Read into your languange

Friday, April 05, 2019

Top 7 The Most Beautiful Badminton-Female Players


Dajia hao!

Sekian lama nggak bikin topik badminton, kali ini tangan sudah bergetar untuk menambahkan tulisan ini dan melengkapi tulisan yang pada waktu itu sempat diposting, “The Most Handsome Badminton-Male Players”. Pemain muda dari Taiwan, Wang Tzu Wei berhasil mencuri pandangan dan perhatian secara berlebih, akhirnya doi menjadi pemilik nomor satu!

Nah, itu adalah “Prince”-nya, sekarang aku mau mencari siapa yang menjadi “Princess”-nya. Apakah si Putri akan berasal dari negara yang sama dengan sang Pangeran? Okay, simak yukk..


Aku mulai dengan memilih nominasi dari masing-masing sektor dulu deh ya? Mulai dari Women Singles, Women Doubles, dan pastinya cewek-cewek dari Mixed Double juga diperhitungkan dong...

*DISCLAIMER: Pilihan nominasi ini kuambil berdasarkan 25 ranking BWF masing-masing sektor WS, WD, XD tanggal 1 April 2019 (BWF last update: 28 Maret 2019).

TOP 5 beautiful player badminton Women Singles:
1. Nitchaon Jindapol [Thailand]
2.  Aya Ohori [Jepang
3. Saina Nehwal [India]
4. Tai Tzu Ying [Taiwan]
5. Busanan Ongbamruphan [Thailand]
*dari nominasi Top 10 of 25 rank-BWF Women Singles:
1. Tai Tzu Ying (Taiwan)
2. Nozomi Okuhara (Jepang)
3. Saina Nehwal (India)
4. Nitchaon Jindapol (Thailand)
5. Busanan Ongbamrungphan (Thailand)
6. Aya Ohori (Jepang)
7. Han Yue (China)
8. Ratchanok Inthanon (Thailand)
9. Gregoria Mariska Tunjung (Indonesia)
10. Sung Ji Hyun (Korea Selatan)

Top 3 beautiful badminton player Women Doubles:
1. Rawinda Prajongjai [Thailand]
2. Greysia Polii [Indonesia]
3.  Sayaka Takahashi [Jepang]
*dari nominasi Top 5 of 15 rank-BWF Women Doubles:
1.Greysia Polii (Indonesia)
2.Rawinda Prajongjai (Thailand)
3.Jongkolphan Kittharakul (Thailand)
4.Rizki Amelia Pradipta (Indonesia)
5.Sayaka Takahashi (Jepang)

Top 5 beautiful female badminton player Mixed Doubles:
1. Huang Yaqiong [China]
2. Goh Liu Ying [Malaysia]
3. Tse Ying Suet (Hong Kong)
4. Arisa Higashino [Jepang]
5. Gloria Emanuelle Widjaja [Indonesia]
*dari nominasi Top 10 of 25 female player of Mixed Doubles:
1. Huang Yaqiong (China)
2. Arisa Higashino (Jepang)
3. Goh Liu Ying (Malaysia)
4. Arisa Higashino (Jepang)
5. Lee Chia Hsin (Taiwan)
6. Winny Oktavina Kandow (Indonesia)
7. Tse Ying Suet (Hong Kong)
8. Gloria Emanuelle Widjaja (Indonesia)
9. Isabel Herttrich (Jerman)
10. Christina Pedersen (Denmark)
                 

Okay. Yang daftar nominasi yang diatas itu adalah para wanita yang tidak hanya memiliki wajah cantik, namun juga memiliki kemampuan bermain super baik ketika dilapangan bulutangkis. Dari 13 pemain terpilih masing-masing sektor, aku akan memilih lagi (final ranking) untuk keseluruhan: 7 Wanita Super dari WS-WD-Female XD.

Inilah mereka itu…



NOMOR 7

Image from: bwf-badwminton.com

Posisi ini ditempati oleh pemain tunggal putri dari Negeri Matahari Terbit alias Jepang. Mari, kenalan yuk dengan Jeung Aya Ohori.

Jeung-sist Ohori kelahiran Prefektur Fukushima, Jepang pada 2 Oktober 1996. Pertama kali terjun pada turnamen internasional sejak Singapore Internasional Series 2012. Satu tahun kemudian, Aya Ohori menjuarai Asia Junior Championship 2013 setelah pada laga final mengalahkan wakil Thailand, Busanan Ongbamrungphan: 21-11, 16-21, 21-13.
Berjaya di Kejuaraan Junior setingkat Asia, nyatanya Aya Ohori belum berhasil membawa medali emas dari BWF World Junior Championship. Dari laga itu podium tertingginya mencapai tempat runner-up ditahun 2013 setelah di-final ditaklukkan pemain Jepang lainnya, Akane Yamaguchi: 11-21, 13-21.

Per 28 Maret 2019 ini, Aya Ohori menduduki peringkat BWF dinomor 20. Dilevel dewasa—waktu itu masih menggunakan Grandprix, Grandprix Gold, dll, Aya Ohori pernah mencapai podium tertinggi:  U.S. Open 2017 setelah mengalahkan Michelle Li dari Kanada; kemudian menjadi juara di China Master 2017 setelah mengalahkan rekan negaranya sendiri, Saena Kawakami. Sayangnya, ditahun 2018, belum ada prestasi terbaik Aya lagi yang tampil naik podium juara. Prestasi terbaiknya adalah menjadi babak semifinal di Japan Open Super 750 meskipun akhirnya dikalahkan oleh pemain dari Jepang juga, Nozomi Okuhara. Dan juga mencapai babak semifinal di U.S Open Super 300, akhirnya pun harus menyerah dari wakil tuan rumah, Zhang Beiwen dalam pertarungan tiga set: 22-20, 21-23, 13-21.



those two images are from bwf-badminton.com


NOMOR 6

Image from: bwf-badwminton.com

Pemain berikutnya masih dari Negeri Matahari Terbit. Pemain tunggal puteri ini kelahiran Nara, Jepang, 29 Juli 1992. Per 28 Maret 2018, Jeung-sist Sayaka Takahashi harus turun  satu peringkat BWF kenomor 12, setelah pemain U.S., Zhang Beiwen menyalipnya.
Rasanya tahun keemasan buat Sayaka Takahashi adalah tahun 2012, dimana ia mulai menjuarai berbagai International Challenge tours. Oke, sebut saja menang di Austria, Osaka, Maldives, dan Skotlandia. Kemudian merebut kemengan kembali di Osaka Open International Challenge ditahun 2015 dan 2017.

Menginjak kelevel Grandprix dan Super Series—pada waktu itu namanya. Berhasil menjuarai Australian Open 2013 setelah mengalahkan Nitchaon Jindapol (Thailand): 21-22, 21-10; menjuarai German Open 2014 setelah mengalahkan Sung Ji Hyun (Korea Selatan): 21-17, 8-21, 21-12; ditahun 2017 menjadi juara di Vietnam Open setelah mengalahkan wakil tuan rumah, Vu Thi Thrang: 21-9, 21-14.

