisa kamu ceritain tentang kalung yang kamu pake itu ? “ tanya Ferdy mengawali pembicaraan

“ Kalung ini , kata temen saya satu2nya peninggalan ibu saya yag katanya dapat mengungkap jati diri saya . Tapi , saya sendiri ga paham “ terang Karin . Sepintas Karin inget tentang artikel yang sempat ia baca di internet . Terlintas nama anak cowo yang tertulis disana adalah Fernandez . Sama persis dengan nama Ferdy . Namun Karin menganggapnya sebagai orang yang berbeda .

“ Maaf . Apa nama belakang anda Fernandez ? “ tanya Karin tiba-tiba . Ferdy terkejut mendengar itu . Ia tak habis pikir bagaimana Karin tau nama belakangnya .

- To Be Continued -




New baked post

Surat Terbuka Untuk Seseorang Pernah Kupanggil Kakak Disana

  Yogyakarta, Indonesia, 5 November 2025 H ai, Kak….     Apa boleh aku memanggil nama lengkapmu? Aku masih hafal lho, Kak. Sangat hafal....