Menginjak BWF World Tour Series ditahun 2018, Sayaka lumayan bisa mendongkrak peringkatnya dan menjadi pemain tunggal putri Jepang cukup menjanjikan dikancah internasional. Tertinggi, ia menjuarai Singapore Open Super 500 yang saat difinal ia berhadapan dengan Gao Fangjie (China) dengan skor akhir cukup dramatis: 25-23, 21-14. Sisanya ia menjuarai Swiss Open Super 100, New Zealand Open Super 300, dan Akita Master Super 100.
Tahun 2019, penampilan terbaiknya sejauh ini mencapai babak perdelapan final (Quartel Final) German Open. Saat itu ia dikalahkan oleh rekan senegaranya sendiri, Akane Yamaguchi: 19-21, 20-22.


those two images are from bwf-badminton.com


NOMOR 5

Image from: bwf-badwminton.com

Oh no! Ternyata diposisi kelima ini masih dihuni oleh teman-teman se-negara Aya dan Sayaka. Sungguh pemilihan tidak disengaja!

Baiklah, hal ini membuktikan gadis-gadis Jepang selain punya wajah yang kawaii pun mempunyai skill yang boleh diadu juga. Kalau Aya Ohori dan Sayaka Takahashi merupakan pemain tunggal putri, yang satu ini merupakan pemain dari sektor ganda campuran.

Hmm, kalau aku kasih klu: Finalis All England 2018, pasti sudah ketahuan dong ya siapa dia..

Yes! Dia adalah pasangan main Yuta Wanabe disektor ganda campuran, Arisa Higashino.
Kelahiran Imawamizawa, Hokkaido, Jepang, 1 Agustus 1996, pemain muda Jepang dari Klub Unysis—btw, pemain-pemain Jepang berasal dari klub-klub karena seolah tidak ada pelatnas resmi disana, dan kebanyakan yang jago itu dari Unysis :D. Peraih medali perunggu Asian Junior Championship 2013 dan 2014 (bersama Yuta Wanabe—memang belum bisa diceraikan nih orang :p).

Prestasi tertinggi Arisa bersama Yuta hingga kini adalah menduduki peringkat BWF ketiga dibawah dua wakil China: Siwei-Yaqiong, dan Yilyu-Dongping. Tidak lupa hasil turnamen yang membawa nama Arisa dan Yuta melambung dan meroketkan poin mereka ketika mereka berhasil mengalahkan Zheng Siwei-Huang Yaqiong difinal turnamen Super 1000 dan turnamen bulutangkis tertua, All England dengan pertarungan tuga gim: 15-21, 22-20, 21-16. Meskipun di-All England 2019, Siwei-Yaqiong menggagalkan kembali harapan Yuta-Arisa pertahankan gelar kedua kalinya.


those two images are from bwf-badminton.com


NOMOR 4


Image from: bwf-badwminton.com

Ah! Akhirnya selesai membahas wanita-wanita super-nya Jepang. Mari terbang ke Asia Tenggara dan mendarat di Negeri Gajah Putih, Thailand.

Kita akan membahas salah satu pemain ganda putri Thailand—yang masih menjadi pemain andalan Thailand. So, she is Rawinda Prajongjai.

Rawinda merupakan kelahiran Bangkok, 29 Juni 1993. Saat ini bermain disektor ganda putri dengan partner Jongkolphan Kittharakul. Rawinda pertama bergabung dengan Tim Nasional Thailand sejak 2015, namun turnamen internasional pertamanya adalah Singapore International Series 2013, berpasangan dengan Chongchuwu Pornpawee, dan telah bermain bulutangkis secara professional sejak 2008.

Kelihatannya mulai dipasangankan dengan Jongkolphan Kittharakul sejak tahun 2015 dan menjadi juara pertama di Vietnam Open (Grandprix) 2015 setelah mengalahkan Suci Rizky Andini-Maretha Dea Giovani (Indonesia) dengan skor akhir 21-14, 21-12. Setahun kebelakang, ditahun 2018, Rawinda bersama Jongkolphan berhasil naik podium tertinggi dirumah sendiri, Thailand Master Super 300 berhadapan dengan wakil Indonesia, Anggia Shitta Awanda-Ni Ketut Mahadewi Istarani dengan skor akhir 21-19, 21-17.



those two images are from bwf-badminton.com




NOMOR 3

Image from okezone/sports

Tanpa sengaja lagi memilih dari negara yang sama dengan atasnya. Oke, masih dari Thailand—hanya saja yang membuka tiga besar ini bermain disektor tunggal putri. Kenalkan Nitchaon Jindapol.

Hayoo, siapa yang bisa bantah Nitchaon punya paras yang biasa sajaa? Hehehe.

Jeung-sist Nitchaon bergabung pertama kali dengan Tim Nasional Thailan sejak 2009 dan turnamen internasional pertamanya adalah Vietnam International Challenge 2009. Kemudian menjuarai Canada Open 2013 setelah mengalahkan Yip Pui Yin (Hong Kong): 21-18, 21-16. Dua kali menjadi juara di Bitburger Open, yakni tahun 2013 setelah mengalahkan Linda Zechiri, wakil Bulgaria dengan skor 21-13, 21-13; kemudian ditahun 2017 mengalahkan Zhang Beiwen (U.S.A) dengan skor akhir 21-17, 15-21, 21-19. Namun harus puas menjadi runner-up Bitburger Open 2016 setelah kalah dari He Bingjiao (China) difinal.

Ditahun 2018 lalu menjadi juara Thailand Master Super 300 setelah mengalahkan rekan satu negaranya, Pornpawee Chochuwung dengan skor akhir 21-18, 21-11.  Nitchaon merupakan kelahiran Bangkok, 31 Maret 1991 mempunyai ambisi untuk membela negaranya di Multievent Olimpiade. Let’s see!



those two images are from bwf-badminton.com



NOMOR 2

Image from: bwf-badwminton.com

Masih dari Kawasan Asia Tenggara, nggak jauh-jauh dari Thailand. Yak, kita menuju Malaysia. Klu-nya adalah Peraih Perak Bulutangkis Olimpiade Rio 2016.

Siapa sih yang nggak tahu nama Goh Liu Ying—partner ganda campuran Babang Chan Peng Soon,  yang suka bikin baper para badminton lovers dengan chemistry keduanya baik on-court maupun off-court. Itulah kenapa aku bingung apa yang harus kutulis dulu tentang Liu Ying-Jie ini. Dari awal Liu Ying berpasangan sama Babang Peng Soon memang sudah langsung dapat klik-nya, karena hasilnya bagus sih—kalau bukan juara pertama, ya runner-up gitu.
Raihan gelar Liu Ying/Peng Soon bisa dilihat disini: silakan buka ini

Yang kukagumi dari Liu Ying, meskipun baru turun dari meja operasi akibat cedera lutut sebelum Olimpiade Rio 2016, di-event itu Liu Ying dan Peng Soon bisa main maksimal sampai babak final dan menghadiahi Malaysia medali perak—yang kata sumber tertulis ganda campuran bulutangkis Malaysia bukanlah nomor andalan di-multi-event itu. Dan yang bikin terharu lagi adalah ada satu-dua pertandingan setelah momen Olimpiade Rio—sebelum Liu Ying fokus penyembuhan cederanya di Jerman, chemistry dua pemain itu teruji ketika Liu Ying menahan cedera ditengan pertandingan berlangsung dan Peng Soon meng-cover permainannya baik sekali meskipun setelah itu mereka harus kalah juga. Kebetulan ini ditayangkan di-tv ya, jadi kayanya semua yang nonton pun terenyuh. So sweet.

By the way, Liu Ying kelahiran Malaka, 30 Mei 1989. Usia yang sudah mapan, tapi belum terdengar seperti akan menikah dengan sang kekasih padahal Peng Soon saja sudah punya tiga anak yang lucu-lucu.

Liu Ying kan sempat hampir sepuluh bulan-an ditahun 2007 menjalani treatment di Jerman, disaat itu Peng Soon sementara bermain dengan Cheah Yee See, hasilnya juga nggak jelek sekali sih. Mash bisa menembus Top 25 rank world BWF. Nah, sekembalinya Liu Ying ke Malaysia dan BAM setelah selesai menjalani treatment, Peng Soon dirujukkan kembali dengan Liu Ying, dan Yee See dicarikan partner baru. Memang butuh waktu sihuntuk mengembalikan kejayaan mereka menembus Top 10 lagi. Nyatanya, kerja keras mereka ditahun 2018 berbuah manis, mereka berhasil melaju hingga BWF World Tour Final, dengan bekal juara di Thailand dan U.S.A, dan dua kali runner-up di Australia dan Indonesia.

Awal 2019 ini Liu Ying dan Peng Soon memilih keluar dari BAM, dan menjadi pemain profesional. Thailand Master 2019 menjadi kemenangan pertama mereka setelah menyandang pemain profesional. Semoga saja Malaysia masih memanggil pasangan ganda ini buat perkuat Tim Sudirman Cup Malaysia. 


these two images are from Google Images


those two images are from bwf-badminton.com




NOMOR 1

Image from: bwf-badwminton.com


Hello, The Most Beautiful Female Badminton Player from China!

Yak! Sekarang sudah sampai diujung, dari Malaysia kita terbang lagi ke Asia Timur, mendarat di China.
Ini nih pemain ganda campuran yang punya tangan ajaib, mau dipasangkan dengan siapapun pasti cepet berjaya. Sayangnya teori itu tidak berlaku buatnya disektor ganda putri. Meskipun baik, tapi tidak sebaik di-Mixed Doubles.

Jadi, Tim China punya pemain yang memiliki tanggal ulang tahun sama tanggal 28 Februari lho. Ada Shi Yuqi (tunggal putra), dan Huang Yaqiong (spesialis ganda campuran). Bedanya hanya tahun lahir saja. Huang Yaqiong kelahiran 28 Februari 1994 di Zhejiang, China.

Pemain ganda yang masih betah duduk di Top 1 BWF-rank sektor ganda campuran bersama Zheng Siwei. Eh, tapi sebelumnya dengan mantan-nya yang dulu, Lu Kai, Yaqiong juga pernah sampai Top 3 sih. Makanya kubilang ajaib, kan? Soalnya dia juga pernah bermain di-ganda putri bersama Tang Jinhua dan Yu Xiaohan, hasllnya juga not bad-lah, masih dapat diperhitungkan dipeta persaingan ganda putri dunia bersama Cheng Qingchen-Jia Yifan, teman se-negeranya.
Bersama Lu Kai juga pernah menyabet juara All England 2017 yang saat itu mengalahkan pasangan wakil Malaysia, Chan Peng Soon-Goh Liu Ying. Setahun kemudian, diturnamen yang sama, bersama partner barunya, Zheng Siwei justru digagalkan oleh Yuta Watanabe-Arisa Higashino. Namun membalasnya ditahun 2019 ini.

Bisa dibilang sejak 2018 lalu hingga tahun 2019 ini (pasca pensiunnya Liliyana Natsir), yang menjadi saingan terberat Yaqiong di-ganda campuran bersama Siwei adalah teman negaranya sendiri yang kini duduk ditahta nomor dua, Wang Yilyu-Huang Dongping. Pertandingan kedua pasangan ini selalu jadi menarik meskipun terkadang hanya memerlukan dua set saja, Siwei-Yaqiong menang. Tetapi perjuangan demi satu poin yang bikin jantung pun ikut berpacu.


Image from Google Images




those images are from bwf-badminton.com



Yes! Akhirnya selesai merangkum prestasi cewek-cewek cantik diatas. Meskipun tidak ada pemain Indonesia dalam Top 7-nya, tapi tetap bisa menunjukkan emansipasi wanita kan ya? Sekaligus menunjukkan disamping pria hebat ada wanita hebat juga. Terbukti nomor satu dan dua-nya adalah pemain putri ganda campuran.

So, para Wanita Hebat tetaplah jadi wanita kuat dan dapat diandalkan dalam segala keadaan. Ingat kata Teh Rosa dalam lagu “Hey Ladies”: kalau wanita sudah beraksi, dunia hancur. Itu artinya, kita sebagai wanita punya kemampuan nggak kalah dengan laki-laki.



Terima kasih untuk kalian yang sudah menyempatkan mampir diblog sederhana ini ya. Setelah ini aku akan kepoin pemain bulutangkis. Tungguin ya.

Ganxie nimen! J


**
Credits:
Thanks to:
tournamentsoftware.com
badminton-bwf.com
wikipedia.com
google.com
Google Images
okezone.com

Tuesday, February 19, 2019

Kenalan Lebih Dalam Sisi Dunia Lain | Book Review: Gerbang Dialog Danur? (Risa Saraswati)


Judul buku: Gerbang Dialog Danur? 
Penulis: Risa Saraswati 
Tahun terbit: 2015 
~cetakan kedua: 2018
Editor: Syafial Rustama 
Penerbit: Bukune 
ISBN: 602-220-150-0


Melepas semua ingatan tentang film layar Danur maupun Maddah, dan juga mencoba tidak bayangin video-video penelusuran maupun tanya jawab si Penulis dengan teman-teman yang berasal dari dunia tak terlihat, itulah yang kulakukan ketika membaca buku seri pertama dari Gerbang Dialog Danur ini. Bisa dibilang terlambat memiliki (duileh, apaan sih ini??), maksudnya terlambat membaca dan mereview novel ini. But, it is okay, karena aku nggak mau memendamnya sendirian, siapa tau kaan ada mau saling share (boleh komen dibawah postingan ini yaa..)

~Baiklah, mari kita lihat apa yang ada dinovel Danur ini..

Pertama sekali, Penulis mengajak kita—pembaca, berkenalan dengan lima sahabat dirinya yang gak bisa dilihat dengan mata normal. Sebut saja, Peter, Hendrick, Hans, William dan Janshen diceritakan oleh Penulis lengkap dengan bagaimana kelima anak Belanda itu meninggal (dengan tragis ditangan pasukan penjajah Nippon) hingga bagaimana kelimanya menjadi sahabat masing-masing hantu cilik dan menjadi teman bagi si Penulis. Haru, kasihan, kesal dengan kekejaman Nippon pada masa itu—karena berani menghabisi anak-anak yang masih super duper polos, semua perasaan itu kurasakan dengan sungguhan seolah mengerti bagaimana perasaan mereka yang masih mengangkut didunia yang tak seharusnya. Ini kukasih cuplikan masing-masing cerita ‘mereka’ yaah..

Check this out..

Disini Penulis, baiklah kita menyebut Teh Risa saja ya?! Teh Risa membagikan pengalamannya sebagai anak yang memiliki kemampuan khusus—berinteraksi dengan mahluk tak kasat mata sedari masa kecilnya. Sebagai anak kecil yang tinggal terpisah dari kedua orang tua dan adiknya pada waktu itu, kala sedang merasa sendiri, sedih, Teh Risa menyendiri di loteng yang ada dirumah neneknya dan darisana ia menjalin persahabatan dengan lima hantu kecil itu—yang tidak mau disebut hantu: Peter, si pemberani; William—yang kataku dia ini si kalem penyuka musik klasik dan biola; Hans dan Hendrick—kelihatannya serupa? ; serta, si kecil Janshen dengan gigi ompongnya. Kelima teman kecil Teh Risa inilah yang selalu melindungi Teh Risa dari gangguan lain, termasuk ketika Teh Risa didatangi oleh hantu kuntilanak bernama Asih.

Namanya sahabat tak melulu berjalan tanpa konflik. Itu juga yang dialami oleh Teh Risa dan kelima teman kecilnya. Ketika Teh Risa tidak bisa menepati janjinya untuk menjadi sama seperti Peter, William, Hans, Hendrick, dan Janshen, kelima teman kecil itu pun meninggalkan Teh Risa sendiri menghadapi serangan-serangan mahluk astral yang menyeramkan, namun ada juga beberapa yang menjadi teman baik seperti hal Peter cs.

Samantha, hantu perempuan kecil yang ditemukan ketika Teh Risa bersama ayah dan keluarganya sedang berkemah ditengah hutan gunung. Samantha sama juga halnya seperti Peter cs yang menunggu kedatangan—pertemuan kembali dengan orang tua dan keluarganya. Samantha bercerita kalau orang tuanya pergi ke Belanda untuk menjenguk opanya sekaligus untuk membawakan obat untuk Samantha. Lalu, mereka tak kembali hingga Samantha meninggal dunia karena penyakit yang dideritanya. Risa tak heran jika ketika bertemu Samantha dengan kondisi bibir yang sudah membiru, layaknya orang habis sakit. Namun disaat itu Samantha justru berpikir kalau orang tuanya sudah meninggalkannya hanya dengan pengasuhnya karena mungkin kondisi penyakitnya yang tak mungkin disembuhkan. Samantha boleh jadi membenci kedua orang tuanya karena hal itu—meninggalkan ia sendiri hingga nafas terakhir terhembus disamping Rumi, pengasuhnya, namun Samantha tetap menunggu orang tuanya hingga mereka menemuinya meskipun Samantha tau kalau mereka bertemu kembali dalam wujud yang sama dengan dirinya kini. Cerita Samantha pun membuat Risa berpikir kalau hidupnya masih lebih beruntung: memiliki keluarga yang lengkap, teman-teman yang melimpah, juga hidup yang penuh dinamika. Kehidupannya sempurna dengan bonus kemampuan yang tak dimiliki oleh kebanyakan orang.

Asih. Sebenarnya namanya bagus lho. Kasih. Seperti namanya, Asih ini diceritakan sebagai cewe—gadis desa yang cantik, yang mencoba peruntungan dengan merantau di Kota Bandung. Asih bekerja sebagai PRT. Pekerjaan itu yang akhirnya membawa Asih pada takdirnya, direbut kesuciaannya dengan seorang yang mengaku akan menikahi Asih, lalu melarikan diri hingga Asih tersadar kalau ia sedang mengandung. Merasa tak ingin membuat malu keluarganya didesa, Asih mengakhiri hidupnya sendiri bersama calon bayi dalam kandungannya. Bertahun-tahun Asih bergentayangan hingga melihat Risa bermain dibawah pohon dekat rumahnya, penyesalan Asih menyeruak. Dulu seharusnya ia bisa memberi kesempatan calon anaknya untuk hidup dan tumbuh. Setelah itu Asih mengikuti Risa hingga kerumahnya. Malam hari ketika ingin mengajak bicara Risa, lima teman Risa seperti Asih datang dan mengusirnya dengan keras. Sebelumnya Risa tersadar kalau Asih sudah pernah dilihat sebelumnya ketika masih bersama Peter CS, dan mereka menggoda Asih dengan melemparinya batu karena lima hantu Belanda menyebutnya: wanita jelek.

Pelajaran lain yang didapat dan boleh diambil sari kebaikannya adalah cerita persahabatan sehidup semati Sarah dan Jane. Yang satu keturunan Asia dan yang lain merupakan keturunan Netherland. Perbedaan itu yang membuat persahabatan Sarah dan Jane ditentang keluarga mereka. Baik Sarah dan Jane tahu kalau keluarga mereka menentangnya, dan bangsa Jane selalu dikatakan buruk, namun Sarah tetap tak bermasalah bersahabat dengan Jane, karena keyakinan dirinya mengatakan demikian. Kobaran api dikamar Sarah ketika Jane sedang bermain bersama melahap seluruh isi kamar beserta dua anak perempuan didalamnya. Didatangi Sarah dan Jane dalam mimpi dan diperdengarkan cerita masa lalu keduanya, membuat RIsa kembali teringat akan kelima teman kecilnya dan berharap persabahatan mereka bisa abadi seperti Sarah dan Jane.

Gangguan mahluk dunia lain tidak hanya dirasakan oleh Risa, melainkan juga anggota keluarga nenek yang lain. Seperti kedatangan Elizabeth yang ternyata menyukai paman Risa. Teddy juga sama, menyukai seorang laki-laki diluar dunia dan hampir mencelakai orang itu. Rumah nenek Risa seperti merasakan terror dari Elizabeth karena merasa dihalangi untuk berhubungan dengan laki-laki yang dicintainya. Pada akhirnya keluarga laki-laki yang diikuti oleh mereka memutuskan untuk pindah, namun tak membawa Elizabeth, Teddy, maupun Sarah yang tetap tinggal dirumah itu. Diceritakan miris mengenai Elizabeth, Teddy, dan Sarah—yang menjadi primadona hantu diareanya, tidak pernah merasakan cinta dengan seorang laki-laki hingga ajal menjemputnya. Dan mereka baru merasakan cinta itu justru setelah kematiannya dan kepada anak manusia.

Cerita dari dua orang yang sudah tak lagi nyata didunia ini yang membuatku tersadar akan pesan Al-Qur’an bahwa: “Manusia boleh berencana, bagaimanapun yang menentukannya adalah Allah S.W.T.”.
Iyes, kurang lebih yang diceritakan kembali oleh sejoli Edwin dan Lidya pada masa itu hanya sebatas merencanakan, beberapa jam menyelenggarakan hari bahagia keduanya, lantas semua berubah tidak indah lagi—cenderung duka. Namun yang menarik adalah bisa dilihat dari tulisan Edwin dalam suratnya bagaimana ia menjaga perasaan tulusnya kepada (hanya untuk) Lidya meskipun disekitar gadis itu banyak sekali lelaki yang juga mendekati Lidya.

Cerita-cerita hanya sebagian kecil (maybe) dari cerita yang sebenarnya dialami oleh penulis buku ini diluar sana. Dengan kemampuannya yang tak biasa itu, penulis tidak hanya mendapat teman dari dunia lain, melainkan juga mendapat terror dari kemampuan yang dimilikinya itu. Dalam bukunya diceritakan, Teh Risa, masih ketika ditinggal oleh Peter cs,  seringkali didatangi—bukan, bertemu dengan hantu-hantu yang menampakkan dirinya seperti bagaimana ia meninggal pada waktu itu. Menyeramkan. Sudah tentu membuat siapapun, termasuk Teh Risa merasa takut. Dan ketika ini terjadi, tidak jarang Teh Risa berharap para sahabatnya itu datang kembali, atau ia bahkan meminta Tuhan untuk menutup matanya agar ia menjadi buta untuk melihat dunia yang berbeda itu, tentu dengan resiko ia tidak lagi akan melihat dan bertemu dengan lima sahabat kecilnya.

Oh, ada satu lagi cerita yang menarik bagiku. Yaitu cerita tentang sosok Ardiah. Kenapa ini menarik buatku? Karena Ardiah ini ditemukan Teh Risa ketika ia sedang melakukan sebuah pekerjaan di Yogyakarta. Yes, di Jogja lho! Dikotaku ini ada cerita menjalin perkenalana bagi Teh Risa dan hantu Jawa, bernama Ardiah.
Bagi orang Jogja pasti sudah tahu, kan pernah bioskop besar dan terkenal pada masanya dulu yang setelahnya habis terbakar? Dan, ternyata Ardiah merupakan korban dari musibah itu. Ardiah berada didalam bioskop itu bersama pacarnya ketika kejadian mengerikan itu terjadi. Dalam cerita itu, Ardiah meminta Teh Risa untuk membantunya untuk menemukan pacarnya dimanapun itu.


By the way, aku menulis review ini sampai jam sebelas malam. Kebayang dong, menulis tentang sesuatu yang sudah nggak ada sendirian. Perlahan aku menoleh kanan. kiri, depan, belakang, takut-takut ada yang ngantol. Hiii.. So, review novel ini kusudahi sampai disini. Semoga nanti akan ada review-review novel lain yang selesai kubaca.

Terima kasih bagi kalian, teman-teman yang menyempatkan mampir ke Social Diary dan membaca review ini.
Zai jian! J

Sunday, October 21, 2018

What I've Missed From Jogja


Haii, para Pembaca... J

Waahh.. lama sekali ya, aku nggak nulis disini. Sebenarnya ada banyak banget yang mau kusampaikan disini, tapi aku masih kesulitan membagi waktu antara kerja, ngisi blog, dan nyelesein draft novelku. Huhuhu.
Akhirnya berhubung hari ini adalah Hari Minggu, maka aku mau bercerita lagi. Dan tulisan itu kali ini belum akan mereview serial TV Mandarin karena untuk itu aku belum menyelesaikan sebuah serial TV yang diangkat dari novel Mandarin karya penulis yang sama dengan yang melahirkan karya Love 020, jadi review versus itu belum siap, namun ditunggu saja yaa.. J

Kali ini aku mau menuliskan isi hatiku (ceilaah..) tentang yang kurasakan, yang kurindukan selama setahun kemarin sempat merantau diibukota. Ya, ini adalah yang kurindukan dari Jogja, kota tempatku tinggal sekarang, kota yang telah membantuku menemukan dan membentuk passionku sedemikian jadi. Oh iya, tentang tulisan ini sudah kubuatkan video slide-show dan aku upload di-youtube aku. Oh iya, Tulisan ini juga dalam rangka ulang tahun Yogyakarta ke-262 tanggal 7 Oktober lalu.




Dan, beginilah ceritanya..

Sekitar Bulan Oktober 2017, Maudy Ayunda ngerilis album baru yang dikasih judul “Oxygen”, teruuss……. disalah satu single album itu ada lagu yang nyentuh batinku banget pas nyetel dan ikut nyanyi liriknya. Awalnya biasa saja saat pertama kali dengerin, namun lama-kelamaan kok ngerasa lagu ini kayak menggambarkan apa gitu, sepeti aku kangen rumah—saat itu. Aku kangen orang di rumah Jogja, aku kangen teman-teman mainku, dan….. oh iya, aku kangen teman-teman komunitasku. Ternyata…… semakin aku pikir, lirik lagu “Home To You” itu menggambarkan perasaan rinduku kepada teman-teman komunitas membaca.

Yes, I had missed Klubbaca so badly at that time!

Pasti tau kan, gimana rasanya, yang terbiasa berkumpul, ngerumpiin suatu bahasan bersama dan biasanya berakhir ngalor-ngidul tapi tetap penuh keakraban dan kehangatan, laluu… semua itu tiba-tiba hilang ketika kita memutuskan menjauh untuk suatu hal yang sedang kita sedang kejar. Hilang, sepi, dan rindu… iya, aku coba cari kesibukan lain biar sedikit bisa mengobati kerinduan beraktivitas itu, tetep saja ada yang kurang selain menjalani suatu kegiatan bersama orang-orang yang memiliki kegemaran dengan kita seperti sebelumnya. Di Jakarta, aku jalan-jalan mengelilingi kota, ya sekedar untuk menghapal jalan-jalan utama ibukota, kadang bersama teman, kadang juga sendiri. Tidak masalah, itu seperti quality time dengan diriku sendiri. Terus, aku mampir ke toko buku-toko buku setiap jalan yang kulewati. Mencari-cari jenis buku bacaan menarik yang belum pernah dan ingin kubaca.

Benar. Sebelum waktu itu aku dan yang lain terbiasa membaca bersama dan membahas setiap halaman per halaman, per scene yang ada didalamnya. Saat itu aku merasa suasana membaca berbeda dari sebelumnya.

Good news! Dapat kabar dari teman-teman disana, mereka pun ingin mengadakan kegiatan itu kembali karena sudah terlalu lama hilang dari peredaran. Pucuk dicita ulam pun tiba. Aku berkesempatan pulang ke Jogja sejenak saat libur Hari Raya Natal 2017 kemarin selama dua-tiga hari, kalau tidak salah saat itu. Kumanfaatkan waktu itu untuk bertemu dengan teman-teman yang punya pemikiran sama denganku. Seneengg rasanyaa masih ada yang mau bangkitin acara kita lagi. Hehehe. Nggak pakai lama deh, langsung atur rencana—apa yang mau dibaca dulu sebagai tanda “comeback”, oh, tentu juga konsep acara kita review juga dong.

Klubbaca resmi comeback pas Januari 2018. Kita sadar banget kok, klub ini sudah lama vakum, bisa jadi akan sulit mengumpulkan massa seperti sedia kala—seperti saat kita sedang mengkampanyekan keikutsertaan kita dalam kompetisi “Gramedia Reading Community Competition” tahun 2016. Tapi, kita pikir tidak ada salahnya dicoba kembali, kan? Toh, itu juga bukan buat mereka saja, tapi untuk kita—yang sudah lama juga merindukan berkumpul dan membaca bersama lagi.
Januari 2018, aku dan teman-teman mengawali kegiatan kita kembali dengan buku dari Intan Paramaditha yang judulnya Gentayangan. Sebenarnya, dibulan ini aku masih berada di Jakarta sehingga aku berhalangan datang. Kusayangkan sih… tapi, sementara waktu nggak apa-apalah, yang penting Klubbaca berjalan kembali dulu-lah, waktu itu yang menjadi pemikiranku. Kalau dari cerita teman-teman yang ada di Jogja, meskipun pemirsanya nggaklah sebanyak tahun sebelumnya, tapi respon audience masih positif, Alhamdulillah. Dengan ini pun kita kembali semangat merancang acara dibulan berikutnya.

Hingga Bulan Februari dan Maret 2018, aku yang masih berada di Jakarta terpaksa melewatkan kegiatan itu. Sedih dan berat hati sebenarnya, tapi kan mau gimana lagi ya... resiko berteman secara LDR ya begitulah. Hehehe. Tapi aku nggak menyesali sama sekali kok. Saat itu aku berpikir akan ada waktunya kembali aku bisa bergabung lagi. Daann, benaarr.. kenyataan buatku berkata lain. Aku memutuskan kembali pulang di Bulan April kemarin, sekaligus pada bulan itu kembali mengikuti acara bulanan bersama teman-teman, kebetulan sih pada waktu itu kita membaca satu karya dari seorang teman kita, Risda Nur Widia dengan bukunya berjudul Igor.
Hmm. Masih tidak berubah sih, suasana tetap hangat dengan lokasi yang nomaden, jumlah pembaca silih berganti membacakan per paragraph bergantian tetap mengasikkan untuk diikuti. Yes, kusadari dari sekian teman masih ada dikota ini, sekumpulan orang dengan kegiatan seperti inilah yang paling kurindukan dari Jogja setelah aku pergi merantau kurang lebih dua belas bulan.
Terima kasih, Jogja, telah mempertemukanku dengan sekumpulan orang yang selalu bisa menginspirasiku untuk selalu berkarya.
Selamat ulang tahun, Jogja.

Here’s a bit collection of Klubbaca’s:









 Akhir kata, terima kasih sudah menyempatkan sedikit curhatanku tentang kerinduanku akan Jogja setahun lalu. Ikuti kegiatan-kegiatan Klubbaca dengan follow akun instagram @klubbaca. Kalian juga bisa masuk kegrup whatsapp dengan klik link langsung dibio. Mari berkumpul dan bercerita bersama Pecinta Literasi Indonesia.

Ganxie nimen-you! :)

Sunday, June 03, 2018

M-Novel VS Film VS Drama Series [Review]: Love O2O(微微一笑很倾城)


Halo, Para Pembaca.

Kembali lagi Blog Social Diary ini akan mengulas tentang sebuah serial drama Mandarin. Berbeda dari drama review sebelumnya lho… dan ini baru banget terlintas dibenakku, kenapa aku nggak mencoba review gaya baru, yaitu perbandingan dari tiga macam visualisasi, sehubungan drama yang baru selesai kutonton ini adalah adaptasi dari sebuah novel yang sudah diterbitkan oleh salah satu penerbit Indonesia dalam bahasa ibu; Terima kasih kepada Penerbit Haru J
Jadii, apabila review ini masih banyak kekurangan dan bikin kagok, mohon dimaklumi ya. Saran dari teman-teman pembaca sekalian sangat kunantikan lho…


Love O2O versi TV series

Love O2O versi the movie


Novel berjudul Love O2O/ Love Online To Offline (baca pinyinnya: Wei Wei Yi Xiao Hen Qing Cheng) ini menceritakan kisah pertemuan dua orang didalam game online dan akhirnya bermuara dikehidupan nyata. SIapa sangka ternyata keduanya berada dikampus yang sama, bahkan sama-sama mendapat predikat ter-populer dikampus. Pas baca novelnya aku sempat nggak nyambung karena terlalu masuk jauh kedalam game online yang aku nggak ngerti, sehingga aku jadi butuh waktu lama menyelesaikan novel ini. Karena aku penasaran dengan endingnya, aku memaksakan diri menceburkan diri kedalam cerita ini. Daaannn, ternyataa ceritanya jauh dari ekspetasiku. Luar biasa bagus! Ditambah salah tiga tokohnya membuatku jatuh hati: dua tokoh utama dan satu tokoh pendukung.


- Benang merah cerita Love O2O:
Suami virtual Luwei Wei Wei digame online mengajaknya bercerai. Luwei Wei Wei  tidak mempermasalahkan, toh, baginya ini hanyalah game online saja. Namun tanpa disadari Wei Wei, karakter pendekar wanita berbaju merah itu terlihat hadir dikerumunan pemain yang menyaksikan pernikahan mantan suaminya, Zhen Shu Wu Xiang. Mereka mengira Luwei Wei Wei akan mengacaukan pernikahan Zhen Su Wu Xiang dan Xiang Yu Yao Yao karena merasa sakit hati, tapi Wei Wei tidak melakukannya, justru mengalihkan perhatian sekelilingnya. Pikiran cerdas Luwei Wei Wei. Disaat hampir bersamaan, muncul karakter dengan peringkat tertinggi dalam game, namanya Yi Xiao Nai He mendatangi Luwei Wei Wei dan meminta Wei Wei menikah dengan Nai He. Wei Wei tidak menolak, karena ia tahu karakter yang datang kepadanya itu adalah pemain dengan rangking tertinggi, tetapi karena itulah Nai He tidak sembarangan mengadakan pernikahan mereka. Setelah menikah digame online, Wei Wei dan Nai He melalui beberapa misi bersama-sama. Mereka juga melawan Zhen Shu Wu Xiang dan Xiao Yu Yao Yao karena Nai He tidak terima Zhen Shu Wu Xiang yang masih menaruh dendam pada Wei Wei. Tentu duel ini dimenangkan oleh Yi Xiao Nai He dan Luwei Wei Wei sebagai pasangan pemain terhebat dalam game Meng You Jia Hua.

Ketika Yi Xiao Nai He dan Luwei Wei Wei memutuskan bertemu didunia nyata, Wei Wei tidak menyangka jika Nai He ternyata adalah kakak kelas yang disukanya—juga disukai oleh seluruh mahasiswi dikampusnya, termasuk tiga teman baik Wei Wei. Sejak menjadikan Luwei Wei Wei sebagai istri dalam game online, Nai He pun tetap menganggap Wei Wei didunia asli adalah pasangan Xiao Nai, pastinya hal ini membuat geger seluruh penghuni kampus. Lelaki tertampan se-kampus dan gadis cantik nomer satu dijurusan sekaligus nomer dua dikampus bersatu (can you imagine?? Hehehe…).

Setelah mengadakan kopdar, Zhen Shu Wu Xiang menyadari kecantikan Wei Wei dibandingkan Yao Yao. Zhen Shu Wu Xiang menyesal karena keputusan terburu-buru menceraikan karakter Luwei Wei Wei. Sangat terlambat karena jauh sebelum bertemu Xiao Nai didunia nyata, Wei Wei sudah lebih dulu merasa jatuh cinta terhadap Nai He. Wei wei sangat merasa cemas mendapati karakter Nai He tidak login tepat waktu ketika mereka akan melalui final melawan bos monster. Karena saat itu, Xiao Nai dan temannya, Yu Ban Shan, baru mendapat kecelakaan. Jangankan Zhen Shu Wu Xiang yang terlambat menyadarinya, Cao Guang yang diam-diam menaruh hati kepada Bei Wei Wei pun tidak terlirik oleh Wei Wei karena kesalahpahaman yang diciptakan oleh Cao Gang sendiri terhadap Wei Wei. Sementara itu, yang menjadi rival cinta Wei Wei adalah Meng Yi Ran, mahasiswi paling cantik dikampusnya. Kalau Wei Wei nomer dua, Meng Yi Ran-lah yang menempati nomer satu. Meng Yi Ran jelas-jelas pernah menyatakan perasaannya kepada Xiao Nai, namun tidak pernah terbalas olehnya.

Karena kecintaan Xiao Nai dan ketiga temannya: Yu Ban Shan, Qiu Hou You, dan Hao Mei, pada game online, ketiganya mendirikan usaha game online bersama dan dikelola bersama setelah mereka lulus dari universitas, dan Xiao Nai menjadi CEO-nya. Game yang coba mereka kembangkan adalah Meng You Jia Hua II. Demi mengembangkan game baru ini, Xiao Nai cs berusaha mendapatkan pinjaman model dari investor. Feng Tech bersedia bekerja sama dengan mereka. Xiao Nai, Yu Ban Shan, Qiu, Hou You, Hao Mei, dan dibantu Bei Wei Wei berjuang keras agar game Meng You Jia Hua II dapat segera rilis kemasyarakat dan mengukuhkan perusahaan yang mereka bangun.



Angelababy sebagai Bei Weiwei (movie)

Jing Boran as Xiao Nai (movie)


- Novel VS Film
Baiklah, kita mulai review dari membandingkan cerita versi novel terjemahan Bahasa Indonesia dan film-nya.
Secara kesuluruhan cerita kedua versi ini tidak ada perbedaan mencolok. Versi film masih menceritakan kekuatan cinta Bei Wei Wei dan Xiao Nai ditengah usaha mereka mengembangkan kecintaan mereka pada game online, yaitu dengan total memasuki dunia development online game—kebetulan kedunya sama-sama dari jurusan IT Komputer. Wei Wei yang pengertian akan pekerjaan dan asa Xiao Nai untuk mensukseskan usaha yang didirikan olehnya. Wei Wei membantunya dengan memberikan input terhadap pengembangan yang dilakukan oleh tim Xiao Nai.

Bedanya: Versi novel, Wei Wei membantu Xiao Nai berawal dari dirinya menjadi internship dikantor Xiao Nai dan membantu tidak hanya Xiao Nai, melainkan keseluruhan tim dikantor. Sementara dalam versi film, Wei Wei bersama Xiao Nai, Yu Ban Shan, Qiu Hou You, dan juga Hao Mei, sama-sama merintis dari awal game online rancangan mereka. Selain itu perbedaan karena keterbatasan durasi sehingga ending cerita Xiao Nai dan Wei Wei dalam novel tidak diceritakan secara komplit diversi film. Eiitt, tapi bukan berarti endingnya gantung lho ya.. karena endingnya tidak mengubah jalan cerita seperti versi novel dan setting yang sebagaimana aslinya dan sama sekali tidak merubah maupun mempersingkat cerita awal seperti yang kujelaskan dibagian benang merah diatas.

Rating Blog Social Diary:
Novel / Film : 10 / 9
 ( + ) Virtual game online yang ditampilkan versi film ini sangat bagus dan nyata dengan permainan cahaya dan editing pencahayaan superb ; meskipun dengan keterbatasan durasi film,  pengembangan dan pendewasaan karakter Xiao Nai dan Wei Wei juga kuat.
(  - ) Ada beberapa bagian yang dihilangkan diversi film, sehingga rasanya seperti belum menggambarkan bagaimana proses jatuh cinta baik kepada Yi Xiao Nai He sebagai Luwei Wei Wei maupun sebagai Bei Wei Wei untuk Xiao Nai ; dan bagaimana persaingan dua mahasiswi tercantik dikampus sama-sama berjuang mendapat perhatian mahasiswa paling tampan dikampus mereka (Bei Wei Wei VS Meng Yi Ran).


- Novel VS Series
Kalau versi film bisa dibilang merupakan visualisasi nyata dari versi novel. Sedangkan versi serial bisa dibilang bentuk penjabaran cerita lengkap dari film dan versi novelnya. Aku akui kalau versi serial ini banyak menceritakan kisah mendalam dari yang belum terungkap dinovel, secara serial ini ada 30 episode @ 45 menit, jadi cukup waktu untuk menceritakan bagian-bagian terpenting yang tersembunyi. Misalnya: bagaimana Bei Wei Wei menyelesaikan kesalahpahaman dengan Cao Guang dan bagaimana usaha Cao Guang biar mendapatkan Wei Wei ; selain itu, gimana usaha Meng Yi Ran biar selalu terlihat dimata Xiao Nai dengan bantuan temannya yang sok tahu dan kepo abis. Oh iya, diversi serial juga kelihatan banget usaha Xiao Nai dan ketiga temannya dalam membangun usaha Zhi Yi Tech. Terpenting, kalau versi film, orang tua Xiao Nai yang dosen tidak dikeluarkan, sebaliknya mereka bahkan sampai bertemu calon menantu mereka.

Rating Blog Social Diary:
Novel / Serial : 10 / 9
 ( + ) Setiap konflik baru yang dimunculkan dengan motif kuat dan tanpa mengubah jalan utama cerita, kata lain penambahan konflik disela-sela konflik utama di-set rapi.
( - ) Timing sedikit lebih lama sehingga plot juga bergerak lama dari konflik besar satu ke konflik selanjutnya, meskipun penonton disuruh menikmati dulu proes pendewasaan karakter masing-masing tokoh dan biar penonton jatuh cinta selain dengan dua tokoh utama.



Yang Yang sebagai Xiao Nai (TV Series)

Zheng Shuang as Bei Wei Wei ( TV Series)


- Film VS Serial
Secara garis besar sudah terlihat ya, bagaimana perbedaan dari film dan serial dari dua poin perbandingan diatas. Nah, ini dia gongnya… aku bakal bilang antara Love O2O mana yang lebih kurekomendasikan buat ditonton lebih dulu.

Versi film hadir lebih dulu daripada versi serial. Kalau menonton versi film dulu, baru nonton versi serial pasti akan langsung membandingkan efek virtual pengambilan gambar pertarungan dalam game online, terutama khas efek dan kontras cahayanya. Tentu kaan, karena versi film bioskop dan yang untuk versi televisi pasti ada perbedaan yang mencolok. Tapi, disitulah kemenangan pertama untuk Love O2O versi film.

Dari versi film kelihatan memfokuskan kepada jalan ceritanya, karena diversi film cerita dari novelnya dirubah hampir setengah jalan, mungkin maksud produsernya biar ada yang membedakan dan yang dicari dari keduanya, baik fillm dan novel. Pemandangan yang disajikan dalam game online. Versi serial, pemandangan yang ada terlihat lebih nyata daripada versi film. Perpindahan sudut pandang dari tokoh didunia nyata menjadi tokoh masuk kedalam karakter game online, the series version is smoother than the film’s, tapi penggambaran tokoh game online lebih mengena 
dalam versi film

Visualisasi Bei Wei Wei lewat aktris Angelababy (movie) dan Zheng Shuang (serial) sama-sama berhasil. Kedua aktris itu meranin juara banget! SIapa yang raguin cantiknya Angelababy sebagai aktris, bisa pas banget ditokoh Bei Wei Wei. Peran Zheng Shuang juga kalah Karakter kuat Bei Wei Wei terasa sekali pas nonton versi serial. Perkawinan Zheng Shuang dan Yang Yang dalam karakter Bei Wei Wei dan Xiao Nai pun terasa lebih terasa hangat dan romantis diserial. Sosok Xiao Nai yang super duper tenang tapi menghanyutkan lebih didapat Jing Boran diversi film. Hanya sajaaa, kalau aku bicara soal level kegantengan rasanya Yang Yang sebagai Xiao Nai diversi serial menang daripada Xiao Nai versi film.

Okay, dengan ini aku tarik kesimpulan dari segi cast, Love O2O versi serial menang dari versi film.
Karena: Selain pemain yang memerankan tokoh Xiao Nai dan Wei Wei, versi serial juga didukung dengan aktor-aktris yang look-able dan loveable dibanding versi film (45 menit selama 30 episode melawan hanya 90 menit, mana yang bakal menang?! :D). Tokoh Meng Yi Ran film kurang mencerminkan sosok yang disebut sebagau beauty campus. Pencitraan itu lebih terasa cantiknya oleh Meng Yi Ran serial. Ditambah satu lagi karakter asli dalam novel yang lama-lama membuat jatuh hati adalah Yu Ban Shan, teman baik Xiao Nai, buatku pribadi lebih rupawan dalam versi serial, sedangkan diversi film mungkin harusnya ditukar peran Qiu Hou You dan Yu Ban Shan. Tokoh lain yang membuat versi serial menang adalah sosok karakter Zhou Er Xi, teman baik Wei Wei. Diserial, Er Xi terlihat lebih apa adanya dibandingkan Er Xi versi film. Selain Angelababy yang mendapat satu poin, versi film juga masih punya Cao Guang yang terlihat lebih tampan daripada Cao Guang dan Zhen Shu Wu Xiang diserial. By the way, versi film menceritakan Cao Guang dan Zhen Shu Wu Xiang merupakan orang yang sama, tapi tidak diversi serial yang mendeskripsikan keduanya sebagai dua orang berbeda, sementara dalam novel tidak disebutkan, hanya mengarah pada pendukung serial.

Selanjutnya, secara keseluruhan dari segi jalan cerita dan visualisasi gambar, Love O2O versi film menang dari versi serial.
Karena: berhubung sudah tahu jalan cerita dari novel, hanya serialnya menjabarkan lebih luas yang belum terungkap dinovel, jadi tidak terlalu difokuskan membaca cerita, melainkan menonton panggung pergelaran aktor dan aktrisnya. Berbeda dengan versi film yang memang ada perbedaan cerita, tapi tetap dikemas apik banget sehingga penonton dan yang pernah membaca novel Love O2O sebelumnya jadi tidak kehilangan chemistry kuat dari Xiao Nai dan Wei Wei, yang intinya menunjukkan saling percaya dalam menjalani hubungan sepasang insan manusia. Itu moral cerita yang dibawa Xiao Nai.

Hanya sajaa… poin minus baik buat film dan serial Love O2O adalah tidak adanya adegan pertemuan orang tua Xiao Nai dan Wei Wei, dan juga Xiao Nai yang bertemu orang tua Wei Wei (ini hanya ada diserial), dan sampai lahirnya Xiao Nai junior. Padahal kalau versi novel, meskipun sedikit-sedikit bagian ini cukup menggelitik perut dengan adanya Xiao Bei.

Final score Love O2O Film VS Serial Social Diary Blog’s version:
Novel / Film / Serial : 10 / 9,7 / 9,0


Jadiii.... itu kesanku terhadap cerita Love O2O dari segi novel, movie, dan serial drama. Bagaimana kesanmu? Boleh dong share dikolom komentar ya.

Ganxie nimen~ :)

New baked post

Surat Terbuka Untuk Seseorang Pernah Kupanggil Kakak Disana

  Yogyakarta, Indonesia, 5 November 2025 H ai, Kak….     Apa boleh aku memanggil nama lengkapmu? Aku masih hafal lho, Kak. Sangat hafal....